Anda di halaman 1dari 10

BAB 3.

MEKANISME
DEFORMASI
JHONNI RAHMAN,
B.Eng,M.Eng

3.1 Deformasi Elastis dan


Deformasi Plastis

A. Deformasi
Elastis

B. Deformasi
Plastis

Perubahan bentuk terjadi ketika


ada beban /
gaya yang diberikan, dan akan
kembali
ke bentuk semula ketika gaya di
hilangkan

Perubahan bentuk yang permanen


meskipun
gaya/ beban nya dihilangkan.

3.2 Mekanisme deformasi


Deformasi
disebabkan
oleh bergesernya atom-atom dari
secara
mikro
tempat semula karena adanya gaya yang bekerja.
Deformasi elastis; pergeseran atom-atom ke tempat yang
baru karena adanya tegangan, dan kembali ke tempat awal
ketika tegangan tersebut ditiadakan.
- pergeserannya
kecil (<
0.5 %) menduduki tempat
Deformasi
plastis;relatif
atom-atom
bergeser
baru yang stabil (posisi atom pada sel satuan). Mekanisme
pergeseran ini disebut slip.
- pergeserannya besar.
- slip tidak mengubah sel satuan (sel satuan tetap)
Mekanisme kembaran; posisi kedudukan atom yang baru
simetris terhadap
kedudukan yang lama. Bidang ini disebut juga twin plane.

Mekanisme
deformasi
Deformasi
elastis

Deformasi
plastis

3.3 Mekanisme slip


Sel satuan : pola geometris yang terkecil dan berulang.
Jenis logam

Sel satuan logam (FCC,


BCC, HCP)
FCC : Face centered cubic
BCC : Body centered cubic
HCP : Hexagonal close
packed

FCC

Tembaga
(Cu)
Timah hitam (Pd)
Aluminium
(Al)
Nikel
(Ni)

Besi
Wolfram
Khrom
Molibden

(Fe)
(W)
(Cr)
(Mo)

Seng
(Zn)
Titanium
(Ti)
Zirconium
(Zr)
Magnesium (Mg)

BCC

HCP

(*)

(*)

(*)

(*) : pada temperatur dapat berubah ke


bentuk lain

1. Body centered cubic (BCC)


ciri- ciri :
1.

2. Face centered cubic (FCC)

3. Hexagonal close packed (HCP)

3.4 Hubungan deformasi


dengan teori dislokasi
Dislokasi (dislocation):
1. Dislokasi sisi (edge
dislocation)
Garis disloksi tegak lurus
dengan vektor slip (vector
Burger)
Arah gerak dislokasi
searah dengan vektor
2. Dislokasi
burger ulir (screw
dislocation)
Garis disloksi searah
dengan vektor slip (vector
Burger)
Arah gerak dislokasi tegak
lurus dengan vektor burger

Edge dislocation

Screw dislocation

Kesimpulan dari deformasi:


1.

2.

3.

4.

5.

Adanya tegangan, dislokasi bergerak


menuju permukaan luar, sehingga
terjadi deformasi.
Selama bergerak, dislokasi itu
berreaksi satu sama lain. Hasilnya,
ada yang mudah bergerak dan ada
yang menjadi sukar bergerak.
Hasil reaksi yang sukar bergerak
berfungsi sebagai sumber dislokasi
baru. Sehingga kerapatan dislokasi
bertambah.
Akibat naiknya kerapatan dislokasi,
gerakan dislokasi akan lebih sulit
karena banyaknya reaksi yang sukar
bergerak.
Akibat nyata dari sukarnya gerakan
dislokasi adalah naiknya kekuatan