Anda di halaman 1dari 14

PERMASALAHAN AIR TANAH

DAN PENANGANANNYA PADA


PERTAMBANGAN
KELOMPOK 7
JUMRANA
ANNISYA PUTRI HAMDAN
SITTI FATIMAH

AIR TANAH

AIR MEUPAKAN HASIL SIRKULASI ALAMIAH YANG BERLANGSUNG TERUS


MENERUS.

AIR DAPAT BERSUMBER DARI BEBERAPA TEMPAT, ANTARA LAIN:


1. RESAPAN AIR LAUT, SUNGAU, DANAU, RAWA, DLL
2. RESAPAN DARI GOA-GOA BATUKAPUR
3. RESAPAN DARI CELAH-CELAH PATAHAN
4. RESAPAN DARI AIR YANG TERPERANGKAP DALAM BATUAN
5. AIR MAGMATIS
6. RESAPAN TANGGUL PENAHAN BANJIR, DAN LAIN SBG

AIR TANAH UMUMNYA MENGGANGGU AKTIFITAS PENAMBANGAN

TUJUAN
TUJUAN DARI PEMAPARAN MATERI KALI INI
ADALAH UNTUK MENGETAHUI
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG
DITIMBULKAN OLEH AIR TANAH PADA
LOKASI PENAMBANGAN, DAN UNTUK
MENGENALKAN METODE PENANGANAN
TERHADAP AIR TANAH

PERMASALAHAN AIR TANAH PADA


TAMBANG
Efek dari air tambang sebenarnya mudah dilihat, yaitu kebanyakan
menyangkut tentang biaya dan keselamatan serta kesehatan
pekerja. Efek Air Tambang dapat dibedakan menjadi 2 secara umum
yaitu Efek secara langsung dan Efek secara Tidak Langsung, yaitu :
Efek langsung dari air terhadap penambangan
1.Biaya Penyaliran dapat berupa air yang ada di proses untuk
keperluan bahan galian dan sebagainya
2.Terjadinya longsoran akibat resapan air sehingga
menghentikan
aktifitas produksi dan merusak fron
penambangan, perolehan biji menjadi rendah, atau bahkan dapat
menyebabkan kecelakaan tambang.

PERMASALAHAN AIR TANAH PADA


TAMBANG
Efek air tak langsung terhadap penambangan
1.Mengurangi efisiensi kerja karyawan, peralatan dan
menghambat penangan material
2.Menambah waktu dan biaya perawatan (Maintenance) alat
3.Mengganggu aktifitas peledakan di lapangan
4.Jika terjadi runtuhan dapat membawa gas-gas beracun
5.Menghasilkan lumpur jika lereng mengalami longsor
6.Perusahaan harus membeli material yang tahan air
(Waterproof) untuk melindungi produk.

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA
Terdapat dua cara didalam pengendalian air tambang yang jika
air sudah terlanjur masuk kedalam front penambangan yaitu
dengan sistem kolam terbuka (Sump) atau dengan membuat
paritan dan membuat adit.
Sistem penyaliran dengan membuat kolam terbuka (Sump) atau
membuat paritan biasanya ideal dibuat pada tambangopen
castatauquarykarena dapat memanfaatkan gravitasi untuk
mengalirkan airnya dari bagian puncak dari lokasi yang lebih
tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Pompa yang digunakan
pada posisi ini lebih efisien, efektif dan hemat energi.

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA
Pada tambangOpen pitmenggunakan pompa menjadi
sangat vital untuk menaikkan air dari dasar tambang
kepermukaaan atau kerja pompa pun cukup berat. Kadangkadang tidak cukup digunakan hanya dengan 1 unit pompa,
tetapi harus beberapa pompa yang dihubungkan seri untuk
membantu daya dorong dari dasar sampai permukaan. Hal
ini menyebabkan biaya atau ongkos pompa menjadi lebih
besar. Sedangkan pada sistem adit lebih ideal diterapkan
pada tambang terbukaOpen Pitdengan syarat lokasi
penambangan harus mempunyai lembah tempat membuat
sumuran dan adit agar air dapat keluar.

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA
PARITAN DRAINAGE
Pembuatan parit sangat ideal diterapkan pada tambang
terbuka open cast atau kuari. Parit dibuat berawal dari sumber
mata air atau air limpasan menuju kolam penampungan, langsung
ke sungai atau diarahkan ke selokan (riool). Jumlah parit ini
disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga bisa lebih dari satu.
Apabila parit harus dibuat melalui lalulintas tambang maka dapat
dipasang gorong-gorong yang terbuat dari beton atau galvanis.
Sasaran akhir parit adalah kolam atau sump yang akan
menampung air sementara sebelum dipompakan kepermukaan
atau dialirkan ke sistem adit

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA
MEMBUAT SUMP PADA PIT
Sump, adalah kolam penyaliran berbentuk sumuran dan berada pada
elevasi terendah (bukaan pit paling bawah) yang berfungsi menampung
semua air di lokasi tambang, baik air tanah maupun air hujan. Tata letak
sump akan dipengaruhi oleh sistem drainase tambang yang disesuaikan
dengan geografis daerah tambang dan kestabilan lereng tambang. Sistem
ini diterapkan untuk membuang air tambang dari lokasi kerja. Air tambang
dikumpulkan pada sumuran (sump), kemudian dipompa keluar baik ke
sungai maupun ke tempat pembuangan lainnya yang jauh dari lokasi
tambang. Pemasangan jumlah pompa tergantung pada kedalaman
penggalian, dengan kapasitas pompa menyesuaikan debit air yang masuk
ke dalam lokasi penambangan.

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA

MEMBUAT ADIT

Cara ini biasanya digunakan untuk pembuangan air pada


tambang terbuka yang mempunyai banyak jenjang. Saluran
horisontal yang di buat dari tempat kerja menembus ke shaft yang
di buat disisi bukit untuk pembuangan air yang masuk ke dalam
tempat kerja. Pembuangan dengan sistem ini biasanya mahal,
disebabkan oleh biaya pembuatan saluran horisontal tersebut dan
shaft. Sistem adit ini sangat cocok digunakan untuk tambang
terbuka open pit yang dalam, dan daerah tersebut merupakan
lembah yang memungkinkan dibuatnya sumuran (shaft).

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG TERBUKA

PENANGANAN AIR TANAH PADA


TAMBANG BAWAH TANAH
Penanganan masalah air pada tambang bawah tanah umumnya dilakukan
dengan cara-cara sebagai berikut :
1.Dengan Tunnel (Terowongan). Penyaliran dengan cara ini adalah
dengan membuat tunnel atau adit bila topografi daerahnya
memungkinkan, dimana terowongan atau adit ini dibuat sebagai level
pengeringan tersendiri untuk mengeluarkan air tambang bawah tanah.
Cara ini relatif murah dan ekonomis bila dibandingkan dengan sistem
penyaliran menggunakan cara pemompaan air ke luar tambang.
2.Dengan Pemompaan. Penyaliran tambang bawah tanah dengan sistem
pemompaan adalah untuk mengeluarkan air yang terkumpul pada dasar
shaf atau sumuran bawah tanah yang sengaja dibuat untuk menampung
air dari permukaan maupun air rembesan air bawah tanah.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai