Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

KISTA ENDOMETRIOSIS DAN


penanganannya
Dokter Pembimbing:
dr. Johan MH Hutabarat, Sp.OG

Theodora Dolorosa
(11-2015-219)

Identitas Pasien
Nama lengkap : Ny. IM

Jenis kelamin : Perempuan

Umur : 27 tahun

Suku bangsa : Jawa

Status perkawinan : Janda

Agama : Islam

Pekerjaan : Karyawan

Pendidikan : SMK

Alamat : Jl. Maphar II no. 71, Taman Sari,

Masuk Rumah Sakit : 2 Jan 2017

Jakarta Barat

Anamnesis
Diambil dari : Autoanamnesis
Tanggal : 2 Januari 2017 pukul 19.30

Keluhan utama :
Nyeri perut kiri bawah sejak 4 bulan SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


OS berusia 27 tahun datang ke IGD RSUD Tarakan dengan keluhan nyeri perut kiri
bawah sejak 4 bulan yang lalu. Os mengatakan keluhan tersebut pertama kali dirasakan
sejak tahun 2009. Nyeri yang dirasakan menjalar sampai ke paha kiri. Saat nyeri timbul
Os mengatakan sampai tidak bisa bangun ataupun beraktivitas.
Keluhan tersebut dirasakan terutama saat menstruasi sehingga setiap kali menstruasi os
sampai tidak bekerja. Os mengaku sulit mendapatkan anak selama pernikahan dengan
suaminya terdahulu.
Riwayat haid os tidak teratur. Os mengaku pernah haid 1 bulan penuh tidak berhenti.
Namun setelah itu berobat ke klinik kandungan dan diberi obat. Kemudian os merasa
baikan. Tapi kambuh kembali setelah beberapa bulan. Penurunan berat badan dirasakan
oleh os sampai 15 kg. BAK dan BAB dalam batas normal.

Riwayat Haid
Haid pertama umur : 12 tahun
Siklus haid

: tidak teratur
Lama haid: 1 bulan, 3 hari, 1 minggu
Dismenorrhea : ( + )
Riwayat Perkawinan
Menikah 1 kali, selama 2 tahun (2013-2015). Lalu

bercerai tahun 2015 karena tidak dikaruniai anak.

Riwayat Obstetrik
Riwayat Kontrasepsi (KB)
-

Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi (-)
Diabetes (-)
Asma (-)
Riwayat Penyakit keluarga
Ibu : hipertensi (+) Diabetes (+)
Bibi : Kista cokelat
Riwayat Operasi

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Suhu
Pernafasaan
Tinggi Badan
Berat Badan

: Tampak sakit sedang


: Compos Mentis
: 130/80 mmHg
: 84x/menit, kuat angkat, teratur
: 36,6 o C
: 20x/ menit.
: 165 cm
: 87 kg

Kulit
Warna sawo matang, Turgor Kulit baik,

Ikterus(-)
Kepala
Normocephali, Rambut hitam, distribusi

merata
Mata
Pupil isokor 3mm,

reflek cahaya (+/+),


Konjungtiva anemis (-/-),
Sklera ikterik (-/-),
Edema palpebra (-/-)
Telinga

Hidung
Tidak ada kelainan anatomi
Mulut
Tidak dilakukan
Leher
Tidak terdapat pembesaran Tiroid
Dada (Thorax)
Bentuk normal, pernafasan torako-

abdominal
Buah dada simetris, tidak ada massa,

ASI (-)

Pulmo
Kanan
Inspeksi

Anterior

Kiri
BENTUK
- Dalam batas normal

PERGERAKAN : Simetris saat statis dan dinamis


KULIT : Warna sawo matang

Posterior

BENTUK
Vertebra: Normal

Palpasi

Perkusi

Anterior

PERGERAKAN : Simetris saat statis dan dinamis

Posterior

tidak nyeri tekan

Anterior

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Posterior

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Vesikuler, Rhonki (-),

Vesikuler, Rhonki (-),

Whezing (-)

Whezing (-)

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

Auskultasi Anterior

Posterior

Jantung (Cor)
Inspeksi:
Tidak dilakukan

Palpasi :
Tidak dilakukan
Perkusi :
Tidak dilakukan

Auskultasi:
Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-). Gallop (-)

Perut (Abdomen)
Inspeksi
Bentuk : buncit, massa (-)
Lesi luka post operasi (-)

Palpasi

supel, tidak teraba massa, padat, permukaan rata, nyeri tekan (+)

Perkusi

Tidak dilakukan

Auskultasi :
Bising usus normal

Anggota gerak :
Tangan Edema -/-, kaki edema -/-, sianosis -/-, clubbing finger -/-,

akral hangat
Kelenjar getah bening
Submandibula

: Tidak dilakukan

Supraklavikula

: Tidak dilakukan

Lipat paha
Leher
Ketiak

: Tidak dilakukan

: Tidak dilakukan
: Tidak dilakukan

Pemeriksaan Ginekologi
Wajah

: Chloasma gravidarum (-)

Payudara

: Pembesaran payudara (-)

Abdomen

Inspeksi:
Tidak membuncit , linea nigra (-), strie livide (-), strie albicans (-), bekas

operasi (-).

Palpasi:
supel, tidak teraba massa, padat, permukaan rata, nyeri tekan perut kiri

bawah ( + )

Pemeriksaan Dalam

Vagina toucher:
Vulva, Uretra, Vagina : Darah (-)
Ostium uteri eksterna : tertutup
Cavum douglasi : tak ada kelainan
Tidak ada nyeri tekan dan nyeri goyang

Pemeriksaan penunjang
H2TL
USG
Laparoscopy

Pemeriksaan Penunjang
29/12/16 09:29

29/12/16 09:29
HEMATOLOGI
Darah lengkap

Hitung Jenis

Hb

14,2 g/dL

Ht

40,3 %

Basofil
Eosinofil

0%
5%*

Eritrosit

4,58 juta/uL

Batang

Leukosit

7.590 /mm3

Neutrofil

63 % *

308.200 /mm3

Limfosit

25 %

Monosit

Trombosit
HAEMOSTASIS
Masa Perdarahan / BT

2 menit

Masa Pembekuan / CT

11 menit

HbsAg Kualitatif

NON REAKTIF

LED

3%

28 mm/jam *

HAEMOSTASIS
Masa Perdarahan / BT

2 menit

Masa Pembekuan / CT

11 menit

Resume

OS berusia 27 tahun datang ke IGD RSUD Tarakan dengan keluhan nyeri


perut kiri bawah sejak 4 bulan yang lalu. Os mengatakan keluhan tersebut
pertama kali dirasakan sejak tahun 2009. Nyeri yang dirasakan menjalar
sampai ke paha kiri. Saat nyeri timbul Os mengatakan sampai tidak bisa
bangun ataupun beraktivitas.
Keluhan tersebut dirasakan terutama saat menstruasi sehingga setiap kali
menstruasi os sampai tidak bekerja. Os juga mengaku mengalami gangguan
haid. Dan sulit mendapatkan anak selama pernikahan dengan suaminya
terdahulu.

Diagnosis
Diagnosis Utama:
Kista endometriosis

Diagnosis Banding:
Kista Adenoma
Kista Dermoid

Rencana diagnosis:
h2tl
USG
Laparoskopi

Penatalaksanaan
IVFD RL/D5 20 tpm

As. Mefenamat tab 500 mg 3x1


Terapi hormonal
Pembedahan (laparotomi)

Prognosis
Ad vitam

: dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad malam
Ad sanationam : dubia ad malam

KISTA ENDOMETRIOSIS
Kista endometriosis adalah kista yang tumbuh pada permukaan

ovarium, dan membentuk kantung yang berisi darah. Kista ini disebut
juga kista cokelat karena terdapat penumpukan darah berwarna merah
kecoklatan hingga gelap.

Gejala Klinis
Haid tidak teratur
Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke

punggung bawah dan paha


Perut terasa penuh, berat, kembung
Nyeri saat senggama
Keluhan nyeri haid
Tekanan pada dubur dan kandung kemih (saat BAK)
Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti saat hamil
Pembesaran ovarium
Infertilitas

Penyebab Kista Endometriosis


Gangguan pada pembentukan hormon di hipotalamus hipofise atau organ

yang bisa mengatur pembentukan dari hormon didalam tubuh manusia.


Gangguan pada pembentukan hormon pada indung telur.
Penyebab kista endometriosis akibat darah menstruasi yang masuk
kembali ke dalam saluran telur dengan membawa jaringan atau
endometrium, dan juga lapisan dinding rahim sehingga jaringan tadi
kemudian menjadi menetap dan tumbuh di luar rahim.
Akibat pencemaran lingkungan
Akibat dari pola hidup yang kurang sehat
Keturunan

PP : Laparoskopi
Tingkat 1: Mungkin endometriosis Vesikel peritoneal, polip merah, p

olip kuning, hipervaskularisasi, jaringan parut, adhesi


Tingkat 2: Diduga endometriosis Kista coklat dengan aliran bebas
dari cairan coklat
Tingkat 3: Pasti endometriosis Lesi jaringan parut gelap, lesi merah
dengan latar belakang jaringan ikat sebagai jaringan parut, kista coklat
dengan area mottle merah dan gelap dengan latar belakang putih.
Tingkat 4: Endometriosis Lesi gelap dan jaringan parut pada
pembedahan pertama

Penatalaksanaan
Medika Mentosa

Non Medika Mentosa


Pembedahan
Untuk merusak jaringan endometriosis dan melepaskan perlengketan

perituba dan periovarian yang menjadi sebab timbulnya gejala nyeri


dan mengganggu transportasi ovum. Pendekatan laparoskopi adalah metode
pilihan untuk mengobati endometriosis secara konservatif. Secara keseluruhan,
angka rekurensi adalah 19%. Kista endometriosis dapat diterapi dengan drainase
atau

kistektomi.

Kistektomi

laparoskopi

mengobati

keluhan

nyeri

lebih baik daripada tindakan drainase.


Terapi medis dengan agonis GnRH

mengurangi

berhubungan dengan hilangnya gejala nyeri

ukuran

kista

tetapi

tidak

Pencegahan
Berolahraga dengan teratur
Menjalankan pola hidup yang sehat
Untuk anda yang sudah menikah, segera mungkin untuk mendapatkan

anak karena dapat mencegah pembentukan kista


Rutin memeriksakan diri ke dokter

prognosis
Ad vitam

: dubia ad bonam

dikarenakan kista dapat diangkat dengan laparotomi

Ad fungsionam : dubia ad malam


Sulit untuk mengandung lagi

Ad sanationam : dubia ad malam


Setelah operasi dapat kambuh kembali

Thanks for your attention