Anda di halaman 1dari 10

Etika dalam Riset &

Eksperimen

Pengertian Etika

Etika adalah aturan yang dipegang oleh peneliti dalam melakukan


riset dan oleh karenanya para peneliti harus mengetahui dan
paham tentang etika ini sebelum melakukan penelitian.

Etika penelitian adalah suatu ukuran dari tingkah laku dan


perbuatan yang harus dilakukan/diikuti oleh seorang peneliti
dalam memperoleh data-data penelitiannya yang disesuaikan
dengan adat istiadat serta kebiasaan masyarakat ditempat ia
meneliti.

Point-point Penting dalam Etika Penelitian

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Kejujuran
Objektivitas
Integritas
Ketelitian
Keterbukaan
Penghargaan terhadap hak atas kekayaan intelektual
Penghargaan terhadap kerhasiaan
Publikasi yang terpercaya
Pembina yang konstruksif
Penghargaan terhadap kolega/rekan kerja
Tanggung jawab sosial
Tidak melakukan diskriminasi
Kompetensi
Legalitas

Ketidakjujuran dalam penelitian:

a.Pemalsuan, penyampaian suatu temuan tentang informasi


yang tidak pernah ada
b.desain atau metode, secara sengaja merencanakan desain
studi atau metode pengumpulan data, sehingga hasil menjadi
bias terhadap hipotesis penelitian
c.Menahan atau memanipulasi data secara selektif, memilih
hanya data yang konsisten dengan hipotesis penelitian dan
membuang yang lainnya
d.Plagiat, secara sengaja menggunakan hasil atau ide orang
lain sebagai miliknya
e.Kolaborasi yang tidak bertanggung jawab, gagal berperan
serta dalam suatu tim penelitian atau melaksanakan
tanggung jawab sebagai co-author.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika Riset


Salah satu pelanggaran etika penelitian adalah penipuan saintifik (scientific fraud),
yaitu usaha untuk memanipulasi fakta-fakta atau menerbitkan hasil kerja orang lain
secara sengaja. Pada tahun 1830, matematikawan dari Inggris bernama Charles Babbage
(dalam Nur, 2004) menerangkan teknik manipulasi data, yakni trimming (menghapus
data yang tidak cocok dengan hasil yang diharapkan) dan cooking (memilih data yang
hanya cocok dengan hasil yang diharapkan sehingga membuat data lebih meyakinkan).
Kasus penipuan saintifik salah satunya ditemukan pada tahun 1980-an, dimana
seorang kardiolog muda bernama John Darsee, yang bekerja di salah satu lembaga riset
bergengsi di dunia yaitu Harvard Medical School di Boston, Massachusetts (Nur, 2004).
Dia dikenal sebagai ilmuwan yang berbakat karena telah mempublikasikan hampir 100
artikel dan abstrak dalam masa dua tahun di Harvard. Pada tahun 1981, rekan-rekan kerja
Darsee mengetahui dan melaporkan kepada kepala laboratorium bahwa dia telah
membuat data palsu dalam eksperimen. Mereka juga melaporkan bahwa Darsee juga
telah memalsukan data di beberapa artikel yang telah dipublikasikan. Ketika diselidiki,
Darsee mengaku telah melakukan hal tersebut. Penyelidikan berikutnya juga menemukan
bahwa Darsee telah memalsukan data bukan saja di Harvard, tetapi di posisi sebelumnya
di Emory University di Georgia dan bahkan ketika sebagai mahasiswa sarjana di Notre
Dame University di Indiana. Darsee dikeluarkan dari Harvard dan ditutup
kemungkinannya untuk menerima dana riset dari pemerintah. Artikelnya di jurnal yang
memuat data palsu tersebut juga telah ditarik kembali.

Sanksi bagi pelanggaran


plagiat
Dalam Peratutan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010 Pasal 1
menjelaskan bahwa :
Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya
ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah
pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber
secara tepat dan memadai.
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia
Utorodewo dkk, menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme :
Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa
menyebutkan asal-usulnya
Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa
menyebutkan sumbernya, dan
Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi
rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:


Menggunakan tulisan orang lain secara mentah,
tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan
menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang
berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari
tulisan lain
Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan
anotasi yang cukup tentang sumbernya
Yang tidak tergolong plagiarisme:
Menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau
parafrase) opini orang lain dengan memberikan
sumber jelas.
Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan
memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan
menuliskan sumbernya.

Sekian & Terima


Kasih