Anda di halaman 1dari 21

Pengobatan Otitis Media Akut Pada

Anak Dibawah Usia 2 Tahun


IMAM HADI KURNIANTO
09.06.0021
KEPANITERAAN KLINIK ILMU THT
RSUD DR. R.SOEDJONO SELONG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AL AZHAR MATARAM
2014

Latar Belakang
Rekomendasi pemberian pengobatan antimikroba secara
cepat dibandingkan dengan observasi pada anak berusia
kurang dari 2 tahun dengan otitis media akut sangat
bervariasi.
Otitis media akut yang paling sering didiagnosis penyakit
pada anak-anak di Amerika Serikat dan merupkan yang
paling sering dikutip indikasi untuk terapi antimikroba pada
anak-anak.
Telah di rekomondasikan di beberapa negara eropa bahwa
pengobatan dicadangkan untuk anak2 yang kondisinya
tidak membaik tanpa obat.

Tujuan
Untuk meminimalkan penggunaan obat antimikroba

Metode
Kami secara acak 291 anak usia 6 sampai
23 bulan, dengan otitis media akut
didiagnosis dengan menggunakan kriteria
ketat, untuk menerima amoksisilinklavulanat atau plasebo selama 10 hari.
Kami mengukur respons gejala dan tingkat
kegagalan klinis.

Persyaratan dan pendaftaran


Telah menerima setidaknya dua dosis
vaksin pneumococcal cunjugate
Memiliki riwayat OMA yang di nilai dengan
skor minimal 3 menurut skor Acute Otitis
Media Severity of Symptoms
Anak2 di keluarkan jika mereka memiliki
penyakit lain : akut (misalnya : penumonia)
dan kronis (misalnya : fibsosis kistik)

Skala AOM-SOS terdiri dari tujuh diskrit :


Item
Menarik-narik
telinga
Menangis
Iritabilitas
Kesulitan tidur
Aktivitas
berkurang
Nafsu makan
berkurang
demam

Tidak ada

Sedikit

Banyak

Randominasi
Randominasi secara acak dikelompokkan apkh
anak telah memiliki riwayat kambuh otitis media
akut (didefinisikan 3 atau lbih episode sebelum 6
bln ata 4 atau lebih episode slma 12 bln)
Pemberian 10 hari baik amoksisilin-klavulanat
dengan dosis harian 90 mg amoksisilin/KgBB
digabungkan dengan 6,4 mg klavulanat /KgBB
Org tua disarankan utk mengelola acetaminophen
seperti yg diperlukan untuk relief gejala

Penilain gejala
Kami malakukan penilain gejala yang terstruktur
dengan mewawancarai dari salah satu org tua
anak
Penilaian dilakukan melalui telepon setiap hari
sampai pertama kunjungan follow-up dan secara
peribadi di masing2 kunjungan
Kami jg meminta org tua tentang kehilangan waktu
paruh kerja dengan pengertian penitipan alternatif
karena penyakit anak
Org tua di minta utk mencatat skor AOM-SOS
anak mereka dan informasi klinis penting lainnya
ddlm buku harian 2 kali sehari selama 3 hari dan
sekali sehari sesudhnya

Pemeriksaan otoskopik, manajemen dan


penilaian secara keseluruhan
Semua dokter penelitian adlh yg telah
berhsil mnyelesaikn program validasi
otoskopik
Anak2 yg menerima obat penelitian pd hari
1 stelah itu akan dinilai biasanya pd hari 4
atau 5, 10-12 dan pd kunjungan follow up
pda hari 21-25.
Memeperoleh spesiamen nasofaring dr
anak2 utk kultur pda awal penelitian hari ke
10-12 dan hari 21-25 utk dilihat.

Hasil
Ukuran hasil adalah waktu untuk resolusi
gejala dan beban gejala di atas waktu
Waktu utk resolusi gejala adlh di ukur dl dua
cara: waktu utk rekaman pertama dari skor
AOM-SOS dari 0 atau 1 dan waktu utk
kedua dari dua rekaman berturut-turut skor
itu.
Gejala beban adalah diukur dgn
menghitung rata2 nilai AOM-SOS dlm dua
kelompok setiap hari slama 7 hari pertma

Analisi statistik
Semua analisis didasarkan pd prinsip utk
mengobati, dilakukan dgn penggunaan tes
dua sisi
Kami membandingkan rata2 skor AOM-SOS
dalm dua kelompok pd penilaian setiap
individu slma 7 hari pertma dgn
menggunakn estimasi umum persmaan
Utk analisi keberhasilan atau kegagalan
klinis kami menggunakan regresi logistik

HASIL
POPULASI PENELITIAN

Keberhasilan pengobatan
Respon simtomatik

Kegagalan klinis
Anak yg menerima amoksisilin-klavulanat
mungkin kurg d banding plasebo memiliki
bukti kegagalan klinis sebelom
4-5 hri kunjungan : 4% vs 23%
10-12 hari 16%- 51%
Proporsi tidak berbeda antara kedua study

Faktor-faktor prognosis

Kekambuhan dan sisa efusi telinga tengah


Diantara anak2 yg memenuhi kriteria utk
sukses klinis di hari 10-12 dgn tingkat
kambuh yg di catat pad atau sblom 21-25
kunjungan adlah 16% (19 dari 119) dalm
klompok amoksisilin dan 19% (13 dari 70)
Pd hari 21 kunjungan 71 dari 141 anak dgn
amoksisilin mmliki telinga tengah efusi (29
unilateral dan 42 bilateral
Dan plasebo 87 dari 139 (32 unilateral dan
55 bilateral)

Kolonisasi nasofaring dan hasil lainnya


Dari hari 1-25 kunjungan, tidk signifikan
perubhan yg terjadi dlm kelompok baik
tingkat kolonisasi strain nonsusceptible
streptococus pneumoniae
Kami tdk mnemkn perbedaan yg signifikan
antra kelompok amoksisilin-klavulanat dan
plasebo baik dlm jumlah harian rata2 dosis
acetaminophen yg diberikan

Komplikasi dan efek samping

Diskusi
Penelitian menunjukkan bahwa anak2 dengan amoksisilinklavulanat memiliki tujuan jangka pendek secara konsisten
lebih menguntungkan.
Perbedaan antara skor gejala dua kelompok belajar yang
sederhana tapi konsisten melalui 10 hari pertama masa
tindak lanjut; perbedaan diamati terutama di kalangan
anak-anak dengan gejala yang paling parah pada awalnya.
prevalensi lebih tinggi efusi persisten antara anak-anak
pada kelompok plasebo dari kalangan anak-anak di
kelompok amoksisilin-klavulanat

Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, antara anak-anak 6-23 bulan
usia dengan otitis media akut, pengobatan dengan
amoksisilin-klavulanat selama 10 hari mampu
terukur keuntungan jangka pendek, terlepas dari
jelas keparahan penyakit.
Manfaatnya harus ditimbang terhadap
kekhawatiran tidak hanya tentang sisi efek obat,
tetapi juga tentang kontribusi pengobatan
antimikroba untuk munculnya resistensi bakteri.
Pertimbangan ini menggarisbawahi untuk
membatasi pengobatan untuk anak-anak yang
sakit didiagnosis dengan penggunaan kriteria
ketat.

Terima kasih