Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 7 :

Rizky Nanda Amelia


(1400023060)
Meutia Faradillah
(1400023061)
Tedi Rustandi
(1400023062)
Devi Sayuni Putri Koto
(1400023063)
Firda Rachmawati Pratiwi (1400023064)
Rima Septiana
(1400023065)

Xanthones merupakan senyawa keton siklik polipenol


dengan rumus molekul C13H8O2.
Xanthones merupakan gabungan molekul yang terdiri
atas berbagai senyawa kimia yang berpotensi sebagai antioksidan dan bermanfaat
bagi kesehatan tubuh.

Struktur dasar xanthones terdiri dari tiga


benzena dengan satu benzena di tengahnya
yang merupakan keton.

Xanthones atau sering disebut xanthenone


biasanya terdapat dalam tanaman keluarga
Bonnetiacea, Cluciaceae,dan Podostemaceae.
Xanthones memiliki 200 jenis zat turunan dan
40 di antaranya terdapat dalam kulit manggis.

Khasiat senyawa xanthon

Sebagai antidiabetes
Sebagai antikanker
Sebagai antivirus
Sebagai anti jamur
Sebagai antibakteri
Sebagai antiinflamasi

Pengolahan simplisia
Serbuk kulit buah manggis diekstraksi
dengan cara dimaserasi menggunakan
pelarut metanol selama 3x24 jam. Ekstrak
metanol
yang
diperoleh
dipekatkan
menggunakan
rotary
evaporator.
Selanjutnya ekstrak pekat tersebut dipartisi
3 kali masing masing dengan 250 mL
campuran etil asetat:air = 1:1. Fasa etil
asetat yang diperoleh digabung dan
diuapkan menghasilkan ekstrak etil asetat
padat berwarna coklat tua.

Proses Isolasi
Ekstrak etil asetat selanjutnya dipisahkan dengan cara kromatografi
cair vakum (KCV) menghasilkan 127 fraksi (volume tiap fraksi 15
ml). Hasil pemisahan dimonitor dengan kromatografi lapis tipis
dengan eluen kloroformmetanol 9:1. Fraksi-fraksi hasil KCV yang
menunjukkan noda dengan harga Rf yang sama dilakukan
penggabungan yaitu pada fraksi 60- 100. Fraksi hasil gabungan
dimurnikan dengan rekristalisasi menggunakan pelarut campuran
methanol-kloroform. Isolat yang diperoleh berwarna kuning dengan
berat 312 mg. Isolat memberikan hasil positif pada uji kualitatif
dengan pereaksi FeCl3 karena menunjukkan warna hijau pekat. I

LANJUTAN
Isolat yang diperoleh diuji kemurniannya dengan
KLT menggunakan 3 eluen, yaitu n-heksana-etil
asetat dengan perbandingan 4:1, kloroform-metanol
4:1, 9:1. Hasil pengujian dengan KLT yang
ditunjukkan berupa satu noda berwarna kuning
dengan Rf berturut-turut 0,11; 0,93; dan 0,60. Titik
leleh yang dihasilkan dari isolat adalah 174-175 oC
(interval titik leleh= 1 oC).

Hasil Identifikasi
Hasil pengukuran spektrum ultraviolet mengindikasikan bahwa
isolat adalah golongan senyawa xanton. Hal ini didukung oleh
spektum UV yang menunjukan empat puncak k pada daerah 314,28
nm, 242,85 nm, 260,00 nm, dan 354,28 nm.
Dukungan terhadap struktur xanton ditunjukkan oleh puncak IR
pada daerah 1075,65; 1186,88; dan 128344 cm -1 yang disebabkan
adanya gugus regang C-O-C. Daerah 1381,56; 1458,20; 1612,71;
dan 3259,43 cm-1 yang disebabkan adanya vibrasi tekuk C-H alkil,
gugus C=C aromatis, gugus C=O, dan gugus CH dalam C=C
aromatis pada cincin heterosikliknya. Daerah 2922,37 yang
disebabkan gugus C-H alkil yang mengindikasikan adanya gugus
prenil. Selain itu pada daerah 3418,84 menunjukkan adanya gugus
OH.

I
R
E

A
M

A
K

H
I
S