Anda di halaman 1dari 19

LOGAM NON FERROUS

Pengertian
Logam

Non-Ferro (Non-Ferrous
Metal) ialah jenis logam yang secara
kimiawi tidak memiliki unsur besi atau
Ferro (Fe).

Jenis Logam non Ferro


2

SIFAT LOGAM BUKAN BESI


Kurang

Lead, Timbal, Timah hitam, Plumbum


(Pb)

Timah hitam sangat sangat lunak,


lembek tetapi ulet, memiliki warna
putih terang yang sangat jelas terlihat
pada patahan atau pecahannya

() =11,3 kg/dm ,titik cair 327C,


digunakan sebagai isolator anti radiasi
Nuclear. pelapis pada bantalan luncur.

Timah hitam diperoleh dari senyawa


yang disebut Gelena dengan kadar
yang sangat kecil.

Proses pemurniannya dengan di


panaskan dalam dapur tinggi.

Nickel, Nickolium (Ni)

Nickel, Nickolium merupakan unsur


terdapat pada endapan kerak bumi yang
biasanya tercampur dengan bijih
tembaga.

diperlukan proses pemisahan dan


pemurnian dari berbagai unsur yang akan
merugikan sifat Nickel tersebut.

Secara komersial Nickel banyak


digunakan secara murni terutama untuk
peralatan-peralatan yang menuntut
ketahanan korosi yang tinggi, seperti
peralatan dalam industri makanan ,
industri kimia, obat-obatan serta peralatan
kesehatan, industri petroleum dan lainlain.

Timah putih, Tin, Stannum (Sn)

Timah putih, Tin, Stannum (Sn) ialah logam


yang berwarna putih mengkilap, sangat
lembek dengan titik cair yang rendah yakni
232C.

Logam ini memiliki sifat ketahanan korosi yang


tinggi sehingga banyak digunakan sebagai
bahan pelapis pada plat baja, digunakan
sebagai kemasan pada berbagai produk
makanan karena Timah putih ini sangat tahan
terhadap asam buah dan Juice.

Fungsi kegunaan yang lain ialah sebagai


bahan pelapis pada bantalan luncur serta
sebagai unsur paduan pada bahan-bahan
yang memiliki titik cair rendah.

Seng, Zincum (Zn)

Seng, Zincum (Zn) ialah logam yang berwarna


putih kebiruan memiliki titik cair
419C, sangat lunak dan lembek tetapi akan
menjadi rapuh ketika dilakukan pembentukan
dengan temperature pengerjaan antara 100C
sampai 150C.

Seng memiliki sifat tahan terhadap korosi


sehingga banyak digunakan dalam pelapisan
plat baja sebagai pelindung baja tersebut dari
pengaruh gangguan korosi,

keunggulan: baik digunakan sebagai bahan


pelapis pada baja yang tahan terhadap korosi,
misalnya untuk atap bangunan, dinding serta
container yang juga harus tahan terhadap
pengaruh air dan udara serta serangga dan
binatang.

Manganese (Mn)

Manganese (Mn) logam yang memiliki titik


cair 1260C Unsur Manganese (Mn) ini
diperoleh melalui proses reduksi pada bijih
Manganese.

Manganese digunakan pada hampir semua


jenis baja dan besi tuang sebagai unsur
paduan. Disamping itu Manganese (Mn)
merupakan unsur paduan pada Aluminium,
Magnesium, Titanium dan Kuningan.

Aluminium (Al)

Aluminium ialah logam yang berwarna putih


terang dan sangat mengkilap dengan titik
cair 660C.

tahan terhadap pengaruh Atmosphere juga


bersifat electrical dan Thermal Conductor
dengan koefisien yang sangat tinggi.

Secara komersial Aluminium memiliki tingkat


kemurnian hingga 99,9 % , dan Aluminium
non paduan kekuatan tariknya ialah 60
N/mm2 140 N/mm2

Tembaga, Copper, Cuprum (Cu)

Tembaga memilki kekuatan Tarik 150


N/mm2 -390 N/mm2 .

Sifat listrik dan sebagai penghantar panas


yang baik dari Tembaga (Electrical and
Thermal Conductor) Tembaga dan
menduduki urutan kedua setelah Silver
namun untuk ini Tembaga dipersyaratkan
memiliki kemurnian hingga 99,9 %.

sifat yang baik dari tembaga ini adalah


ketahanannya terhadap korosi atmospheric
bahkan jenis korosi yang lainnya.

Magnesium (Mg)

Magnesium ialah logam yang berwarna


putih perak dan sangat mengkilap
dengan titik cair 651C yang dapat
digunakan sebagai bahan paduan
ringan,

Oxid film yang melapisi permukaan


Magnesium hanya cukup
melindunginya dari pengaruh udara
kering, sedangkan udara lembab
dengan Magnesium memiliki kekuatan
tarik hingga 110 - 200 N/mm2.

Magnesium memilki sifat yang lembut


walaupun dengan elastisitas yang
rendah.

Cobalt (Co)

Cobalt (Co) ialah LOgam yang brwarna


putih silver ini memilki titik cair 1490C dan
bersifat magnetic tinggi.

Cobalt diperoleh bersama unsur Nickel serta


element-element mineral tertentu dan
dipisahkan selama proses pemurnian pada
unsur Nickel.

Cobalt digunakan sebagai unsur paduan


pada baja paduan sebagai alat potong (Tool
Steel) dan sebagai unsur paduan dengan
unsur Nickel sebagai baja paduan yang
tahan terhadap temperature tinggi.

Platinum (Pt)

Platinum (Pt) adalah salah satu jenis logam


berat yang berwarna putih kelabu dan
sangat mengkilap dengan titik cair 1773C

memiliki sifat yang mudah dibentuk, ulet dan


tidak mengandung Oxide atau tar dalam
udara bebas.

Platinum (Pt) sangat cocok digunakan


dalam paduan dengan Iridium yang dapat
meningkatkan kekerasannya. Platinum (Pt)
terdapat dalam paduan logam mulia serta
endapan Tembaga-Nickel.

Platinum (Pt) dapat pula diperoleh melalui


proses extraksi pada emas (gold) dan
Nickel.

Silver, Argentum (Ag)

Silver, Argentum (Ag) adalah salah


satu logam mulia yang memiliki titik
cair 960C terdapat dalam skala kecil
dan terpadu pada Tembaga dan emas.

Silver memiliki conduktifitas listrik


yang paling tinggi dibanding dengan
logam lainnya dan digunakan dalam
kontak listrik juga dalam Siver
solders serta bahan pelapis logam
lain

Emas, Au, Aurum

Emas terdapat dalam persenyawaan


dengan logam-logam lain. Pemurniannya
dikerjakan secara kimia.

Emas murni sangat lunak. Kekerasannya


dapat dipertinggi dengan mencampurkan
perak.

Banyaknya perak dalam campuran initi


menentukan besarnya karat. Emas murni
dinyatakan sebagai 24 karat.

Emas 22 karat berarti dalam 24 bagian


ada 22 bagian emas, sisanya perak 2
bagian. Warnanya kuning mengkilat.
Berat jenis 19,3. Titik cair 1063C

Fungsi Logam non Ferro


Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai
jenis dan masing-masing memiliki sifat dan
karakteristik yang berbeda secara spesifik antara
logam yang satu dengan logam yang lainnya.
Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam
Non Ferro ini memungkinkan pemakaian secara
luas baik digunakan secara murni atau pun
dipadukan antara logam non ferro bahkan dengan
logam Ferro untuk mendapatkan suatu sifat yang
baru yang berbeda dari sifat asalnya.

SEKIAN..

PERTANYAAN