Anda di halaman 1dari 19

Laporan Kasus

DEMAM TIFOID
Yuritsa sasti pradita
1610221059

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur

: An. HS
: 8 tahun 4 bulan

Jenis Kelamin : Perempuan


Alamat
: Klepu Pringapus
Tgl Masuk RS : 4 Januari 2017

ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
3 hari yang lalu, pasien mengalami demam, mual, dan muntah
Demamnya tidak kunjung membaik, demam terutama pada
malam hari
1 hari yang lalu pasien dibawa ke klinik dan mendapat
pengobatan untuk penurun panasnya,
setiapUTAMA
minum obat
KELUHAN
IGD RSUD Ambarawa
panasnya turun namun malam harinya
demam
Demam
sejak 3lagi
hari yang lalu
Mimisan (-), perdarahan gusi (-)
Pasien datang ke IGD RSUD Ambarawa, didapatkan keadaan
anak lemah dengan disertai demam. Pasien kemudian dirawat
inapkan di ruang Anggrek RSUD Ambarawa
Selama rawat inap, pasien direncanakan mendapatkan terapi
Infus RL kaen 3b 20 tpm, injeksi ondansentron 2x1/2 amp,
paracetamol 250 mg/ 4 jam bila suhu > 38C, kloramfenikol
4x250 mg

Riwayat Sosial Ekonomi


Keluarga pasien berasal dari keluarga dengan ekonomi
yang sederhana. Dan hal ini juga terlihat dari layanan
BPJS yang dipilih pasien yakni BPJS kelas II.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien sebelumnya belum pernah merasakan gejala
yang sama

Riwayat Pengobatan
Pasien sebelumnya sudah berobat ke klinik dan diberi
obat penurun panas namun keluhannya tidak kunjung
membaik

Genogram

PEMERIKSAAN FISIK
Status nutrisi
: Baik
Kesadaran
: Compos mentis
Heart rate
: 88x/menit
Respiration rate
: 20x/menit
Suhu
: 37,6 C
Mata
: dbn
Kepala, THT
: dbn
Thoraks
: dbn
Abdomen
: Nyeri tekan di hipogaster
Genitalia, ekstrimitas : dbn
BB
: 24 kg
TB
: 121 cm

Diagnosis Sementara
Obs Febris H3 suspek
demam typoid

Diagnosa banding:
Demam Berdarah
Dengue
Malaria
Demam Skarlet

INTERPRETASI STATUS GIZI

BB sekarang 24kg

PB sekarang 121 cm

BB aktual 23 kg

Rumus waterlow (1972)


BB/TB % = BB aktual x 100% / BB baku untuk TB aktual

Perhitungan status gizi :

24 x 100%/ 18 kg 104% (status gizi baik)

TATALAKSANA
Penatalaksanaan yang diberikan pada kasus antara lain :

Inf. RL kaen 3b 20 tpm

Inj Ondansentron 2/1/2 amp

Parasetamol 250 mg/4 jam jika suhu >38C

Kloramfenikol 4x 250mg

Diit 3x lunak

FOLLOW UP

DEMAM TIFOID

DEFINISI

Suatu infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella sp.
dengan gejala utama demam, gangguan saluran pencernaan, serta
gangguan susunan saraf pusat/kesadaran.

ETIOLOGI
Sekitar 96% kasus demam tifoid di Indonesia disebabkan oleh S. typhi,
sementara sisanya disebabkan oleh S. paratyphi.

Morfologi

Mempunyai flagela

Tidak berkapsul

Tidak membentuk spora fakultatif anaerob

Mempunyai antigen somatik (O) yang terdiri dari oligosakarida, flagelar


antigen (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (K) yang
terdiri polisakarida

Mempunyai makromolekular lipopolisakarida kompleks yang


membentuk lapis luar dari dinding sel da dinamakan endotoksin.Gramnegatif.

PATOFISIOLOGI

TANDA DAN GEJALA

Masa inkubasi (10-14 hari): asimtomatis

Fase invasi

Demam ringan : suhu malam lebih tinggi dibandingkan suhu pagi hari

Gejala lainnya nyeri kepala, rasa tidak nyaman pada saluran cerna, mual,
muntah, sakit perut, batuk, lemes, konstipasi

Di akhir minggu pertama demam telah mencapai suhu tertinggi dan


konstan tinggi selama minggu kedua.

Tanda lainnya adalah bradikardi relatif, pulsasi dikrotik, hepatomegali,


splenomegali, lidah tifoid, serta diare dan konstipasi.

Stadium evolusi, demam mulai turun, dapat terjadi komplikasi perforasi


usus, menjadi carrier kronik

DIAGNOSIS

Anamnesis

Demam naik secara bertahap tiap hari

Anak sering mengigau (delirium), malaise, letargi, anoreksia, nyeri kepala,


nyeri perut, diare atau kontipasi, muntah dan perut kembung

Pada demam tifoid berat ; penurunan kesadaran, kejang, dan ikterus

Pemeriksaan fisik

lidah tifoid (kotor pada bagian tengan dan pinggirnya iperemis)

Mateorismus

Hepatomegali

Splenomegali.

DIAGNOSIS

Pemeriksaa penunjang

Pemeriksaan darah tepi

Uji serologi (Uji widal, Uji dipstik, ELISA, TUBEX)

TATALAKSANA

Non-medikamentos

Tirah baring

Nutrisi

Cairan

Kompres air hangat

Medikamentosa

Simpatomimetik

Antibiotika

PENCEGAHAN

Higiene perorangan dan lingkungan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, penyediaan air bersih, dan
pengamanan pembuangan limbah feses.

Imunisasi

Vaksin polisakarida (capsular Vi polysaccharide), pada usia 2 tahun atau lebih


diberikan secara intramuskular dan diulang setiap 3 tahun.

Vaksin tifoid oral (Ty21-a), diberikan pada usia >6 tahun dengan interval
selang sehari (hari 1, 3, dan 5), ulangan setiap 3-5 tahun.