Anda di halaman 1dari 26

Hematemesis

Melena ec Susp
Gatritis Erosif

Identitas

Nama
: Tn. S
Jenis Kelamin: Laki-laki
Usia : 80 tahun
Alamat
: Gatak RT 05 Sumber
Agung Jetis
Bantul
Agama
: Islam

Anamnesis
Keluhan utama :
Muntah darah
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien mengeluh muntah darah warna
merah kecoklatan sejak 3 jam SMRS.
Muntah darah setengah gelas air
mineral. Muntah 4x. Pasien juga
mengeluh nyeri di ulu hati. BAB pasien
sedikit, warna seperti biasa. Nafsu makan
menurun. BAK (+) normal seperti biasa.
Demam (-). Batuk (-).

Riwayat Penyakit Dahulu:


Penyakit serupa (-), keluhan nyeri ulu hati (+)
Hipertensi (-)
DM (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
Penyakit serupa (-)
Hipertensi (-), DM (-)
Riwayat Pekerjaan, Sosioekonomi, Kebiasaan,
dan Kejiwaan
Merokok (+) minum alkohol (-), minum jamu (-)

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum : tampak lemas
Kesadaran
: CM
Tekanan darah : 120/70 mmHg
Frekuensi nadi : 81 kali/menit
Frekuensi napas : 18 kali/menit
Suhu
: 36,7 C

Pemeriksaan Fisik
Kulit :
Sawo matang, tanda radang
(-)
Kepala:
Normosefal, deformitas (-)
Rambut :
Hitam dengan banyak uban,
tidak ada rontok, distribusi
merata
Mata:
Konjungtiva anemis +/+,
sklera ikterik (-)
Leher :
Pembesaran KGB dan tiroid
(-), JVP tdk mngkat

Jantung:
Inspeksi : Iktus kordis
tidak terlihat
Palpasi : heaving, lifting,
tapping, dan thrill (-)
Perkusi : batas kanan di
sela iga 5 linea sternalis
kanan; batas kiri terdapat
1 jari medial sela iga 5
linea midklavikularis kiri;
pinggang jantung di sela
iga 3 linea parasternalis
kiri
Auskultasi : BJ I-II normal,
murmur ataupun gallop (-)

Pemeriksaan Fisik
Paru :
Abdomen :
Inspeksi: simetris statis Inspeksi: tampak datar,
dinamis, venektasi dan
spider nevi dan caput
ginekomastia (-)
medusae (-)
Palpasi : pengembangan
Palpasi luar : supel, nyeri
simetris, fremitus taktil
tekan epigstrium (+)
kanan = kiri
Palpasi dalam : hepar dan
Perkusi : sonor di seluruh
lien tidak teraba, ballotemen
lapang paru, batas paru
(-), nyeri McBurney (-)
hati normal, batas paru Perkusi : shifting dullness (-)
lambung didapatkan
Auskultasi : bising usus (+)
perubahan dari sonor ke
normal, bruit (-)
redup
Ekstremitas :
Auskultasi : vesikular +/+,
Akral hangat, pitting edema
ronki dan wheezing (-)
(-), eritema palmaris (-)

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Rujukan

Leukosit

5.600

4.000-11.000/mm3

Eritrosit

2,45

3,5-5,5jt

6,3

11-17 g/dl

266.000

150.000-450.000/mm3

19

32-52%

Eosinofil

0-3

Stab

2-6

Basofil

0-1

Segmen

68

40-70

limfosit

23,4

20-40

monosit

8,6

32-52

Hemoglobin
Trombosit
Hematokrit

Diagnosis
Hematemesis ec Susp. Gastritis erosif
Anemia
Diagnosis Banding :
Hematemesis ec tukak peptic

Rencana
Terapi
IVFD Nacl 20 tpm
Inj. Pantoprazole 1 A /12 jam iv
Inj. Asam tranexamat 1 A/12 jam iv
Transfusi PRC 1 kolf/ 12 jam
Ce hb / 2 PRC
Rencana USG abdomen

Tinjauan Pustaka
Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA)
yaitu perdarahan berasal dari dalam lumen
saluran cerna di atas (proksimal) ligamentum
Treitz, mulai dari jejunum proksimal, duodenum,
gaster, dan esophagus
Hematemesis : muntah darah dari mulut, bentuk
segar (bekuan/ gumpalan/ cairan warna merah
cerah) atau menjadi kecoklatan dan seperti butiran
kopi
Melena : tinja lengket dan hitam seperti aspal
(ter) dg bau khas, yg menunjukkan perdarahan
SCBA serta dicernanya darah pd usus halus

ETIOLOGI
Sumber Perdarahan GI Atas

Diagnosis
Anamnesis :
1.Onset, jumlah, durasi, frekuensi
2.Perdarahan di bagian tubuh lain
3.Riwayat perdarahan sebelumnya dan riwayat
perdarahan dalam keluarga
4.Riwayat muntah berulang yang awalnya tidak
berdarah
5.Konsumsi jamu dan obat
6.Kebiasaan minum alkohol
7.Kemungkinan penyakit hati kronis, demam dengue,
tifoid, gagal ginjal kronik, diabetes mellitus,
hipertensi, alergi obat
8.Riwayat tranfusi sebelumnya

Pemeriksaan Fisik
Langkah awal adalah menentukan berat
perdarahan dengan fokus pada status
hemodinamik, pemeriksaannya meliputi :
Tekanan darah dan nadi posisi baring
Perubahan ortostatik tekanan darah dan
nadi
Ada tidaknya vasokonstriksi perifer (akral
dingin)
Kelayakan napas dan tingkat kesadaran
Produksi urin

Pemeriksaan Penunjang
Tes darah : darah perifer lengkap, cross-match jika
diperlukan tranfusi
Hemostasis lengkap untuk menyingkirkan kelainan
faktor pembekuan primer atau sekunder : CTBT, PT/PPT,
APTT
Elektrolit : Na, K, Cl
Faal hati : cholinesterase, albumin/ globulin, SGOT/SGPT
EKG& foto thoraks: identifikasi penyakit jantung
(iskemik), paru kronis
Endoskopi : gold standart untuk menegakkan diagnosis
dan sebagai pengobatan endoskopik awal. Selain itu
juga memberikan informasi prognostik dengan
mengidentifikasi stigmata perdarahan

Tatalaksana
Tatalaksana Umum
1. Utamakan airway-breathing-circulation
(ABC)
2. Pemasangan iv-line
3. Oksigenasi yang cukup
4. Mencatat intake- output, harus dipasang
kateter urine
5. Monitor tekanan darah, nadi, saturasi
O2, keadaan lain sesuai komorbid
6. Pasang NGT

Dalam melaksanakan tindakan umum ini, pasien


dapat diberikan terapi :
Transfusi untuk mempertahankan hematokrit >
25%
Pemberian vitamin K 3x1 amp
Obat penekan sintesa asam lambung (PPI)
Tatalaksana Khusus :
Tatalaksana sesuai etiologi

Farmakologi
Terapi PPI IV:
Omeprazole bolus 80mg/IV
Dilanjutkan perinfus 8mg/kgBB/jam selama 72 jam.
Penggunaan antasida dan ARH (Antagonis Reseptor
H2) masih boleh diberikan, tapi biasanya pada tukak
peptik kurang bermanfaat.
Vasopresin
menurunkan tekanan vena porta dan aliran darah
Pemberian : mengencerkan vasopresin 50 unit dlm
100 cc dextrose 5 %, diberikan 0,5-1 mg/menit/iv
slm 20-60 menit, dpt diulang tiap 3-6 jam

Somatostatin dan analognya ( 0ctriotide )


Menghentikan PSCA akut karena varises dan
perdarahan non varises .
Somatostatin 250 mg bolus dilanjutkan 250
mg/jam selama 12-24 jam sampai perdarahan
berhenti
Octreotide 100 mg iv dilanjutkan dengan 25
mg/jam selama 8-24 jam sampai perdarahan
berhenti.

Endoskopi
Metode terapi endoskopi:
Contact Thermal (Heater)
Non Contact Thermal (Laser)
Non Thermal (Adrenalin, Polidokanal,
Cyanoacrylate)
Terapi endoskopi menghentikan
perdarahan pada 95% kasus.

Radiologi
Angiografi bila perdarahan tetap
berlangsung dan belum bisa ditentukan
asal perdarahan atas melalui endoskopi
Penyuntikan vasopresin / embolisasi
arterial
Dengan pemasangan TIPS( Transjugular
Intrahepatic Portosystemic Shunting) dan
Perkutaneus obliterasi spleno porta

Pembedahan
Bila terapi medik, endoskopi, dan radiologi
gagal
Reseksi lambung (antrektomi)
Gastrektomi
Gastroentrostomi
Vagotomi
Operasi dekompresi hiertensi porta

Komplikasi

Syok hipovolemik
Gagal ginjal akut
Anemia
Infeksi
Reaksi transfusi
Perforasi abdomen

Prognosis
Prognosis penyakit dipengruhi oleh usia
penderita, penyakit penyerta, dan kondisi
hemodinamik
Tingginya tingkat kematian sangat
dipengaruhi oleh penyakit serius yang
mendasarinya

TERIMAKAS
IH