Anda di halaman 1dari 13

Keterbatasan Energi dan

Dampaknya Bagi Kehidupan

Jenis Sumber Energi Berdasarkan Kelestariannya

Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi


diklasifikasikan menjadi duam macam yaitu energi
terbarukan (reneweble energy) dan energi tak terbarukan
(nonreneweble energy). Dibawah ini akan kita jelaskan
pengertian dan perbedaan dari sumber energi terbarukan
dan sumber energi tak terbarukan.

1. Sumber Energi
Terbarukan, adalah sumber
energi yang bisa diperbarui
sehingga dalam penggunaannya
dapat dengan cepat dan mudah
didapatkan. Pemanfaatan
sumber energi terbarukan dapat
dalam jangka waktu yang lama
dan berkelanjutan. Sumber
energi ini memiliki kelebihan
tidak mencemari lingkungan.
Contoh: energi matahari/surya,
energi panas bumi, energi
angin, dan energi air.

2. Sumber Energi tak


Terbarukan, adalah sumber
energi dari sumber daya alam
yang tidak dapat diperbaru artinya
ketersediaannya di alam ini
terbatas karena proses
pembentukannya yang
memerlukan waktu yang sangat
lama. Dalam memanfaatkan
energi tak terbarukan harus
sangat diperhatikan jumlahnya di
alam serta dampaknya bagi
lingkungan. Contoh: minyak bumi,
gas alam, dan batu bara.

Penggunaan Sumber Energi


1. Penggunaan Energi untuk Keperluan Industri
Berbagai industru baik industri kecil maupun besar memerlukan sumber energi dalam proses produksinya.
Sumber industri yang biasa digunakan adalah minyak bumi, batu bara, atau gas alam. Untuk industri kecil
tak jarang juga memanfaatkan sumber energi dari kayu untuk bahan bakar.
2. Penggunaan Energi untuk Keperluan Rumah Tangga
Skala rumah tangga juga memerlukan bahan bakar dalam kegiatan sehari-hari. Untuk sekarang ini
pemanfaatan energi dalam rumah tangga antara lain energi listrik dan gas untuk memasak.
3. Penggunaan Energi untuk Keperluan Transportasi
Sektor transportasi juga salah satu sektor yang memanfaatkan banyak energi tak terbarukan.Hal ini karena
bahan bakar untuk kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh bahan bakar minyak (BBM). Penggunaan
untuk sektor transportasi juga menimbulkan beberapa masalah yaitu menimbulkan pencemaran udara.
4. Penggunaan Energi untuk Keperluan Komersial
Penggunaan energi untuk komersial seperti sektor perhotelan, rumah sakit, ataupun rumah makan antara
lain listrik, elpiji, BBM, dan gas bumi.

Energi Fosil
Bahan bakar fosil terbentuk jutaan tahun yang lalu ketika tanaman, hewan
dan mahluk lainnya meninggal dan dikubur di bawah bumi. Jasadnya secara
bertahap berubah selama bertahun-tahun karena panas dan tekanan dalam
kerak bumi dan terbentuk batu bara, minyak, dan gas. Selama inisebagian
besar sumber energi utama manusia di bumi lebih terfokus pada penggunaan
bahan bakar fosil yang telah banyak mengahasilkan gas-gas rumah kaca
seperti CO2 dan telah memberikan kontribusi besar bagi pemanasan global.
Saat ini hampir semua kebutuhan energi manusia yang digunakan diperoleh
dari konversi sumber energi fosil, misalnya energi untuk pembangkit listrik,
industri, dan berbagai macam alat-alat transportasi. Tiga jenis fosil yang
banyak dimanfaatkan di Indonesia antara lain sebagai berikut.

Ketersediaan Sumber Energi


Pemanfaatan energi tak terbarukan yang hingga saat ini masih
mendominasi penggunaan energi di Indonesia membuat masalah
yang sangat serius dalam hal ketersediaan cadangan sumber energi
tak terbarukan itu sendiri. Cadangan minyak bumi, batu bara, atas
gas alam suatu saat akan habis di alam ini jika dari sekarang kita
tidak memperhatikan pemanfaatannya secara optimal.
Untuk mengatasi krisis energi ini, maka dibutuhkan solusi yaitu
dengan menigkatkan pemanfaatan sumber nergi terbarukan di
Indonesia. Sumber energi terbarukan di Indonesia saat ini sangat
melimpah. Selain itu, pemanfaatan sumber energi terbarukan juga
mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Solusi terhadap Keterbatasan Energi

Krisis energi dan berbagai pencemaran yang berdampak


sangat negatif bagi lingkungan dan kehidupan manusia
mengharuskan kita mencari solusi untuk mengatasau
permasalahan tersebut. Secara umum solusi untuk
mengatasi permasalahan akibat energi antara lain sebgai
berikut.

Penghematan Energi

Dengan cara melakukan penghematan energi dapat mengatasi krisis energi. Penghematan energi dapat
menyebablan berkurannya biaya, meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, dan
kenyamanan. Selain itu, dengan mengurangi emisi penghematan emisi penghematan energi merupakan
bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim.
Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan sebagai Sumber Energi Alternatif
Indonesia merpakan salah satu negara yang memiliki potensi energi terbarukan yang sangat melimpah.
Namun, pada kenyataannya potensi sumber energi terbarukan masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Hal ini disebabkan karena saat ini Indonesia masih bergantung pada sumber energi fosil yang sudah jelas
menyajikan masalah besar. Sumber energi fosil yang ketersediaannya di alam sangat terbatas juga dapat
menyebabkan polusi udara, air dan tanah, serta menghasilkan gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap
pemanasan global.
Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasioanal menunjukan bahwa kebijakan
pemerintah juga masih kurang mendukung terhadap pemanfaatan energi alternatif atau terbarukan untuk
tahun 2025 yang hanya sekitar 15%. Hal ini dapat dilihat dalam bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintahan bahwa
target konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025 antara lain sebagai berikut.
1. Minyak bumi kurang dari 20%
2. Gas bumi lebih dari 33%
3. Batu bara lebih dari 5%
4. Biofuel lebih dari 5%
5. Panas bumi lebih dari5%
6. Energi baru terbarukan lainnya, khususnya biomassa, nuklir, tenaga air skala kecil, tenaga surya dan angin
lebih dari 5%.
7. Bahan bakar lain yang berasal dari pencarian batu bara lebih dari 2%.

Peraturan Pemerintah No 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi


Nasioanal menunjukan bahwa kebijakan pemerintah juga masih
kurang mendukung terhadap pemanfaatan energi alternatif atau
terbarukan untuk tahun 2025 yang hanya sekitar 15%. Hal ini dapat
dilihat dalam bab II Pasal 2 Peraturan Pemerintahan bahwa target
konsumsi energi yang digunakan di Indonesia pada tahun 2025
antara lain sebagai berikut.
Minyak bumi kurang dari 20%
Gas bumi lebih dari 33%
Batu bara lebih dari 5%
Biofuel lebih dari 5%
Panas bumi lebih dari5%
Energi baru terbarukan lainnya, khususnya biomassa, nuklir, tenaga
air skala kecil, tenaga surya dan angin lebih dari 5%.
Bahan bakar lain yang berasal dari pencarian batu bara lebih dari 2%.

Sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia yang layak


dikembangkan

1. Biomassa, yaitu bahan organik yang dihasilkan proses


fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan.
Contohnya tanaman, rumput, pohon, limbah
pertanian, ubi, limbah hutan, tinja, dan kotoran
hewan.
2. Biofuel atau bahan bakar hayati, yaitu sumber energi
terbarukan yang berupa bahan bakar baik cair, padat,
maupun gas yang dihasillkan dari bahan organik.
3. Panas bumi atau geotermal, yaitu sumber energi
terbarukan berupa energi termal (panas) yang
dihasilkan dan disimpan di dalam bumi.

fosil yang paling umum. Sumber energi ini diperoleh


dengan cara
memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang
dimiliki air.
5. Energi angin, angin adalah gerakan udara yang terjadi
ketika naik
udara hangat dan udara angin. Energi angin telah
digunakan
selama berabad-abad untuk kapal layar, kincir angin, dan
menggiling gandung. Energi angin ditangkap oleh turbin
angin,
kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik.
6. Tenaga nuklir, proses reaksi nuklir yang terkendali dapat
menjadi
sumber energi alternatif yang berpotensi sangat besar,
tetapi

7. Tenaga surya, matahari adalah sumber energi yang


paling kuat. Energi surya dapat digunakan untuk
pemanasan rumah, pencahayaan dan pendinginan ,
pembangkit listrik, pemanasan air, dan berbagai proses
indistri lainnya.
8. Gelombang laut, Energi gelombang laut adalah energi
yang dihasilkan oleh pergerakan gelombang laut menuju
daratan sebaliknya.
9. Pasang Suruh Air Laut, Energi pasang surut adalah
energi terbarukan yang dihasilkan oleh pergerakan air
laut akibat perbedaan pasang surut.