Anda di halaman 1dari 20

TELAAH JURNAL

GERIATRI
Wendhy Pramana
Pembimbing: dr Eko Aribowo,
Sp.PD-Kger

Dewasa usia tua > 65 th menyumbang 50% insidensi kanker


per tahun di US
Peningkatan risiko toksisitas terkait kemo berhubungan
dengan umur
Namun beberapa studi juga menyatakan efikasi penggunaan
kemo pada kelompok elderly
Maka dari itu keputusan terapi pada pasien kanker tidak hanya
berdasar umur kronologis

Faktor Risiko Penurunan Fungsi Renal

PENDAHULUAN
Sebagian besar agen kemoterapi menjalani metabolsime di ginjal
perlunya penentuan fungsi ginjal dan penyesuaian dosis
Serum creatinin bukan indikator yang cukup untuk
memperkirakan fungsi ginjal pada pasien elderly banyak
elderly dengan creatinin normal, terbukti telah mengalami
penurunan fungsi glomerolus
Beberapa formula untuk menghitung bersihan creatinin atau pun
memperikirakan Glomerular Filtration Rate (GFR) dianggap
lebih akurat daripada sekedar melihat creatinin serum
Society of Geriatric Oncology (SIOG) merekomendasikan
Modification of Diet in Renal Disesase (MDRD) dan Cockroft
Gault.
Variabel berat badan yang dipakai dalam formula, kebanyakan
menggunakan berat badan aktual. Namun beberapa klinisi
menggunakan berat badan ideal, atau pun berat badan yang
telah disesuaikan (Adjusted Body Weight)
Kurangnya panduan untuk menentukan formula yang paling
tepat, termasuk dalam pemilihan variabel berat badan

TUJUAN PENELITIAN
Menilai hubungan antara fungsi ginjal
(yang dinilai dengan CrCl atau MDRD)
terhadap toksisitas terkait kemoterapi
Menentukan formula perhitungan
fungsi ginjal yang mana yang terbaik
dalam memperkirakan toksisitas
terebut, termasuk dalam pemilihan
variabel berat badan

METODE PENELITIAN
c
Desain studi
Periode studi

Cohort retrospective
November 2006 - November 2009

Populasi studi

492 pasien usia > 65 th dengan kanker


dan menjalani kemoterapi rawat jalan

Pengumpulan
c Data

Analisis Statistik

Logistik regresi untuk


menilai hubungan antara
fungsi ginjal dengan
tokisitas kemoterapi
derajat 3-5

Sebelum kemoterapi, pasien menjalani Geriatric


assesment dan sosio-demografis (status
fungsional, support sosial, komorbiditas,
pengobatan, nutrisi, dan status psikologis)
Variabel terkait tumor dan terkait terapi, termasuk
parameter laboratoris didata (termasuk agen
kemo, lini kemo, penggunaan growth factor,
reduksi dosis)
Pasien ddikiuti mulai sejak kemo pertama hingga
kemoterapi lengkap
Tosisitas derajat 3 (parah), 4 (mengancam jiwa),
dan 5 (fatal) dicatat sesuai NCI CTCAE

METODE PENELITIAN
c
4 Metode penilaian Fungsi Ginjal dibandingkan...
Cockroft Gault

Modified Jellife
c

Wright

MDRD

HASIL PENELITIAN
Rerata usia 73 th, 40%
pasien > 75th, 18%> 80th
62% stadium IV
75,4% memperoleh
kemoterapi dengan reduksi
dosis
45% memiliki BMI normal,
87% pasien memiki ABW >
IBW
Toksisitas terjadi pada 53%
subjek
Toksisitas hematologis
terbanyak : sitopenia
Toksisitas non-hematologis
terbanyak : fatigue (16%),
infeksi (10%), dan dehidrasi

FUNGSI RENAL

HUBUNGAN ANTARA FUNGSI RENAL DENGAN


TOKSISITAS TERKAIT KEMOTERAPI
c
Tidak ada hubungan antara serum Creatinin dengan
Toksisitas terhadap kemoterapi derajat 3-5 (OR 0.67; p =
0.15)
Hubungan antara penurunan fungsi ginjal dengan toksisitas
kemoterapi :
Pada studi ini juga diuji apakah hubungan ini
terkait dengan agen kemoterapi atau tidak
dibagi kelompok pasien yang mendapat
platinum-based, pasien yang mendapat agen
kemo dengan penyesuaian dosis, pasien yang
mendapat agen kemo tanpa perlu penyesuaian
dosis hasil tetap konsisten bahwa risiko
toksisitas berhubungan dengan penurunan
fungsi ginjal

DISKUSI
Hasil pada studi ini menyatakan bahwa terdapat
hubungan antara penurunan fungsi ginjal dengan
kejadian toksisitas kemoterapi
Tiap penurnan CrCl 10mL/menit terdapat 12%
peningkatan risiko toksisitas (Ketika CrCl diukur
dengan CG dengan ABW)
Hasil studi ini membantu memandu bagaimana
cara terbaik dalam memperkirakan penurunan
fungsi ginjal yang nantinya berhubungan dengan
toksisitas kemoterapi
Hal ini sesuai dengan teori bahwa kanker akan
sangat berhubungan dengan proses penuaan, dan
proses penuaan itu sendiri juga berhubungan
dengan penurunan fungsi ginjal
Seorang yang tua, meskipun dengan creatinin
normal, sebenarnya tetap mengalami penurunan

HASIL PENELITIAN

Pada studi ini, variabel berat badan yang terbukti signifikan


berhubungan dengan risiko toksisitas adalah ABW sejalan
dengan studi sebelumnya bahwa pengukuran CrCl dengan
CG menggunakan ABW terbukti lebih akurat dibanding
dengan BB yang dinormalisasi (Maioli et al., 2014)
Sebagaimana bahwa CG adalah suatu rumus berbasis BB
CG cenderung overestimate dalam menguhutung CrCl pada
pasien obese dan edema terdapat hipotesis bahwa
korelasi antara tokisitas kemo dengan CG menggunakan
ABW diperantarai oleh adanya overestimasi pada pasien
obese yang berujung pada tingginya dosis kemo
Meskipun rumus yang lain tidak signifikan, namun adanya
penurunan fungsi renal cenderung meningkatkan risiko
toksisitas
Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa hubungan
penurunan fungsi ginjal dengan toksisitas kemo tidak

KETERBATASAN STUDI
Pada studi ini analisis secara retrospektif
jumlah sampel yang lebih besar dan adanya
stratifikasi berdasar tipe tumor dapat lebih
menambah kegunaan klinis
Pada studi ini, hanya 4% yang mempunyai
usia > 85th, 2% memiiki BMI < 18, dan 4%
memiliki BMI > 35 kemampuan
generalisasi kurang
Pada rentang tahun 2007-2011, laboratorium
klinis di US sedang meng-update alat uji
creatinin, sejalan dengan itu rumus MDRDnya
juga diperbaharui. Pada studi ini, tidak semua
sampel diukur dengan alat uji creatinin yang
sama, padahal menggunakan rumus MDRD

KESIMPULAN
Penurunan fungsi ginjal terbukti berhubungan
dengan peningkata risiko tokisisitas
kemoterapi pada elderly
Penilaian CrCl menggunakan CG dengan ABW
menjadi yang terbaik pada studi ini (meskipun
rumus lain tetap mengindikasikan hal yang
sama)
Penilaian creatinin serum saja tidak cukup
untuk menilai fungsi ginjal pada pasien elderly
Pentingnya mempergunakan variabel luas
area permukaan tubuh (bsa) dibanding
menggunakan berat badan dalam mengkaji
fungsi ginjal

TELAAH KRITIS JURNAL

TELAAH KRITIS JURNAL


1

Apakah sampel penelitian yang digunakan


menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang
tegas dan merupakan sampel yang representatif?
Kriteria Inkulis disebutkan pada studi ini, sedangkan untuk
kriteria eksklusi tidak disebutkan. Namun sampel pada
penilitian ini cukup representatif karena terdiri dari multi-center

TELAAH KRITIS JURNAL


2

Apakah follow-up cukup memadai dan tuntas ?

Follow-up memadai dan tuntas, karena


setiap pasien diikuti mulai sejak kemo
pertama hingga selesai kemoterapi

TELAAH KRITIS JURNAL


Apakah kriteria outcome yang digunakan obyektif
dan tanpa bias?

Ya, kriteria outcome pada penelitian ini


menggunakan sistem penilaian yang baku dan
tervalidasi, yakni penilian toksisitas kemoterapi
berdasar NCI CTCAE yang diverifikasi oleh dua klinisi

TELAAH KRITIS JURNAL


4

Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang


signifikan, apakahdilakukan adjustment untuk
faktor-faktor prognostik yang penting?
Pada penilitian ini telah dilakukan adjustment
terhadap beberapa faktor yang penting, seperti
agen keomterapi dan ada tidaknya reduksi dosis

TELAAH KRITIS JURNAL


5

Apakah pengamatan sampel dilakukan pada


stadium penyakit yang sama (inception cohort)?

Tidak pada studi ini subjek berada pada


stadium yang berbeda-beda

TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN