Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ASMA BRONKIAL


CREATE BY : NUR AFIFAH

OUTLINE

ANATOMI
FISIOLOGI
TIPE ASMA

DEFINISI

PATHWAY

ETIOLOGI
MANIFESTASI
KLINIS

KOMPLIKASI

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

PENATALAKSANA
AN

PENCEGAHAN

PENGKAJIAN
KEPERAWATAN

MASALAH
KEPERAWATAN

INTERVENSI
KEPERAWATAN

ANATOMI FISIOLOGI

ANATOMI FISIOLOGI
Dalam proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi (pernapasan) di dalam
tubuh terdapat tiga tahapan yakni ventilasi, difusi, dan transportasi.
1. Ventilasi
2. Difusi Gas
3. Transportasi Gas

DEFINISI
Asma merupakan gangguan radang kronik saluran napas yang mengalami
radang kronik berrsifat hiperresponsif sehingga apabila terangsang oleh
faktor tertentu, jalan napas menjadi tersumbat dan aliran udara terhambat
karena konstriksi bronkus, sumbatan mucus, dan meningkatnya proses
radang (Almazini, 2012).
Asma bronchial adalah suatu penyakit dengan cirri meningkatnya respon
trakea dan bronkus terhadap berbagi rangsangan dengan manifestasi
adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubahubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (the American
Thoracic Society).

ETIOLOGI
1. Faktor predisposisi
Genetik

2. Faktor presipitasi
a. Alergen
Inhalan
Ingestan
Kontaktan

b.
c.
d.
e.

Perubahan cuaca
Stress
Lingkungan kerja
Olahraga atauaktifitas jasmani yang berat

TIPE ASMA
1. Asma alergik atau ekstrinsik
2. Ideopatik atau nonalergik asma / intrinsic
3. Asma nonalergik
4. Asma campuran (mixed asma)

PATHWAY

MANIFESTASI KLINIS
TRIAS gejala asma terdiri atas :
Dispnea (sesak nafas)
Batuk
Mengi (bengek)
Sesak nafas parah dengan ekspirasi memanjang disertai wheezing.
Dapat disertai dengan sputum kental dan sulit dikeluarkan.
Bernafas dengan menggunakan otot-otot nafas tambahan.

KOMPLIKASI
Asma bronkial memiliki beberapa komplikasi :
Status asmatikus
Atelektasis
Hipoksemia
Pneumotoraks
Emfisema

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan radiologi
2. Pemeriksaan tes kulit
3. Elektrokardiografi
4. Scanning Paru
5. Spirometri

PENATALAKSANAAN
Pengobatan pada asma bronkhial terbagi 2, yaitu:
Pengobatan non farmakologi :

Memberikan penyuluhan
Menghindari faktor pencetus
Pemberian cairan
Fisiotherapy
Beri O2 bila perlu

Pengobatan farmakologi :
Bronkodilator
1) Orsiprenalin (Alupent)
2) Fenoterol (berotec)
3) Terbutalin (bricasma)

PENCEGAHAN
1. Menjaga Kesehatan Tubuh
2. Menjaga Kebersihan Lingkungan
3. Menghindari faktor pencetus serangan penyakit asma
4. Menggunakan obat-obat anti penyakit asma

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Pengkajian
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Anamnesa
Keluhan Utama
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Penyakit Terdahulu
Kaji riwayat pribadiatau keluarga
Kaji riwayatreksi alergi atau sensitivitas terhadap zat atau faktorlingkungan.

Pengkajian PerSistem
7. Sistem
8. Sistem
9. Sistem
10. Sistem
11. Sistem
12. Sistem

Pernapasan
Cardiovaskuler
Persyarafan / neurologi
perkemihan
Pencernaan atau Gastrointestinal
integument

MASALAH KEPERAWATAN
Ketidakefektifan bersihan jalan napas
Gangguan pertukaran gas
Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d edema mucus ditandai

NOC :

NIC :

dengan :

1.

Respiratory status: Ventilation

Airway Management

Perubahan frekuensi napas.

2.

Respiratory status: Airway patency

1.

Perubahan irama napas.

3.

Aspiration Control

Penurunan bunyi napas.

Dispnea

Sputum dalam jumlah napas yang berlebihan.

Buka jalan napas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust bila
perlu.

2.

Posisikan pasien semifowler untuk memaksimalkan ventilasi

Kriteria Hasil :

3.

Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat napas buatan

4.

Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara napas yang

4.

Pasang mayo bila perlu

Batuk yang tidak efektif.

bersih,tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan

5.

Lakukan fisioterapi dada jika perlu

Gelisah

sputum , mampu bernapas dengan mudah, dan tidak ada pursed

6.

Keluarkan secret dengan batuk atau suction

lips)

7.

Auskultasi suara napas , catat adanya suara tambahan

Menunjukkanjalan napas yang paten (klien tidak merasa tercekik,

8.

Lakukan suction pada mayo.

irama nafas, frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak

9.

Berikan bronkodilator

ada suara nafas abnormal).

10.

Berikan pelembab uadar kassa basah NaCl lembab.

Mampu mengidentifikasi dan mencegah factor yang dapat

11.

Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.

menghambat jalan napas.

12.

Monitor respirasi dan status O2.

5.

6.

INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Gangguan pertukaran gas b/d hipoksemia ditandai dengan :

NOC :

Pernapasan abnormal (kecepatan, irama, kedalaman)

1.

Respiratory status : Gas exchange

Dispnea

2.

Respiratory status : Ventilation

Sianosis

3.

Vital sign status

Takikardi

Hipoksia

Hipoksemia

Intervensi
NIC :
Airway Management
1. Buka jalan napas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust bila
perlu.
2. Posisikan pasien semifowler untuk memaksimalkan ventilasi.

Kriteria Hasil :

3. Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat napas buatan.


Mendemonstrasi

4.

Lakukan fisioterapi dada jika perlu.

5.

Keluarkan secret dengan batuk atau suction.

6.

Auskultasi suara napas , catat adanya suara tambahan.

7.

Berikan pelembab uadar kassa basah NaCl lembab.

Mendemostrasikan batuk efektif dan suara napas yang

8.

Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.

bersih , tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu

9.

Monitor respirasi dan status O2.

kan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat.


Memelihara kebersihan paru paru dan bebas dari
tanda tanda distress pernapasan.

mengeluarkan sputum, mampu bernapas dengan


mudah,tidak ada pursed lips ).
Tanda- tanda vital dalam rentang normal

Respiratory Monitoring
10.

Monitor rata-rata, kedalaman, irama, dan usaha respirasi

11.

Catat pergerakkan dada,amati kesimetrisan,penggunaan otot


tambahan, retraksi otot supraclavicular dan intercostal

12.

Monitor suara napas

13.

Monitor pola napas : bradipnea, takipnea, hiperventilasi.

14.

Auskultasi suara napas, catat area penurunan atau tidak adanya


ventilasi dan suara tambahan.

15.

Auskultasi suara paru-paru setelah tindakan untuk mengetahui


hasilnya.

INTERVENSI KEPERAWATAN
Diagnosa Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Intervensi

Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d hiperaktivitas pernapasan ditandai

NOC :

NIC :

dengan :

1.

Nutritional status : Food dan fluid intake

Nutrition Management

Diare

2.

Nutritional status : Nutrient intake

1.

Kaji adanya alergi makanan.

Bising usus hiperaktif.

3.

Weight control

2.

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan

Ketidakmampuan memakan makanan.

Kriteria Hasil :

Tonus otot menurun.

4.

Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan.

3.

Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe.

Kelemahan otot pengunyah.

5.

Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan.

4.

Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan Vitamin C

Kelemahan otot untuk menelan.

6.

Mampu mengindentifikasi kebutuhan nutrisi.

5.

Berikan subtansi gula.

7.

Tidak ada tanda-tanda malnutrisi.

6.

Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.

8.

Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti.

7.

Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.

8.

Kaji kemampuan pasein untuk mendaptkan nutrisi yang

nutrisi yang dibutuhkan pasien.

dibutuhkan.
Nutrition Monitoring
9.

BB pasien dalam batas normal.

10.

Monitor adanya penurunan berat badan.

11.

Monitor turgor kulit.

12.

Monitor mual dan muntah.

13.

Monitor kalori dan intake nutrisi.

14.

Monitor

pucat

konjungtiva

kemerahan,

dan

kekeringan

karingan

THANKYOU \^^/