Anda di halaman 1dari 36

ISOLASI & IDENTIFIKASI

Artocarpus Altilis (Park.) Fsb


DALAM AKAR TUMBUHAN SUKUN

Kelompok 6 :
1. Ni Luh Arisa Prahastuti
Winastri
2. Nidaul Aulia
3. Putu Ardiningsih Putri
4. Putu Monik Ananta
Puspitarini
5. Ria Hapsari

LATAR BELAKANG
Tumbuhan sukun (Artocarpus altilis), adalah
salah satu tumbuhan nangkanangkaan
yang dikenal dengan baik di Indonesia.
Selain sebagai penghasil buah dan kayu
yang bernilai ekonomi, tanaman ini
termasuk
sebagai
obat
luar
untuk
penyembuhan pembengkakan limfa
Berdasarkan laporan terdahulu, sejumlah
turunan flavon terprenilasi telah berhasil
diisolasi dan diidentifikasi dari bagian akar dan
ranting tumbuhan ini (Chen dkk,1993; Hano
dkk, 1994). Dua senyawa turunan flavonoid
tergeranilasi telah berhasil diisolasi dari

Dalam beberapa penelitian isolasi flavonoid


dari genus Artocarpus difraksinasi dengan
kepolaran yang berbeda pada fase gerak
dengan tujuan pemilihan fase gerak yang baik
, seperti penelitian syah (2006) yang
menggunakan eluen n-heksana:etil asetat =
17:3,
4:1,
dan
15:5
dan
nheksana:CHCl3:metanol=19:19:2
dalam
penelitian isolasi flavonoid dari Artocarpus
altilis
Berdasarkan latar belakang tersebut kami
mencoba mengisolasi senyawa artocarpin dari

KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Urticales
Famili
: Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies:Artocarpusaltilis(Park.) Fsb
Sumber:
www.plantamor.com

STRUKTUR SENYAWA
ARTOCARPIN

Artocarpin (C26H28O6) (Hakim, dkk. 2006)


2',4',5-Trihydroxy-7-methoxy-6-(3-methyl-1-butenyl)-3(3-methyl-2 butenyl)flavone2-(2,4-Dihydroxyphenyl)-5hydroxy-7-methoxy-6-(3-methyl-1 butenyl)-3-(3-methyl2-butenyl)-4H-1-benzopyran-4-one

METODE
PENELITIAN

ALAT DAN
BAHAN
Alat: timbangan, bejana maserasi,
spatula, gelas arloji, beaker glass,
kain perca, baskom, kolom, klem,
botol vial, gunting, pensil, penghapus,
Spektrofotometer UV Vis 254 nm.

Bahan: simplisia akar sukun, metanol


teknis 96 %, aquades, tissu, silika
G60, n-heksan, kloroform 100%, Plat

EKSTRAKSI

PENYIAPAN
SIMPLISIA

PROSES
ISOLASI &
IDENTIFIKAS
I

FRAKSINASI

IDENTIFIKASI

PENYIAPAN
SIMPLISIA

2. EKSTRAKSI
50 gram simplisia akar sukun
Dimasukkan ke dalam bejana maserasi
Ditambahkan metanol teknis sebanyak 2 L
Didiamkan selama 2 hari
Diaduk
Maserat akar sukun
Disaring
Filtrat
Ampas
Dipekatkan dengan cara di angin-anginkan
Di keruk maserat yang sudah kering
Ekstrak kering metanol
Diletakkan di gelas arloji
Ditimbang dengan timbangan analitik
hasil

Proses maserasi

Maserasi hari ke-7

Maserasi hari ke
-2

PENYARINGAN

Pengeringa
n
Hari ke-1

Pengeringa
n
Hari ke-7

Ekstrak
kering
metanol

Penimbangan silika gel

Penimbangan sampel

3. FRAKSINASI
Penyiapan silika gel
Penyiapan sampel

Penyiapan campuran kloroform + metanol

Proses Kromatografi Kolom Gravitasi

o Penyiapan silika gel 60


50 gram silika G60
Dipanaskan di oven dengan suhu 105 oC
selama 30 menit
Silika siap digunakan
o Penyiapan sampel
Ekstrak kering metanol
Dilarutkan dengan kloroform dengan
menggunakan beaker glass
Ekstrak kering yang sudah larut dalam
okloroform
Penyiapan campuran kloroform +
metanol
Campurkan 100 mL kloroform dan 10 mL
metanol
(campuran 1)
Campurkan 90 mL kloroform dan 10 mL

Kolom
Diisi tisu di bagian bawah
Dituangkan campuran kloroform dan silika gel 50 gram
sampai
penuh
Tunggu silika gel terpisah
Kloroform yang mengalir, ditampung menggunakan
beaker glass
Masukkan sampel (ekstrak kering yang dilarutkan
dengan
kloroform)
Masukkan kloroform hasil tampungan ke dalam kolom
lagi,
jangan sampai bagian atas senyawa kering (atau
tidak ada
larutan kloroform-metanol)
Setelah warna kuning mendekati tisu, dimulai
menampung larutan yang mengalir di dalam botol vial
Campuran 1 dimasukkan ke dalam kolom
Campuran 2 dimasukkan ke dalam kolom
Setelah lingkaran kuning mencapai tisu dan sudah
teraliri ke vial,
maka proses kolom selesai.

Didapatkan hasil
fraksinasi sebanyak 45
botol. Kemudian di
uapkan.

4. PROSES
IDENTIFIKASI
Pemotongan Plat KLT

Penyiapan Eluen

Proses Kromatografi
Lapir Tipis untuk
identifikasi

Pemotongan Plat
Plat KLT
KLT

Di tandai bagian depan KLT (yang berwarna


putih),
dibagi menjadi 3 bagian
Dibalik plat KLT dibagian belakang
Plat KLT dipotong sesuai jarak yang sudah
diukur
menggunakan cutter perlahan-lahan
Plat KLT sudah siap digunakan

Penyiapan Eluen
Disiapkan alat dan bahan yang
digunakan
Kloroform dan n-heksan dicampurkan
dengan perbandingan 9:1 di dalam
beaker glass
Kloroform dan metanol dicampurkan
dengan perbandingan 9:1 di dalam
beaker glass yang lain
Siapkan juga kloroform pada beaker
glass yang lain

Proses
penjenuh
an
selama 1
jam

Vial yang
diambil untuk
penotolan pada
KLT. Masingmasing vial di
tambahkan
sedikit
kloroform.

Kromatografi Lapis
Tipis
Plat KLT
Di totolkan sampel dan larutan standar
artocarpin
pada plat KLT, jangan
sampai meluber
Jika sudah, masukkan plat KLT ke dalam
beaker
glass yang sudah terisi fase
gerak
Tunggu sampai fase gerak bergerak sampai
tanda
batas atas
Jika sudah, di amati di bawah sinar UV 254
nm.
Apakah ada senyawa artocarpin
atau tidak?
Dilihat dari sinar yang

standar

Penotolan di
lakukan
menggunakan
pipa kapiler.
Penotolan
menggunakan
plat KLT dengan
ukuran 3 cm
10 cm.
sampel

Proses
pengelusian

Kenampakan Di
Sinar Uv

standar

Keterangan:
A = kloroform metanol ; B = Kloroform n
heksan ; C = kloroform

HASIL DAN
PEMBAHASA
N

EKSTRA
KSI

Pengeringan

Ekstrak
Kering
metanol

Ekstrak
kering
metanol

Dari 50 gram simplisia di dapatkan ekstrak kering


metanol sebanyak 25, 4895 mg.

FRAKSINASI
Senyawa
artocarpin

Dari proses fraksinasi, didapatkan 45 botol


vial. Dari 45 botol vial tersebut diambil 5
botol vial secara acak yaitu vial nomor 25,
30, 35, 40, dan 45.

IDENTIFIKASI
Diidentifikasi menggunakan metode
Kromatografi Lapis Tipis dengan
eluen kloroform yang selanjutnya di
amati pada spektrofotometer 254
nm.
Pada spektrofotometri UV 254, dapat
dilihat pada fraksi 30, 35, 40, dan 45
sesuai dengan standar. Sedangkan,
pada fraksi 25 terjadi tailing, hal ini
dikarenakan fraksi terlalu kental.
Maka, fraksi 30,35, 40, dan 45 di
campur menjadi satu untuk proses
identifikasi selanjutnya.
standar

Identifikasi
dilakukan
menggunakan 3
eluen yang
berbeda. Seperti
Dapat dilihat, hanya
pada
gambar.
pada eluen
B dan C
saya yang terlihat
spotnya.
Rf Kloroform :
Sampel : 0,225
Standar: 0,225
A

Keterangan:
A = kloroform metanol ; B = Kloroform n
heksan ; C = kloroform

Rf Kloroform-n
heksan : Sampel :
0,2

Eluen Kloroform
Panjang sampel dan standar =
1,24 cm
Panjang elusi = 5,5cm
Elusi Kloroform n heksan
Panjang sampel dan standar =
0,8 cm
Panjang elusi = 4cm

KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan bahwa simplisia akar sukun
mengandung senyawa artocarpin
dengan RF 0,225 pada eluen
kloroform dan RF 0,2 pada eluen
kloroform n heksan

TERIMA
KASIH

Identifikas
i yang
gagal