Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KASUS CBD

FISTULA PREAURIKULA
Oleh

Suwandi Rahman

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT THT


RSUD KLUNGKUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM

PENDAHULUAN
Fistula

preaurikular terjadi ketika


pembentukan daun telinga pada masa
embrio.
Serikat sekitar 0-0.9% di kota
New York sekitar 0.23%.

Amerika

: 1.6-2.5% di Skotlandia sekitar


0.06% dan di Hungaria sekitar 0.47%.

Taiwan
Asia

dan Afrika, insidensinya sekitar 4-10%

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tn. IWA

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur

: 16 tahun

Alamat

: Jln. A. Yani, Klungkung

Agama

Pekerjaan

: Pelajar

No RM

: 19 78 81

Tanggal Masuk Poli THT : 27 Desember 2016

: Hindu

ANAMNESIS

Keluhan Utama
Benjolan kemerahan di depan daun telinga sebelah kanan

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Poliklinik THT RSUD Klungkung dengan keluhan


benjolan kemerahan di depan daun telinga sebelah kanan sejak 1
minggu yang lalu, benjolan disertai dengan rasa nyeri. Di dekat benjolan
tersebut terdapat lubang kecil di ujung telinga. Pasien mengatakan
terkadang dari lubang kecil tersebut keluar cairan berupa nanah, namun
cairan yang keluar hanya sedikit. Benjolan awalnya kecil dan gatal.
Namun benjolan tersebur semakin lama semakin membesar seperti saat
ini disertai dengan rasa nyeri, demam (-), batuk (-), pilek (-), sesak (-),
mual (-), muntah (-), makan minum (+) normal, BAK dan BAB dalam
batas normal. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat untuk
meringankan keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat DM (-), Riwayat Asma (-), Riwayat Alergi Obat
(-), keluar cairan dari telinga (-), Riwayat
terbentur/trauma pada telinga/kepala (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat penyakit yang serupa (-), Riwayat Hipertensi
(-), DM (-), Asma (-), sakit jantung (-).

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalisata

Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos mentis, GCS E4V5M6

Gizi

: Cukup

Vital Sign:

TD

: 110/70 mmHg

: 72 x/menit

RR

: 18 x/menit

Suhu

: 36,6 0C

Cont.....
Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera


ikterik (-/-), RC (+/+), pupil isokor (+/+)

Hidung

: Nafas cuping hidung (-), sekret (-)

Mulut

: Sianosis (-), gigi goyah / palsu (-)

Telinga

: Sekret (-), pendengaran baik

Leher

: Glandula thyroid di tengah,


pembesaran KGB (-), JVP tidak meningkat,
deviasi trakea (-)

Cont.....
Thorax

Pulmo:

I : Pengembangan paru kanan dan kiri simetris


P : Fremitus raba kanan dan kiri simetris
P : Sonor pada kedua lapang paru
A : Suara dasar vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), wheezing

(-/-)

Cor:

I : Ictus cordis tidak tampak


P : Ictus cordis kuat angkat
P : Batas jantung kesan tidak melebar
A : S1S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur (-)

Cont.....

Abdomen:

I : distensi (-), tampak buncit (-)

A : Bising usus (+) normal


P : Nyeri tekan (-), massa (-)
P : Timpani (+)

Ekstremitas:

Edema (-/-), akral hangat (+/+), sianosis (-/-), CRT < 2


detik

Status Lokalis:
Terdapat benjolan berwarna kemerhan di depan daun
telinga kanan berukuran 3x3x2 cm, konsistensi kenyal,
hangat, nyeri tekan (+).

Status THT
Pemeriksaan
Telinga
Daun telinga

Liang telinga
luar
Membran
timpani

Telinga kanan

Telinga kiri

Bentuk dan ukuran dalam


batas normal, edema (-),
hiperemi (-), Nyeri tekan
tragus (+), Nyeri tarik
aurikuler (+), Nyeri tekan
mastoid (-).
Serumen (-), massa (-),
Edema

(-),

hiperemi

Bentuk dan ukuran dalam


batas normal, edema (-),
hiperemi (-), Nyeri tekan
tragus (-), Nyeri tarik
aurikuler (-), Nyeri tekan
mastoid (-).
Serumen (-), massa (-),
(-), Edema (-), hiperemi (-),
furunkel (-) sekret (-)

furunkel (-) sekret (-)


Intak, warna putih mutiara,
perforasi (-), cone of light

Intak, warna putih mutiara,


perforasi (-), cone of light

Test Penala

Telinga Kanan

Telinga Kiri

Rinne

Weber

Lateralisasi (-)

Lateralisasi (-)

swabach

Sama dengan
pemeriksa

Sama dengan
pemeriksa

Pemeriksaan Hidung
Hidung luar

Hidung kanan

Hidung kiri

Bentuk (N), inflamasi (-), nyeri tekan Bentuk (N), inflamasi (-), nyeri tekan
(-), deformitas (-), krepitasi (-).

(-), deformitas (-), krepitasi (-).

Vestibulum nasi

Normal, ulkus (-), tumor (-)

Normal, ulkus (-), tumor (-)

Cavum nasi

Sekret (-)

Sekret (-)

Meatus nasi media dan inferior

Sekret (-), massa (-)

Sekret (-), massa (-)

Konka nasi media dan inferior

Edema (-), hiperemi (-)

Edema (-), hiperemi (-)

Septum nasi

Deviasi

(-),

benda

perdarahan (-), ulkus (-)


Palpasi sinus maksila dan frontal Nyeri tekan (-)

asing

(-), Deviasi

(-),

benda

perdarahan (-), ulkus (-)


Nyeri tekan (-)

asing

(-),

Pemeriksaan Tenggorokan
Bibir

Berwarna merah muda, hiperemi (-), sianosis (-)

Mulut

Berwarna merah muda, hiperemi (-)

Geligi

Normal

Lidah

Normal

Uvula

Normal

Palatum mole

Ulkus (-), hiperemi (-)

Faring

Mukosa Hiperemi (-), granul (-), reflek muntah (+)

Tonsila Palatina

Hiperemia (-), ukuran T1-T1, Kripte (-), detritus


(-)

Fossa Tonsilaris

Hiperemi (-)

Status Lokalis
Terdapat

benjolan
berwarna kemerahan
di depan daun
telinga kanan
berukuran 3x3x2
cm, konsistensi
kenyal, hangat, nyeri
tekan (+).

DIAGNOSIS
Fistula

preaurikula dextra

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah

lengkap

Kultur

pus

TERAPI
Medikamentosa
Antibiotik
Antipiretik

Operatif
Insis

abses

dan Analgetik

RESUME

Pasien Laki-laki, 16 tahun datang dengan keluhan


telinga kanan terdapat benjolan di depan daun telinga
disertai dengan rasa nyeri dan berwarna kemerahan.
Terkadang keluar cairan berupa nanah dari lubang
kecil diatas benjolan. Pasien tidak pernah berobat
untuk mengurangi keluhan. Pada pemeriksaan fisik
tanda vital dan status generalis dalam batas normal.
Pada status lokalis telinga kanan didapatkan benjolan
berukuran 3x3x2 cm di preaurikular, teraba kenyal,
hangat, berwarna kemerahan, nyeri tekan
pada
benjolan (+), dan nyeri tekan tragus (+). Status lokalis
telinga kiri dalam batas normal. Status lokalis hidung
dan tenggorokan dalam batas normal.

Anatomi Telinga

Fistula Preaurikular
Fistula

preaurikular merupakan kelainan


herediter yang dominan. Fistula dapat
ditemukan di depan tragus. Berbentuk
bulat atau lonjong, dengan ukuran seujung
pensil.

Epidemiologi
Serikat sekitar 0-0.9% di kota New
York sekitar 0.23%.

Amerika

: 1.6-2.5% di Skotlandia sekitar


0.06% dan di Hungaria sekitar 0.47%.

Taiwan
Asia

dan Afrika, insidensinya sekitar 4-10%

Etiologi

Fistula preaurikular terbentuk akibat gangguan


penyatuan dan penutupan arkus brakialis pertama
dan kedua dari hillocks of His.

Pada usia janin 4 minggu arkus brankialis tampak di


permukaan janin.

Setelah minggu ke-6 arkus hioid dan arkus mandibular


menyatu dan melintas di bawah kedudukan CAE, lalu
kemudian menutup, menyatu di leher regio sub
mandibular.

Etiologi
Muara

fistula terletak pada krus helisis,


sebagian yang lain meluas dari pinggir
bawah heliks ke sudut mulut.

Fistula

ini sering menjadi infeksi dan bakteri


yang menyebabkan infeksi ini adalah
Staphylococcus epidermidis (31%),
Staphylococcus aureus (31%), Streptococcus
viridians (15%), Peptococcus species (15%),
dan Proteus species (8%).

Patofisiologi

Selama embriogenesis aurikula muncul dari arkus brakial


1 dan 2 pada minggu ke 6 kehamilan

Arkus-arkus tersebut terpisah satu dengan lainnya oleh


celah brakial ektoderm ke arah luar dan oleh kantong
faringeal endoderm ke arah dalam

Arkus brakial 1 dan 2 brakial masing-masing membentuk 3


tonjolan (hillocks) hillocks if his tiga hillocks muncul
dari tepi bawah arkus brakial 1 dan 3 dari batas atas arkus
brakial kedua hillocks ini seharusnya bergabung selama
beberapa minggu kemudian pada masa embriogenesis
kegagalan penggabungan fistel preaurikular

Manifestasi Klinis
Asimptomatik
Nyeri
Bengkak
Abses
Keluar

cairan

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan
Pemeriksaan

fisik

penunjang : laboratorium,
radiologi dan histologis

PENATALAKSANAAN
Pencegahan

infeksi
Membersihkan muara dari sumbatan
dengan alkohol atau cairan antiseptik
lainnya secara rutin.
Kompres hangat
Pemberian antibiotik
Pembedahan

TERIMA KASIH