Anda di halaman 1dari 6

NAMA KELOMPOK:

1.
2.
3.
4.
5.

Diah Ayu Lestari


(
Elya Rahmawati
(
Erlinda Ayu Lestari
Sella Fernanda O. (
Fakhri Al akhyar PB.(

10 )
12 )
( 13 )
32 )
39 )

A.Dasar Wakaf

Pewakafan di Indonesia di atur menurut undang undang


dan peraturan peraturan sebagai berikut:
a .UU RI.No.41 Tahun 2004 tentang wakaf tanggal 27
Oktober 2004.
b. Peraturan Menteri Agama No.1 Tahun 1998 tentang
Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 28 Tahun 1997 tentang
Pewakafan
Tanah Milik.
c. Inpres No.1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum
Islam.
d. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.6 Tahun 1977
tentang Tata Cara Pendafataran Tanah Mengenai
Pewakafan Tanah Milik.
e. UU No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar PokokPokok Agraria, Khususnya Pasal 5,14 (1) dan 49, PP
No.28 Tahun 1977 tentang Pewakafan Tanah Milik.

f.Intruksi Bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan


Pertahanan Nasional No.4 Tahun 1990 tentang Sertifikat
Tanah Wakaf.
g.Badan Pertahanan Nasional No.630.1-2782 tentang
Pelaksanaan Penyertifikatan Tanah Wakaf.
h.SK Direktorat BI No.32/34/KEP/DIR tentang Bank Umum
Berdasarkan Prinsip Syariah
i.SK Direktorat BI No.32/36/KEP/DIR tentang Bank
Perkreditan Rakyat Berdasarkan Prinsi Syariah
Untuk selanjutnya ditingkat masyarakat yang menangani
langsung pewakafan diserahkan kepada Kementrian
Agama dan Kementrian Dalam Negeri. Di tingkat paling
bawah,
urusan wakaf dilayanimasyarakat
oleh Kantor Urusan Agama
Untuk
Untuk selanjutnya
selanjutnya ditingkat
ditingkat masyarakat yang
yang
yang
dalam
hal
ini
Kepala
KUA
sebagai
Pejabat
Pembuat
menangani
menangani langsung
langsung pewakafan
pewakafan diserahkan
diserahkan kepada
kepada
Akta
Ikrar Wakaf (PPAIW).
Kementrian
Kementrian Agama
Agama dan
dan Kementrian
Kementrian Dalam
Dalam Negeri.
Negeri. Di
Di
tingkat
tingkat paling
paling bawah,
bawah, urusan
urusan wakaf
wakaf dilayani
dilayani oleh
oleh Kantor
Kantor
Urusan
Urusan Agama
Agama yang
yang dalam
dalam hal
hal ini
ini Kepala
Kepala KUA
KUA sebagai
sebagai
Pejabat
Pejabat Pembuat
Pembuat Akta
Akta Ikrar
Ikrar Wakaf
Wakaf (PPAIW).
(PPAIW).

B. Tata cara perwakafan tanah milik

a.Perorangan atau badan hokum yang mewakafkan tanah hak miliknya


diharuskan datang sendiri di hadapa Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf(PPAIW)
untuk melaksanakan ikrar wakaf.

b.Calon wakif sebelum mengikrarkan wakaf, terlebih dahulu harus menyerahkan


surat-surat (sertifikat, surat keterangan, dan lain-lain)kepada PPAIW.

c.PPAIW meneliti surat dansyarat-syaratnya dalam memenuhi untuk pelepasan


hak atas tanah.

d.Di hadapan PPAIW dan dua orang saksi, wakif mengikrarkan dengan jelas,
tegas, dan dalam bentuk tertulis. Apabila tidak dapat menghadap PPAIW dapat
membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan dari Kepala Kantor Urusan
Agama Kecamatan.

e.PPAIW segera membuat akta ikrar wakaf dan mencatat dalam daftar aktaikrar
wakaf dan menyimpannya bersama aktanya dengan baik.

C. . Sertifikasi Tanah Wakaf

Sertifikasi wakaf diperlukan agar tertib secara administrasi dan


memiliki kepastian hak bila terjadi sengketa atau masala hukum.
Sertifikasi tanah wakaf dilakukan secara bersama oleh

Kementerian Agama dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pada


tahun 2004, kedua lembaga inimengeluarkan Surat Keputusan
Bersama Menteri Agama dan Kepala BPN No.422Tahun
2004tentang Sertifikasi Tanah Wakaf. Proses sertifikasi tanah
wakafdibebankankepada anggaran Kementerian Agama.

TERIMA
KASIH