Anda di halaman 1dari 20

PERTEMUAN KE 5

KALIMAT
EFEKTIF

KALIMAT EFEKTIF
Kalimat yang dapat
menjelaskan gagasan penulis
kepada pembaca secara utuh
tanpa ada kebimbangan atau
keraguan dalam
menafsirkannya.
Kalimat yang menyampaikan
informasi yang sama dengan
informasi yang diterima
pembaca

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF


1. Kesatuan gagasan
Kalimat efektif hanya mengandung satu
gagasan.
Contoh:
Melihat perkembangan penduduk RW 02
Kampung
Kedunggede yang semakin padat namun tidak
didukung dengan kemampuan perekonomian
yang
cukup yang tanpa kita sadari bahwa peningkatan
tersebut memerlukan sarana prasarana yang
memadai.

Kalimat tersebut memiliki tiga gagasan

1. Perkembangan penduduk RW 02
Kampung
Kedunggede semakin padat.
2. Perkembangan itu tidak didukung
perekonomian
yang cukup.
3. Kita tidak menyadari bahwa
perkembangan itu
memerlukan sarana prasarana yang
memadai.

Saran perbaikan kalimat


Perkembangan penduduk RW 02
Kampung
Kedunggede semakin padat,
tetapi tidak
didukung oleh perekonomian yang
cukup dan
sarana prasarana memadai.

2. kesepadaanan
Adalah keseimbangan pikiran (gagasan)
dengan struktur kalimat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan


agar menjadi kalimat yang
mengandung kesepadanan:
a. Memiliki subjek dan predikat
yang jelas
b. Kata depan tidak berada di
depan subjek
c. Konjungsi intrakalimat tidak
dipakai dalam kalimat tunggal
d. Predikat tidak didahului
konjungsi yang
e. Subjek tidak ganda

3. Keparalelan (kesejajaran)
Adalah kesamaan bentuk
atau makna
yang digunakan.
Contoh:
Atika memetiki setangkai
bunga.(tidak paralel
makna)
- Atika memetik setangkai

4. Kehematan
Cara menghemat kata adalah dengan
tidak mengulang subjek, tidak
memakai bentuk superordinat, tidak
menggunakan kata bersinonim, dan
tidak menjamakkan kata yang sudah
menggunakan bentuk jamak.
Contoh:
- Anda tidak boleh mengikuti ujian
apabila Anda datang terlambat.(tidak
hemat)
- Anda tidak boleh mengikuti ujian
apabila datang terlambat.(hemat)

5. Kelogisan
Kalimat dikatan efektif jika dapat
diterima
akal sehat.
Contoh:
- Waktu dan tempat kami persilakan.
(tidak logis)
- Bapak Sudirman, selaku ketua panitia,
kami persilakan maju ke mimbar. (logis)
- Taman ini dibangun setelah menggusur
ratusan rumah penduduk (tidak logis)
- Taman ini dibangun setelah ratusan
rumah penduduk digusur.(logis)

6. Kecermatan
Kalimat efektif ditulis secara cermat,
tepat dalam diksi sehingga tidak
menimbulkan tafsir ganda.
Contoh:
- Mahasiswa perguruan tinggi yang
terkenal itu menjadi Puteri
Indonesia tahun ini. (tidak cermat)
- Mahasiswa yang berasal dari perguruan
tinggi yang terkenal itu menjadi Puteri
Indonesia tahun ini. (cermat)

kecermatan juga diperlihatkan


dengan tidak mengulang kata-kata
yang sama yang bukan bertujuan
untuk penekanan:
Contoh:
- Pengumuman itu akan
diumumkan kepada umum
minggu depan (tidak cermat)
- Pengumuman itu akan
disebarluaskan kepada publik
minggu depan (cermat)

7. Kebervariasian
Kalimat efektif menggunakan kalimat yang tidak
monoton.
Kalimat yang digunakan sebaiknya bervariasi dengan
memanfaatkan jenis-jenis kalimat yang ada dalam
bahasa Indonesia.
Selain itu variasi dalam panjang pendek kalimat dan
penggantian unsur di awal kalimat juga menandakan
keefektifan kalimat.
Contoh:
- Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang orang
tua.
- Perhatian dan kasih sayang orang tua dibutuhkan
anak.
- Dibutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua
kepada anak.

8. Ketegasan

Ketegasan dapat dinyatakan dengan


memberi penonjolan atau penekanan pada
ide pokok kalimat.
Cara untuk menekankan ide pokok.
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan
kalimat.
Contoh:
Angka kemiskinan makin meningkat
sehingga tindak kriminal juga makin
banyak.
(angka kemiskinan)

b. Mengurutkan kata secara


bertahap
Contoh:
- Bukan satu atau dua, melainkan
puluhan TKW menderita karena
perlakuan majikan di Arab Saudi.
c. Mempertentangkan ide yang
ditonjolkan
contoh:
Siti gemuk, tetapi gesit.

d. Menggunakan artikel penekanan


Contoh:
- Buanglah semua prasangka
burukmu!
e. Mengulang kata
Contoh:
- Sudah merupakan kewajiban
bagi mahasiswa untuk belajar,
belajar, dan belajar.

9. ketepatan

Setiap kata yang dipilih secara tepat


dan cermat sehingga dapat mewakili
tujuan, maksud, atau pesan penulis.
Contoh:
- Posisi ketujuh korban saat ditemukan
warga dan aparat kepolisian berada
dalam satu ruangan. (tidak tepat)
- Posisi ketujuh korban saat ditemukan
warga dan aparat kepolisian di dalam
satu ruangan. (tepat)

10. Kebenaran Struktur


Artinya unsur-unsur yang digunakan dalam
kalimat tidak memakai unsur-unsur asing
atau daerah.
Contoh:
- Masyarakat hukum adalah sekelompok
orang-orang yang berdiam dalam suatu
wilayah tertentu dimana di dalam
kelompok tersebut berlaku serangkaian
peraturan sebagai pedoman tingkah laku.
(salah)
- Masyarakat hukum adalah sekelompok
orang yang berdiam dalam suatu wilayah
yang menganut serangkaian peraturan
sebagai pedoman tingkah laku. (benar)

11. Keringkasan
Contoh:
- Kami mengadakan penelitian anak
jalanan di Jakarta. (bentuk panjang)
- Kami meneliti anak jalanan di
Jakarta. (bentuk ringkas)

TERIMA KASIH