Anda di halaman 1dari 7

KASUS MANAJEMEN

RESIKO
Disusun oleh:
KELOMPOK CARDIOVASKULAR
Tingkat II A
Widya sari
Lusiana H. palily
Nur Fajrah
Nardawati
Herawati
Sofiana suci
Ana safriana
Yulin inceloga
Moh. Mabrur

Kasus

yang pernah terjadi di instalasi farmasi


RSUD tebing tinggi kabupaten Empat Lawang
adalah terjadinya kesalahan pemberian obat di
apotek rawat jalan dikarenakan penulisan resep
yang terbalik nama pasiennya. Pasien berasal
dari poliklinik penyakit dalam yang merupakan
pasien langganan atau sudah sering berobat di
RS Pasien bernama saibani dan rafani. Pasien
saibani membawa resep dengan nama rafani
sedangkan pasien rafani membawa resep
dengan nama saibani.Namun pasien tidak
mengecek nama yang tercantum dalam resep
dan langsung menuju apotek rawat jalan.

Pada

saat pasien menyerahkan resep pada


petugas penerima resep, kemudian di cek
sediaan, kekuatan dan jenis sediaan, dikerjakan
etiket dan pengemasan sesuai dengan yang
diperintahkan dalam resep. Setelah obat siap
diserahkan kepada pasien, petugas penyerahan
resep memanggil pasien yang bernama saibani.
Petugas memberikan konseling mengenai
sediaan yang diterima pasien. Namun kemudian
pasien sedikit curiga dengan penjelasan yang
diberikan petugas kepada beliau. Menurut
pasien bahwa obat yang diberikan tidak sesuai
dengan kondisi penyakit yang diderita pasien.

Petugas

kemudian segera meriscek resep pasien saibani


kemudian berkonsultasi dengan bagian poli rawat jalan
penyakit dalam. Dari hasil cek dan riscek ternyata
dokter salah menuliskan resep pada pasien saibani.
Jenis obat yang diresepkan untuk pasien saibani tertukar
dengan jenis obat yang tertulis pada pasien rafani. Jadi
pasien saibani sesungguhnya membawa resep obatnya
sendiri sesuai dengan penyakitnya namun dalam resep
yang dibawanya tertulis nama rafani, sedangkan rafani
memang benar membawa resep obatnya sendiri sesuai
dengan penyakitnya namun dalam resep yang
dibawanya bertuliskan saibani. Jadi pada saat di panggil
nama saibani saat penyerahan obat tentu saja pasien
saibani yang datang namun tidak sesuai obatnya
dengan kondisi penyakitnya.

Kesimpulannya,

terjadi kesalahan
pada penulisan nama pasien pada
resep yang
dibawa pasien. Hal ini dimungkinkan
dokter penulis resep kurang
berkonsentrasi pada saat pelayanan
pasien atau nama pasien yang
berdekatan pada saat pemeriksaan
sehingga rekam medisnya terbalik
pengamatannya.

PENDAPAT KELOMPOK
Dari

kasus diatas sudah jelas


petugas kesehatannya yang
salah karena tidak teliti dan lalai
dalam melakukan tugasnya
sehingga menurut kami perlu
ditindak lanjuti dengan
memberikan sangsi mengenai
kesalahannya karena
kesalahannya sangat fatal.

SEKIAN
DAN TERIMA KASIH