Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

HERPES ZOSTER

PENDAHULUAN

Herpes zoster adalah radang kulit akut dan setempat ditandai adanya
rasa nyeri radikuler unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang
terbatas pada dermatom yang dipersarafi serabut spinal maupun
ganglion serabut saraf sensorik dari nervus kranialis.

kejadian herpes zoster ditentukan oleh faktor-faktor yang


mempengaruhi hubungan host-virus. Salah satu faktor risiko yang
kuat adalah usia lebih tua. Ada peningkatan insidens dari zoster
pada anak anak normal yang terkena chicken pox ketika berusia
kurang dari 2 tahun. Faktor resiko utama adalah disfungsi imun
selular.

Manifestasi dari herpes zoster biasanya ditandai dengan rasa sakit


yang sangat dan pruritus selama beberapa hari sebelum
mengembangkan karakteristik erupsi kulit dari vesikel berkelompok
pada dasar yang eritematosa.

Gejala prodormal biasanya nyeri, disestesia, parestesia, nyeri tekan


intermiten atau terus menerus, nyeri dapat dangkal atau dalam
terlokalisir, beberapa dermatom atau difus

LAPORAN KASUS
Identitas

Nama

: Ny. I

Umur

: 62 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Suku

:-

Status

: SMA

Agama

: Islam

Alamat

:-

Tanggal Periksa

:-

No. RM

:-

ANAMNESA (AUTOANAMNESA)
Keluhan Utama
Bintil -bintil kemerahan di belakang telinga kiri dan
leher
Riwayat Perjalanan Penyakit
Pasien datang dengan keluhan Bintil-bintil kemerahan di
belakang telinga kiri dan leher sejak 3 hari yang lalu. Awalnya
bintik-bintik kemerahan tersebut hanya dirasakan di belakang
telinga kiri, tetapi kemudian bintik tersebut dirasakan juga
muncul di leher sebelah kirinya. Bintik- bintik tersebut semakin
hari tidak tampak membesar.

Keluhan nyeri dan panas di sekitar belakang telinga dan kepala


belakang juga timbul bersamaan dengan munculnya bintikbintik kemerahan. Keluhan nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk
dan dirasakan terus-menerus tetapi tidak disertai rasa gatal

keluhan bintik- bintik kemerahan ini tidak timbul dibagian tubuh


lainnya. Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi baik alergi
terhadap makanan tertentu maupun alergi obat-obatan.

Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya.


Pasien juga mengatakan bahwa dikeluarganya tidak ada yang
memiliki keluhan yang sama seperti pasien.

Pasien mengatakan belum pernah mengobati keluhan bintik bintik


kemerahan dibelakang telinga kiri dan lehernya. Pasien mengatakan
baru pertama kali berobat ke poli Kulit RSUD 45 Kuningan.

Riwayat Penyakit Keluarga


Di Keluarga tidak ada yang memiliki keluhan yang sama
dengan pasien.
Riwayat Penyakit Terdahulu
Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini
sebelumnya

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalisata

Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos mentis

Vital Sign
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

: 170 / 95 mmhg
: Tidak dilakukan pemeriksaan
: Tidak dilakukan pemeriksaan
: Tidak dilakukan pemeriksaan

STATUS DERMATOLOGIS
Lokasi : Regio posterior auricula sinistra et Regio Colli Sinistra
Efloresensi :

Eritema di posterior auricular sinistra

vesikel miliar berkelompok di posterior auricula sinistra

Vesikel miliar

eritema

Eritema
Vesikel
miliar

Pemeriksaan Laboratorium

Tidak dilakukan pemeriksaan

Resume

Seorang pasien usia 62 tahun dengan keluhan bintil bintil


kemerahan di sekitar belakang telinga kiri dan leher kiri sejak 3 hari
yang lalu. Keluhan tersebut disertai dengan rasa nyeri dan panas
yang dirasakan terus-menerus.

Pasien tidak memiliki riwayat alergi

Dikeluarga pasien tidak ada yag memiliki keluhan yang sama

Pasien belum pernah berobat untuk mengobati keluhannya tersebut

Status Dermatologis:

Lokasi : Posterior auricula sinistra et region colli sinistra

Efloresensi : - eritema
Vesikel miliar berkelompok

Diagnosa Banding

Herpes Zoster

Herpes Simpleks

Varicella zoster

Diagnosa Kerja

Herpes Zoster

Pemeriksaan penunjang yang disarankan


Pemeriksaan Tzanc

Penatalaksanaan
Umum

Istirahat

Usahakan agar lesi tidak terkena air

Tidak menggaruk-garuk bila gatal

Medikamentosa

Topikal

Salisil talk 2%

Oral

Antiviral : Asiklovir 5 x 800 mg / hari selama 7 hari

Analgetik : paracetamol 2 x 500 mg

Roborantia : Vit. B1 1 x 1

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad functionam

: ad bonam
: dubia ad bonam

DISKUSI

Diagnosis kerja Herpes zoster diambil berdasarkan anamnesis dan


pemeriksaan fisik. Keluhan penderita herpes zoster dapat didahului
dengan munculnya gejala neuralgia beberapa hari sebelum atau
bersama-sama dengan munculnya kelainan kulit .

Manifestasi klinis dari herpes zoster biasanya ditandai dengan rasa


sakit yang sangat dan pruritus selama beberapa hari sebelum
mengembangkan karakteristik erupsi kulit dari vesikel berkelompok
pada dasar yang eritematosa

Pada kasus ini, didapatkan adanya lesi kulit yang muncul pada
bagian belakang telinga kiri dan leher kiri pasien

Dari anamnesis, didapatkan keluhan bintil -bintil kemerahan disertai


nyeri dan rasa panas daerah sekitar lesi, lesi pertama terdapat pada
belakang telinga kiri pasien yang tampak kemerahan, dan terdapat
juga pada daerah leher kiri.

Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan :

Lokasi

:.posterior auricula sinistra et region colli sinistra

Efloresensi

: eritema , vesikel berkelompok

Lesi : multipel, ukuran milier

Pemeriksaan fisik diatas sesuai dengan kepustakaan mengenai


Herpes Zoster

Diagnosis banding

Herpes Simpleks

Gejala Efloresensi pada Herpes Zoster sama dengan Efloresensi pada


Herpes simpleks ditandai dengan erupsi berupa vesikel yang
bergerombol, di atas dasar kulit yang kemerahan.
Namun, yang membedakannya dengan herpes simpleks yaitu Lesi
yang disebabkan herpes simpleks tipe 1 biasanya ditemukan pada
bibir, rongga mulut, tenggorokan, dan jari tangan. Lokalisasi
penyakit yang disebabkan oleh herpes simpleks tipe 2 umumnya
adalah di bawah pusat, terutama di sekitar alat genitalia eksterna.
Sedangkan Herpes Zoster bisa di semua tempat, paling sering pada
Servikal IV dan Lumbal II

Varisela

Lesi menyebar secara sentrifugal dari badan ke muka dan ekstremitas

Adapun obat-obatan yang diberikan, bertujuan untuk Mengatasi


infeksi virus akut, Mengatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh virus
herpes zoster , Mencegah timbulnya neuralgia pasca herpetik

Pengobatan Umum

Selama fase akut, pasien dianjurkan tidak keluar rumah, karena


dapat menularkan kepada orang lain yang belum pernah terinfeksi
varisela dan orang dengan defisiensi imun. Usahakan agar vesikel
tidak pecah, misalnya jangan digaruk dan pakai baju yang longgar.
Untuk mencegah infeksi sekunder jaga kebersihan badan

Pengobatan Khusus

Obat Antivirus
Obat yang biasa digunakan ialah asiklovir dan modifikasinya,
misalnya valasiklovir dan famsiklovir. Asiklovir Sebaiknya pada 3
hari pertama sejak lesi muncul. Dosis asiklovir peroral yang
dianjurkan adalah 5800 mg/hari selama 7 hari.

Maka pada kasus ini diberikan obat antivirus berupa Asiklovir dengan
dosis 5 x 800 mg selama 7 hari.

Analgetik
Analgetik diberikan untuk mengurangi neuralgia yang ditimbulkan
oleh virus herpes zoster. Obat yang biasa digunakan adalah asam
mefenamat atau golongan acetaminofen. Analgetik Dapat juga
dipakai seperlunya ketika nyeri muncul .

Sesuai dengan teori maka pada pasien ini diberikan analgetik untuk
mngurangi neuralgia berupa golongan acetaminophen : paracetamol
dengan dosis 2 x 500 mg, yang dapat digunakan ketika terasa nyeri
saja.
Topikal

Jika masih stadium vesikel diberikan bedak dengan tujuan protektif


untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi
sekunder. Bila erosif diberikan kompres terbuka. Kalo terjadi
ulserasi dapat diberikan salep antibiotik .

Sesuai dengan teori, maka pada kasus ini juga diberikan obat topical
berupa bedak Salisil 2% untuk tujuan protektif .