Anda di halaman 1dari 11

REGULASI Alokasi Frekuensi

TELEMATIKA Komunikasi
Pelayaran Di
Indonesia

Dosen Pengampu
Ade Wahyudin, ST, MM

Disusun Oleh
Eggy Fauzie Affandi:
Jovi Brema Barus :
Taufik Hidayat
:
Yanuar Agung F
:

14101008
14101015
14101031
14101039

Spektrum Frekuensi merupakan istilah penamaan yang diberikan untuk


mengukur jumlah atau panjang gelombang radio yang beredar dalam
ukuran satu detik. Atau dengan kata lain frekuensi adalah banyaknya
gelombang dalam satu detik. Dan satuan ukuran yang digunakan
adalah Hertz (Hz). Kata Hertz diambil dari nama Heinrich Hertz,
Ilmuwan Jerman yang pertama kali membuktikan Teori Gelombang
Elektromagnetik.
Sementara pengertian Spektrum Frekuensi Radio adalah susunan pita
frekuensi radio yang mempunyai frekuensi lebih kecil dari 3000 Ghz
sebagai satuan getaran gelombang terdapat dalam dirgantara (ruang
udara dan antariksa).
Alokasi Spektrum Frekuensi Radio Indonesia ditetapkan dengan
mengacu kepada alokasi Spektrum Frekuensi Radio Internasional untuk
wilayah 3 ( region 3 ) sesuai Peraturan Radio yang ditetapkan oleh
Himpunan Telekomunikasi Internasional ( ITU ) ITU Radio Regulation
2012 dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 25
Tahun 2014 Tentang Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi Indonesia

Permasalahan-permasalahan yang timbul di pelayaran rakyat


disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu permasalahan yang
ada di pelayaran rakyat yakni pelaku pelayaran rakyat
kesulitan karena ketidaktahuan mereka akan Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Keterbatasan
kualitas sumber daya manusia membuat mereka tidak dapat
berkutik ketika dianggap melanggar peraturan.
Keterbatasan SDM menjadi kendala utama. Dalam hal ini,
pemerintah seharusnya melakukan pembinaan, termasuk
bagaimana meningkatkan kualitas kapal, atau bagaimana
seharusnya kapal-kapal itu melengkapi dokumen-dokumen
mereka.

Menurut PM 26 tahun 2011 tentang


Telekomunikasi
pelayaran,
saranan
telekomunikasi pelayaran terdiri atas :
a. Stasiun Radio Pantai; dan
b. Vessel Traffic Services (VTS).

Jenis Telekomunikasi-Pelayaran terdiri atas:


1. Global Maritime Distress and Safety
System (GMDSS);
2. Vessel Traffic Services (VTS);
3. Ship Reporting System (SRS); dan
4. Long Range Identification and Tracking
of Ships (LRIT).

GMDSS
Global Maritime Distress Safety System (GMDSS) merupakan konvensi internasional
mengenai prosedur keselamatan, ragam perangkat, dan protokol komunikasi dalam
meningkatkan keselamatan navigasi dan kemudahan penyelematan (Search And
Rescue) armada laut dan udara. Perangkat minimum GMDSS antara lain:
EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon)
406 MHz atau 1.6 GHz

NAVTEX (Navigational Telex)

Inmarsat Receiver (jika beroperasi di cakupan Inmarsat dan penggunaan NAVTEX


maupun HF NBDP tidak dimungkinkan)
SART (Search And Rescue Transponder)
1 untuk <300 GRT, 2 untuk 300 < GRT<500, 3 untuk > 500 GRT

DSC (Digital Selective Calling) Transceiver


mampu mengakomodasi DSC channel 6,13,16,70

2 portable VHF transceiver (<500 GRT), 3 VHF transceiver (>500 GRT) di perahu darurat

AREA GMDS
Area A1
radius 20-30 nautical mile dari stasiun pantai (Coast Station)
berada dalam jangkauan VHF stasiun pantai
Area A2
di luar area A1, dan tidak melebihi jarak 100-150 nautical
mile
berada dalam jangkauan MF stasiun pantai
Area A3
di luar area A1 dan A2, dan berada dalam cakupan satelit
GEO Inmarsat.
cakupan satelit GEO Inmarsat = 70 LU hingga 70 LS
Area A4
di luar area A1,A2,dan A3
daerah kutub utara/selatan dengan latitude >70

Pita frekuensi untuk keperluan Dinas Maritime antara lain:

TATA TERTIB KOMUNIKASI PELAYARAN DIINDONESIA


Armada laut wajib mematuhi kondisi:
1. Membawa perangkat komunikasi pelayaran sesuai dengan area
cakupan pelayarannya (A1, A2, A3, atau A4)
2. Membawa

perangkat

komunikasi

maritim

dan

hanya

menggunakannya pada pita frekuensi maritim.


3. Tidak membawa alat komunikasi amatir dan/atau alat komunikasi
KRAP
4. Menggunakan kanal frekuensi sesuai peruntukan, tidak semua kanal
frekuensi diperbolehkan digunakan untuk public correspondance
(teleponi)
5. Tidak menggunakan kanal frekuensi komunikasi pelayaran untuk

TERIMA KASIH