Anda di halaman 1dari 17

BEBAN KERJA PERAWAT

KELOMPOK 2

DEFINISI

Menurut Keputusan Mentri Pendayagunaan Apatur Negara Nomor


KEP/75/M.PAN/7/2004/ Beban kerja adaalahh sejmlah target pekerjaan atau target hasil
yang harus dicapai dalam satu satuan waktu tertentu.

Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh
suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume kerja dan
norma waktu.

Menurut Moekijat (2004) beban kerja adalah volume dari hasil kerja atau catatan tentang
hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yang dihasilkan oleh sejumlah pegawai
dalam suatu bagian tertentu.

Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang
perawat selama bertugas di suatu unit pelayanan keperawatan (Marquis dan Huston,
2004).

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BEBAN KERJA


faktor eksternal : tugas, organisasi
faktor internal : faktor somatis (jenis kelamin, umur, ukuran tubuh, status gizi, kondisi
kesehatan, dan sebagainya), dan faktor psikis (motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan,
kepuasan, dan sebagainya).
menurut caplan & sadock, 2006) :
Berapa banyak pasien yang dimasukkan ke unit perhari, bulan atau tahun.
Kondisi pasien di unit tersebut.
Rata-rata pasien menginap.
Tindakan perawatan langsung dan tidak langsung yang akan dibutuhkan oleh
masing-masing pasien.
Frekuensi masing-masing tindakan keperawatan yang harus dilakukan.
Rata-rata waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan masing-masing tindakan
perawatan langsung dan tak langsung.

MENGUKUR BEBAN KERJA


1. TEORI DOUGLAS
Douglas,1984 membagi tingkat ketergantungan pasien menjadi 3 jenis. Tingkat
ketergantungan pasien di bagi atas adalah :
. Minimal care, memerlukan waktu perawatan 1-2 jam / hari
. Partial care, memerlukan waktu perawatan 3-4 jam / hari
. Total care, memerlukan waktu perawatan 5-7 jam / hari

Dalam penerapan sistem klasifikasi pasien dengan tiga kategori tersebut di atas adalah
sebagai berikut :
a.

Kategori I : Self Care / Perawatan Mandiri (Minimal Care)


Kegiatan sehari-hari dapat dilakukan sendiri, penampilan secara umum baik, tidak
ada reaksi emosional, pasien memerlukan orientasi waktu, tempat dan pergantian
shift, tindakan pengobatan biasanya ringan dan simpel.

Asuhan keperawatan minimal mempunyai kriteria sebagai berikut ::


1.

Kebersihan diri, bab/bak , mandi ganti pakaian dilakukan sendiri

2.

Makan dan minum dilakukan sendiri

3.

Ambulasi dan berjalan sendiri

4.

status psikologis stabil

6.

operasi ringan yg bisa sembuh normal

b.

Kategori II : Intermediet Care / Perawatan Sedang(Partial care)


Kegiatan sehari-hari untuk makan dibantu, mengatur posisi waktu makan. memberi dorogan
agar mau makan,eliminasi dan kebutuhan diri juga dibantu atau menyiapkan alat untuk ke
kamar mandi.Penampilan pasien sakit sedang.Tindakan perawatan pada pasien ini monitor
tanda-tanda vital,periksa urine reduksi,fungsi fisiologis,status emosinal,kelancaran drainage
atau infus.Pasien memerlukan bantuan pendidikan kesehatan untuk support emosi 5-10
menit/shift atau 30-60 menit/shiftdengan mengobservasi side efek obat atau reaksi alergi.

Asuhan keperawatan parsial mempunyai kriteria sebagai berikut :


1. Kebersihan diri dibantu, makan dan minum dibantu
2. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam sekali
3. Pasien dengan kateter urine, pemasukan dan pengeluaran intake output cairan dicatat /
dihitung.

4. Gangguan emosional ringan


4. Pasien dengan infus, persiapan pengobatan yang memerlukan prosedur

c.

Kategori III : Intensive Care / Perawatan Total


Kebutuhan sehari-hari tidak bisa dilaksanakan sendiri,semua dibantu oleh perawat
penampian sakit berat.pasien memerlukan observasi terus-menerus.

Asuhan keperawatan total mempunyai kriteria sebagai berikut :


1.

Semua keperluan pasien dibantu

2.

Perubahan posisi, observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap 2 jam

3.

Makan melalui slang ( NGT / pipa lambung ), terapi intravena

4.

Dilakukan penghisapan lender (suction)

5.

Gelisah / disorientasi.

Menurut san Joaquin

Sistem klasifikasi pasien menurut San Joaquin di kembangkan di US


tahun 1970 an membagi kontinum intensitas perawat dibag dalam 4
kelas,yaitu:
Klas I: Perawat minimal/self care,yaitu pasien yang membutuhkan
pengawasan dan dukungan perawat,pasien ini mampu merawat diri
sendiri
Klas II: Perawatan rata rata / average, yaitu pasien yang memerlukan
bantuan sedikit pada beberapa aktivitas,seperti mandi, memakai kursi
roda, dll.

Klas III : Perawatan di atas rata rata, yaitu pasien yang


memerlukan bantuan penuh pada beberapa jenis kegiatan
separti mandi,latihan mobilitas,dll.
Klas IV : Perawat intensive,yaitu bagi semua pasien yang
memerlukan bantuan semua aktivitas dan membutuhkan
pengawasan penuh

Menurut Reinart dan Grant


menurut klasifikasi yang di terapkan reinart dan grant di west coast
hospital 1987.Untuk pelayanan keperawatan pasien dengan melihat
ketergantungan pasien sesuai kebutuhan pasien,yaitu:
Karegori I: Pasien akut,penyakit sering kaambuh atau cacat
Tujuan pelayanan keperawatan adalah untuk menghilangkan
masalah kesehatan secara menyeluruh
Kategori II :pasien dengan penyakit kronik diikuti priode akut,yang
mungkin ke level fungsi baik.
Tujuan pelayanan keperawatan adalah menangani masalah
penyakit kronik pasien dengan bantuan keluarga tanpa bantuan
kesehatan

Kategori III : Pasien dengan penyakit kronik atau cacat tidak


mungkin penyakitnya kembali dan potensi untuk sehat kembali
Tujuan pelayanan keperawatan adalah rehabilitasi maksimal
kearah fungsi normal
Kategori IV: pasien dengan penyakit kronik atau cacat yang tidak
dapat dirawat dirumah tanpa bantuan tenaga kesehatan
Tujuan pelayanan keperawatan adalah mempertahankan hidup
dirumah dengan bantuan tenaga kesehan
Kategori V : Pasien dengan fase akhir dari penyakit
Tujuan pelayanan keperawatan adalah menjaga rasa aman dan
martabat sebelum meninggal

Menurut Situmorang
Menurut situmorang (1994) membagi tindakan keperawatan
menjadi 3 kategori yaitu:
Kegiatan keperawatan langsung (direct care) adalah semua
kegiatan yang di fokuskan langsung / dirasakan langsung oleh pasien
dan
keluarganya,seperti
mengukur
tanda
vital,tindakan
keperawatan,tindakan kolaborasi termasuk pendidikan kesehatan.

Kegiatan keperawatan tidak langsung adalah kegiatan keperawatan


yang tidak langsung
dirasakan pasien atau sebagai pelengkap
tindakan keperawatan langsung,seperti
dokumentaasi tindakan
keperawatan atau hasil pemeriksaan,dll.

Kegiatan non keperawatan adalah semua kegiatan untuk


keperluan pribadi perawat atau tidak ada hubungannya
dengan pasien seperti makan,minum,membaca buku,ke
toilet,sholat,dll. Dalam hal ini beban kerja juga bisa di bagi
menjadi kegiatan produktif dan non produktif.

TEKNIK PERHITUNGAN BEBAN KERJA


1. Panduan Hitungan Douglas
Jumlah

Klasifikasi Jenis Ketergantungan Pasien

pasien

Minimal

Partial

Total

Pagi

Sore

Malam

Pagi

Sore

Malam

Pagi

Sore

Malam

1.

0,17

0,14

0,07

0,27

0,15

0,10

0,36

0,30

0,20

2.

0,34

0,28

0,14

0,54

0,30

0,20

0,72

0,60

0,40

Contoh :
Diruang
jantung
RSAL
Dr.Mintohardjo
terdapat 30 tempat tidur,rata-rata jam
perawatan kerja efektif 6 jam, jam kerja normal
perawat 8 jam / hari.Adapun rata rata jumlah
pasien adalah 6 pasien minimal / mandiri, 8
pasien partial,6 pasien total.
1. Berapa jumlah perawat untuk dinas
pagi,sore,malam?
2. Berapa junlah perawat di ruang rawat inap
pulau sangeang tersebut?
3. Berapa jumlah komposisi perawat ahli dan
tidak ahli?

Hitungan Douglas :
Dinas pagi
: 6 x 0,17 + 8 x 0,27 + 6 x 0,36 =1,02 + 2,16 + 2,16
=
5,34
Dinas sore
: 6 x 0,14 + 8 x 0,15 + 6 x 0,30 =0,84 + 1,2 + 1,8
=
3,84
Dinas malam : 6 x 0,07 + 8 x 0,10 + 6 x 0,20 =0,42 + 0,8 + 1,2
= 2,42

Jumlah total
= 11,6

Komposisi perawat dinas pagi : sore : malam (47% :36% :17%


= 5,45 :4,17 : 1,97 atau 6 : 4 : 2)
Kebutuhan tenaga perawat satu ruang (sitorus,2006) : Hasil
hitungan + 20% x jumlah hitungan) + 1 karu + 2 katim : 11,6 +
2,32 + 1 + 2 = 16,92 atau 17 orang
Komposisi tenaga ahli dan tidak ahli (55% : 45% :55% x 17 :
45% x17 =9,35 :7,65 =9 : 8)

SEKIAN
&
TERIMAKASIH