Anda di halaman 1dari 44

TUMOR MEDULA SPINALIS

OLEH
Rustina Idawarti
Kuliah Sisipan 29 Juli 2011
Dr. Soetedjo

PENDAHULUAN
TUMOR MEDULA SPINALIS adalah:
Suatu proses neoplastik pada jaringan susunan
saraf pusat didalam kanalis spinalis.
Tumor medula spinalis dapat tumbuh sepanjang
medula spinalis, mulai dari segmen servikal
sampai dengan sakral.
Sifat dari pertumbuhan medula spinalis
umumnya tidak diketahui atau tanpa dirasakan,
baru diketahui setelah timbul suatu manifestasi
neurologis yang sifatnya progresif.

EPIDEMIOLOGI
Frekwensi tumor medula spinalis umumnya lebih sedikit
daripada tumor otak.
. Insidensi tumor primer medulla spinali sekitar 10-19%
dari semua tumor primer SSP
Sekitar 70% dari tumor intradural merupakan
ekstrameduller dan 30% merupakan intramedullar
Tumor intradural intrameduller yang tersering adalah
ependymoma, astrositoma dan hemangioblastoma.
Kebanyakan pada usia 40 60 tahun.
Pria : wanita; hampir sama.
Dewasa > anak-anak.
Pada anak-anak + 1/5 dari orang dewasa.

Berdasarkan lokasi:
Segmen servikal : 15-25%
Segmen thorakal : 50-55%
Segmen lumbal : 25-30%

Segmen thorakal merupakan tempat


tersering dari tumor ekstra meduler dan
ekstradural.

Menurut gambaran Histologi

Tumor sel glia : 23%


Ependymoma : 13-15%
Astrositoma : 7-11%
Schwanoma : 22-30%
Meningioma : 25-46%
Sarcoma
: 4%
Hemangioma : 6%
Lain-lain
: 3-4%

KLASIFIKASI TUMOR MEDULA SPINALIS


Dikelompokkan berdasarkan:
Lokasi Anatomis
Gambaran Histologis

Berdasarkan lokasi anatomis dan proses desak ruang

dalam kanalis spinalis dapat dikelompokkan menjadi 2


yaitu:
1. Tumor Intrameduler:
tumor yang tumbuh didalam substansi medula
spinalis.
2. Tumor Ekstrameduler:
Tumor yang tumbuh diluar substansi medula
spinalis.
Dapt disebelah dalam lapisan duramater:Tumor
Ekstrameduler Intradural.

Berdasarkan gambaran Histologinya


dikelompokkan sebagai:
1. Tumor Intrameduler:

ependimoma,astrositoma,oligodendrogli
oma,mixed glioma, lipoma,
meduloblastoma, dll.
2. Tumor Ekstrameduler, dibagi menjadi:
a. Tumor Intradural:
neurinoma(schwanoma),neurofibroma,
meningioma,ganglioneuroma,lipoma,
epidermoid,kista dermoid,dll.

b. Tumor Ekstradural:
Kebanyakan metestase dari tempat
lain/sebagai tumor primer yang ganas:
Osteosarkoma,limfoma,hemangioma,
neuroblastoma,melanoblastoma,dll

LESI EXTRADURAL

Tumor metastase

Fibroblastoma

LESI EXTRAMEDULER

Meningioma

LESI INTRAMEDULER

Astrocytoma

LESI INTRAMEDULER

Suhu
Nyeri

Posisi

Raba

Syringomyelia

Perbedaan gejala klinik antara tumor


Ekstrameduler Intrameduler
GEJALA

INTRAMEDULER

EKSTRAMEDULE
R

Defisit Sensorik

Mulai pada tingkat


lesi,menyebar
kebawah,batas atas
ada disosiasi
sensibilitas

Nyeri dan suhu, sisi


kontralateral,propiose
ptif,sisi unilateral

Nyeri radikuler

Lokasi tidak jelas


seperti rasa terbakar

Timbul dini, tanda


yang penting

Tanda piramidal/UMN

Timbul
lambat,minimal

Timbul dini jelas

LMN

Jelas dan luas,ada


atrofi

Tidak jelas,sifat
segmental

Mioklonik dan
fasikulasi

jarang

Sering dan umum

Nyeri lokal vertebra

jarang

Sering terjadi

Perubahan trofik

Jelas dan sering

Tidak jelas

Gangguan rasa
nyeri,suhu di saddle
area

Tidak jelas

Lebih jelasdari tinggi


lesi

Vegetatif(inkontinensi
a)

Terjadi dini

Terjadi akhir

LCS blok dan


peningkatan protein

Lambat dan sedikit


meningkat pada
stadium dini

Jelas,umumny
meningkat pada
stadium dini

DIAGNOSIS
Diagnosis tumor medula spinalis meliputi:
1.
Anamnesis dan pemeriksaan fisik
2.
Pemeriksaan penunjang :
a. Foto polos vertebrae
b. Lumbal pungsi
c. Pemeriksaan tekanan LCS
d. Analisa LCS
e. Patologi anatomi
f. Mielografi
g. Angiografi
h. EMG
i. CT Scan dengan kontras
j. MRI

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan tumor medula spinalis
secara umum dilakukan eksisi tumor
dengan indikasi : untuk diagnosis, rasa
nyeri, kosmetik, defisit neurologis yang
progresif, penekanan pada jaringan
disekitarnya dan curiga ganas.
Teknik operasi yang sering digunakan
untuk tumor medula spinalis adalah
dorsal
(laminektomi),
dorsolateral
(hemilaminektomi) dan anterior.

PARAPARESIS INFERIOR
flaksid ec suspek tumor
intrameduller

Rustina
Idawarti

IDENTITAS PENDERITA
Nama
: Tn. S
Umur
: 58 th
Alamat
: Kelurahan Baran RT 05
Semarang
Pekerjaan : Buruh Pabrik
No CM : C265371
MRS : 23 Desember 2010

ANAMNESIS
(tanggal 23 Desember 2010)
KU : Lumpuh kedua anggota
gerak bawah
Onset : 1 minggu SMRS
Lokasi: Kedua anggota gerak bawah
Kualitas:
Kedua
anggota
gerak
bawah tidak bisa digerakkan sama
sekali
Kuantitas : Aktifitas sehari-hari
dibantu keluarga.

ANAMNESIS (Cont)
Kronologis: 1 minggu SMRS os
mengeluh terasa kesemutan
pada kedua tungkai sehingga
sulit untuk digunakan berjalan.
Beberapa jam kemudian os
mengeluh kedua anggota gerak
bawah
terasa
berat,
dan
kemudian tidak bisa digerakkan
sama sekali, sejak saat itu
pasien
mengalami
kesulitan
dalam hal BAB dan BAK, pasien

ANAMNESIS (Cont)
Pasien juga mengeluh tidak bisa
merasakan apa-apa dari ujung
jari kaki sampai 3 cm diatas
pusat.
Kemudian
penderita
dibawa
berobat ke RS Ketileng dan
dilakukan foto tulang belakang
dikatakan hasilnya dalam batas
normal.
Karena tidak ada perbaikan

Gejala penyerta :
kehilangan sensasi rasa dari
kedua ujung jari kaki sampai 3
cm diatas pusat
Sulit BAB dan BAK
Tidak dapat ereksi
Faktor memperberat : Faktor memperingan : -

Riwayat Penyakit
Dahulu

Baru pertama kali sakit seperti


ini.
Riwayat darah tinggi (-).
Riwayat kencing manis (-).
Riwayat sakit jantung (-).
Riwayat batuk lama (-).
Riwayat
Penyakit
Riwayat trauma (-).

Keluarga
Tidak ada keluarga yang sakit

Riwayat Sosial
Ekonomi
Penderita seorang buruh pabrik.
Mempunyai seorang istri dengan
1 orang anak.
Berobat menggunakan jamkesmas
Kesan Sosial ekonomi kurang

PEMERIKSAAN FISIK
Status Presens (23 Desember
2010)
KU : Tampak sakit berat
GCS = E4M6V5 =15
TV :
TD = 110/70 mmHg N = 60
X/menit
RR = 18 X/menit Suhu = 36,7 0C
BB = 60 kg TB = 160 cm
BMI = 23,43 (Normal weight =
18.5-24.9)
Thoraks :
Jantung : Bunyi jantung I/II, bising

Status Psikikus
Cara berpikir : Realistis
Perasaan hati : Normothym
Tingkah laku : Normoaktif
Ingatan : Cukup
Kecerdasan : Cukup

Status Neurologis
(23 Desember 2010)
Mata
+/+
Kepala
Leher

: pupil bulat isokor,


2,5mm/2,5 mm, RC

: simetris, mesosefal
:Sikap lurus, pergerakan
bebas, kaku kuduk (-)
Nn. craniales : Dalam batas
normal

Badan dan Anggota gerak

Bentuk kolumna vertebralis : dbn


Pergerakan kolumna vertebralis : dbn
Reflek kulit perut atas: ( )
Reflek kulit perut tengah: ()
Reflek kulit perut bawah : ()

Anggota Gerak

Motorik
Sup
Gerak
+/+
Kekuatan 5/5
Tonus
N/N
Trofi
E/E
RF
+/+
RP
-/Klonus

Inf
/
0/0
N/N
E/E
/
-/-/-

Sensibilitas : anestesia dari ujung


jari
kaki
sampai
dermatom Th9.
Vegetatif
: Retensio urin et alvi
Disfungsi Ereksi

Koordinasi, gait dan keseimbangan


:
Cara berjalan : tidak dapat dinilai
Test Romberg
: tidak dapat
dinilai
Ataksia
: tidak dapat dinilai
Rebound phenomen: (-)

Laboratorium
Hb:
13,10gr%;
Ht:37,9gr%;
Leuko:11ribu/mmk;Tromb:230rb/mmk;
GDS:105mg/dl;Ureum:38mg/dl;
Creatinin:0,94mg/dl; Na:136mmol/L
K:4mmol/L;Cl:109mmol/L
Osm = 2(136+4)+(105/18)+(38/6)
= 292,1mosm

V.RINGKASAN
S :Seorang laki-laki, 58 tahun dengan keluhan
paraplegi inferior flaksid, sejak 1minggu SMRS,
sehingga tidak bisa berjalan,anestesi (+) dari
kedua ujung jari kaki sampai setinggi dermatom
T9, retensio urin dan alvi (+), disfungsi ereksi (+).
O:Pada pemeriksaan didapatkan :
Kesadaran : GCS : E3 M6 V5 = 14
TD : 110/70 mmHg, Nadi : 60 x/mnt
Suhu : 36,7C (aksiler), Respirasi : 18 x/mnt
Kepala : Mesosefal, simetris
Mata : pupil bulat isokor 2,5mm/2,5mm, RC
+/+
Leher
: Kaku kuduk (-)
Nn. Craniales : dbn

Motorik
Superior
Inferior
Pergerakan +/+
/
Kekuatan 5/5
0/0
Tonus
N/N
N/N
Trofi
E/E
E/E
R. Fisiologis +/+
/
R. Patologis
-/-/Klonus
-/Sensibilitas
: Anestesi dari jari kaki
sampai dermatom T9
Vegetatif
: Retensio urin et alvi
Disfungsi Ereksi

Hb: 13,10gr%; Ht:37,9gr%; Leuko:11ribu/mmk;Tromb:230rb/mmk;


GDS:105mg/dl;Ureum:38mg/dl; Creatinin:0,94mg/dl; Na:136mmol/L
K:4mmol/L;Cl:109mmol/L
Osm=2(136+4)+(105/18)+(38/6)=292,1mosm
X- foto vertebra : dbn

Diagnosis:
Diagnosa klinis : Paraplegi inferior flaksid
Anestesi dari kedua ujung jari kaki
sampai setinggi dermatom T9
Retensio urin et Alvi
Disfungsi ereksi
Diagnosa Topik : Suspek lesi medulla Spinalis Segmen
Th9
Diagnosa Etiologik : Lesi transversa totalis Medulla Spinalis
ec. Suspek SOL
DD/ Mielitis

CT Mielografi:
Tampak kontras mengisi kanalis spinalis sampai setinggi
VTh12-VL1. Kontras masih tampak mengisi tipis ke bagian
proksimalnya .
Kesan: Curiga massa intrameduller setinggi VTh12-VL1

VII. RENCANA PENGELOLAAN AWAL


Paraplegi inferior flaksid ec. Suspek SOL
Dx : Lab: SGOT/SGPT, GD I/II
Perspirasi test
RX : Infus RL 20 tpm

Injeksi Dexametason 4 x 2 ampul


Injeksi Ranitidin 2 x 1 ampul
Vitamin B Kompleks 3 x 1 tab
Pasang DC
Konsul Rehabilitasi Medik

Mx

: Tanda Vital, defisit neurologis

Ex
: Menjelaskan kepada penderita dan keluarga mengenai
diagnosis, terapi, rencana pemeriksaan, serta kemungkinan
prognosis

CATATAN KEMAJUAN & PERKEMBANGAN PENYAKIT


Paraplegi inferior flaksid
HARI PERAWATAN
5 (27/12)

6 (28/12)

9 (31/12)

19 (10/01)

Lumpuh kedua
anggota gerak bawah

Tetap

Tetap

Tetap

Mot

Paraplegi inf flaksid

tetap

Tetap

tetap

Sens

Anestesi sd dermatom
T9

tetap

Tetap

tetap

Vegeta
tif

Retensio urin et alvi


Disfungsi ereksi

tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Infus RL 20 tpm
Dexa4 x 2amp (IV)
Ranitidin 2 x 50 mg (iv)
Vit Bc 3 x 1 tab
Konsul Rehab Medik
FT: alih baring, ROM
exercise
OP: Whellchair
Perspirasi test

Tx: tetap
Dulkolak Supp
Ro foto Vertebra
thorakal AP/lat:
Dalam batas
normal

Tetap
CT mielografi
tunggu acc
jamkesmas

Tetap
CT Mielografi:
Curiga massa
intrameduller
setinggi VTh12-L1
Konus Bed saraf:
Pro diskusi tgl
15/01/2011

CATATAN KEMAJUAN & PERKEMBANGAN PENYAKIT


Paraplegi inferior flaksid
HARI PERAWATAN
24(15/01)
S

Lumpuh kedua anggota


gerak bawah

28(19/01)

30 (21/01)

Tetap

Tetap

Mot

Paraplegi inf flaksid

tetap

Tetap

Sens

Anestesi sd dermatom T9

tetap

Tetap

Vegetatif

Retensio urin et alvi


Disfungsi ereksi

tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Trombosit 70,3rb/mmk
Tx tetap, tranfusi trombosit
4 kalf
Hasil diskusi :
Prolaminektomi tumor spinal
19/01/2011

Trom51,3rb/mmk
Tx: tetap
Advis Bedah saraf:
Perbaikan tromb hingga
100rb, konsul ulang PD,
prog ulang laminektomi
tgl 21/01

Tromb. Post tranf 4


kalf: 55,4rb/mmk
Advis bedah saraf:
Tunda operasi,
jadwal ulang hari
sabtu
PasienAPS

CATATAN KEMAJUAN & PERKEMBANGAN PENYAKIT


Abses submandibula dekstra
HARI PERAWATAN
13 (04/01)

16 (07/01)

19 (10/01)

23 (4/01)

Tetap

Tetap

Tetap

Benjolan (+)

tetap

Tetap

tetap

Vas 5

Vas 3

Tetap

Vas 2

Tetap

Tetap

Tetap

perbaikan

Tx: asam
mefenamat 3 x
500mg po
Konsul Gigi&mulut
Ditemukan
benjolan dari gigi
4,4;4,5;4,6;4,7
kemungkinan
berasal dari abses
gigi tsb, saran
konsul bag bedah
mulut

Tx: tetap
Konsul bedah
mulut: Dx
Lympadenitis
DD/ abses
submandibular
dekstra.
Saran: foto
panoramik

Nyeri pada rahang


bagian bawah

Tetap
Konsul ulang BM: foto
panoramik didptkan
periodontitis kronis ec
gangren pulpa, saran
Tx:-Cefotaxim1gr/8jam
-Ciprofloxacin2x500mg
-Metronidazole
drip500mg/8jam
-Ketokonazole30mg/8j
-Spooling H2O2+NaCl
-ekstraksi gigi8&6 dekstra

Tetap

CATATAN KEMAJUAN & PERKEMBANGAN PENYAKIT


Sepsis, trombositopenia
HARI PERAWATAN
23(14/01)
S

Demam, menggigil (+)

24(15/01)

30 (21/01)

Demam,menggigil(-)

Tetap

TD

120/80

120/80

120/80

N
RR
T

116x/mt
32x/mt
38,9C

96x/mt
22x/mt
37,9C

96x/mt
22x/mt
37,6C

Lekosit

24,30rb/mmk

12,10rb/mmk

11,10rb/mmk

Tetap

Tetap

perbaikan

A
P

Konsul raber interna


Tranfusi PRP 4 kalf
Tx teruskan

Trom51,3rb/mmk
Tx: tetap

Tx: tetap

Hasil laboratorium :
Darah

HARI PERAWATAN
1

23

24

28

30

13,1

15,2

14,3

14,00

14,00

37,9%

45,6%

43,9%

42,6%

42,6%

Lekosit

11.0

24,30

12.10

12.10

11,10

Trombosit

230

70,3

51,3

51,4

55,4

GDS

105

Ureum

38

93

56

Kreatinin

0,94

1,52

0,70

Natrium

136

137

136

Kalium

4,3

4,1

Clorida

109

97

96

Hb
Hematokrit

PPT

15,1

10,6

PTTK

121,6

22,5

Albumin
SGOT

2,7
103

II. DAFTAR MASALAH

No.

Masalah Aktif

Tanggal

1.

Paraplegi inferior flaksid 6

23/12/2010

2.

Anestesi dari kedua ujung jari


kaki sampai setinggi dermtom
T9 6

23/12/2010

3.

Retensio urin et alvi 6

23/12/2010

4.

Disfungsi ereksi 6

23/12/2010

5.

Abses Submandibula dekstra

04/01/2011

6.

Sepsis

14/01/2011

Masalah Pasif

Tanggal

TERIMA
KASIH
Di presentasikan 08/01/2011