Anda di halaman 1dari 31

FISIKA-FMIPA

UNIVERSITAS BENGKULU
2015

TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN ALAT UKUR


SALINITAS BERBASIS TELEMETRI GSM
SECARA REALTIME MENGGUNAKAN
MIKROKONTROL ATMEGA16
HERDIANTO PRATAMA
F1C011018

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
SUNGAI

SUNGAI
SERUT

REALTIME

NAMA

TAHUN

JUDUL

Aidil

2014

Pemetaan Salinitas Air Laut Akibat Pasang Surut Di Muara


Saluran Jongaya

Septiana

2009

Alat Ukur Kadar Garam (Salinitas) Dalam Air Berbasis


Mikrokontroler

1.2 Perumusan
Masalah

Pengukuran salinitas sungai sudah pernah dilakukan oleh


peneliti sebelumnya dengan menggunakan sensor
konduktivitas berbasis mikrokontroler tetapi belum
bekerja secara realtime. Pengukuran salinitas sungai
berbasis telemetri GSM yang bekerja secara realtime
belum pernah dilakukan di Sungai Serut Kota Bengkulu,
karena penelitian sebelumnya hanya menggunakan alat
analog dan pengambilan datanya secara manual.

1.3 Batasan
Masalah

Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian tugas


akhir ini adalah:
1. Lokasi pengukuran dilakukan di 3 (tiga) titik
pengukuran pada daerah aliran Sungai Serut kota
Bengkulu.
2. Pengukuran dilakukan selama 2 minggu (15 hari).
3. Lokasi pengukuran terjangkau jaringan GSM.
4. Data yang diukur adalah salinitas sungai.

1.4 Tujuan
Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tugas akhir ini


adalah :
1. Modifikasi alat ukur salinitas sungai dengan
menggunkan sensor konduktivitas berbasis telemetri.
2. Mengidentifikasi pola perubahan salinitas air Sungai
Serut secara real time.

1.5 Manfaat
Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian tugas akhir ini


adalah :
1. Alat dapat digunakan untuk penentuan salinitas
sungai oleh mahasiswa pada praktikum oseanografi
fisika.
2. Mempermudah dalam hal pengukuran salinitas sungai
dalam waktu yang lama dan kontinu.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Salinita
s

Salinitas merupakan tingkat keasinan atau kadar garam


terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada
kandungan garam dalam tanah. Secara ilmiah, salinitas
didefinisikan dengan total padatan dalam air setelah
semua karbonat dan senyawa organik dioksidasi dan
bromide serta iodide dianggap sebagai klorida (Amri,
2003).

Sungai

Sungai merupakan tempat atau wadah aliran air


terbentuk secara alami yang mengalir karena adanya
gravitasi, dimulai dari mata air sampai muara dengan
dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya
oleh garis sempadan sungai. Sungai yang juga
merupakan satu bagian dari siklus hidrologi, di mana air
yang mengalir di sungai berasal dari air hujan, baik
berupa aliran permukaan yang masuk ke sungai, maupun
yang masuk ke dalam tanah terlebih dahulu mengisi
tampungan air tanah dan secara perlahan keluar lewat
mata air masuk ke sungai (Bambang, 2003).

Muara
Sungai

Sistem
Telemetri

Sensor
Konduktivitas

Modul GSM
WaveCom

Mikrokontrol
ATMega16

BAB III
METODE PENELITIAN
Tempat
Penelitian

Alat dan Bahan


Penelitian
Perangkat Keras

Besi

Sensor
USB

Ponsel

ATMega16

Perangkat Lunak

Windows 8.1

Wavecom

Desain Sistem Mekanik Alat Pengukur


Salinitas Air Sungai

Perancangan Cara Kerja Alat Secara


Keseluruhan

Diagram Alir Secara


Keseluruhan

Kalibrasi
Alat

.....(4)
Metode
Pengujian
Tahapan pengujian dapat dilakukan dengan pengujian sistem minimum ATMega16,
pengujian sensor konduktivitas, pengujian modem WaveCom serta pengujian sistem secara
keseluruhan.
Analisa
Data

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengujian Rangkaian Sistim Minimum
ATMega16

Pengujian Modem
WaveCom

Kalibrasi
Alat
Refraktrometer (0/00)

Instrumen rancangan (0/00)

Pengulan
gan

II

III

Instrumen I

Instrumen II

Instrumen III

12

13

12

12

13

12

13

13

13

13

13

14

Salinitas Rata-Rata

Salinitas Rata-Rata

menggunakan Instrumen

menggunakan

Rancangan (0/00)

refraktrometer (0/00)

7,33

7,50

2%

II

8,33

8,67

4%

III

12,67

12,83

1%

No.

Error

Pengujian Sistem
Keseluruhan

Pengukuran Salinitas Air Sungai pada Titik Pengukuran I

Pengukuran Salinitas Air Sungai pada Titik Pengukuran III

14

14

12

12

10

10

Kadar Salinitas Air Sungai (0/00)

Kadar Salinitas Air Sungai (0/00)

0
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00 24.00

0
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00 24.00

29 Mei 2015

30 Mei 2015

Salinitas Terendah pada Titik Pengukuran I


pada Titik Pengukuran III

Pengukuran Salinitas Air Sungai pada Titik Pengukuran III

14
12
10
8

Kadar Salinitas Air Sungai (0/00)


6
4
2
0
0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00 24.00

1 Juni 2015

Salinitas Tertinggi pada Titik Pengukuran III

Salinitas Terendah

Korelasi Pasang Surut dan


Salinitas Air Sungai

Grafik Korelasi Pasang Surut dan Salinitas Air Sungai


Pola Perubahan Salinitas Air Sungai harian
dititik(0/00)
pengukuran I
14.00

0.11

12.00

0.09

10.00

0.07

8.00

0.05

6.00
4.00

0.03
0.01

Pola Perubahan Pasang Surut


Sungai harian (m)

-0.01

2.00

-0.03

0.00

-0.05

Rata-Rata Salinitas Air Sungai Harian (0/00)


Rata-Rata Pasut Harian (m)

r = 0,21

Grafik Korelasi Pasang Surut dan Salinitas Air Sungai


Pola Perubahan Salinitas Air Sungaidititik
harian (0/00)
pengukuran III

Grafik Korelasi Pasang Surut dan Salinitas Air Sungai


Pola Perubahan Salinitas Air Sungaidititik
harian (0/00)
pengukuran II
14.00

0.09

0.07

10.00

0.07

0.05

8.00

0.05

0.03 Pola Perubahan Pasang Surut


Sungai harian (m)

6.00

0.09

10.00
8.00

4.00
2.00
0.00

0.11

12.00

12.00

6.00

14.00

0.11

0.01

4.00

-0.01

0.03
0.01

Pola Perubahan Pasang Surut


Sungai harian (m)

-0.01

-0.03

2.00

-0.03

-0.05

0.00

-0.05

Rata-Rata Salinitas Air Sungai Harian (0/00)

Rata-Rata Salinitas Air Sungai Harian (0/00)

Rata-Rata Pasut Harian (m)

Rata-Rata Pasut Harian (m)

r = - 0,52
r = - 0,10

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpula
n
1. Telah terealisasi 3 instrument pengukur salinitas air sungai secara real time berbasis
telemetri GSM dengan nilai error kalibrasi masing-masing instrument yaitu instrument (I)
2%, instrument (II) 4% dan instrument (III) 1% diakibatkan karena resolusi pada
refraktrometer 0,1 0/00 sedangkan resolusi instrument rancangan 0.1 0/00 dan Alat dapat
bekerja optimal apabila daerah penelitian terjangkau jaringan GSM dan sumber daya listrik
yang tetap stabil.
2. Pola rata-rata perubahan salinitas sungai harian dan rata-rata pasang surut harian
mempunyai perbedaan koefisien korelasi ditiga titik pengukuran yaitu dititik pengukuran I
sebesar 0,21 dititik pengukuran II sebesar -0,52 dan titik pengukuran III sebesar -0,10
diakibatkan karena letak kedalaman sensor konduktivitas dalam pengukuran salinitas
mempengaruhi hasil yang didapatkan.

Saran

1. Untuk pengukuran dalam jangka waktu yang lama perlu dilakukan maintenance sensor
dari sampah-sampah yang tersangkut dan posisi peletakan sensor sebaiknya lebih dalam
lagi mendekati dasar sungai agar dapat mengurangi hambatan dalam mendeteksi salinitas
dan mengurangi error.
2. Untuk mengoptimalkan kinerja pengambilan data, disarankan agar menggunakan catu
daya dari baterai untuk menggantikan sumber energi dari PLN jika mengalami gangguan
agar data yang diperoleh lengkap.
3. Untuk memperhitungkan parameter yang mempengaruhi salinitas air sungai selain
pasang surut sungai, perlu diperhatikan kedalaman pengukuran salinitas air sungai.

DAFTAR PUSTAKA
Arief,N.,R.2011.Pemrograman Web Dinamis menggunakan PHP dan MySQL. C.V ANDI OFFSET.
Yogyakarta.
Amri,K.2003.Budi Daya Udang Windu Secara Intensif. AgroMedia Pustaka:Jakarta.
Bambang.T.2008.Hidrologi Terapan.Beta ofset:Yogyakarta. Hal 195-273.
Krisitiyanto,P.2011.Sistem Telemetri TInggi Muka Air Sungai Menggunakan Modul GSM Berbasis
Mikrokontroler AVR ATMega32. Makalah Seminar Tugas Akhir, Hal 1-8.
Achmadi,S.2011.Penakar Curah Hujan Otomatis dengan Data Logger SD/MMC Berbasis SMS (Short
Message Service). Makalah Seminar Tugas Akhir, Hal 1-9.

TERIMA KASIH