Anda di halaman 1dari 24

BAB 20

PENGENDALIAN
1. LAPORAN KEUANGAN
KEUANGAN
2.
3.
4.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


PENGANGGARAN
PEMERIKSAAN KEUANGAN
(AUDIT).

LAPORAN KEUANGAN
1.
2.
3.

Neraca
Laporan Laba-Rugi
Laporan Aliran Kas.

Neraca
Menggambarkan kondisi keuangan suatu organisasi
pada suatu waktu tertentu (snapshot), yang
meliputi aktiva atau asset (sumberdaya) organisasi
dan klaim (liabilities) atas asset tersebut. Klaim
merupakan sumber dana, sementara asset
merupakan bukti bagaimana sumber dana tersebut
digunakan. Asset terletak di sebelah kiri neraca,
sementara klaim terletak di sebelah kanan neraca.

Laporan Laba-Rugi
Meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama
periode tertentu, mencakup aktivitas rutin atau
operasional, termasuk aktivitas yang tidak rutin.
Laporan laba-rugi diharapkan memberikan
informasi mengenai tingkat keuntungan, risiko,
fleksibilitas keuangan, dan kemampuan operasional
perusahaan.

Laporan Aliran Kas


Memberikan informasi mengenai penerimaan dan
pembayaran kas perusahaan selama periode
tertentu. Tujuan lain adalah memberikan
informasi tertentu mengenai efek kas dari
kegiatan investasi, pendanaan, dan operasi
perusahaan selama periode tertentu. Laporan
diharapkan memberikan informasi mengenai
likuiditas perusahaan, fleksibilitas keuangan,
kemempuan operasional perusahaan.

Laporan aliran kas, bila digabungkan dengan


laporan keuangan akan membantu
menganalisis:
a.
Kemampuan perusahaan menghasilkan aliran
kas masa mendatang yang positif
b.
Kemampuan perusahaan memenihi
kewajibannya dan membayar dividen
c.
Kebutuhan perusahaan akan dana eksternal
d.
Alasan terjadinya perbedaan antara laba
bersih perusahaan dengan penerimaan dan
pengeluaran kasnya
e.
Aspek kas dan non-kas dari transaksi investasi
dan pendanaan selama periode tertentu.

ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN
1.
2.

Analisis Rasio
Perbandingan dalam Analisis
Keuangan.

Analisis Rasio
Analisis rasio keuangan bertujuan menghilangkan
bias pengukuran evaluasi prestasi keuangan
organisasi.

Ada lima kelompok analisis keuangan:


1.
Rasio Likuiditas: untuk mengukur kemampuan
organisasi memenuhi kewajiban jangka pendeknya,
yaitu kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun atau kurang
2.
Rasio Solvabilitas: mengukur kemampuan
organisasi memenuhi kewajiban jangka
panjangnya, yaitu kewajiban yang jatuh tempo
lebih dari satu tahun
3.
Rasio Aktivitas: mengukur efektivitas penggunaan
sumberdaya oleh organisasi, seperti piutang,
aktiva tetap, atau aktiva total. Semakin tinggi rasio
semakin efektif organisasi menggunakan asset

4.

5.

Rasio Profitabilitas: mengukur kemampuan


organisasi menghasilkan profit (keuntungan)
berdasar asset, modal saham atau faktor lainnya
Rasio Pasar: relevan untuk perusahaan go-public,
dengan melibatkan harga pasar.

Perbandingan dalam Analisis Keuangan


Prestasi organisasi perlu dibandingkan dengan
standard tertentu untuk mengurangi bias.
Seperti standard rata-rata industri, yaitu ratarata angka yang dicapai oleh perusahaan dalam
industri tertentu. Standar lain adalah strategi
benchmark, yaitu membandingkan dengan
perusahaan sejenis yang sama ukurannya.

PENGANGGARAN
1.

2.
3.
4.

5.
6.

Pengendalian Anggaran dan Pusat


Pertanggungjawaban
Tipe Anggaran
Anggaran Fleksibel dan Anggaran Tetap
Anggaran Berbasis Nol (Zero-BaseBudgeting)
Proses Penganggaran
Beberapa Perilaku Fungsional dan Disfungsional dari Anggaran.

PENGANGGARAN
Adalah proses perencanaan aktivitas selama jangka
waktu tertentu, yang dinyatakan dalam angkaangka. Anggaran dapat ditetapkan untuk
organisasi secara keseluruhan, departemen,
atau untuk bagian-bagian tertentu.
Beberapa fungsi anggaran:
a.
sebagai alat koordinasi
b.
sebagai standar
c.
sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas,
dan
d.
sebagai alat evaluas prestasi.

Pengendalian Anggaran dan Pusat


Pertanggungjawaban
Pengendalian harus mempu mengidentifikasikan
pihak-pihak yang bertanggung jawab. Suatu
bagian organisasi dapat dikelompokan
menjadi beberapa pusat pertanggungjawaban:
a.
pusat investasi (investment center)
b.
pusat biaya (cost center)
c.
pusat pendapatan (revenue center)
d.
pusat keuntungan (profit center).
Manajer bertanggung jawab terhadap aktivitas
yang dilakukan bagiannya, dan manajer
dievaluasi berdasarkan pertanggungjawaban
tersebut.

Tipe Anggaran
1.

2.

Anggaran Operasional: merupakan rencana


kegiatan operasi organisasi, melibatkan unit
satuan bahan dan angka biaya
Anggaran Keuangan: merupakan rencana
detail penggunaan dana dan sumbernya.
Anggaran keuangan mengintegrasikan
rencana keuangan dengan rencana
operasional. Memungkinkan organisasi
mengantisipasi tindakan yang diperlukan jika
suatu alternatif dilakukan, dan melihat
kondisi keuangan di masa mendatang.

Anggaran Fleksibel dan Anggaran Tetap


Dalam perencanaan anggaran, ada tiga jenis
biaya yang harus diperhitungkan:
1.
Biaya Tetap: biaya yang tidak terpengaruh
oleh kegiatan atau volume produksi
perusahaan, seperti gaji bulanan, asuransi
2.
Biaya Variabel: biaya yang berubah secara
proporsional sesuai dengan kegiatan
perusahaan, seperti biaya bahan baku,
tenaga kerja langsung
3.
Biaya Semi-Variabel: biaya yang berubah
sesuai dengan kegiatan perusahaan, tetapi
perubahannya tidak proporsional, seperti
biaya pemasaran.

Anggaran Berbasis Nol (Zero-Base-Budgeting)


Dipelopori oleh Texas Instruments pada tahun 1070an, kemudian digunakan oleh Presiden Jimmy
Carter untuk pemerintahan pusat. Dalam Zerobase budgeting anggaran dimulai dari situasi nol
setiap tahun, seolah-olah baru pertama kali
membuat anggaran. Kemudian setiap aktivitas
yang masuk ke dalam anggaran harus
dijustifikasi atau diberi pembenaran.

Tiga langkah dalam metode Zero-base budgeting:


1.
Memecah kegiatan ke dalam paket keputusan,
yang merupakan kegiatan dengan manfaat dan
biaya apabila aktivitas tersebut disetujui atau tidak
2.
Mengevaluasi aktivitas-aktivitas, dan kemudian
merangking aktivitas tersebut berdasarkan
sumbangannya terhadap organisasi, mulai dari
yang paling penting sampai yang paling tidak
penting
3.
Mengalokasikan sumberdaya berdasarkan rangking
manfaat. Ranking tertinggi memperoleh dana
penuh, sementara rangking terendah memperoleh
dana tidak penuh.

Zero-base budgeting bermanfaat untuk memaksa manajer


mengevaluasi manfaat suatu aktivitas, mengevaluasi
prioritas, dan hasilnya membuat anggaran lebih
efisien.

Proses Penganggaran
Dapat dimulai dari atas ke bawah, atau sebaliknya
dari bawah ke atas. Pendekatan dari bawah ke
atas mulai popular karena beberapa manfaat:
1. Manajer bawah megetahui situasi operasional
dengan lebih baik
2. Motivasi dapat meningkat dengan pendekatan
tersebut
3. Semangat kerja akan makin tinggi.

Beberapa Perilaku Fungsional dan Disfungsional dari Anggaran


Beberapa efek fungsional adalah:
1.
Meningkatkan motivasi dan semangat kerja
dengan keterlibatan mereka dalam penetapan
tujuan
2.
Meningkatkan koordinasi organisasi
3.
Dapat digunakan sebagai signal perbaikan
4.
Membantu belajar dari pengalaman, manajer atau
anggota organisasi dapat menganalisis apa yang
terjadi pada masa lalu, penyebabnya, dan
tindakan yang diprlukan untuk menghindari
kesalahan
5.
Alokasi sumberdaya dapat ditingkatkan
6.
Meningkatkan komunikasi

7.

8.

9.

Menolong manajer tingkat bawah


mengetahui posisinya dalam organisasi
Membantu orang baru melihat kemana
organisasi bergerak
Sebagai alat evaluasi dengan
membandingkan dengan standard yang
ditetapkan.

Efek dis-fungsional anggaran adalah:


1.
Persepsi yang berbeda dari anggota organisasi
terhadap anggaran
2.
Komunikasi dan umpan balik dapat
mengakibatkan ketidakpuasan manajer
terhadap anggaran
3.
Anggaran dapat mendorong motivasi yang
salah, jika organisasi dipaksa mencapai
tujuan tertentu, tekanan dan stress menjadi
semakin tinggi.
4.
Jika tujuan yang ingin dicapai terlalu tinggi,
anggota organisasi akan merasa frustasi.

PEMERIKSAAN
KEUANGAN (AUDIT)
1.

2.
3.

Pemeriksaan Keuangan
Eksternal
Pemeriksaan Keuangan Internal
Perbedaan antar Akuntansi
Internal dan Eksternal.

PEMERIKSAAN
KEUANGAN (AUDIT)
Bermanfaat sebagai validasi
pencatatan keuangan sampai
pada pengambilan keputusan.

Pemeriksaan Keuangan Eksternal


Merupakan proses verifikasi pencatatan keuangan
(laporan keuangan) untuk menentukan apakah
laporan keuangan sudah disusun sesuai dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
(generally accepted accounting principles).
Sehingga laporan keuangan diharapkan tidak
memberi informasi yang menyesatkan
(misleading). Pemeriksaan dilakukan oleh
akuntan publik yang mempunyai lisensi.

Pemerikasaan Keuangan Internal


Dilakukan oleh akuntan internal dengan tujuan
menjamin sumberdaya organisasi digunakan
dengan efektif. Membantu manajemen
mengevaluasi efisiensi dan efektivitas organisasi
serta mengevaluasi pelaporan keuangan
perusahaan. Pemeriksaan internal berfokus pada
kebutuhan internal yaitu manajemen. Pemeriksaan
dilakukan oleh akuntan perusahaan atau akuntan
luar yang disewa.

Perbedaan antara Akuntan Internal dan


Eksternal
Perbedaan Akuntansi Keuangan yang menjadi basis
pemeriksaan keuangan eksternal, dengan Akuntansi
Manajemen yang menjadi basis pemeriksaan
keuangan internal.

Perbedaan antara Akuntansi


Keuangan dengan Akuntansi
Manajemen
Akuntansi
Akuntansi
1. Sumber
Wewenang
2. Orientasi
waktu
3. Cakupan
4. Tipe
informasi
5. Bentuk
pelaporan
6. Fokus
pengambila
nkeputusan

Keuangan

Manajemen

1. Standar
Akuntansi
Keuangan (SAK)
2. Sebagian besar
masa lalu
3. Terutama total
Prsh
4. Terutama
kuantitatif
5. Ditentukan oleh
SAK
6. Eksternal

1. Kebutuhan internal
2. Sekarang dan masa
mendatang
3. Departemen,
individu, divisi, dan
total perusahaan
4. Kualitatif dan
kuantitatif
5. Tergantung
keputusan yang akan
diambil
6. Internal