Anda di halaman 1dari 47

LaporanKasus

Sebopsoriasis

PEMBIMBING:
LETKOLCKMDR.SUSILOWATI,SP.KK

DISUSUNOLEH:
OKTARIDWIYANTI

Pendahuluan
Sebopsoriasis merupakan gabungan dari psoriasis dan

dermatitis seboroik.
skuama yang biasanya kering menjadi agak lunak dan
berlokasi pada tempat seboroik (kel.sebasea).
Psoriasis adalah suatu penyakit peradangan kulit,
bersifat kronik residif, khas ditandai adanya bagian kulit
yang menebal, eritematus, dan berbatas tegas.
Bagian atasnya tertutup skuama putih seperti perak,
sering terdapat pada daerah tubuh yang sering terkena
trauma kulit, yaitu kepala, bagian ekstensor dari
ekstremitas, dan region sakralis.

Pendahuluan
Psoriaris sering ditemukan pada satu sampai tiga juta orang

diAS.
sering timbul pada orang muda <dari 20 tahun, Pria dan
wanita terkena dalam jumlah yang sama.
Psoriasis merupakan penyakit yang diturunkan, meskipun
cara penurunan penyakit ini belum dimengerti. Riwayat
keluarga dapat ditemukan pada 66% pasien psoriasis
di Indonesia belum didapatkan data angka insidensi yang
jelas untuk penyakit ini.
Penyakit ini tampak sebagai plak tebal eritema dan papula
papula yang tertutup oleh sisik yang seperti perak.

IDENTITASPASIEN
Nama

: Tn. A.S
Umur
: 56 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat
: Ngadirejo
Pekerjaan
: Wiraswasta
Status
: Menikah
Tanggal Pemeriksaan : 6 Desember 2016

Anamnesis
KeluhanUtama:
Gatal dan bersisik di kulit kepala

Riwayat Penyakit sekarang


Pasien laki-laki 56 tahun datang ke poli kulit dan kelamin RST dengan

keluhan rasa gatal dan timbul sisik berwarna putih di kulit kepala
sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya muncul bercak kecil seperti ketombe
di kulit kepala bagian belakang sebelah kanan,yang bila digaruk
semakin lama semakin meluas ke bagian kulit kepala lain hingga dahi.
Keluhan sempat mereda beberapa bulan yang lalu, namun sering
hilang timbul dan dirasakan semakin memburuk duaminggu
belakangan ini. Keluhan tersebut awalnya hanya terdapat di kulit
kepala saja, namun lima hari SMRS ini muncul penyebaran ke daerah
lainnya yaitu di leher. Di bagian timbul rasa gatal dan bercak
kemerahan yang apabila digaruk semakin banyak. Keluhan dirasakan
semakin berat apabila pasien berkeringat. Sebelumnya pasien
memeriksakan keluhan tersebut di puskesmas dan klinik, tetapi tidak
kunjung sembuh. Pasien sering keramas untuk menghilangkan bercak
putih pada kepala tersebut, namun saat ini pasien tidak menggunakan
sampo apapun .

RiwayatPenyakitDahulu:
Pasien mengalami penyakit kulit dengan keluhan seperti ini
hilang timbul sudah 3 tahun dan tidak sembuh total
Pasien tidak pernah mengalami penyakit kulit lainnya.
Riwayat trauma (-)
Riwayat DM (-), Hipertensi (-)
Kolesterol tinggi
Riwayat merokok (+)
RiwayatPenyakitKeluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang pernah mengalami sakit seperti
ini.

RiwayatSosialEkonomi
Pasien termasuk keluarga yang berkecukupan,
penghasilan didapatkan dari bekerja sebagai
wiraswasta yaitu penjual bibit tanaman dan istrinya
seorang PNS.
Menurut pernyataan istrinya, pasien termasuk orang
yang menjaga kebersihan.

RiwayatAlergi:
Inhalan
: Disangkal
Makanan
: Pernah alergi memakan makanan
laut
Obat
: Disangkal
Bahan Kimia : Disangkal

PEMERIKSAANFISIK
StatusGeneral:
Keadan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Kompos mentis
Tanda vital :

Tekanan Darah : Tidak dilakukan pemeriksaan


Nadi : 80 kali / menit
Respirasi : 20 kali / menit
Suhu : afebris

Kepala :
Mata : Konjungtiva Anemis -/-, Sklera Ikterik -/ Hidung
: Sekret (-)
Telinga
: Dalam batas normal
Mulut : Dalam batas normal

Leher :
Pembesaran KGB (-)
Thoraks : Tidak dilakukan pemeriksaan
Abdomen : Tidak dilakukan pemeriksaan
Ekstremitas superior et inferior : Akral hangat

StatusDermatologis
Lokalisasi:
Regio oksipital dan coli
Efloresensi:
Plakat eritematosa dengan skuama kasar berbatas
tegas berlapis-lapis berwarna putih

PEMERIKSAANPENUNJANG
Tidak dilakukan
1. Fenomena tetesan lilin
2. Fenomena auspitz
3. Fenomena koebner
4. px histopatologi yaitu parakeratosis dan akantosis

DIAGNOSISBANDING:
Dermatitis seboroik
Tinea capitis
DIAGNOSISKERJA
Sebopsoriasis

PENATALAKSANAAN
1.NonMedikamentosa
Hindari cahaya matahari, sinar ultraviolet yang
berlebihan
Hindari stres fisik dan jiwa
Perlunya kontrol penyakit/ observasi lebih lanjut
2.Medikamentosa
Loratadin 1x10mg
Hydrocortison butirat 0,1% sol
Desoximethason 0,25% krim
Metotrexat 3x7,5mg perminggu

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: Dubia ad bonam
Quo ad sanationam : bonam
Quo ad kosmetikam : Dubia ad malam

Pembahasan
Pasien datang dengan keluhan gataldantimbulsisik

berwarnaputihdikulitkepalasejak 3tahunyang lalu.


Awalnya muncul bercak kecil seperti ketombe di kulit kepala
bagian belakang sebelah kanan,yang semakin lama semakin
meluasbiladigarukkebagian kulit kepala lain hingga dahi
Menurut teori Sebopsoriasis adalah psoriasis yang berbatas
pada daerah seboroik (gland. Sebasea). Psoriasis sendiri
adalah suatu dermatosis kronis residif dengan gambaran klinis
yang khas, yaitu adanya macula eritematosa yang berbentuk
bulat lonjong, diatasnya ada skuama yang tebal, berlapis-lapis
dan berwarna putih transparan seperti mika yang berbatas
pada daerah seboroik (gland. Sebasea).

TINJAUANPUSTAKA

PSORIASIS

DEFINISI
Penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat

kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercakbercak eritema, berbatas tegas dengan skuama yang
kasar, berlapis-lapis dan transparan, disertai
fenomena tetesan lilin, Auspitz, dan fenomena
koebner

EPIDIMIOLOGI
Psoriasis menyerang sekitar 2% - 3% populasi dunia
laki-laki >perempuan.
Ras Asia memiliki angka prevalensi psoriasis yang

cukup rendah yakni sekitar 0,4%.


ras African-American : ras white-American
(1,3% vs. 2,5%).
Psoriasis jarang muncul pada usia dibawah 10 tahun
dan usia puncaknya adalah sekitar 15 30 tahun

Faktor Pencetus
Faktor lingkungan yang dapat memicu psoriasis

antara lain :
1. tingkat stres yang berlebihan
2. Trauma fisik (respons Koebner),
3. Faktor endokrin
4. Infeksi fokal
5. Obesitas
6. konsumsi obat-obatan seperti beta bloker, ACE
inhibitor, lithium dan hidroksiklorokuin

Etiologi
Faktor genetik

Orangtua yang menderita psoriasis, resiko menjadi 3439%. Berdasarkan awitan penyakit dikenal dua tipe :
psoriasis tipe I dengan awitan dini bersifat familia,
psoriasis tipe II dengan awitan lambat bersifst
nonfamilial.

Etiologi
Faktor imunologik

Defek genetik dapat diekspresikan pada salah satu


dari tiga jenis sel yaitu limfosit T, sel penyaji antigen,
dan keratinosit. Lesi psoriasis matang penuh dengan
serbukan limfosit T. Pada lesi psoriasis terdapat 17
sitokin yang produksinya bertambah.
- Pada psoriasis pembentukan epidermis 3-4hari
- Pada orang normal 27 hari

Gambaran klinis
Lesi klasik psoriasis berbentuk plak eritematosa

berbatas tegas, meninggi, dengan permukaan yang


dilapisi skuama keperakan. Ukuran lesi dapat
bervariasi mulai dari papul pinpoint hingga plak
multipel yang menutupi sebagian besar tubuh.
Predileksi : scalp, perbatasan daerah tersebut
dengan muka, ekstremitas bagian ekstensor
terutama siku dan lutut, daerah lumbosakral.

Gejala klinis
Fenomena tetesan lilin : skuama menjadi warna
putih seperti lilin yang digores, akibat berubahnya
indeks bias
2. Fenomena auspitz : Dibawah skuama kulit pasien
tampak berwarna kemerahan mengkilat yang
homogen dan ketika skuama diangkat akan tampak
titik perdarahan yang muncul akibat papilomatosis
3. Fenomena koebner : Trauma kulit mislanya
garukan dapat menyebabkan kelainan yang sama
dengan psoriasis
1.

Tanda Auspitz (kiri) dan Fenomena Koebner

(kanan). Perhatikan adanya titik perdarahan setelah


skuama diangkat. Fenomena Koebner yang terjadi
pada pasien setelah terbakar sinar matahari.
Perhatikan bahwa lesi tidak muncul pada area yang
tertutup/tidak terbakar.

Bentuk klinis
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Psoriasis vulgaris
Psoriasis gutata
Psoriasis inversa (fleksural)
Psoriasis eksudativa
Psoriasis seboroik (seboriasis)
Psoriasis pustulosa
Psoriasis eritroderma

Psoriasis vulgaris

Psoriasis Gutata
Ditandai dengan erupsi berupa papul kecil dengan

ukuran diameter 0,5-1,5 cm pada badan bagian atas


dan ekstremitas bagian proksimal.
muncul pada usia muda dan orang dewasa muda.
Bentuk psoriasis ini memiliki hubungan yang paling
kuat dengan HLA-Cw6 dan adanya infeksi
streptokokus pada tenggorokan sering kali
mendahului atau bersamaan dengan terjadinya
psoriasis gutata.

Psoriasis inversa
Lesi psoriasis dapat muncul pada daerah lipatan

kulit seperti aksila, regio genito-krural, serta leher.


Skuama yang ada lebih minimal atau tidak ada.
Lesi berupa eritema batas tegas dan mengkilap yang
selalu terletak pada daerah yang memiliki kontak
kulit dengan kulit. Proses berkeringat terganggu
pada daerah yang terkena.

Psoriasis eksudativ
Sangat jarang, bisanya kelainan psoriasis kering, tapi

pada psoriasis ini bentuknya eksudatif seperti


dermatitis akut

Psoriasis Seboroik
Gambaran klinisnya merupakan gabungan antara

psoriasis dan dermatitis seboroik, skuama yang


biasanya kering menjadi agak berminyak dan lunak.
Selain berlokasi pada tempat lazim, juga pada
tempat seboroik

Psoriasis pustulosa
Psoriasis pustulosa juga merupakan erupsi psoriasis

akut. Pasien mengeluh panas badan, pustul kecil


steril monomorfik, nyeri dan sering dipicu oleh
infeksi kambuhan atau penghentian mendadak dari
steroid topikal superpoten atau sistemik.
Hal ini dapat terlokalisir pada telapak tangan
maupun kaki (psoriasis palmoplantar) atau dapat
menyeluruh (psoriasis pustulos generalisata akut)

Psoriasis eritroderma

Disebabkan pengobatan topikal yang terlalu kuat

atau penyakitnya sendiri yang meluas. Biasanya lesi


khas psoriasis tidak tampak lagi krn eritem dan
skuama tebal universal.

GambaranHistopatologis
(1) penebalan epidermis (akantosis) yang muncul karena

hiperproliferasi keratinosit
(2) berkurangnya lapisan granular (hipogranulosis) dan
retensi nuklei korneosit (parakeratosis) karena
diferensiasi abnormal dari keratinosit
(3) dilatasi berlebih dari pembuluh darah dermis papiler
yang menyebabkan eritema
(4) infiltrat inflamasi tebal yang terdiri dari kelompok sel
T-helper CD4+ dan antigen-presentic dendritic cell
(DC) pada dermis, serta sel T CD8 dan neutrofil pada
epidermis.

PASI
Skor PASI adalah pengukuran secara klinis dengan

perhitungan luas daerah yang terkena dan derajat


keparahan dari eritema, ketebalan infiltrat dan skuama
{0,1(Eh+Ih+Sh)Ah}+{0,2(Eul+Iul+Sul)Aul}
+{0,3(Et+It+St)At}+{0,4(Ell+Ill+Sll)Al
A (area) = luas permukaan tubuh dalam 4 bagian yang
terkena yaitu: kepala dan leher (h = head), badan (t =
trunk), ekstremitas atas (ul = upper limb), ekstremitas
bawah (ll = lower limb); E = eritema; I = infiltrat; S =
skuama

<10%

10-29%

30-49%

50-69%

70-89%

90-100%

psoriasis ringan bila skor PASI <7


psoriasis sedang bila skor PASI 7-12
psoriasis berat bila skor PASI >12.

Penatalaksanan
Pengobatan sistemik
1.
2.
3.
4.
5.

Kortikosteroid prednison 30mg/hari


Obat sitostatik metotrexat 3x2,5mg /minggu
Levodopa 2x250mg
DDS (diaminodifenilsulfon) 2x100mg/hari
Eterinat 1mg/kgbb-1.5mg/kbb

Penatalaksanaan
Pengobatan topikal

Preparat Ter
Fosil, misalnya iktiol
Kayu , misalnya oleum kadini dan oleum ruski
Batubara, misalnya liantral
2. Kortikosteroid
3. Ditranol
4. Pengobatan dengan penyinaran
5. Calcipotriol
1.

Prognosis
Meskipun psoriasis tidak menyebabkan kematian,

tetapi bersifat kronik dan residif

TERIMAKASIH