Anda di halaman 1dari 16

STANDARISASI

STANDARISASI NON
NON
SPESIFIK
SPESIFIK
Cintia Bekti
2443014116
Renita Puspitasari 2443014145
Jeane H. Wattimena
2443014158

Perbedaan standarisasi Spesifik dan non


Spesifik

Standarisasi spesifik adalah parameter spesifik yang


terkait langsung dengan senyawa yang ada di dalam
tanaman, digunakan untuk mengetahui identitas kimia
dari suatu simplisia.

Standarisasi non spesifik adalah parameter non spesifik


terkait pada faktor lingkungan dalam pembuatan
simplisia.

Standarisasi non spesifik terdiri dari :


Parameter
Parameter
Parameter
Parameter
Parameter
Parameter
Parameter
Parameter

susut pengeringan
bobot jenis
kadar air
kadar abu
sisa pelarut
sisa peptisida
cemaran logam berat
cemaran mikroba

Parameter Susut Pengeringan


Definisi :

Pengukuran sisa zat


setelah pengeringan
pada temperatur 105C
selama 30 menit atau
sampai berat konstan,
yang dinyatakan dalam
nilai persen

Tujuan :

Memberikan batasan
maksimal (rentang)
tentang besarnya
senyawa yang hilang
pada proses
pengeringan.

Perhitungan susut
pengeringan :

Parameter bobot jenis

Tujuan

Parameter bobot jenis ekstrak


merupakan parameter yang
Definisi
mengindikasikan spesifikasi
:
ekstrak uji. Parameter ini
penting, karena bobot jenis
ekstrak tergantung pada jumlah
serta jenis komponen atau zat
yang larut didalamnya (Depkes
RI, 2000).
Memberikan batasan
tentang besarnya massa per
satuan volume yang
merupakan parameter
:
khusus ekstrak cair sampai
ekstrak pekat (kental) yang

Prosedur Kerja
1. Gunakan piknometer bersih,kering dan telah dikalibrasi
dengan menetapkan bobot piknometer dan bobot air yang
baru didihkan pada suhu 25C.

2. Atur suhu ekstrak 20C lalu masukkan ke dalam


piknometer. Atur suhu piknometer yang telah diisi hingga
25C, buang kelebihan ekstrak cair yang ditimbang.

3. Kurangkan bobot piknometer yang kosong dari berat


piknometer yang telah diisi. Bobot jenis ekstrak cair
adalah hasil yang diperoleh dengan membagi bobot
ekstrak dengan bobot aircdalam piknometer suhu 25C

Parameter kadar air


Prinsip :

Pengukuran
Pengukuran kandungan
kandungan air
air yang
yang terdapat
terdapat pada
pada
simplisia.
simplisia.

Tujuan :

Memberikan
Memberikan batasan
batasan minimal
minimal atau
atau rentang
rentang
tentang
tentang besarnya
besarnya kandungan
kandungan air
air di
di dalam
dalam bahan.
bahan.

Ada 3 cara :

Cara titrasi : - Titrasi langsung


- Titrasi tidak langsung
Cara destilasi
Metode gravimetri

Parameter Kadar Abu


Prinsip :

Tujuan :

Parameter
Parameter kadar
kadar abu
abu merupakan
merupakan pernyataan
pernyataan dari
dari
jumlah
jumlah abu
abu fisiologik
fisiologik bila
bila simplisia
simplisia dipijar
dipijar hingga
hingga
seluruh
seluruh unsur
unsur organik
organik hilang.
hilang. Abu
Abu fisiologik
fisiologik adalah
adalah
abu
abu yang
yang diperoleh
diperoleh dari
dari sisa
sisa pemijaran
pemijaran (Depkes
(Depkes
RI,
RI, 2000)
2000)

Memberikan
Memberikan gambaran
gambaran kandungan
kandungan mineral
mineral
internal
internal dan
dan eksternal
eksternal yang
yang berasal
berasal dari
dari proses
proses
awal
awal sampai
sampai terbentuknya
terbentuknya ekstrak.
ekstrak.

Parameter Sisa Pelarut

Prinsip
:
Tujuan :

Menentuan
Menentuan kandungan
kandungan sisa
sisa pelarut
pelarut
tertentu
tertentu yang
yang mungkin
mungkin terdapat
terdapat dalam
dalam
ekstrak.
ekstrak.

Memberikan
Memberikan jaminan
jaminan bahwa
bahwa selama
selama proses
proses
tidak
tidak meninggalkan
meninggalkan sisa
sisa pelarut
pelarut yg
yg
seharusnya
seharusnya tidak
tidak boleh
boleh ada
ada

Parameter Cemaran
mikroba
Prinsip :

Tujuan :

Menentukan
Menentukan adanya
adanya mikroba
mikroba patogen
patogen
secara
secara analisis
analisis mikrobiologi
mikrobiologi

Memberikan
Memberikan jaminan
jaminan bahwa
bahwa ekstrak
ekstrak tidak
tidak
boleh
boleh mengandung
mengandung mikroba
mikroba patogen
patogen dan
dan
tidak
tidak mengandung
mengandung mikroba
mikroba nonpatogen
nonpatogen
melebihi
melebihi batas
batas yang
yang ditetapkan
ditetapkan

Cemaran Logam Berat

Prinsip :

Menentukan
Menentukan kandungan
kandungan logam
logam berat
berat dalam
dalam
suatu
suatu ekstrak,
ekstrak, sehingga
sehingga dapat
dapat memberikan
memberikan
jaminan
jaminan bahwa
bahwa ekstrak
ekstrak tidak
tidak mengandung
mengandung
logam
logam berat
berat tertentu
tertentu (Hg,
(Hg, Pb,
Pb, Cd,
Cd, dll)
dll) melebihi
melebihi
batas
batas yang
yang telah
telah ditetapkan
ditetapkan

Parameter Sisa Peptisida


Memberikan
Memberikan jaminan
jaminan bahwa
bahwa ekstrak
ekstrak tidak
tidak
mengandung
mengandung peptisida
peptisida melebihi
melebihi nilai
nilai yang
yang di
di
tetapkan
tetapkan

Tujuan :

Jika kandungan kimia pengganggu analisis yang besifat


non polar relatif kecil seperti pada ekstrak yang diperoleh
dengan penyari air atau etanol berkadar kurang dari 20%
menggunakan metode KLT secara langsung tanpa
melalui tahap pembersihan lebih dahulu

menggunakan kromatografi gas jika tidak terdapat


kandungan kimia dengan unsur N (klorofil, alkaloid dan
amina non polar lain)

Anda mungkin juga menyukai