Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN SUMBER

DANA BANK / FUNDING

OLEH :
CLARA S.T PUTRI (2013-66-042)

PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DANA


BANK
Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam

menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini


tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan
masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber
dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang
ditanggung.oleh karena itu pemiliha sumber dana harus
dilakukan secara tepat.

JENIS JENIS SUMBER DANA BANK

SUMBER
DANA BANK

Dari bank itu


sendiri

Dari masyarakat
luas

Dan dari
lembaga lainnya

LANJUTAN
JENIS JENIS SUMBER DANA BANK
1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri

Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri)


maksudnya adalah dana yang diperoleh dari dana bank salah satu jenis
dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari
para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari
para pemegang saham bank atau pemilik saham.
Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri
dari:
Setoran modal dari pemegang saham
Cadangan laba
Laba bank yang belum di bagi

LANJUTAN
JENIS JENIS SUMBER DANA BANK
2. Dana yang bersumber dari masyarakat luas

Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan


operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu
membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun Dana
masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik
perorangan maupun badan usaha, yang diperoleh dari bank dengan
menggunakan berbagai instrumen produk simpanan yang dimiliki
oleh bank. Jenis sumber dana dari masyarakat adalah:
Simpanan giro
Simpanan tabungan
Simpanan deposito

LANJUTAN
JENIS JENIS SUMBER DANA BANK
3. Dana yang bersumber dari lembaga lain

Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank


mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan
masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk
membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan
dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
Pinjaman antar bank (Call Money)
Pinjaman dari bank-bank luar negeri
Surat berharga pasar uang (SBPU)

KONSEP PERHITUNGAN BIAYA SUMBER


DANA
Manajemen bank harus memperhitungkan seluruh biaya yang
dikeluarkan berkenaan dengan mobilisasi sumber dana dengan cermat
dan akurat, ada beberapa biaya yang harus diperhitungkan bank dalam
menjalankan usahanya misalnya:
Cost of fund, yaitu biaya yang dikeluarkan bank atas dana yang
dihimpun sebelum diperhitungkan besarnya pemenuhan persyaratan
giro wajib minimum (GWM) atau reserve requirement (RR). Dalam
menghitung cost of fund, bank terlebih dahulu harus mencari biaya
rata-rata tertimbang dari setiap sumber dana.
Cost of Loanable Fund, adalah biaya dana setelah dikurangi ketentuan
giro wajib minimum (GWM), sesuai dengan ketentuan BI bank umum
wajib menempatkan dana dalam rekening giro wajib minimum di BI
jumlahnya ditetapkan sebesar 5% dari dana pihak ketiga.

HUTANG JANGKA PENDEK


Hutang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi,
paling lambat umur dari utang ini satu tahun atau 1 periode akuntansi,
misalnya 1 januari 2011-31 Desember 2011.
Yang termasuk utang jangka pendek di antaranya:
Utang Wesel/Wesel Bayar yaitu wesel yang harus kita bayar kepada
pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang
wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
Utang Dagang (Account Payable) yaitu utang kepada rekanan (suplier)
yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi
karena membeli barang yang belum dibayar.
Biaya-biaya yang harus dibayar yaitu biaya-biaya yang belum kita
lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang
upah dan utang-utang biaya lainnya.

HUTANG JANGKA PANJANG


Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang
harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th)
dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember.
Jenis Hutang Jangka Panjang, Secara garis besar hutang jangka panjang
digolongkan pada dua golongan yaitu :
Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari
pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan
harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika
peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual
jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh
melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang
obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga
pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi
tersebut.

TIMBULNYA HUTANG JANGKA PANJANG


Saat

skala operasional perusahaan berkembang atau dalam


membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang
diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan
manfaat dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang
jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini
perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang
misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan
saham.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH


WASSALAMUALAIKUM WR. WB.