Anda di halaman 1dari 65

ASPEK-ASPEK

PERBEZA AN
INDIVIDU

1. Fizikal
Setiap individu berbeza dari segi jantina, rupa dan saiz
badan serta kemahiran jasmaninya.
2. Kognitif atau Mental
Seseorang individu mempunyai perbezaan dari segi
kecerdasan kognitif atau mental, keupayaan berfikir,
mengingat, menaakul, kebolehan berbahasa, mengira,
berfikiran logik dan berimaginasi.
Seseorang individu juga berbeza dari segi memproses
rangsangan-rangsangan yang diterima daripada
persekitaran dengan cara yang berlainan.

3. Sosio emosi
Murid-murid berasal keluarga yang mempunyai
tahap sosio-emosi dan kemahiran-kemahiran
sosial yang berlainan. Tahap kecerdasan emosi
ini adalah berbeza.
Contoh emosi, ketakutan, sensitif, cepat marah,
pemalu, pasif dan sebagainya.
Kanak-kanak lelaki lebih bersifat temperamen
daripada kanak-kanak perempuan.

Menurut Guilford (1959), beliau menerangkan


perbezaan sosial adalah mengikut ciri-ciri
semulajadi iaitu trait yang akan tentukan sama
ada individu itu permalu, pendiam,
mengasingkan diri, gugup, gelisah, impulsif.
Manakala minat, sikap, keperluan,
kecenderungan serta temperamen juga turut
mempengaruhi individu.
Perbezaan sosial yang wujud adalah dipengaruhi
wujudnya latarbelakang sosio-ekonomi seperti
murid-murid yang mempunyai kapasiti

4. Latar belakang murid


Kelas sosial, latar belakang, kebudayaan dan
status ekonomi mempengaruhi kehidupan
semua kanak-kanak dari mula mereka
dilahirkan.

5.MURID BERKEPERLUAN PENDIDIKAN KHAS

TEORI KECERDASAN
STERNBERG

KECERDASAN ANALITIK
(COMPONENTIAL INTELLIGENCE)
Menurut Sternberg, aspek kemahiran memproses
maklumat (componential) menyatakan bahawa
proses kognitif bertanggungjawab terhadap
tingkah laku kecerdasan.
Kecerdasan analitik digunakan untuk mengenali dan
memecahkan masalah, merumuskan strategi,
menyusun dan menyampaikan maklumat.

Kecerdasan analitik melibatkan tindakan


menganalisis, membanding serta menilai.
Sebagai contohnya, pelajar membuat latihan
Matematik. Di dalam proses menyelesaikan masalah
Matematik, pelajar akan menganalisis maklumat yang
diberikan. Kemudian membuat gerak kerja
penyelesaian mengikut formula tertentu.

KECERDASAN PENGALAMAN
(EXPERIENTIAL INTELLIGENCE)
Kecerdasan ini boleh dijelaskan ertinya dengan kreativiti.
Kecerdasan ini boleh dilihat sebagai kebolehan untuk
mengatasi situasi baru lantas mempelajari dari
situasi tersebut.
Dalam erti kata yang lain, individu yang berpengalaman
akan lebih cekap dalam memproses maklumat dalam
situasi baru.

KECERDASAN PRAKTIKAL
(CONTEXTUAL INTELLIGENCE)
Sesetengah orang boleh mengadaptasi diri
mereka di dalam apa sahaja situasi yang
dituntut dalam lingkungan mereka.
Mereka yang mempunyai kecerdasan ini
pandai membawa diri untuk berjaya di
dalam hidup. Malahan mereka juga dapat
bertahan dalam hidup kerana berjaya untuk
mengatasi perubahan.

Sternberg mengakui bahawa seseorang


individu tidak semestinya mempunyai satu
sahaja kecerdasan yang disebutkannya. Ada
individu yang mempunyai integrasi ketiga-tiga
cabang kecerdasan ini dengan menunjukkan
tahap kecerdasan yang tinggi.

TEORI KECERDASAN PELBAGAI


HOWARD GARDNER

TEORI KECERDASAN
EMOSI MENURUT DANIEL
GOLEMAN

PENGERTIAN TEORI KECERDASAN


EMOSI MENURUT DANIEL GOLEMAN
Beberapa tokoh mengemukakan tentang teori
kecerdasan emosional antara lain, Mayer &
Salovey dan Daniel Goleman.
Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan
emosional atau yang sering disebut EQ sebagai,
himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang
melibatkan kemampuan memantau perasaan
sosial yang melibatkan kemampuan pada orang
lain, memilah-milah semuanya dan

Menurut Goleman, kecerdasan emosional adalah


kemampuan seseorang mengatur kehidupan
emosinya dengan inteligensi (to manage our
emotional life with intelligence);
menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya
(the appropriateness of emotion and its expression)
melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian
diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

Daniel Goleman mengatakan bahwa


koordinasi suasana hati adalah inti dari
hubungan sosial yang baik.
Apabila seseorang pandai menyesuaikan
diri dengan suasana hati individu yang lain
atau dapat berempati, orang tersebut akan
memiliki tingkat emosionalitas yang baik
dan akan lebih mudah menyesuaikan diri
dalam pergaulan sosial serta
lingkungannya.

Lebih lanjut Goleman mengemukakan


bahwa kecerdasan emosional adalah
kemampuan lebih yang dimiliki
seseorang dalam memotivasi diri,
ketahanan dalam menghadapi
kegagalan, mengendalikan emosi dan
menunda kepuasan, serta mengatur
keadaan jiwa.

Dengan kecerdasan emosional taersebut


seseorang dapat menempatkan emosinya
pada porsi yang tepat, memilah kepuasan
dan mengatur suasana hati.
Daniel Goleman (Emotional Intelligence)
menyebutkan bahwa kecerdasan emosi jauh
lebih berperan ketimbang IQ atau keahlian
dalam menentukan siapa yang akan jadi
bintang dalam suatu pekerjaan.

LI MA D A SA R K E MA M P U A N D A L A M TEO R I
K EC ER DA SA N EM O SI M ENU R U T D A NI EL GO LEMA N

1. Mengenali Emosi Diri


Mengenali emosi diri sendiri merupakan
suatu kemampuan untuk mengenali
perasaan sewaktu perasaan itu terjadi.
Kemampuan ini merupakan dasar dari
kecerdasan emosi, yakni kesadaran
seseorang akan emosinya sendiri.

Kesedaran diri membuat kita lebih waspada


terhadap suasana hati maupun fikiran tentang
suasana hati, apabila kurang waspada maka
individu menjadi mudah larut dalam aliran
emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesedaran diri
memang belum menjamin penguasaan emosi,
namun merupakan salah satu prasyarat penting
untuk mengendalikan emosi sehingga individu
mudah menguasai emosi.

2. Mengelola Emosi
Mengelola emosi merupakan kemampuan individu
dalam menangani perasaan agar dapat terungkap
dengan tepat, sehingga tercapai keseimbangan dalam
diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan
tetap terkendali merupakan kunci menuju
kesejahteraan emosi.
Emosi berlebihan, yang meningkat dengan intensitas
terlampau lama akan mengoyak kestabilan kita .
Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk
menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan,
kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat
yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit

3. Memotivasi Diri Sendiri


meraih prestasi harus dilalui dengan
dimilikinya motivasi dalam diri individu,
yang berarti memiliki ketekunan untuk
menahan diri terhadap kepuasan dan
mengendalikan dorongan hati, serta
mempunyai perasaan motivasi yang positif,
iaitu antusianisme, gairah, optimis dan
keyakinan diri.

4. Mengenali Emosi Orang Lain


Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain
disebut juga empati. Menurut Goleman
kemampuan seseorang untuk mengenali orang
lain atau peduli, menunjukkan kemampuan
empati seseorang.
Individu yang memiliki kemampuan empati lebih
mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang
tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa
yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih
mampu menerima sudut pandang orang lain,

5. Membina Hubungan
Kemampuan dalam membina hubungan
merupakan suatu keterampilan yang
menunjang popularitas, kepemimpinan dan
keberhasilan antar sesama. Keterampilan dalam
berkomunikasi merupakan kemampuan dasar
dalam keberhasilan membina hubungan.
Terkadang manusia sulit untuk mendapatkan
apa yang diinginkannya dan sulit juga
memahami keinginan serta kemauan orang lain.

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KECERDASAN EMOSI
a. Faktor Internal.
Faktor internal adalah apa yang ada dalam diri
individu yang mempengaruhi kecerdasan
emosinya. Faktor internal ini memiliki dua
sumber yaitu segi jasmani dan segi psikologis.
Segi jasmani adalah faktor fisik dan kesehatan
individu, apabila fisik dan kesehatan seseorang
dapat terganggu dapat dimungkinkan
mempengaruhi proses kecerdasan emosinya.

b. Faktor Eksternal.
Faktor ekstemal adalah stimulus dan lingkungan
dimana kecerdasan emosi berlangsung.
Faktor ekstemal meliputi:
1) Stimulus itu sendiri, kejenuhan stimulus
merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam
memperlakukan kecerdasan emosi tanpa
distorsi dan
2) Lingkungan atau situasi khususnya yang
melatarbelakangi proses kecerdasan
emosi.Objek lingkungan yang

CARA MENINGKATKAN
KECERDASAN EMOSIONAL
1.Membaca situasi
Dengan memperhatikan situasi sekitar, kita akan
mengetahui apa yang harus dilakukan.
2.Mendengarkan dan menyimak lawan bicara
Dengarkan dan simak pembicaraan dan maksud dari
lawan bicara, agar tidak terjadi salah paham serta dapat
menjaga hubungan baik.
3.Siap berkomunikasi
Jika terjadi suatu masalah, bicarakanlah agar tidak
terjadi salah paham.

4 . Tak usah takut ditolak


Setiap usaha terdapat dua kemungkinan, diterima atau ditolak, jadi
siapkan diri dan jangan takut ditolak.
5.Mencoba berempati
EQ tinggi biasanya didapati pada orang-orang yang mampu berempati
atau bisa mengerti situasi yang dihadapi orang lain.
6.Pandai memilih prioritas
Ini perlu agar bisa memilih pekerjaan apa yang mendesak, dan apa
yang bisa
ditunda.
7.Siap mental
Situasi apa pun yang akan dihadapi, kita harus menyiapkan mental

8.Ungkapkan lewat kata-kata


Katakan maksud dan keinginan dengan jelas dan baik,
agar dapat salaing mengerti.
9.Bersikap rasional
Kecerdasan emosi berhubungan dengan perasaan,
namun tetap berpikir rasional.
10. Fokus
Konsentrasikan diripada suatu masalah yang perlu
mendapat perhatian. Jangan memaksa diri
melakukannya dalam 4-5 masalah secara bersamaan.

IMPLIKASI PERBEZAAN
INDIVIDU TERHADAP P&P
TERMASUK MURID
BERKEPELUAN PENDIDIKAN
KHAS

1. PERBEZAAN GAYA BERFIKIR


Perbezaan gaya berfikir merujuk kepada gaya
kognitif dan gaya murid belajar. Kedua-dua
gaya terhasil daripada perbezaan individu.
Kedua-dua gaya ditunjukkan oleh murid dalam
kelas seperti ada yang lebih selesa belajar
menggunakan kemudahan audio dan ada pula
yang selesa dengan menggunakan alat visual.
Murid-murid yang cepat bertindak akan cepat
menyiapkan kerja-kerja rumah. Bagi muridmurid yang tidak berminat dengan kerja

2. OBJEKTIF PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN


Objektif pembelajaran perlu ditentukan mengikut
kemampuan murid. Bagi murid yang pintar,
objektif pembelajaran perlu lebih tinggi daripada
murid yang lemah. Objektif pembelajaran perlu
mengikut aras yang dicadangkan oleh taksonomi
Bloom, iaitu aras pengetahuan, kefahaman,
aplikasi, analisis dan sintesis. Aras kesukaran
pada objek atau penilaian perlu berubah
mengikut prestasi murid. Bagi murid-murid yang
pintar cerdas tentu memerlukan objektif yang

3. KESEDIAAN BELAJAR
Murid-murid yang telah dikenal pasti mempunyai
perbezaan dalam kesediaan emosi, kesediaan kognitif
dan kesediaan psikomotor memerlukan pertimbangan
sewajarnya daripada guru dalam pemilihan kaedah
dan teknik mengajar.
Murid-murid yang pintar selalunya bersedia awal
untuk belajar berbanding dengan murid lembam yang
memerlukan ransangan yang lebih untuk
menggerakkan mereka belajar. Perlu diperhatikan juga
tahap kecergasan dan kestabilan emosi murid
sebelum pengajaran dimulakan. Oleh itu, dicadangkan

4. GANGGUAN PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN


Gangguan pengajaran dan pembelajaran berkaitan dengan
kesediaan belajar. Murid-murid yang bersedia belajar selalunya
akan memudahkan guru memulakan pengajaran. Mereka juga
biasanya saling bekerjasama dengan rakan-rakan dalam
sebarang aktiviti pembelajaran yang dijalankan. Sebaliknya
bagi murid yang bermasalah seperti malas belajar, meminta
perhatian yang berlebihan, nakal dan berkelakuan tidak
senonoh, mereka akan menggangu pembelajaran.
Murid-murid ini akan menggangu rakan, membuat bising dan
tidak mengendahkan arahan guru. Guru harus berhati-hati
menangani murid-murid salah laku yang berkecenderungan
merosakkan harta sekolah dan mencetuskan pergaduhan
dengan rakan lain. Walau bagaimanapun, terdapat kes-kes

5. KADAR KECERDASAN MENGIKUT JANTINA


Kajian-kajian di negara Barat membuktikan bahawa
kecerdasan seseorang akan bertambah apabila
umurnya meningkat.Hal ini adalah sejajar dengan
pendapat bahawa seseorang pelajar yang telah sedar
akan nilai pendidikan akan mempunyai inisiatif dan
motivasi yang kuat untuk belajar. Pada umumnya,
keupayaan intelek dan penguasaan bahasa pelajar
perempuan di peringkat sekolah rendah adalah lebih
baik daripada pelajar lelaki. Sebaliknya, tahap
kecerdasan pelajar lelaki adalah sederhana dan akan
meningkat mencapai kematangan apabila sampai ke

6. LATAR BELAKANG KEHIDUPAN


Apabila ditinjau dan diteliti, murid-murid
dari sekolah-sekolah cemerlang ini
sebenarnya mempunyai latar belakang
keluarga yang sempurna. Keluarga
berkenaan menyediakan berbagai-bagai
kemudahan pembelajaran seperti
menghantar anak-anak mereka ke kelaskelas tambahan, kemudahankomputer
berinternet dan buku-buku rujukan yang

Sebaliknya, murid-murid yang berasal dari


kawasan luar bandar biasanya lebih
rendah pencapaian mereka dalam
sesuatu peperiksaan terutamanya dalam
mata pelajaran Bahasa Inggeris, Sains
dan Matematik. Hal ini kerana mereka
kurang didedahkan dengan faktor-faktor
persekitaran yang boleh mendorong
mereka untuk belajar dengan
bersungguh-sungguh.

7. KEBOLEHAN FIZIKAL
Kanak-kanak mempunyai kebolehan yang berbeza untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan
psikomotor.Kanak-kanak di peringkat sekolah rendah
harus menguasai asas iaitu kemahiran membaca,
menulis dan mengira. Kemahiran-kemahiran asas seperti
menulis sangat bergantung kepada sejauh mana otot
kecil mata, jari dan tangan bekerjasama dengan
kekuatan pemikiran individu.
Oleh itu, pelajar yang mempunyai koordinasi yang baik
diantara otot-otot mata dengan otoot-otot yang terdapat
di bahagian lengan biasanya dapat menulis dengan

8. PERBEZAAN SOSIAL
Murid-murid yang bersifat ekstrovert biasanya
aktif mengambil bahagian dalam aktiviti
pengajaran dan pembelajaran. Mereka juga tidak
teragak-agak menyoal guru tentang aspek-aspek
pengajaran dan pembelajaran yang mereka
kurang memahami.
Sebaliknya, murid-murid yeng bersifat introvert,
iaitu yang gemar berseorangan biasanya akan
menarik diri daripada penyertaan dalam
pengajaran dan pembelajaran. Di samping itu,

9. PERBEZAAN EMOSI
Murid-murid yang berasal daripada keluarga yang
bahagia serta mendapat asuhan ibu bapa yang
sempurna akan mengalami kestabilan emosi. Muridmurid seperti ini tentu dapat memberi tumpuan yang
sepenuhnya terhadap pengajaran guru di dalam kelas.
Sebaliknya, murid yang berasal daripada keluarga yang
retak atau ibu bapa yang terlalu sibuk sentiasa
mengalami masalah emosi kerana kekurangan kasih
sayang dan perhatian. Emosi yang kurang stabil tetap
akan menjejaskan penumpuan mereka terhadap mata
pelajaran yang diajar oleh guru di dalam kelas. Keadaan

10. MURID BERKEPERLUAN PENDIDIKAN


KHAS
MASALAH PENGLIHATAN
Berikan gambaran yang jelas tentang bilik
darjah dan sekolah. Guru hendaklah membawa
kanak-kanak tersebut berjalan di persekitaran
sekolah dan terangkan kepadanya apa yang
dilihat. Semasa memandu arah, benarkan
pelajar tersebut memegang anda.

Gunakan tulisan yang kasar-kasar apabila


menulis di papan tulis dan menggalakkan
juga supaya kanak-kanak lain melakukan
perkara yang sama.
Kanak-kanak yang menghadapi masalah
penglihatan banyak belajar melalui deria
sentuh, dengar dan hidu. Malah ada di
antara mereka menjilat objek / benda yang
baru baginya. Biarkanlah kanak-kanak itu

Kanak-kanak yang menghadapi


masalah penglihatan juga tidak sedar
orang-orang yang berhampiran
dengannya kerana tidak boleh
melihat. Apabila guru bersama kanakkanak ini, bercakaplah dengannya.
Maklumkan hal ini kepada kanakkanak lain supaya mereka juga turut
melakukannya.

MASALAH PENDENGARAN
Kanak-kanak yang dilahirkan tanpa pendengaran
tidak dapat bertutur. Oleh itu guru perlulah mengajar
mereka cara-cara untuk menyampaikan buah fikiran,
menyatakan keperluan, dan melepaskan perasaan.
Kanak-kanak yang dapat mendengar suara yang kuat
selalunya mengalami perkembangan pertuturan yang
lambat. Mereka patut diajar mendengar dan bercakap
dengan baik. Mereka boleh berkomunikasi dengan
cara lain juga iaitu bahasa isyarat.

Kanak-kanak ini mudah meradang. Mereka sukar


menumpukan perhatian pada sesuatu perkara dengan
agak lama. Maka, guru pelulah kreatif untuk
mewujudkan suasana pembelajaran yang
menyeronokkan. Antaranya guru boleh menggunakan
tangan, mimik muka, gerak badan, menulis dan
bercakap.
Selepas guru bercakap, beri peluang murid berfikir
dahulu kemudian barulah guru menyambung semula
percakapannya.
Guru perlu mengajar murid bacaan bibir supaya

MASALAH PEMBELA JARAN


bahan-bahan, teknik, kaedah, teknologi
pengajaran dan pembelajaran perlu
disedia dan diubahsuai mengikut keprluan
individu.
Gerak kerja serta aktiviti-aktiviti latihan
dan pengukuhan perlu digred berpadanan
dengan keupayaan individu dengan
merujuk kepada Rancangan Pengajaran

Kerjasama dan interaksi yang baik dengan


murid-murid serta guru-guru kelas boleh
meningkatkan usaha dan kerja-kerja pemulihan.
Kanak-kanak yang menghadapi masalah
pembelajaran biasanya memerlukan aktiviti
berstruktur. Aktiviti ini perlulah dirancang
dengan teliti mengikut langkah-langkah kecil
untuk membolehkan murud menguasai konsep
atau kemahiran langkah demi langkah.

IMPLIKASI KECERDASAN PELBAGAI


GARDNER TERHADAP PROSES P&P.
Cara-cara seorang guru mengaplikasikan pelbagai
kecerdasan dalam proses pengajaran dan pembelajaran
ialah dari segi kecerdasan logik-matematik, guru boleh
bermain permainan logik dengan murid-murid dan
sentiasa menunggu untuk situasi yang boleh
merangsangkan murid-murid untuk berfikir dan
membina pemahaman tentang nombor. Guru juga boleh
membawa murid-murid ke lawatan lapangan terbang,
makmal komputer, muzium.

Dari segi kecerdasan verbal-linguistik pula, guru


boleh membaca kepada murid dan biarkan
mereka membaca kepada guru. Bagi
kecerdasan muzikal, guru boleh membekalkan
murid-murid sebuah perakam kaset atau pemain
rekod yang boleh digunakan mereka, memberi
mereka peluang untuk bermain dengan alat-alat
muzik, membawa mereka ke konsert atau
menggalakkan mereka untuk mencipta lagu
sendiri.

Guru boleh menggalakkan murid-murid


mempunyai hobi dan kegemaran, mendengar
perasaan mereka dan memberikan mereka
maklum balas yang bersensitif,
menggalakkan mereka menggunakan
imaginasi mereka serta membuatkan mereka
menyimpan jurnal atau buku skrap tentang
idea dan pengalaman mereka.

Guru juga boleh menggalakkan mereka


menyertai aktiviti tarian. Bagi muridmurid yang berkecerdasan interpersonal,
guru boleh menggalakkan murid-murid
bekerja dalam kumpulan, membantu
mereka mengembangkan kemahiran
komunikasi, menyediakan permainan
kumpulan untuk mereka bermain serta
menggalakkan mereka menyertai
persatuan.

IMPLIKASI KECERDASAN EMOSI ( EQ ) TERHADAP


PROSES PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN
Cara seorang guru boleh membantu murid mengurus
kecerdasan emosi diri ialah dengan mengajar mereka
teknik-teknik untuk mengawal emosi mereka apabila
mereka berasa marah pada orang lain.
Guru juga mesti mengajar murid-muridnya untuk
mengenal pasti perasaan serta emosi berbeza yang
mereka alami dalam sistem persekolahan. Selain
daripada itu, guru perlu menasihati murid-muridnya
teknik-teknik untuk menenangkan diri dalam keadaankeadaan tegang dengan rakan sebaya, guru dan ahli

Murid-murid juga mesti diajar oleh guru supaya


tidak menilai orang lain daripada rupa paras atau
bentuk fizikal badan serta status sosio-ekonomi
mereka. Sebaliknya mereka mesti diajar untuk
menerima manusia demi kebaikan hati mereka.
Pihak sekolah juga harus mengadakan kursuskursus yang mengajar murid-murid kaedah-kaedah
dan teknik-teknik untuk mengekalkan
persahabatan dengan raka sebaya yang sama
jantina dan berlawanan jantina.

Guru juga perlu mengajar murid-muridnya


teknik-teknik untuk bekerjasama dan
bertolak ansur dalam aktiviti-aktiviti
koperatif dan kolaboratif. Berkaitan dengan
kecerdasan emosi, tugas guru ialah
mengajar murid-murid supaya
menyelesaikan konflik-konflik yang mungkin
timbul hasil daripada aktiviti kumpulan.

Anda mungkin juga menyukai