Anda di halaman 1dari 17

INTENSIFIKASI PEMUPUKAN

PADA PEMELIHARAAN
LARVA/BENIH KAN PATIN SIAM
(Pangasianodon hypophthalmus)
YANG DILAKUKAN SECARA
OUTDOOR DI KOLAM TANAH

KELOMPOK :
RIZQY IRFANSYAH PUTRA

135080100111062

FARIZ NUR YAHYA

135080100111063

RENGGA ADHISTYA P.

135080100111081

FIKRI NUR CAHYA

135080101111046

YUSTINA MARTHA PUSPITASARI 135080101111059


KHOIRUN NISAK WAHYUNINGSIH

135080101111065

Pokok Bahasan
Latar belakang
Rumusan masalah
Tujuan
Metode
Hasil

Latar Belakang

Ikan patin siam (pangasiodon


hypophthalmus) merupakan salah
satu ikan introduksi yang telah lebih
dulu memasyarakat di indonesia
dibanding ikan patin lokal. Budidaya
ikan patin siam mulai berkembang
pada tahun 1980 sejak keberhasilan
teknik
produksi
massal
benih
secara buatan (Hadjamulia et al.,
1981)

Latar Belakang

Teknologi pembenihan
khususnya pemeliharaan larva
ikan patin siam di Indonesia
dilakukan dalam indoor harchery.

Pakan awal larva adalah nauplii


artemia.

Ketergantungan akan artemia sangat


dirasakan oleh para pembudidaya.
Perubahan kualitas dan kenaikan harga
artemia sangat berpengaruh terhadap
produktivitas dan kelangsungan suatu
usaha pembenihan

Untuk itu, dicari alternatif teknologi


pemeliharaan larva tanpa mengurangi
kualitas produk benihnya.

Yaitu dengan pemupukan untuk


menumbuhkan plankton

Rumusan Masalah

Bagaimana Intensifikasi pada pemeliharaan larva/benih ikan


patin siam (pangasiodon hypophthalmus) yang dilakukan secara
outdoor dikolam tanah?

Tujuan

Untuk mengetahui Intensifikasi pada pemeliharaan larva/benih


ikan patin siam (pangasiodon hypophthalmus) yang dilakukan
secara outdoor dikolam tanah.

Ikan patin

Ikan patin salah satu komoditas penting yang perlu dipacu


pengembangannya.

Patin adalah ikan omnivor (pemakan segala)

Usaha pembesaran ikan patin dapat dilakukan pada berbagai


wadah pemeliharaan seperti kolam tanah, kolam terpal dan
daerah rawa-rawa.

Pemupukan
Pemupukan adalah proses pemberian pupuk pada kolam.
Setelah dilakukan tahap tahap sebelumnya, air dikolam harus dipupuk
dengan pupuk NPK dosis 4 5 ppm dan penambahan pupuk organik
(kotoran ayam) dosis 0,1 ppm. Gunanya, untuk menyuburkan
pertumbuhan plankton setelah plankton mati karena aplikasi klorin.

Metode

Fertilisasi dilakukan dengan metode basah dengan mengambil


telur yang telah dibuahi (difertilisasi), kemudian ditetaskan
secara massal. Setelah telur menetas dilakukan pengukuran
panjang dan bobot larva. Pemeliharaan larva dilakukan secara
outdoor di kolam tanah yang dipupuk. Kolam yang digunakan
untuk pemeliharaan larva adalah 3 buah kolam dengan ukuran
masing-masing 400 m2/kolam dengan padat tebar larva yang
digunakan adalah 100 ekor/m2.

Cara pembuatan Pupuk


Fermentasi

Cara pembuatan fermentasi pupuk organik (kotoran ayam) dalam


penelitian ini adalah degnan cara pembuatan larutan aktivator
yaitu mencampur sendok makan gula pasir dan 4mL larutan
probiotik kedalam 300.L air. Larutan ini digunakan untuk 10 kg
bahan, kemudian larutan tersebut dicampurkan dengan pupuk
organik dan diaduk secara merata. Kemudian campuran tersebut
dimasukkan ke dalam plastik tertutup selama 5 hari.

Pemeliharaan Larva di Kolam

Laerva yang ditebar harus berumur berumur 20 jam Setelah


menetas

Padat penebaran larva 100 ekor/m2

Diberi 3jenis pemupukan kolam yang berbeda:

A. Pupuk anorganik + organik,

B. Pupuk anorganik +organik + probiotik, dan

C. Pupuk anorganik + organik yang difermentasi +probiotik.

Hasil dan Pembahasan

Parameter fisika kimia

Kesimpulan

Terimakasi
h