Anda di halaman 1dari 24

TITIK BERAT BENDA

TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. MAHASISWA MEMAHAMI PENGERTIAN TENTANG TITIK BERAT
2. MAHASISWA MAMPU MENGHITUNG TITIK BERAT SUATU
BENDA.
3. MEMBERIKAN KETRAMPILAN DAN PEMBUKTIAN TERHADAP
HUKUM-HUKUM ALAM ATAU SIFAT-SIFAT FISIK BENDA YANG
MEMILIKI PUSAT MASSA (TITIK BERAT).
4. MAHASISWA

DAPAT

MENGAPLIKASIKAN

TENTANG

TITIK

BERAT BENDA DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI.


5. DAPAT

MENJADIKAN

DASAR

DALAM

PERHITUNGAN DI BIDANG KETEKNIK SIPIL.

PERHITUNGAN

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

ATAU PUSAT MASSA BENDA.

PENGERTIAN TITIK BERAT :

Suatu benda tegar dianggap tersusun dari banyak partikel, karenanya


benda tegar tersebut.
Dengan kata lain setiap partikel benda yang membentuk benda tegar
tersebut akan memiliki berat masing-masing sehingga ketika partikelpartikel tersebut saling berinteraksi untuk membentuk dalam satu
satuan benda tegar, maka benda tegar tersebut akan pula memiliki Titik
Berat pada pusat Massanya.

W1 = m1 . g
W2 = m2 . G
Dst....

W=m.g

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

GAYA GRAFITASI bekerja pada tiap-tiap partikel yang menyusun

TITIK BERAT SUATU BENDA adalah suatu titik yang terletak pada
benda tersebut atau di sekitar benda tersebut di mana berat semua

Apabila suatu benda homogen (kerapatan sebagian benda sama atau


benda tersusun dari bahan sejenis) dan bentuk benda simetris (misalnya
persegi, persegi panjang, lingkaran) maka titik berat benda berhimpit
dengan pusat massa benda yang terletak di tengah-tengah benda
tersebut. Untuk segitiga, pusat massa terletak pada 1/3 h, di mana h =
tinggi segitiga.

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

bagian benda terpusat pada titik tersebut.

RUMUS TITIK BERAT

Jika bentuk benda simetris dan benda homogen maka titik berat
berhimpit dengan pusat massa benda, di mana titik berat dan pusat
Sebaliknya jika benda homogen tetapi tidak simetris maka posisi titik
berat benda dapat ditentukan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :
x = titik tengah benda pada sumbu x,
y = titik tengah benda pada sumbu y,
A = luas benda.

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

massa terletak di tengah-tengah benda tersebut.

TITIK BERAT BENDA LINEAR (BERBENTUK GARIS)


RUMUSNYA :
ARAH SUMBU X :

ARAH SUMBU Y:

RUMUSNYA :
ARAH SUMBU X :

ARAH SUMBU Y:

TITIK BERAT BENDA VOLUME (BENDA 3 DIMENSI)


RUMUSNYA :
ARAH SUMBU X :

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

TITIK BERAT BENDA LUASAN (BENDA 2 DIMENSI)

ARAH SUMBU Y:
5

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

10

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

11

CONTOH SOAL
1. Koordinat titik berat benda homogen pada gambar di bawah adalah .

Koordinat titik berat benda terhadap sumbu x :

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Pembahasan :
Bagi benda menjadi tiga bagian, masing-masing
mempunyai luas (10-0)x(10-0), (20-10)x(30-0),
(30-20)x(10-0)

x1 = jarak pusat luasan 1 dari titik 0,


x2 = jarak pusat luasan 2 dari titik 0,
x3 = jarak pusat luasan 3 dari titik 0.

12

y1 = jarak pusat luasan 1 dari titik 0,


y2 = jarak pusat luasan 2 dari titik 0,
y3 = jarak pusat luasan 3 dari titik 0.

Jadi Koordinat titik berat benda tersebut


adalah pada posisi (15, 11)

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Koordinat titik berat benda terhadap sumbu y :

13

2. Koordinat titik berat benda pada gambar di bawah adalah

Bagi benda menjadi dua bagian, masing-masing mempunyai luas (51)x(3-0), (6-0)x(9-3)
Luas 1 = 4 x 3 = 12
Luas 2 = x 6 x 6 = x 36 = 18

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Mencari Luas Benda :

14

Koordinat titik berat benda terhadap sumbu x :

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Koordinat titik berat benda terhadap sumbu y :

y
y
y

Jadi Koordinat titik berat benda tersebut


adalah (3; 3,6)

15

3. Ada 2 buah karton, karton I dan karton II masing-masing terbuat dari


bahan yang sama (homogen) dan digabungkan mejadi satu sehingga
tampak sepertik gambar dibah ini.

Tentukan kordinat titik berat benda gabungan dari titik A


Bangun Segi Empat ABCD titik berat berada pada perpotongan
diagonal-diagonalnya

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

MENCARI LUASAN ;

x1 = 1/2 AB = 1/2 x 10 = 5 cm
y1= 1/2 BC = 1/2 x 6 = 3 cm
Luas bidan ABCD = 10 x 6 = 60 cm2

16

Bangun Segi Empat CEFG titik berat berada pada perpotongan


diagonal-diagonalnya
dari titik A,
x2 = AB + 1/2 CE
x2 = 10 + 2
x2 = 12
y2 = AD + 1/2 CG
y2 = 6 + 2
y2 = 8
Luas bidang CEFG = 4 x 4 = 16 cm2

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

untuk bangun yang kedua jangan lupa sobat kalau jarak dihitung

17

Titik berat bidang tersebut adalah :

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

JADI TITIK BERAT BENDA TERSEBUT TERLETAK PADA


KOORDINAT :
X = 7,45
Y = 4,67

18

4. Tentukan koordinat titik berat susunan enam buah kawat tipis berikut
ini dengan acuan titik 0 !

Data dari soal :


l1 = 20, X1 = 20, Y1 = 10
l2 = 20, X2 = 60, Y2 = 10

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Pembahasan

l3 = 80, X3 = 40, Y3 = 20
l4 = 20, X4 = 0, Y4 = 30
l5 = 40, X5 = 40, Y5 = 40
l6 = 20, X6 = 80, Y6 = 30

19

Koordinat titik berat gabungan keenam kawat (X0 , Y0)


Arah simbu X :
FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Arah simbu Y :

20

5. Sebuah tabung pejal disambung dengan kerucut pejal seperti pada


gambar berikut!

Pembahasan
Data :
Bangun 1 (Tabung pejal)
V1 = r2 t = 12 r2
X1 = 6
Bangun 2 (Kerucut pejal)
V2 = 1/3 r2 t = 4 r2
X2 = 12 + (1/4 t) = 12 + 3 = 15

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

Tentukan letak titik berat bangun tersebut terhadap garis AB!

21

Letak Xo :

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

22

6. Sebuah kubus dengan panjang sisi 2 meter ditempatkan di bawah


sebuah balok dengan ukuran seperti gambar.

Pembahasan
Volum Kubus dan ordinat (y) kubus:
V1 = 2 x 2 x 2 = 8
y1 = 2/2 = 1
Volum Balok dan ordinat (y) balok:
V2 = 2 x 1,5 x 1 = 3
y2 = 2 + 1 = 3

Letak Yo dari alas kubus:

FISIKA TEKNIK II (BY:


TUKIMUN,ST.,MT)

Tentukan letak titik berat gabungan


kedua benda diukur dari alas kubus!

23

FISIKA TEKNIK II (BY: TUKIMUN,ST.,MT)

TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNYA

24