Anda di halaman 1dari 36

Kelompok 6

Lisra Sukestywarani

16/401960/PBI/01409

Ningrum Sri Indayani

16/401962/PBI/01411

Nur Siti K

16/401964/PBI/01413

Kelompok 7
Putri Wijayanti

16/401966/PBI/01415

Ria Amelia

16/401968/PBI/01417

Risky Nurhikmayani

16/401970/PBI/01419

RANCANGAN
PETAK
TERBAGI

RANCANGAN PETAK
TERBAGI (RPT)
Sesuai untuk percobaan dua factor
dengan lebih banyak perlakuan
daripada yang dapat ditampung RKLT
Terdapat :
a) factor utama (main plot factor)
b) factor anak petak (split plot factor)

ALASAN MEMILIH
RANCANGAN RPT
1. Derajat ketepatan

Petak utama : ketepatan lebih rendah

Anak petak : ketepatan lebih tinggi

2. Ukuran nisbi mengenai pengaruh utama

Dari informasi sebelumnya, diketahui


adanya perbedaan respon yang lebih besar
dari salah satu factor (Steel & Torrie, 1991)

Petak utama : Faktor yang memberikan


perbedaan respon lebih besar

ALASAN MEMILIH
RANCANGAN RPT
3. Pengelolaan
Penempatan perlakuan sebagai petak utama dilakukan
berdasarkan pertimbangan praktis dilapangan .
Mis : Satu factor memerlukan petak yang luas dan sukar sekali
dilakukan pada petak yang kecil (e.g pembajakan sawah)
Dalam suatu percobaan untuk menilai penampilan beberapa
varietas padi dengan beberapa taraf pemupukan.
Mis : Si peneliti mungkin menempatkan petak utama untuk
pemupukan guna memperkecil pemisahan petakan yang
memerlukan taraf pemukan yang berbeda dan rembesan

ALASAN MEMILIH
RANCANGAN RPT
4. Percobaan yang diulang pada beberapa :
Lokasi (Split in space) -> petak utama
Perlakuan : anak petak
Waktu (split in time) -> musim, tahun -> petak utama
Perlakuan : anak petak
Pengamatan pada satuan percobaan yang sama yang
dilakukan secara periodic (hari, minggu, bulan, dst) ->
anak petak
Perlakuan : petak utama

KERUGIAN
1. Pengaruh utama dari petak utama
diduga dengan tingkat ketelitian
yang lebih rendah dibandingkan
pengaruh interaksi dan pengaruh
utama dari anak petak-nya
2. Analisis lebih kompleks dibandingkan
rancangan factorial serta intrepretasi
hasil analisisnya tidak mudah

SOAL
Percobaan split plot dirancangkan untuk
menentukan pengaruh seed treatment terhadap
jagung yang kemudian ditanam pada tiga waktu
tanam yang berbeda (t1, t2, dan t3). Obat yang
digunakan untuk seed treatment senyawa merkuri
organic. Dalam percobaan ini waktu tanam
dijadikan main plot factor dan perlakuan seed
treatment (treated and untreated) dijadikan split
plot factor. Percobaan seluruhnya diulang 6 kali dan
kriteria pengukuran respon adalah produksi jagung
dalam ton/ha

PENGACAKAN
t1

t2

t3

t3

t1

t2

t2

t3

t1

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

t1

t3

t2

t2

t1

t3

t3

t2

t1

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

unt

DATA
Wakt Seed
u
treat
tana
(B)
m
(A)
t1

Total
U&
T

2,3

4,6

5,4

2,8

5,8

3,3

24,2

2,8

4,7

4,2

3,6

5,0

4,6

24,9

5,1

9,3

9,6

6,4

10,8

7,9

4,3

4,3

3,3

6,1

4,5

4,0

26,5

5,1

6,1

3,1

4,3

5,3

5,9

29,8

9,4

10,4

6,4

10,4

2,7

1,4

9,8
2.9

9,9
3.9

17

2,0
4.7

1,8
3.2

1,8
4.1

4,7
8.5

3.4

1.5

15.2

6.3

5.4

32.2

19.2

22.9

20.1

25.3

26.9

23.2

137.6

Total
t2
Total
t3
Total
Total
(G)

Ulangan

2,3

3,8

Total
t

49,1

56,3

Tabel waktu x
treatment
Waktu

Perlakuan
Treatment

Untreatment

t1

24,2

24,9

49,1

t2

26,5

29,8

56,3

t3

17

15,2

32,2

Jumlah

67,7

69,9

TABEL SIDIK RAGAM


Sumber
Keragaman

db

JK

KT

Ulangan

r-1 = 5

7,23

Waktu (a)

a-1 = 2

25,51 12,75

Galat (a)

(r-1)(a-1) =
10

18,63 1,86

Treatment (b)

b-1 = 1

0,13

AxB

(a-1)(b-1)=2 1,08

Galat (b)

a(r-1)(b1)=15

10,68 0,71

Umum

rab-1= 35

63,26

F hitb

F tabel
5%

1%

0,78tn

3,33

5,64

6,85*

4,10

7,58

0,13

0,19tn

4,54

8,68

0,54

0,76tn

3,68

6,36

1,45

a. kk(a) = 35,79%, kk(b)= 22,11%


b. *= beda nyata pada taraf 5%, tn = tidak berbeda nyata

KESIMPULAN
1. Treatment menunjukkan hasil tidak
berbeda nyata sehingga perlakuan
seed treatment terhadap jagung
tidak mempengaruhi produksi
jagung.
2. Waktu tanam menunjukkan hasil
berbeda nyata pada taraf 5%,
menunjukkan bahwa waktu tanam
berpengaruh pada produksi jagung.

Analisis
SPSS
Rancanga
n Petak
Terbagi

1. Isi nama variabel pada kolom name

2. Isi label pada kolom Values

2. Isi label pada kolom Values

3. Klik OK setelah selesai mengisi value labels


dari variabel waktu, treatment, dan ulangan

4. Pastikan data pada data view telah


terisi dengan benar

5. Klik
Analyze,
pilih General
Linear
Models,
kemudian
pilih
Univariate

6. Isikan hasil ke Dependent Variable,


treatment dan waktu ke Fixed Factors dan
hasil ke Random Factors

7. Jika sudah selesai kemudian klik Model

8. Isikan waktu, treatment, dan


ulangan dengan type Main effects

9. Isikan treatment*waktu dan


ulangan*waktu dengan type Interaction
kemudian klik continue

10. Klik Plots

11. Isikan waktu pada Horizontal Axis dan


treatment pada Seperate Lines kemudian klik
Add dan Continue

11. Isikan waktu pada Horizontal Axis dan


treatment pada Seperate Lines kemudian klik Add
dan Continue

Hasil Uji Anava

Hasil Uji LSD

Hasil Uji Duncan

Kesimpulan
1. Treatment menunjukkan hasil tidak
berbeda nyata sehingga perlakuan
seed treatment terhadap jagung
tidak
mempengaruhi
produksi
jagung.
2. Waktu tanam menunjukkan hasil
berbeda nyata pada taraf 5%,
menunjukkan bahwa waktu tanam
berpengaruh pada produksi jagung
3. Berdasarkan hasil uji lanjut, diketahui
bahwa t3 berbeda secara signifikan
dengan t2 dan t1. sehingga akan
lebih baik jika jagung ditanaman
pada waktu t2.

Perbandingan hasil anava


Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitb

F tabel
5%

1%

Ulangan

r-1 = 5

7,23

1,45

0,78tn

3,33

5,64

Waktu (a)

a-1 = 2

25,51

12,75

6,85*

4,10

7,58

Galat (a)

(r-1)(a-1) = 10

18,63

1,86

Treatment (b)

b-1 = 1

0,13

0,13

0,19tn

4,54

8,68

AxB

(a-1)(b-1)=2

1,08

0,54

0,76tn

3,68

6,36

Galat (b)

a(r-1)(b-1)=15

10,68

0,71

Umum

rab-1= 35

63,26