Anda di halaman 1dari 34

Laporan Kasus

Karsinoma Sel Skuamosa

PEMBIMBING
dr. M. TAMBAH THAIBSYAH Sp.B
dr. SYAFRUDDIN Sp.B
dr. MUFRIZAL Sp.B

DISUSUN OLEH:
Laisa Khasirina
080610021

STATUS PASIEN
IDENTITAS PENDERITA

Nama : Ny. M

Umur : 57 tahun

Pekerjaan : Petani

Alamat: Alue Bili Rayeuk, Pantonlabu

Agama

Suku

No MR : M/5356/W/B

Tanggal Masuk

Tanggal Pemeriksaan : 22 Oktober 2013

: Islam
: Aceh

: 21 Oktober 2013

Keluhan Utama

: Benjolan di mata kaki


sebelah kiri.
Keluhan Tambahan
: Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang dengan keluhan adanya benjolan di
mata kaki sebelah kiri. Keluhan tersebut sudah di
alaminya semenjak 5 tahun yang lalu. Dan selama 5
tahun belakangan ini os tidak mengeluh nyeri.
Benjolan tersebut dirasakan semakin membesar.
Seminggu sebelum masuk rumah sakit os mengeluh
nyeri pada benjolan di mata kakinya.

Riwayat Penyakit Dahulu : Disangkal


Riwayat Pemakaian Obat : Disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
mengaku

: Pasien
tidak ada

keluarga
yang
mengalami
keluhan yang
sama.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum

: Sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tekanan Darah

: 110/70 mmHg

Nadi

Respirasi

Suhu

Berat Badan

: 80x/ menit
: 20x/ menit
: 36 oC.
: 65 kg

STATUS LOKALISATA
KULIT

Warna

: Sawo matang

Turgor

: Cepat kembali

Sianosis

: (-)

Ikterus

: (-)

Oedema

: (-)

Anemis

: (-)

KEPALA
Rambut

: Hitam, ikal, sukar dicabut.

Wajah

: Simetris, edema (-), deformitas (-).

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-).

Pupil

: Bulat dan isokor.

Telinga

: Serumen (+/+).

Hidung

: Sekret (-/-).

Bibir

: Bibir pucat (-), mukosa basah (+)

Lidah

: Hipersaliva (-)

Tonsil

: Sulit dinilai

Faring
Leher

: Sulit dinilai
: Pembesaran KGB (-), kaku kuduk (-)

THORAKS
Paru

Inspeksi

Palpasi : Pergerakan simetris, vocal fremitus simetris

Perkusi: Sonor seluruh lapangan paru.

Auskultasi : Suara nafas vesikuler (+/+), wheezing (-/-),

: Simetris dalam keadaan statis maupun dinamis

rhonki (-/-)

Jantung

Inspeksi

Palpasi

: Iktus tidak terlihat


: Ictus cordis teraba pada ICS V, 1 cm medial
lnea midclavicula sinistra

Perkusi

: Batas-batas jantung

Batas atas

: ICS III

Batas kiri

: Linea midclavicularis sinistra

Batas kanan

Auskultasi

: Linea parastrenal dextra


: BJ1> BJ2, normal, murmur (-), gallop (-)

ABDOMEN

Inspeksi

Palpasi

: Soepel, nyeri tekan (-)

Perkusi

: Timpani

Auskultasi

: Bentuk simetris (-), distensi (-)

: Peristaltik normal

GENETALIA
Perempuan

EKSTREMITAS
Deformitas (-), edema tungkai (-/-)

Status Lokalisata :
Regio Pedis Sinistra

Inspeksi

Palpasi : Teraba massa ukuran 4 x 5 cm, berbentuk


bulat, konsistensi kenyal, berbatas tegas,
mobile, nyeri tekan (+).

: Swealing (+), hiperemis (-), hiperpigmentasi (-),


kulit tampak normal.

DIAGNOSA BANDING
Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma Sel Basal
Hiperplasia Sebasea

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Urin darah rutin
Roentgen thorax
EKG
Kadar Glukosa Darah
Clotting Time
Bleeding Time
Histopatologi

DIAGNOSA KERJA
Susp. Karsinoma Sel Skuamosa a/r Pedis Sinistra

PENATALAKSANAAN

Operatif

Medikamentosa

(Pre Operasi)

: Eksisi Tumor
:

IVFD RL 20 gtt/i
Inj Ranitidine 1amp/12 jam
Inj Ketorolac 1amp/8 jam

(Post Operasi)
IVFD RL 20 gtt/i
Injeksi Cefotaxime 1 gr/12 jam
Injeksi Ketorolac 1 amp/8 jam
Injeksi Kalnex 1 amp/12 jam

LAPORAN OPERASI

Informed Consent.

Tanggal 22 Oktober 2013, pukul 07.00 WIB eksisi tumor dimulai.

Dilakukan Total Intravena Anestesi.

Lakukan tindakan asepsis/antisepsis dengan betadine dan


alkohol 70%.

Batasi lapangan operasi dengan doek steril.

Dilakukan eksisi tumor.

Rawat perdarahan yang terjadi.

Hecting luka.

Luka ditutup dengan verban.

PROGNOSIS
Quo ad vitam : Dubia at bonam
Quo ad functionam : Dubia at bonam
Quo ad sanactionam : Dubia at bonam

KEADAAN PULANG
Pasien pulang pada tanggal 24 Oktober 2013 dengan keadaan pasien
tidak nyeri pada bekas operasi dan bengkak berkurang.

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM


Hari/tanggal : Senin / 21 Oktober 2013
Darah Rutin
Hb
: 12,0 gr%
LED
: 10 mm/jam
Eritrosit
: 4,2 x 106 /mm3
Leukosit
: 6,8 x 103 /mm3
MCV
: 95 f
MCH
: 24,7 pg
MCHC
: 43,9 g%
Trombosit
: 232 x 103 /mm3
Glukosa sewaktu : 130 mg/dl
Clotting time
: 6
Bleeding time
: 3

Gambar 1.1 Proses Eksisi Karsinoma Sel Skuamosa

STATUS FOLLOW UP PASIEN


Tanggal
22-10-2013

S
Nyeri dibagian op
(+), lemas (+), flatus
(+),
BAB
(+),
bengkak (+).

O
Sensorium : CM
TD : 110/70
T : 36 C
HR : 80x/ menit
RR : 20x/ menit

Terapi

Post Op Karsinoma -IVFD RL 20 gtt/ i


Sel Skuamosa H+1
- Inj Cefotaxime
1 gr/12 jam
-Inj Kalnex
1amp/8 jam
-Inj Ketorolac
30 mg/8 jam

Tanggal
23-10-2013

Tanggal
24-10-2013

Nyeri di bagian op
berkurang (+), lemas
(+), bengkak berkurang
(+)

Sensorium : CM
TD : 110/70
T : 36 C
HR : 80x/ menit
RR : 20x/ menit

S
Nyeri (-), bengkak (-)

O
Sensorium : CM
TD : 110/70
T : 36 C
HR : 84x/ menit
RR : 22x/ menit

Terapi

Post Op Karsinoma -IVFD RL 20 gtt/i


Sel Skuamosa H+2
-Inj Cefotaxime
1 gr/8 jam
-Inj Kalnex
1amp/8 jam
-Inj Ketorolac
1amp/8 jam

Terapi

Post Op Karsinoma -IVFD RL 20 gtt/i


Sel Skuamosa H+3
-Inj Cefotaxime
1 gr/8 jam
-Inj Kalnex
1amp/8 jam
-Inj Ketorolac
1amp/8 jam
-Ganti verban hari
ini
-Os boleh PBJ

Gambar 1.2 Post Eksisi Karsinoma Sel Skuamosa H+3

Gambar 1.3 Post Eksisi Karsinoma Sel Skuamosa H+17

Gambar 1.4 Post Eksisi Karsinoma Sel Skuamosa H+22

ANATOMI KULIT

EMBRIOLOGI

Lapisan subkutis terdiri dari jaringan ikat longgar yang


berisi sel lemak yang bulat besar dengan inti
mendesak ke pinggir sitoplasma lemak yang
bertambah.

Jaringan ikat berasal dari mesenkim dimana pada


bulan ke 3 atau ke 4 sel-sel mesenkim ini akan
berdiferensiasi menjadi sel-sel penyusun jaringan ikat
pada tubuh.

DEFINISI
Karsinoma sel skuamosa (KSS) adalah suatu
neoplasma invasif pada jaringan epitel dengan
berbagai tingkat diferensiasi yang muncul pada
tempat-tempat seperti jaringan mukosa mulut,
alveolar, gingiva, dasar mulut, lidah, palatum, tonsil
dan orofaring. KSS cenderung untuk segera
bermetastase dan meluas.

EPIDEMIOLOGI
Pria dengan KSS memiliki rasio 2:1 dibandingkan
dengan perempuan, terutama usia 40-50 tahun.
Insiden meninggi seiring dengan pertambahan umur.

ETIOLOGI
Penyebab KSS merupakan hal yang multifaktorial
yaitu tidak ada agen ataupun faktor (karsinogen)
tunggal sebagai penyebab KSS. Faktor ekstrinsik
sebagai penyebab yakni merupakan agen eksternal
seperti tembakau, alkohol, penyakit sipilis, dan sinar
matahari. Faktor intrinsik merupakan kondisi umum
atau sistemik pasien, seperti malnutrisi ataupun
anemia defisiensi besi.

PATOGENESIS

KSS muncul sebagai akibat dari berbagai kejadian molekular yang


menyebabkan kerusakan genetik yang mempengaruhi kromosom dan
gen, yang akhirnya menuju kepada perubahan DNA. Akumulasi
perubahan-perubahan tersebut memicu terjadinya disregulasi sel pada
batas dimana terjadinya pertumbuhan otonom dan perkembangan yang
invasif.

Gambar 2.2 Perubahan Patologis Epitel Normal Menjadi KSS

GAMBARAN KLINIK
Lokasi yang tersering adalah pada daerah yang banyak
terpapar
sinar matahari seperti wajah, telinga, bibir bawah, punggung,
tangan dan tungkai bawah. KSS mempunyai gambaran klinis
yang bervariasi, yaitu sebagai berikut:
1. Lesi Eksofitik

2. Lesi Endofitik

Gambar 2.6 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Lidah

Gambar 2.7 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Bibir

Gambar 2.8 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Palatum Lunak

Gambar 2.9 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Dasar Mulut

Gambar 2.10 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Gingiva

Gambar 2.11 Karsinoma Sel Skuamosa Pada Palatum

PEMERIKSAAN
Biopsi lesi
Radiografi toraks
Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Computed
Tomography (CT)
Elektrokardiografi
Pemeriksaan darah

TATALAKSANA

Pembedahan

Radioterapi

Kemoterapi

TERIMA KASIH
^_^