Anda di halaman 1dari 12

Rangkuman HIV

Sitti Warsiah A.S. Hunowu

1. Infeksi HIV dari gorilla ke Host lain


Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam
tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya,
contohnya
selama
berburu
atau
pemotongan
daging.Teori yang lebih kontroversial yang dikenal
dengan namahipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa
epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun1950-an di
Kongo Belgiasebagai
akibat
dari
penelitianHilary
Koprowskiterhadapvaksinpolio.Namun
demikian,
komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario
tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada
Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia
adalahHIV-1danHIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih
mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari
mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit
dimasukan dan kebanyakan berada diAfrika Barat.[100]
Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dariprimata. Asal HIV-1
berasal darisimpansePan troglodytes troglodytesyang
ditemukan diKamerunselatan.HIV-2 berasal dariSooty
Mangabey(Cercocebus atys), monyet dariGuinea Bissau

2. Mutasi HIV
HIV mengalami mutasi yang sangat tinggi dikarenakan
kecepatan replikasi HIV yang luar biasa tinggi (virus baru
sebanyak 109 hingga 10 10 unit setiap hari) serta HIV
tidak memiliki prortein atau enzim untuk memperbaiki
kesalahan pada replikasi. Mutasi HIV dapat menyulitkan
HIV menginfeksi CD4 . Namun dengan adanya mutasi HIV
membuat virus HIV
terhindar dari obat retrovirus
dikarenakan enzim yang dikode oleh gen mutasi akan
berbeda dengan enzim yang dikenal obat HIV. Bekerja
secara spesifik Sehingga terjadi perubahan sedikit pada
substrat tidak akan dikenali oleh obat HIV.

3. Perubahan Sistem Imun dalam menangkal infeksi virus


HIV
- Imunitas
humoral
adalah
imunitas
dengan
pembentukan antibodi oleh sel plasma yang berasal
dari limfosit B, sebagai akibat sitokin yang dilepaskan
oleh limfosit CD4 yang teraktivasi. Sitokin IL-2, BCGF (B
cell growth factors) dan BCDF (B cell differentiation
factors) akan merangsang limfosit B tumbuh dan
berdifferensiasi menjadi sel Plasma. Dengan adanya
antibody diharapkan
akan meningkatkan daya
fagositosis dan daya bunuh sel makrofag dan neutrofil
melalui proses opsonisasi
- Untuk mengatasi organisme intra seluler seperti
parasit, jamur dan bakteri intraseluler yang paling
diperlukan adalah respon imunitas seluler yang disebut
Cell Mediated Immunity (CMI). Fungsi ini dilakukan oleh
sel makrofag dan CTLs (cytotoxic T Lymphocyte atau
TC), yang teraktivasi oleh sitokin yang dilepaskan oleh
limfosit CD4. Demikian juga sel NK (Natural Killer),
yang berfungsi membunuh sel yang terinfeksi virus

4.. Perkembangan HIV


AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal5 Juni1981,
ketikaCenters for Disease Control and Prevention
Amerika Serikatmencatat adanyaPneumonia
pneumosistis(sekarang masih diklasifikasikan sebagai
PCP tetapi diketahui disebabkan olehPneumocystis
jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual diLos Angeles.
Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia
adalahHIV-1danHIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih
mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari
mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit
dimasukan dan kebanyakan berada diAfrika Barat.[100]
Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dariprimata. Asal HIV-1
berasal darisimpansePan troglodytes troglodytesyang
ditemukan diKamerunselatan.HIV-2 berasal dariSooty
Mangabey(Cercocebus atys), monyet dariGuinea Bissau
,Gabon, danKamerun.

Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam


tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya,
contohnya selama berburu atau pemotongan
daging.Teori yang lebih kontroversial yang dikenal
dengan namahipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa
epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun1950-an di
Kongo Belgiasebagai akibat dari penelitianHilary
Koprowskiterhadapvaksinpolio.Namun demikian,
komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario
tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada
Peneliti menegaskan bahwa ini menunjukkan simpanse
adalah sumber HIV-1, dan virus ini pada suatu ketika
menyeberang dari spesies simpanse ke manusia. Namun,
belum jelas apakah simpanse merupakan sumber asli
HIV-1 karena simpanse jarang terinfeksi SIVcpz. Oleh
karena ada kemungkinan baik simpanse maupun manusia
terinfeksi dari pihak ketiga, yaitu suatu spesies primata
yang masih belum dikenali. Bagaimana pun keadaannya,
sedikitnya perlu dua perpindahan terpisah ke manusia.

5. Tantangan Pengobatan HIV


Pengobatan HIV memiliki tantangan karena HIV mudah
bereplikasi dan mudah mengalami mutasi. Oleh karena
itu adanya peluang yang besar terhadap resistensi dalam
obat-obat HIV.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi
tantangan pengobatan HIV yaitu:
- Telah dikembangkan obat bernama KP-1461, suatu
mutagen yang mampu meningkatkan laju mutasi pada
virus HIV sedemikian tingginya hingga mutasi yang
terjadi bukan membuat virus HIV ini bertahan hidup,
tetapi akan merusak kode-kode genetiknya sendiri dan
mati. Kematian bukan secara langsung, namun karena
gangguan fungsi replikasi virus ini setelah mengalami
mutasi yang demikian hebat.
- Terapi ozon . Berdasarkan the journal of the american
society of hematology edisi 11 oktober 1991 yaitu ozon
bentuk oksigen yang lebih tinggi, melemahkan
aktivitas virus HIV sebanyak 97-100%, dan tak
berbahaya bagi sel normal. Jika digunakan secara

tubuh secara perlahan dan terus meningkat dengan


atom oksigen tunggal alam. Oksigen atom tunggal dan
produknya adalah oxidizers (pembakar) yang penuh
energi atau mengoksidasi produk ampas penyebab
penyakit, racun dan polusi lain dan mengeluarkannya dari
tubuh.

6. Jenis HIV
HIV sendiri memiliki 4 strain, yaitu kelompok M,N,O dan P
HIV yang berasal dari simpanse: M, N dan O. (The M
varian menyumbang sebagian besar infeksi di seluruh
dunia.) . P merupakan strain terbaru dari HIV
7. Penyebaran Jenis HIV Baru
Strain HIV baru disebut RBF 168-atau lebih hanya "P"
varian HIV-dan kemungkinan terkait dengan virus baru
ditemukan pada gorila liar, menurut kertas Nature
Medicine.
Para penulis mengamati bahwa P mereplikasi lebih
cepat daripada strain lainnya, yang bisa berarti bahwa
virus telah disesuaikan dengan sel manusia.

HIV merupakan virus RNA, termasuk famili retroviridae


dan genus lentivirus, virion HIV berbentuk bola dan
mempunyai inti berbentuk konus, padat dengan elektron,
dan dikelilingi selubung lipid yang didapat dari membran
sel host. Inti virus mengandung (1) protein capsid mayor
p24, (2) protein nukleocapsid p7/p9, (3) dua kopi genom
RNA, (4) tiga enzim virus (protease, reversetranscriptase,
dan integrase). Protein p24 adalah antigen virus yang
paling banyak dideteksi dan merupakan target dari
antibodi yang digunakan untuk menegakkan diagnosis
infeksi HIV pada enzyme-linked immunosorbent assay

Inti virus dikelilingi oleh protein matriks yang dinamakan


p17, yang berada di bawah selubung virion. Pada
selubung terdapat dua glikoprotein, yaitu gp 120 dan
gp41, yang penting untuk infeksi HIV pada sel host
HIV masuk ke sel tubuh
1) Sel - sel target mengenali dan mengikat HIV - HIV
berfusi (melebur) dan memasuki sel target - gp 41
membran HIV merupakan mediator proses fusi - RNA
virus masuk kedalam sitoplasma - Proses dimulai saat gp
120 HIV berinteraksi dengan CD4 dan ko-reseptor
2) RNA HIV mengalami transkripsi terbalik menjadi DNA
dengan bantuan enzim reverse transcriptase
3) Penetrasi HIV DNA ke dalam membran inti sel target
4) Integrasi DNA virus ke dalam genom sel target dengan
bantuan enzim integrase 5) Ekspresi gen-gen virus 6)
Pembentukan partikel-partikel virus pada membran
plasma dengan bantuan enzim protease 7) Virus-virus
yang infeksius dilepas dari sel, yang disebut virion

Obat-obat HIV
A. Penghambat masuknya virus kedalam sel
Bekerja dengan cara berikatan dengan subunit GP41 selubung glikoprotein virus sehingga
fusi virus ke target sel dihambat. Satu-satunya obat penghambat fusi ini adalah
enfuvirtid.
B. Reverse Transcriptase Inhibitor (RTI)
1. Analog nukleosida ( NRTI)
NRTI diubah secara intraseluler dalam 3 tahap penambahan 3 gugus fosfat) dan
selanjutnya berkompetisi dengan natural nukleotida menghambat RT sehingga perubahan
RNA menjadi DNA terhambat. Selain itu NRTI juga menghentikan pemanjangan DNA.
2. Analog nukleotida (NtRTI)
Mekanisme kerja NtRTI pada penghambatan replikasi HIV sama dengan NRTI tetapi hanya
memerlukan 2 tahapan proses fosforilasi. Penghambat EnzimProtease / Protease Inhibitor.
3. Non nukleosida (NNRTI)
Bekerjanya tidak melalui tahapan fosforilasi intraseluler tetapi berikatan langsung dengan
reseptor pada RT dan tidak berkompetisi dengan nukleotida natural. Aktivitas antiviral
terhadap HIV-2 tidak kuat.
C. Protease inhibitor (PI)
Protease Inhibitor berikatan secara reversible dengan enzim protease yang mengkatalisa
pembentukan protein yang dibutuhkan untuk proses akhir pematangan virus. Akibatnya
virus yang terbentuk tidak masuk dan tidak mampu menginfeksi sel lain. PI adalah ARV
yang potensial.