Anda di halaman 1dari 55

Enzim

(Komponen, Struktur,
Mekanisme kerja,
Penamaan, Klasifikasi,
Inhibitor
dan Sumber)
Esti Widowati,S.Si.,M.P
Biokimia
Semester Gasal 2011/2012

Pemurnian Protein
Molekul

protein tidak stabil terhadap


pemanasan dan pelarut organik
Diperoleh dari bahan alam. Dipilih
bahan dengan kandungan protein
tinggi
Sel dilisiskan secara mekanik. Proses
dilakukan pada suhu 4C supaya
tidak terdenaturasi
Pemurnian dapat dilakukan pada
suhu lebih tinggi atau asam/basa
dengan konsentrasi tinggi

Fraksionasi

secara pengendapan maupun


kromatografi
Pengendapan menggunakan ammonium
sulfat jenuh (protein larut pada beda
konsentrasi)
Penyesuaian pH isoelektrik
Kromatografi adsorpsi menggunakan
alumina atau kalsium fosfat (adsorben)
Kromatografi penukar ion. Kolom diisi
DEAE-selulosa (penukar ion dengan gugus
dietilaminoetil yang terikat dengan
selulosa)atau dengan penukar kation CMselulosa engan gugus karboksimetil yang
terikat pada selulosa

Definisi Enzim
Merupakan

biokatalis yang
dihasilkan oleh jaringan yang
meningkatkan laju reaksi kimia
Enzim hampir seluruhnya adalah
protein dan hampir lebih separuh
jumlah protein yang ada dalam sel
adalah ENZIM
Enzim disintesis didalam sel yang
memiliki gen untuk mensistesisnya

Enzim sebagai katalisator


Enzim

merupakan katalis yang


dapat mengubah laju reaksi tanpa
ikut bereaksi.
Enzim bersifat khas (spesifik
kerjanya) dan aktivitasnya dapat
diatur.
Umumnya suatu enzim itu adalah
protein, walaupun ada beberapa
senyawa yang dapat bertindak
sebagai katalis, misalnya RNA.

Karakter Enzim
Ada

2 karakteristik penting enzim :

1. Enzim tidak berubah masuk ke dalam


reaksi
kimia dan bertindak hanya sebagai
katalis
2. Enzim tidak mengubah keseimbangan
yang
konstan pada reaksi kimia tersebut,
enzim ini hanya meningkatkan kecepatan
(reaksi mendekati keseimbangan)

Peran dan fungsi enzim dalam


tubuh
Enzim

berperan penting dalam proses


pencernaan
Enzim berperan dalam metabolisme
antara
Berperan dalam percepatan reaksi
dan merombak molekul yang lebih
besar menjadi molekul yang lebih kecil
atau sebaliknya
Berperan sebagai alat diagnostik
Berperan dalam pengobatan

Sifat-sifat Enzim
Enzim

merupakan senyawa yang


yang terlibat pada reaksi yang
berlangsung didalam sel
Dalam proses katalisis suatu reaksi,
enzim bereaksi terlebih dahulu
dengan substrat sehingga
terbentuklah senyawa baru atau
kompleks enzim substrat
E + S
ES
E+P

Struktur Enzim
Enzim

yang strukturnya sempurna dan aktif


mengkatalisis, bersama-sama dengan koenzim
atau gugus logamnya disebut holoenzim
Kofaktor, suatu komponen yang bukan protein
enzim ada pada banyak enzim, dan komponen
proteinnya disebut apoenzim. Apoenzim ini
mempunyai aktifitas katalitik yang tidak lama.
Kofaktor dapat berupa molekul organik (koenzim)
mis. Vitamin dan molekul anorganik (ion logam)
mis. Fe2+ dan Mn2+

Suatu

kofaktor yang membentuk ikatan


dengan apoenzim dan tidak dapat
dilepaskan tanpa denaturasi, diistilahkan
sebuah grup prostetik; umumnya grup
yang berisi suatu atom metal seperti
copper atau iron (Fe). Suatu kofaktor yang
mengelilingi apoenzim dan dapat
dipisahkan dari apoenzim disebut koenzim
Bagian enzim tertentu disebut active site
berikatan dengan substrat, tempat aktif
tersebut sebuah lekuk atau kantong yang
terbentuk oleh lipatan protein

Sisi Aktif Enzim


Sisi

aktif enzim (active site) adalah bagian


dari molekul enzim tempat berikatannya
substrat, untuk membentuk kompleks
enzim substrat, dan selanjutnya
membentuk produk akhir
Sisi aktif suatu enzim berbentuk tiga
dimensi, sering berupa lekukan pada
permukaan protein enzim, tempat
substrat berikatan secara lemah (Interaksi
elektrostatik, ikatan hidrogen, ikatan van
der Waals, dan interaksi hidrofobik)

Enzim

mempunyai situs katalitik


aktif yang merupakan residu asam
amino

Asam

amino ini akan berinteraksi


satu sama lain dalam suatu cara
sehingga peristiwa katalisis dapat
berlangsung (active site)

Mekanisme Kerja Enzim


-

Induced-fit-model: The enzyme has a


flexible active site that changes shape to
accommodate the substrate and facilitate
the reaction.

product

product

Substrate

Kompleks enzim substart

Enzim

Enzim

Model Mekanisme Kerja


Enzim
1) Model kunci dan anak kunci yang
diusulkan oleh Emil Fisher pada tahun
1894, yang menyatakan bahwa bentuk
molekul substrat dengan sisi aktif enzim
serupa dengan anak kunci dengan kuncinya
2) Induced-fit model diusulkan pada
tahun 1958 oleh Daniel E. Koshland, Jr.
yang menyatakan bahwa terikatnya substrat
menyebabkan perubahan konformasi
pada bagian sisi aktif enzim.

Enzim

dapat meningkatkan laju


reaksi sekitar 107-1013 kali lebih
cepat dari katalis nonenzim
Enzim dapat menurunkan energi
aktivasi suatu reaksi
Enzim mempunyai sifat spesifitas
yang menyebabkan enzim sangat
memilih substrat yang akan
dikenali, diikat dan diolah lebih
lanjut

Tingkat spesifitas
Spesifitas

rendah, hanya
memecah ikatan kimia saja,
sperti enzim esterase, fosfatase
Spesifitas tinggi, enzim yang
mengolah hanya satu saja
substrat,
contoh : enzim-enzim
metabolisme karbohidrat

Tata nama berdasarkan


ikatan
kimia
Ikatan peptida
peptidase
(aminopeptidase, karbopeptidase)
Ikatan ester
Esterase
Ikatan nukleotida
Nukleotidase

Tata Nama berdasarkan Jenis


reaksi,
glukosa oksidase
glukosa dehidrogenase
aminotransferase

Klasifikasi Enzim
The

International Union of Biochemistry


menetapkan sebuah sistem enzim dan
diklasifikasikan :
* 6 kelas besar
* beberapa Sub kelas
* Sub-sub kelas
sehingga sebuah enzim ditetapkan
menjadi angka empat digit, digit keempat
mengidentifikasi sebuah enzim spesifik.
contoh: alkohol : NAD Oksidoreduktase
dilambangkan dengan angka 1.1.1.1

Klasifikasi Enzim
Suatu

enzim akan berinteraksi hanya


dengan satu zat atau kelompok zat yang
disebut substrat, untuk mengkatalisis
semacam reaksi tertentu. Karena
spesifisitas ini, enzim sering diberi nama
dengan menambahkan akhiran ase
terhadap nama substrat (seperti pada
urease, yang mengkatalisis urea)
Namun tidak semua enzim diberi nama
seperti itu, suatu sistem klasifikasi
dikembangkan didasarkan pada jenis
reaksi katalisis enzim

Oksidoreduktase
Kelas

1. Enzim Oksidoreduktase

mengkatalisis reaksi oksidasi dan reduksi,


misalnya alkohol : oksidoreduktase NAD
mengkatalisis oksidasi alkohol menjadi
aldehid. Enzim ini melepaskan 2 buah
elektron seperti 2 buah hidrogen dari
alkohol untuk menghasilkan aldehid
Kelas oksidoreduktase
Terbagi atas katalisis reaksi oksidasi dan
reduksi atau dehidrogenase dan oksidase
S red + A oks
Soks +Ared
Contohnya : dehidrogenase, oksidase,
peroksidase, reduktase

Oksidoreduktase
Subkelas

oksidoreduktase:
1. Oksidase, memindahkan 2 elektron
dari donor ke oksigen, biasanya
menyebabkan pembentukan peroksida
hidrogen,
2. Oksigenase, mengkatalisis
penggabungan kedua atom oksigen
kedalam suatu substrat tunggal.

Oksigenase
Dalam

reaksi ini yang berfungsi


menjadi akseptor hidrogen adalah
oksigen
Contoh pada reaksi oksidasi glukosa
menjadi asam glukonat
Glukosa +O2
Asam glukonat +
H2O2
Xantin

Oksidase, asam amino oksidase,


dan glisin oksidase

Oksidoreduktase
3. Hidroksilase, menggabungkan sebuah atom molekul
oksigen kedalam substrat; oksigen yang kedua
timbul seperti air
4. Peroksidase, mempergunakan peroksida hidrogen
selain dari oksigen sebagai oksidan, peroksida NADH
mengkatalisis reaksi
5. Katalase, unik didalam peroksida hidrogen bekerja
baik sebagai donor maupun akseptor. Katalase
berfungsi didalam sel untuk mendetoksifikasikan
peroksida hidrogen.

Transferase

1.

Kelas kedua: Enzim Transferase


Enzim ini terlibat dalam memindahkan
grup fungsional antara donor dengan
akseptor. Amino, ,acyl, fosfat, satu
karbon dan grup glikosil adalah salah
satu dari 2 bagian sama besar yang
ditransfer.
Aminotransferase (transaminase),
mentransfer grup amino dari satu asam
amino ke akseptor asam keto, dengan
menghasilkan pembentukan asam amino
yang baru dan asam keto yang baru

Transferase
2.

Kinase, enzim yang memfosforilasi yaitu


mengkatalisis pemindahan grup fosforil
dari ATP atau trifosfat nukleotida lainnya
ke alkohol atau akseptor grup amino,
misalnya glukokinase.

3.

Glukosiltransferase, mengkatalisa
transfer residu gluykosil yang aktif ke
sebuah glikogen primer. Ikatan
fosfosester didalam disfosfoglukosa uridin
adalah labil, yang menyebabkan glukosa
berpindah ke glikogen primer yang sedang
berkembang

Kelas ke 3: Enzim Hidrolase:


Sebagai satu kelas khusus dari transferase dimana grup
donor tertransfer ke air. Reaksi yang sama rata melibatkan
pemotongan ikatan peptida. Katalisis reaksi-reaksi hidrolisis
dengan melakukan pemisahan ikatan kovalen dengan
memecah 1 molekul air.
A-B

A-H + B-OH
HOH

1.
2.
3.

Terbagi atas tiga jenis,


Memecah ikatan ester
Memecah glikosida
Memecah ikatan peptida

Kelas Hidrolase

Contohnya :
esterase, peptidase, amilase,fosfatase, lipase,

Esterase
Memecah ikatan ester
dengan cara hidrolisis
Memecah ester yang berada
dalam hati seperti etil butirat
menjadi etanol dan asam
butirat
Lipase
Memecah ikatan ester pada
lemak menjadi asam lemak
dan gliserol

Fosfatase
Memecah ikatan fosfat suatu
senyawa seperti glukosa 6 fosfat
dipecah menjadi glukosa dan asam
fosfat
Amilase
Memecah

ikatan-ikatan pada amilum


menjadi maltosa

Liase
Kelas ke 4: Enzim Liase, adalah enzim
yang menambah atau menghilangkan
unsur air, amonia atau CO2.
1.

Dekarboksilase menghilangkan unsur


CO2 dari asam keto alfa, beta atau
asam amino.

2.

Dehidratase menghilangkan unsur H2O


dalam sebuah reaksi dehidrasi.
Dehidratase sitrat mengubah sitrat
menjadi cis-akoninat.

Kelas Liase,
katalisis reaksi yang mengeluarkan
suatu gugus dari substrat bukan dengan
cara hidrolisis atau sebaliknya
A B
CC

C=C + A B

Contohnya , aldolase, dekarboksilase

Isomerase
Kelas

ke 5: Enzim Isomerase, enzim dari


kelompok yang sangat heterogen
mengkatalisa isomerase beberapa jenis.
Diantaranya cis-trans, keto-enol dan
interkonversi (perubahan bentuk) aldoseketose.
Isomerase yang mengkatalisa pembalikan
karbon
Asimetrik terjadi pada epimerase atau
recemase.
Mutase melibatkan transfer intramolekul
pada suatu kelompok seperti fosforil.Transfer
tidak perlu langsung, tapi dapat melibatkan
suatu enzim fosforilated sebagai perantara.

Kelas Isomerase,
Katalis

reaksi pembentukan isomer ( optik,


geometri dan posisi yang bekerja dengan
mengadakan perubahan intramolekuler.
Perubahan glukosa menjadi fruktosa,
Senyawa dengan optik L menjadi D
contohnya ribulosa fosfat epimerase,
rasemase, mutase

Ligase
Kelas

ke 6: Enzim Ligase, berarti mengikat,


enzim ini terlibat dalam reaksi sintesa
dimana 2 molekul tergabung pada
pengeluaran sebuah ATP
Ikatan fosfat energi tinggi kegunaan
sintetase tersedia untuk grup khusus
enzim.
Pembentukan acyl amino tRNA bekerja
coenzim A, glutamin dan tambahan CO2
menjadi piruvat, adalah reaksi yang dikalisa
oleh enzim ligase. Contoh, piruvat
karboksilase.

Sifat Enzim
Enzim

sebagai katalisator : Enzim


merupakan katalis yang dapat
mengubah laju reaksi tanpa ikut
bereaksi. Enzim bersifat khas dan
aktivitasnya dapat diatur
Enzim itu suatu protein : Struktur
dari suatu enzim tidak lain adalah
protein, karena aktivitas katalitiknya
bergantung pada integritas
strukturnya sebagai protein

Enzim

itu khusus : Fungsi enzim itu


tertentu, tiap perubahan zat tertentu
diperlukan suatu jenis enzim tertentu
pula. Misalnya enzim katalase hanya
digunakan untuk menguraikan H2O2,
amilase hanya untuk mengkatalisis
amilum sebagai substratnya.
Enzim dapat bekerja bolak balik : enzim
lipase dapat bekerja untuk
mengkatalisis molekul. Lemak menjadi
komponen penyusunnya, yaitu asam
lemak
dan gliserol atau sebaliknya

Pusat Aktif Enzim


Enzim

Mitokondria ,
menghasilkan energi
Enzim Ribosom, sintesis protein
Enzim mikrosom, biosintesis
protein
Enzim Lisosom, pemecahan
berbagai bahan yang tidak
diperlukan oleh tubuh

Faktor-faktor yang
mempengaruhi kerja Enzim
Konsentrasi

Enzim
Konsentrasi
substrat
Pengaruh Suhu
Pengaruh pH
Pengaruh
inhibitor

Pengaruh PH
Perubahan

pH lingkungan akan
berpengaruh pada efektivitas
bagian aktif enzim (active site)

Peubahan

pH yang cukup drastis


dapat menyebabkan denaturasi
sehingga menurunkan efektivitas
enzim

Semua

enzim peka terhadap


perubahan pH, dan nonaktif pada
lingkungan pH sangat rendah
(asam kuat) dan pH tinggi (basa
kuat). Contoh, enzim pepsin
memiliki pH optimum 2,
sedangkan enzim tripsin memiliki
pH optimum 8,5.

Efek ph terhadap
enzim
Pepsin

Tripsin

10

Pengaruh Suhu
Kerja

suatu enzim sangat dipengaruhi


suhu lingkungannya.
Setiap kenaikan suhu 10C, kecepatan
enzim akan menjadi dua kali lipat,
sampai batas suhu tertentu
Enzim dan protein pada umumnya
dinonaktifkan oleh suhu tinggi
Enzim berdarah panas dan manusia
bekerja paling efisien pada suhu 37C,
sedangkan enzim hewan berdarah dingin
pada suhu 25 C.

Konsentrasi enzim, substrat


dan kofaktor
Jika

pH dan suhu suatu sistem


enzim adalah konstan, dan
jumlah substrat berlebihan, maka
laju reaksi adalah sebanding
dengan jumlah enzim yang ada
Sebaliknya jika pH, suhu dan
konsentrasi enzim konstan, maka
laju reaksi adalah sebanding
dengan jumlah substrat.

Kontrol Kerja Enzim


Dalam

sistem biologis, kecepatan kerja


enzim dapat dipengaruhi oleh kehadiran
suatu molekul lain yang dapat berperan
sebagai pemicu (activator) atau
penghambat (inhibitor), keduanya
biasanya disebut secara bersamasama sebagai efektor.
Enzim alosterik , adalah enzim
yang memiliki titik kontrol lainnya
tempat substrat berikatan selain sisi
aktif enzim

Kontrol

kerja enzim lainnya dapat


berbentuk pengaturan pada proses
terjadinya enzim yang aktif yang
berasal dari enzim yang belum aktif
(proenzim atau zymogen).
Pola umum pengontrolan jalur
metabolisme biasanya terjadi ketika
enzim pertama pada jalur metabolisme
tersebut dihambat kerjanya oleh hasil
akhir dari jalur metabolisme tersebut.
Penghambatan ini biasanya dinamakan
feedback inhibition

Pengaruh Hambatan
Enzim

Hambatan terbentuknya kompleks


substrat enzim merupakan hasil
yang tidak diinginkan dalam reaksi
yang dikatalisis oleh enzim
Hambatan tidak reversibel
Hambatan reversibel
Hambatan bersaing
Hambatan tidak bersaing

Hambatan tidak reversibel


Inhibitor

tidak bereaksi reversibel


dengan bagian tertentu dari enzim
sehingga enzim berubah
Substrat tidak dapat memasuki bagian
aktif dari enzim
Enzim tidak dapat berfungsi sebagai
katalitik
Golongan yang bereaksi dengan, atau
merusakkan suatu gugus fungsional
pada molekul enzim yang penting bagi
aktivitas katalitiknya.

Hambatan bersaing
Dikarenakan

adanya molekul yang


mirip dengan substrat sehingga
membentuk kompleks enzim
substart yang inhibitor
Asam malonat,oksalat, dan
oksaloasetat

Hambatan tidak bersaing


Inhibitor

menempati
bagian dari enzim
diluar dari bagian aktif
Inhibitor membentuk
kompleks enzim
inhibitor maupun
kompeks enzim
substart inhibitor
Inaktivasi enzim
karena merubah
konformasi enzim
Cu, Ag. Hg

Analisis Enzim
Enzim

secara normal terkonsentrasi


didalam sel dan jaringan tempat
membentuk fungsi katalitiknya.
Lebih dari 50 enzim telah ditemukan
dalam serum manusia pada praktek klinis
rutin. Dalam bidang pangan keterlibatan
enzim juga penting dalam proses
pengolahan maupun klarifikasi
1. Amilase: enzim yang mencerna tepung,
terutama berasal dari kelenjar ludah dan
pankreas
2. Lipase: enzim yang mencerna lemak mulai
didalam pankreas

Enzim Restriksi

Enzim restriksi = endonuklease restriksi


suatu protein yang dihasilkan oleh bakteri
yang memotong DNA pada tempat spesifik
sepanjang molekul.
Di dalam sel bakteri, enzim restriksi
memotong DNA asing. Enzim restriksi
dipisahkan dari sel bakteri dan digunakan di
laboratorium untuk mengontrol fragmen DNA,
seperti fragmen yang mengandung gen.
Dengan demikian enzim merupakan alat yang
sangat dibutuhkan dalam teknologi
rekombinan DNA atau teknik mesin genetik.

Aplikasi Enzim
Enzim

memiliki aplikasi industri dan medis


Bidang pangan : anggur, adonan asam roti,
pembekuan keju dan pembuatan bir.
Digunakan pada penyakit-penyakit gangguan
pencernaan, seperti enzim, pepesin,tripsin,
amilase atau lipase
Pengobatan akibat kurangnya enzim disebabkan
oleh gannguan pada gen, Hemofilia

Diagnosis penyakit (bidang


medis)
Amino

transferase (MCI )
Aspartat Aminotransferase (MCI )
SGOT (MCI)
Alanin Aminotransferase ,ALT,SGPT (hepatitis
virus)
Amilase (pancreatitis Acut)
Seruloplasmin (Degenerasi
hepatolentikularis)
Kreatin Kinase (Kelainan Otot MCI)
Laktat Dehidrogenase ,Isozim (MCI)
Fosfatase asam (ca Prostat metastase)
Fosfatase,alkali (isozim) Kelainan Tulang
penyakit obstruksi hepar.