Anda di halaman 1dari 40

RESERVOIR CBM

Batubara sebagai Reservoir


pembentukan gas ada peningkatan
dari lignit ke antrasit ,tetapi gas yang
tertahan lebih sedikit bila dibanding
dengan yang menguap . Contoh
ladang gas konvensional Cliffs di
cekungan San Juan dan batu pasir
Trinidad dibawah batubara Verjeo di
cekungan Raton.

Meskipun batubara hanya dapat


mempertahankan sebagian kecil dari
gas yang dihasilkannya sebagai
batuan induk, tetapi reservoir
batubara mempunyai kandungan gas
dua sampai tujuh kali lebih banyak
gas per satuan volume dibanding
reservoir gas konvensional

Penyimpanan Gas

=
Volume = 1 Ft3
Porosity= 0.15
Sg
= 0.75
Depth = 2500 ft.

IGIP = 8.4 SCF gas

Same Volume
Lower rank Coal

IGIP = 30 SCF
(3-4 Times !!)

Ada Kemiripan antara reservoir metana


batubara , batu pasir konvensional atau
reservoir karbonat , karena ada
persamaan beberapa teknologi pada
ladang minyak
dapat digunakan. Namun, fenomena
reservoir metana batubara mempunyai
tekanan relatif rendah maka
mengharuskan inovasi, modifikasi.

COMPARISON OF SANDSTONE AND


COAL RESERVOIRS

Perbandingan antara reservoir


gas konvensional dengan CBM
Gas Konvesnsional

CBM

Mengikuti hukum Darcy

Difusi melalui mikropore


mengikuti hukum Frick, cleat
dengan hukum Darcy

Gas tersimpan di makropore

Gas terserap di permukaan


mikropore

Produksi gas menurun terus

Produksi gas naik kemudian


menurun

Kandungan gas diketahui dari log

Kandungan gas diketahui dari


core

Reservoir anorganik

Reservoir organik

Permiabilitas tergantung pori


porinya

Permiabilitas tergantung
rekahannya

Macropore size:3 1 to 1 mm

Micropore size:3 <5A to 50A

Reservoir dan batuan induk


terpisah

Reservoir dan batuan induk sama

Mekanisme untuk aliran gas dalam


batubara melibatkan tiga langkah:
(1) desorpsi dari
gas dari permukaan batubara di
dalam micropores, (2) difusi gas
melalui
micropores, dan (3) aliran Darcy
melalui jaringan rekahan menuju
lubang sumur tersebut.

Permeabilitas
Permeabilitas
Permeabilitas adalah parameter yang
paling penting bagi kelangsungan
hidup ekonomi dari
gas yang mengandung batubara;
jaringan rekahan alami dengan
rekahan yang lain harus
memberikan permeabilitas untuk laju
aliran komersial metana

Ada 2 tipe permiabilitas pada lapisan


batubara:
Matrik : permiabilitas pada lapisan
batubara itu sendiri , pengukuran
menunjukkan permiabilitas pada organik
dan an organik pada batubara.Pengukuran
permiabiltas di laboratorium.
Fracture: (bulk permiability) permiabilitas
pada cleat .pengukuran langsung
dilapangan.

Pengaruh permiabiltas batubara


Rank : Semakin tinggi rank batubara
akan mengurangi permiabilitas
matriz, tetapi bulk perability semakin
besar. Pada antrasit permiability
akan semakin menurun.
Tipe batubara: perbedaan maseral
yang dikandung akan memyebabkan
perbedaan permiabilitas, perbedaan
tipe batubara mempengaruhi matrix
dan bulk permiability.

PRB CBM
Activity

This graph does NOT


include low-rank coals
It indicates inverse relation
between overburden
stress and permeability
0.25 md

4000 ft

0.0125 md
6000 ft

12

Kedalaman: Kedalaman lapisan


batubara mempunyai pengaruh pada
permiabilitas batubara, pada lapisan
dangkal kurang dari 300 m umumnya
mempunyai permiabilitas bagus
dibanding lapisan baturra dengan
rank sama tetapi kedalaman 600 m
(Gurba et al, 2001).
Mineral sekunder: akan menurunkan
permiabilitas.

Tektonik: Fractururing akibat


patahan akan meningkatkan
permiabilitas.
Compression jika cekungan banyak
mengalami kompresi akan
menurunkan permiabilitas.

Fracture Permeability

Fracture

K= 100 md

Fissures Dominated Flow (After Baker)

45.4 feet

0.01 mm

Fracture Permeability

K = 10 md
Fracture

Fissures Dominated Flow (After Baker)

454 feet

0.01 mm

SCHEMATIC PRODUCTION HISTORY FOR


A COALBED METHANE WELL

From Kuuskraa and Brandenburg, 1989


17

Yang mempengaruhi
permiabilitas untuk
mengalirkan gas

Frekwensi rekahan alaminya


Hubungan antar rekahan
Besar kecilnya lubang bukaan rekahan
Arah rekahan pada face maupun butt
cleat
Saturasi gas
Kedalaman
Penyusutan matrik setelah gas terlepas

Contoh permiabiltas di
Cekungan Warrior
Kurang dari 0,1 md sedikit menjanjikan
dalam produksi gas dari rekahan.
Dengan permeabilitas awal antara 0,1
dan 1,0 md adalah umum untuk
pengembangan .
Dengan permeabilitas antara sekitar
1,0 dan 10,0 md dapat meningkatkan
produksi

Rekahan batubara/cleat
terbentuk akibat
Menguapnya unsur yang mudah
terbang
Karena tektonik
Pemadatan lapisan diatasnya
Kandungan maseral
Mineral pada batubara mempunyai
pengaruh terhadap rusaknya cleat

CLEAT CHARACTERISTICS
QUESTIONS
What are the face and butt cleat
orientations?
What are the face and butt cleat
spacings?
Are cleats open?
Are the cleats mineralized?
Do cleat properties change areally
and vertically?
Ayers, 1994

21

CLEAT CHARACTERISTICS
PERMEABILITY

FACE CLEAT

ANISOTROPY

PALEOSTRESS

BUTT CLEAT

Sh
SH

TONSTEIN

THICK
COAL

DULL
BRIGHT

C O A L

BRIGHT

THIN,
BRIGHT
COAL
MASTER FACE CLEAT

From Ayers, 2002

22

CLEATS IN FRUITLAND COAL

Face
C
Orien leat
tation

Tonstein

cm

Photo by W. Ayers 23

VITRINITE REFLECTANCE vs. MEAN


SPACING, FACE CLEATS
Cleat spacing is related to:
a. Thermal maturity;
b. Maceral type; and
c. Ash (inorganic) content
Typical Ash Content Values
(as received)
Limited Data

Fort Union 4 to 10%


Gulf Coast Calvert Bluff: 14 -16%
Kaiser and others, 1980; Glass, 1981

Modified from
Law, 1993

25

FACE CLEAT DOMAINS, SAN JUAN BASIN

2 face cleat domains are


present in the San Juan
Basin

Face cleat characteristics


are poorly known for
Gulf Coast low-rank coals

From Tremain and


others, 1994
26

COMPLEX FRACTURE

Complex (T-shaped) fractures may occur where minimum horizontal


stress exceeds overburden stress
Modified from McKee, 198927

IN-SITU STRESS
QUESTIONS
What is the coal depth (overburden stress)?
Is the regional stress regime compressional
or extensional?
If compressional, what is the magnitude
of minimum horizontal stress relative to
overburden stress?
What is the orientation of maximum horizontal
stress relative to face cleat
Ayers, 1994

28

2 face cleat systems


are present in Black
Warrior Basin

29

CONTROLS ON OVERBURDEN STRESS

ST
RE
SS

T
NE

ST

SS
E
R

7600 ft

4000 ft

7500 ft

T
NE

COAL INTERVAL

7500 ft

Vertical Stress Component

3500 ft

3600 ft

Under the mountains, lateral stress is translated


downward and laterally. Net stress in the coalbed at the
borehole exceeds stress predicted for 4000-ft overburden
but is less than that directly under the mountains. The
orientation of maximum horizontal stress may rotate
with depth.

Horizontal Component

30
Ayers, 1995

Contoh permiabiltas gas


metana yang sudah produksi
Lokasi

Permiabiltas (md)

Cedar Cove, Brookwood,


Oak Grove Fields in Warrior
Basin6

10 at 100

U.S. Steel Well 1036, Appalachian


Basin7

20

San Juan Basin8,9

1.5 to 8.8

Mary Lee (Upper Group)


Black Creek (Lower Group)

10 to 25
0.5 to 3.5

Cedar Hill, San Juan Basin11


Butt Cleat Direction
Face Cleat Direction

4
12

POROSITAS
Batubara memiliki sistem porositas
ganda. Makropori adalah ruang dalam
cleat yang penting untuk
pengangkutan air dan
metana melalui lapisan batubara tapi
relatif tidak penting untuk
penyimpanan metana.
Porositas mikro merupakan lubang
yang terdapat diantara matrik.

Porositas rekahan (After Birks)

1 mm Fissures
10 feet

0 = 0.1%

Porosity = 0.1% if fissures occur every 10 feet

Celah didominasi aliran (After Birks)

1 mm Fissures

1 foot

0 = 1%

Porosity = 1% if fissures occur every 1 foot

Akibat penurunan tekanan pori, maka gas desorbed efektif akan mengecilkan
volume batubara. Hal ini cenderung untuk mengintensifkan cleating di situ.

POVBN

PPORE
Cleat
width

The decline in KABS at reduced pore


pressure can be very significant !
Methane Permeability (mD)

Medium Volatile Bituminous Coal


Well deliverability at
750 psi may only be
30% of that at 2300
psi

Pore Pressure (psi)

At low reservoir pressures, the coal


shrinkage can offset the net overburden
effects !
Methane Permeability (mD)

Medium Volatile Bituminous Coal

Pore Pressure (psi)

Porositas makro pori dari sistem


cleat umumnya dianggap berkisar
antara 1-5%. Porositas utama dari
Grove Oak, batubara Alabama adalah
dilaporkan sebesar 2,8% untuk
kelompok Jagger. porositas rekahan
dari cekungan San Juan ,2,4%. .

Ukuran pori pada masing masing peringkat batubara


(By Permission of the Publishers, Butterworth
Heinemann Ltd.)
Rank

< 12 (A)
%

<12 300 (A)


%

>300(A)
%

an

75.0

13.1

11.9

lvb

73.0

0.0

27.0

mvb

61.9

0.0

38.1

hvAb

48.5

0.0

52.0

hvBb

29.9

45.1

25.0

lig

19.3

3.5

77.2