Anda di halaman 1dari 58

Laporan Kasus

Otitis Media Supuratif


Kronik
Yuni Inri Yanti
11.2016.056
KOAS THT FK UKRIDA
Periode 28 Oktober 2016 31 Desember 2016

Identitas Pasien

Nama lengkap : Ny. C


Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/tanggal lahir : Karawang, 11 Agustus 1960
Agama : Islam
Umur : 56 tahun
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Suku Bangsa : Jawa
Alamat : Sindang Karya, Karawang

Anamnesis
Diambil dari : Autoanamnesis
Tanggal : 20 Desember 2016
Pukul : 17.20 WIB

Keluhan Utama
Keluar cairan dari telinga kiri sejak 2 minggu yang lalu.

Keluhan Tambahan
Telinga kiri nyeri, pusing sampai muntah, telinga kanan
dan kiri ada rasa gatal

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poliklinik THT RS Bayukarta dengan
keluhan Sejak 2 minggu yang lalu telinga sebelah kiri
mengeluarkan cairan lengket berwarna putih tapi tidak
disertai darah, cairan keluar setiap hari. Tidak ada riwayat
demam tinggi, tidak gelisah dan dapat tidur tenang.
Sebelum ke poli THT RS Bayukarta pasien pernah berobat
ke puskesmas, dan diberi obat, namun tidak ada perubahan.
Pada saat ini pasien tidak pilek, batuk ataupun demam.
Pasien tidak mengalami mimisan. Nafsu makan pasien tidak
mengalami penurunan. Tidak ditemukan sakit menelan pada
pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak mempunyai riwayat darah tinggi, kencing
manis, maupun penyakit jantung. Pasien juga mengatakan
tidak memiliki riwayat asma, riwayat alergi makanan
maupun obat.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Di dalam keluarga pasien tidak ada yang memiliki gejala
serupa seperti yang dialami pasien.

RIWAYAT PENGOBATAN
Pasien sudah mengkonsumsi obat untuk mengatasi
keluhannya namun tidak membaik.

RIWAYAT ALERGI
Pasien tidak mempunyai riwayat alergi makanan dan obatobatan.

RIWAYAT KEBIASAAN
Pasien sering mengkonsumsi makanan berminyak dan
minuman yang dingin.

Pemeriksaan Fisik
STATUS GENERALIS
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis

TELINGA

KANAN

KIRI

Bentuk daun telinga

Normotia

Normotia

Kelainan kongenital

Tidak tampak

Tidak tampak

Radang, tumor

Tidak tampak

Tidak tampak

Tidak ada

Tidak ada

Nyeri (-)

Nyeri (-)

Fistel (-),lesi (-), abses (-)tanda

Fistel (-),lesi (-), abses (-)tanda

radang (-),

radang (-),

Nyeri (-), radang (-)

Nyeri (-), radang (-)

Lapang, mukosa tenang, serumen

Lapang, mukosa tenang, serumen

minimal, sekret (-), benjolan (-),

minimal, sekret (+), benjolan (-),

udem (-)

udem (-)

Nyeri tekan tragus


Penarikan daun telinga
Kelainan pre-, infra-,
retroaurikuler
Region mastoid
Liang telinga

Membran timpani

Intak, warna abu mengkilat, refleks


cahaya(+) arah jam 5, hiperemis
(-), bulging (-), perforasi (-)

Reflek cahaya (-), membran timpani


perforasi sentral

Tes Penala

KANAN

KIRI

Rinne

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Weber

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Scwabach

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Penala yang dipakai

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

HIDUNG

HIDUNG
Bentuk

simetris, bengkak (-), massa (-), tumor(-),


luka (-)

Tanda peradangan

Tidak tampak

Daerah sinus frontalis dan maksilaris

radang (-), edema (-), nyeri tekan (-)

Vestibulum

lapang, mukosa tenang, lesi (-), massa


(-), nyeri (-)

Cavum nasi

lapang, mukosa tenang, sekret (+)


bening, lesi (-), massa (-), benda asing(-),
passase udara (+)

Konka Inferior kanan/kiri

eutrofi, mukosa tenang, lesi (-)

Meatus nasi inferior kanan/kiri

lapang, sekret (+), obstruksi (-)

Konka medius kanan/kiri

Tidak tampak

Meatus nasi medius kanan/kiri

Tidak tampak

Septum nasi

deviasi (-), udem (-)

Rhinopharynx
Koana

Tidak dilakukan

Septum nasi posterior

Tidak dilakukan

Muara tuba eustachius

Tidak dilakukan

Tuba eustachius

Tidak dilakukan

Torus tubarius

Tidak dilakukan

Post nasal drip

Tidak dilakukan

Pemeriksaan Transluminasi
Sinus frontalis kanan, Grade

Tidak dilakukan

Sinus frontalis kiri, Grade

Tidak dilakukan

Sinus Maxillaris kanan, Grade

Tidak dilakukan

Sinus Maxillaris kiri, Grade

Tidak dilakukan

TENGGOROK

Pharynx
Dinding Pharynx

Hiperemis (+), Eksudat(+), Edema (-),


Massa (-), Granul (-)

Arcus

Simetris

Tonsil

T1-T1, hiperemis (+), detritus (-), kripta


melebar (-)

Uvula

Di tengah, tidak memanjang, edema(-)


deviasi(-)

Gigi

Kurang lengkap, karies (+)

Oral hygiene

Kurang, agak tidak terawat, sedikit


berbau

Lain-lain

Tidak ada

Larynx
Epiglotis

Tidak dilakukan

Plica Vocalis

Tidak dilakukan

Arytenoid

Tidak dilakukan

Ventricular Band

Tidak dilakukan

Pita Suara

Tidak dilakukan

Rima Glotis

Tidak dilakukan

Cincin Trakea

Tidak dilakukan

Sinus Piriformis

Tidak dilakukan

Pembesaran KGB Leher

Massa(-), benjolan(-), hematom(-),


udem (-)

Resume
Pasien datang ke poliklinik THT RS Bayukarta dengan keluhan Sejak 2 minggu yang lalu
telinga sebelah kiri mengeluarkan cairan lengket berwarna putih tapi tidak disertai darah,
cairan keluar setiap hari. Tidak ada riwayat demam tinggi, tidak gelisah dan dapat tidur
tenang. Sebelum ke poli THT RS Bayukarta pasien pernah berobat ke puskesmas, dan
diberi obat, namun tidak ada perubahan.
Pada saat ini pasien tidak pilek, batuk ataupun demam. Pasien tidak mengalami mimisan.
Nafsu makan pasien tidak mengalami penurunan. Tidak ditemukan sakit menelan pada
pasien. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung,
penyakit asma atau riwayat alergi makanan dan obat. Pada pemeriksaan telinga di
dapatkan sekret di telinga kiri, refleks cahaya negatif di telinga kiri dan membran timpani
perforasi sentral, didapatkan juga tonsil kanan dan kiri hiperemis, tetapi tidak tampak
adanya perbesaran tonsil. Tonsil ukuran T1-T1, tidak ada kripta ataupun detritus. Pada
pemeriksaan hidung.

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Otitis Media Supuratif Kronia Tipe Bahaya

WORKING DIAGNOSIS
Otitis Media Supuratif Kronia Tipe Aman

Pemeriksaan Penunjang yang


Dianjurkan
Audiometri
Foto Rontgen Mastoid (Posisi Shuller)

Penatalaksanaan
Larutan H202 3% diberikan untuk 3-5 hari
Setelah sekret berkurang diberikan tetes telinga yang mengandung
antibiotik dan kortikosteroid selama1-2 minggu.
Jika sudah tenang diberikan antibiotika oral Ampicilin atau Eritromisin
bila pasien alergi terhadap Penicillin. Jika dicurigai resisten maka
diberikan ampicilin asam klavulanat. Namun cara pemilihan antibiotika
yang paling baik ialah berdasarkan kultur kuman penyebab dan uji
resistensi.
Bila sekret telah kering, tetapi perforasi masih ada setelah diobservasi
selama 2 bulan maka dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti.

Prognosis
Quo ad vitam
: ad Bonam
Quo ad functionam : ad Bonam
Quo ad sanationam : ad Bonam

Edukasi
Hindari air masuk ke telinga ketika mandi
Hindari aktivitas yang berhubungan dengan air yang
memungkinkan air masuk ke telinga seperti berenang
Jangan membersihkan telinga sendiri dengan cotton bud
Nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mencegah
penyakit ISPA
Istirahat yang cukup dan minum obat yang teratur.

TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) ialah infeksi kronik di telinga
tengah dengan adanya perforasi membran timpani dan sekret yang
keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul
OMSK di dalam masyarakat Indonesia dikenal dengan istilah congek,
teleran atau telinga berair
OMSK di Indonesia adalah 3,8 % dan pasien OMSK merupakan 25% dari
pasien-pasien yang berobat di poliklinik THT rumah sakit di Indonesia
Kebanyakan penderita OMSK menganggap penyakit ini merupakan
penyakit yang biasa yang nantinya akan sembuh sendiri, namun
mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya yang
dapat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan kematian

Otitis Media Supuratif Kronik


Definisi :
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan suatu
radang kronis telinga tengah dengan perforasi membran
timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (otorea)
lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul

Anatomi Telinga

Membran Timpani
Membran timpani mempunyai tiga
lapisan yaitu :
1.Stratum
kutaneum
(lapisan
epitel) berasal dari liang telinga.
2.Stratum
mukosum
(lapisan
mukosa)
berasal
dari
kavum
timpani.
3.Stratum
fibrosum
(lamina
propria) yang letaknya antara
stratum kutaneum dan mukosum.

Cavum Timpani
Dinding anterior : Tuba Eustachius
Dinding posterior : Additus ad antrum, Canalis Fasialis pars

verticalis
Dinding lateral : membran timpani
Dinding medial : canalis semisirkularis horizontal, kanalis
fasialis, tingkap lonjong, tingkap bundar dan promontorium
Dinding Superior (Atap) : tegmen timpani (meningean/otak)
Dinding Inferior (Lantai) : vena jugularis (bulbus jugularis)

Epidemiologi
Insiden OMSK ini bervariasi pada setiap negara. Secara umum, insiden
OMSKdipengaruhi oleh ras dan faktor sosio-ekonomi
Lebih dari 90% beban dunia akibat OMSKini dipikul oleh negara-negara
di Asia Tenggara, daerah Pasifik Barat, Afrika, dan beberapa daerah
minoritas di Pasifik
Survei prevalensi di seluruh dunia, menunjukkan beban dunia akibat
OMSK melibatkan 65330 juta orang dengan telinga berair, 60% di
antaranya (39200 juta) menderita kurang pendengaran yang signifikan
Secara umum, prevalensi OMSK di Indonesia adalah 3,8% dan pasien
OMSK merupakan 25% dari pasien-pasien yang berobat di poliklinik THT
rumah sakit di Indonesia

Jenis OMSK

Benigna

Aktif

Maligna

Tenang

Berdasarkan Aktivitas Sekret


yang Keluar
1. OMSK aktif, merupakan OMSK dengan sekret yang keluar dari
kavum timpani secara aktif.
2. OMSK tenang, ialah OMSK yang keadaan kavum timpaninya
terlihat basah atau kering.

Kolesteatom
Kolesteatoma adalah suatu kista epiterial yang
berisi deskuamasi epitel (keratin). Deskuamasi
terbentuk
terus
lalu
menumpuk
sehingga
kolesteatomnya bertambah besar
Jenis
Kolesteatoma kongenital
Kolesteatoma akuisital

Kolesteatoma akuisital primer didahului


membran timpani pada daerah atik/pars flasida

perforasi

(Teori Invaginasi)

Kolesteatoma akuisital sekunder setelah terjadi perforasi


membran timpani

(Teori migrasi & Teori metaplasi)

Faktor OMA -> OMSK

Terapi terlambat
Terapi adekuat
Virulensi kuman tinggi
Imunitas kurang
Higiene buruk

Perjalanan Penyakit
OMA
stadiu
m
perfora
si

OMA
stadium
perforasi

2
bula
n

<
2bln

OMSK

Otitis
media
supuratif
subakut

51

Patogenesis

Diagnosis OMSK

Gejala Klinis

Audiometri
Nada murni
Speech
Bera

Pemeriksaan
THT(otoskop)

Penala

Foto mastoid

Kultur dan uji


resistensi
kuman sekret

58

Diagnosis
Anamnesis
Terjadi perlahan dan penderita seringkali datang dgn gejala-gejala
penyakit yang sudah lengkap.
Telinga berair, sekret di liang telinga yang pada tipe tubotimpanal
sekretnya lebih banyak dan seperti berbenang (mukous), tidak
berbau busuk dan intermiten, sedangkan pada tipe atikoantral,
sekretnya lebih sedikit, berbau busuk, kadangkala disertai
pembentukan jaringan granulasi atau polip, maka sekret yang
keluar dapat bercampur darah.

Keluhan kurang pendengaran atau telinga keluar darah

Pemeriksaan otoskopi
Pemeriksaan otoskopi akan menunjukan adanya dan letak
perforasi.
Pemeriksaan radiologi
- Radiologi konvensional, foto polos radiologi,
- Posisi Schller berguna untuk menilai kasus kolesteatoma
- CT scan dapat lebih efektif menunjukkan anatomi
tulang temporal dan kolesteatoma.

Pemeriksaan audiologi audiogram

Gejala Klinis
Otorea
Ganggua
n

Pendenga
ran

Sekret bersifat purulen (kental, putih) atau mukoid (seperti air


& encer) tergantung stadium peradangan.
Tergantung kerusakan tulang-tulang pendengaran
Biasanya dijumpai tuli konduktif namun dapat juga campuran

Nyeri pada OMSK biasanya suatu tanda yang serius


Otalgia Nyeri dapat terjadi karena terbendungnya drainase pus
Pada OMSK bisa jadi gejala serius lainnya
Telah terjadinya fistel labirin akibat erosi dinding labirin oleh kolesteatom
Vertigo Karena terjadi perforasi besar membran timpani yang menyebabkan labirin mudah
terangsang oleh perbedaan suhu

Tanda Klinik OMSK tipe bahaya

Perforasi marginal/ atik


Fistel / abses retroaurikuler
Polip / jar. Granulasi MAE
Kolesteatoma
Sekret bau/nanah

Pedoman tatalaksana OMSK


Otorea
kronis

Otoskopi

MT utuh

Otitis eksterna difusa


Otomikosis
Dermatitis/eksim
Otitis eksterna maligna
Miringitis granulomatosa

MT perforasi

Komplikasi
(-)
Kolesteatom
(-)
OMSK
Benigna
Kolesteatom
(+)
OMSK
Bahaya

Komplikasi
(+)

Lihat
algoritma
1

Lihat
algoritma 2

Algoritma 1
OMSK benigna
Kolesteatom (-)

OMSK aktif

OMSK tenang

Cuci telinga
Antibiotik sistemik
Lini 1: Amoksisilin/ sesuai
kuman penyebab
Antibiotik topikal

Stimulasi epitelialisasi
Tepi perforasi

Perforasi
menutup

OMSK bahaya
Kolesteatom (+)

Perforasi
menetap

Tidak
sembuh

RO mastoid
Audiogram

Tuli konduktif (+)


Ideal: timpanoplasti tanpa/dengan
mastoidektomi

Pilihan

Atikotomi anterior

Timpanoplasti dinding utuh

Timpanoplasti dinding
runtuh

Atikoantroplasti

Timpanoplasti buka-tutup

Otorea menetap > 1 mggu


Antibiotik berdasarkan
pemeriksaan
Otorea > 1 bln

Ideal: timpanoplasti + mastoidektomi

Algoritma 2
OMSK +
Komplikasi
Komplikasi
intra
temporal

Abses subperiosteal
Labirintitis
Paresis fasial
Petrositis

Antibiotik dosis
tinggi
Mastoidektomi
Dekompresi N.VII
Petrosektomi

Komplikasi
intra Kranial
Abses ekstradura
Abses perisinus
Tromboflebitis sinus
lateral
Meningitis
Abses otak
Meningitis otikus
Rawat inap
Periksa sekret telinga
Antibiotik IV dosis tinggi 7 15
hari
Konsul spesialis anak/saraf
Mastoidektomi
Operasi bedah saraf

Antibiotika topikal yang sering digunakan pada


pengobatan Otitis Media SupuratifKronik (OMSK)

Pembedahan pada
OMSK
Mastoidektomi
sederhana

Mastoidektomi
radikal dengan
modifikasi

Timpanoplasti

Mastoidektomi
radikal

Miringoplasti

Pendekatan
ganda
timpanoplasti

Mastoidektomi radikal dengan


modifikasi
- Dilakukan pada OMSK dengan kolesteatom
di daerah atik
- Tujuan operasi ialah membuang semua
jaringan patologik dari
rongga mastoid

Miringoplasti
- Dilakukan pada OMSK benigna yang sudah

Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined


tenang
approach tympanoplasty)
- Tujuannya adalah mencegah berulangnya
- Dilakukan pada kasus Maligna dan Benigna
infeksi telinga tengah
dengan jaringan granulasi yang luas.
pada OMSK tipe benigna dengan perforasi
- Tujuan menyembuhkan penyakit serta
menetap
memperbaiki pendengaran tanpa melakukan
teknik
mastoidektomi radikal

Komplikasi:

Klasifikasi Adams dkk (1989)

Komplikasi di

Komplikasi di

Komplikasi Komplikasi ke

telinga tengah

telinga dalam

ekstradural susunan saraf

1. Perforasi
membran

1. Fistula labirin
2. Labirinitis
supuratif

timpani
persisten

3. Tuli saraf
sensorineural

2. Erosi tulang
pendengaran
3. Paralisis
nervus fasialis

1. Abses

pusat
1. Meningitis

ekstradur 2. Abses otak


al

3. Hidrosefalus

2. Trombosi
s sinus
lateralis
3. Petrositis

otitis

Kesimpulan
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah radang kronis telinga tengah

dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari


telinga (otorea) lebih dari dua bulan, baik terus menerus atau hilang timbul
OMSK mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya yang
dapat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan kematian
Komplikasi intrakranial dari OMSK yang paling sering ditemukan adalah
meningitis.
Gejala klinis dapat dijumpai adanya otorrhoe, otalgi, gangguan
pendengaran, dan vertigo
Pengobatan OMSK sesuai dengan tipe dan klasifikasi OMSK itu sendiri.