Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN

KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN
ATRESIA
ANI
By : Ernia Haris
Himawati
P17420613054

DEFINISI
Atresia Ani adalah kelainan
kongenital yang dikenal sebagai
anus imperforate meliputi anus,
rectum atau keduanya
Atresia ani atau anus imperforate
adalah tidak terjadinya perforasi
membran yang memisahkan
bagian entoderm mengakibatkan
pembentukan lubang anus yang
tidak sempurna. Anus tampak
rata atau sedikit cekung ke
dalam atau kadang berbentuk
anus namun tidak berhubungan
langsung dengan rectum.

ETIOLOGI
Etiologi secara pasti atresia ani
belum diketahui, namun ada
sumber mengatakan kelainan
bawaan anus disebabkan oleh
gangguan pertumbuhan, fusi, dan
ani dapat disebabkan
pembentukan anusAtresia
dari tonjolan
embriogenik.
oleh beberapa faktor, antara

lain:
1. Putusnya saluran
pencernaan dari atas dengan
daerah dubur sehingga bayi
lahir tanpa lubang dubur.
2. Kegagalan pertumbuhan
saat bayi dalam kandungan
berusia 12 minggu atau 3

3. Adanya gangguan atau


berhentinya perkembangan
embriologik didaerah usus,
rektum bagian distal serta
traktus urogenitalis, yang
terjadi antara minggu
keempat sampai keenam usia
kehamilan.
4. Berkaitan dengan sindrom
down (kondisi yang
menyebabkan sekumpulan
gejala mental dan fisik khas
ini di sebabkan oleh kelainan
gen dimana terdapat ekstra
salinan kromosom 21)
5. Atresia ani adalah suatu
kelainan bawaan

Pathway

ASUHAN KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
IDENTITAS PASIEN
Nama, Tempat tgl
lahir, umur , Jenis
Kelamin, Alamat,
Agama, Suku
Bangsa
Pendidikan,
Pekerjaan , No. CM,
Tanggal Masuk RS,
Diagnosa Medis

RIWAYAT
KEPERAWATAN
a. Keluhan Utama : Distensi abdomen
b. Riwayat Kesehatan Sekarang :Muntah,
perut kembung dan membuncit, tidak
bisa buang air besar, meconium keluar
dari vagina atau meconium terdapat
dalam urin
c. Riwayat Keperawatan Dahulu : Klien
mengalami muntah-muntah setelah 24-48
jam pertama kelahiran
d.Riwayat Keperawatan Keluarga :
Merupakan kelainan kongenital bukan
kelainan/ penyakit menurun sehingga
belum tentu dialami oleh angota keluarga
yang lain
e.Riwayat Kesehatan Lingkungan :
Kebersihan lingkungan tidak
mempengaruhi kejadian atresia ani

POLA
FUNGSI

Pola persepsi terhadap kesehatan :


Klien belum bisa mengungkapkan
secara verbal/bahasa tentang apa
yang dirasakan dan apa yang
diinginkan
Pola aktifitas kesehatan/latihan :
Pasien belum bisa melakukan
aktifitas apapun secara mandiri
karena masih bayi.
Pola istirahat/tidur : Diperoleh dari
keterangan sang ibu bayi atau
kelurga yang lain
Pola nutrisi metabolik Klien hanya
minum ASI atau susu kaleng
Pola eliminasi Klien tidak dapat
buang air besar, dalam urin ada
mekonium

Pola
fungsi

Pola kognitif perseptual Klien belum


mampu berkomunikasi, berespon,
dan berorientasi dengan baik pada
orang lain
Pola konsep diri (Identitas diri :, Ideal
diri , Gambaran diri, Peran diri, Harga
diri
Pola seksual Reproduksi : Klien masih
bayi dan belum menikah
Pola nilai dan kepercayaan : belum
mengerti tentang kepercayaan
Pola peran hubungan : belum mampu
berinteraksi dengan orang lain secara
mandiri
Pola koping : respon terhadap adanya
suatu masalah dengan isyarat

DIAGNOSA KEPERAWATAN
pre operasi
Konstipasi
berhubungan dengan
aganglion.
Risiko kekurangan
volume cairan
berhubungan dengan
menurunnya intake,
muntah.
Cemas orang tua
berhubungan dengan
kurang pengetahuan
tentang penyakit dan
prosedur perawatan.

Post operasi
Gangguan rasa
nyaman nyeri
berhubungan dengan
trauma saraf jaringan.
Gangguan integritas
kulit berhubungan
dengan kolostomi.
Resiko infeksi
Berhubungan dengan
prosedur
pembedahan.
Kurang pengetahuan
berhubungan dengan
perawatan di rumah.

INTERVENSI

ON MS WORDS

Evaluasi Keperawatan

PRE
OPERASI
Klien
mampu
mempertahankan
pola eliminasi
BAB dengan
teratur, distensi
abdomen
menurun
Klien dapat
mempertahankan
keseimbangan
cairan
Orang tua
mengatakan
sudah tidak

POST
OPERASI

Integritas kulit
klien dapat
terkontrol
Klien sudah
tidak mengalami
infeksi