Anda di halaman 1dari 6

PENGATAR TEORI

PLASTISITAS
Jhonni Rahman

Perencanaan proses pembentukan logam


1.
2.

3.

Gaya pembentukan
Tegangan dan regangan pada
daerah plastis
- Teori plastisitas banyak menggunakan asumsi
Pendekatan teori plastisitas

menganggap bahwa material harus


bersifat homogen,
kontinu,
isotrop.
Banyak hal yang harus diabaikan
pengerasan regangan dll.

Daerah Plastis dan


Daerah Elastis
Elastic zone

Plastic zone

Hubungan tegangan
regangannya linier (hukum
hooke)

Hubungan tegangan
regangannya tidak linier

Perubahan bentuk reversibel

Perubahan bentuk irreversibel

Daerah deformasinya kecil


(dalam proses matematis
sering diabaikan)

Daerah deformasinya besar

Daerah deformasinya hanya


tergantung pada kondisi awal
dan akhir dari tegangan dan
regangannya

Daerah deformasinya
tergantung pada lintasan yang
ditempuh oleh proses
deformasinya

contoh:
Sebuah logam yang panjang awalnya 100
mm ditarik sampai berubah bentuk
plastisnya125 mm. Setelah itu logam
tersebut ditekan sehingga panjangnya
kembali menjadi
100 mm.
Pembahasan
:
1.

2.

Jika ditinjau dari pengertian lindasan proses, maka


pertambahan regangan proses yang dialaminya
adalah;
=0
Jika ditinjau berdasarkan regangan plastis total, maka
pertambahan regangan prosesnya adalah;
= 0.445

Suatu

material yang kontinu bila dideformasi


platis, maka volumenya dianggap tidak
berubah / konstan. Harga angka poisonnya
adalah 0.5