Anda di halaman 1dari 32

ETIKA (ETOS)

KERJA
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
2015

Definisi Etos Kerja (1)


Menurut Anoraga (2009), etos kerja merupakan suatu
pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat
terhadap kerja.
Bila individu-individu dalam komunitas memandang
kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi
manusia, maka etos kerjanya akan cenderung tinggi.
Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja
sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan,
maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah.

Definisi Etos Kerja (2)


Menurut Sinamo (2005), etos kerja adalah
seperangkat perilaku positif yang berakar pada
keyakinan fundamental yang disertai komitmen
total pada paradigma kerja yang integral.
Menurutnya, jika seseorang, suatu organisasi,
atau suatu komunitas menganut paradigma kerja,
mempercayai, dan berkomitmen pada paradigma
kerja tersebut, semua itu akan melahirkan sikap
dan perilaku kerja mereka yang khas. Itulah yang
akan menjadi budaya kerja.

Definisi Etos Kerja (3)


Lubis (2011), etos kerja merupakan
seperangkat sikap atau pandangan
mendasar yang dipegang sekelompok
manusia untuk menilai bekerja
sebagai suatu hal yang positif bagi
peningkatan kualitas kehidupan,
sehingga mempengaruhi perilaku
kerjanya.

DELAPAN ASPEK
ETOS

Disarikan oleh Syafrizal Helmi dari Buku Ethos Kerja Jansen Sinamo

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 1
KERJA ADALAH
RAHMAT
AKU BEKERJA TULUS
PENUH SYUKUR

ETOS 1
KERJA ADALAH RAHMAT

Rahmat adalah kebaikan yang kita terima karena


kasih sayang Sang Maha Pemberi.
Rahmat adalah fasilitas ilahi bagi pertumbuhan dan
kemajuan kita menuju puncakpotensi diri kita
sehingga kita bisa hidup sepenuh-penuhnya.
Rahmat adalah wujud kasih sayang Tuhan yang
melimpah kepada kita.
Rahmat adalah pangkal dari semua sikap dan pikiran
positif.
Rahmat adalah segala yang membuat manusia
dapat hidup dan tumbuh secara wajar.
Rahmat adalah fasilitator dan navigator keberhasilan.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 2
KERJA ADALAH
AMANAH
AKU BEKERJA BENAR
PENUH TANGGUNG
JAWAB

ETOS 2

KERJA ADALAH AMANAH

Kerja adalah amanah, Jabatan adalah amanah.


Melalui kerja kita menerima amanah.

Amanah adalah titipan berharga yang


dipercayakan kepada kita.

Semakin besar tanggungjawab kita semakin


besar pula bobot diri kita.

Kompetensi dan integritas adalah sepasang


kualitas utama agar orang mampu mengemban
amanah.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 3
KERJA ADALAH
PANGGILAN
AKU BEKERJA TUNTAS
PENUH INTEGRITAS

ETOS 3

KERJA ADALAH
PANGGILAN
Panggilan ( calling atau vacation ) adalah bidang

pekerjaan khusus yang kita tekuni sebagai


bentuk panggilan Tuhan atas kita.
Panggilan bersifat unik, tiap-tiap orang terpanggil
secara khusus untuk melakukan tugas-tugas
tertentu
Panggilan juga bersifat umum, di mana semua
orang, tanpa kecuali,sudah sepatutnya
melakukan kebaikan, kebenaran, dan keadilan
dalam segala ucapan dan perbuatannya.
Keutuhan ucapan, perasaan, pikiran, dan
perbuatan kita pada hakikatnya itulah yang
disebut integritas.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 4
KERJA ADALAH
AKTUALISASI
AKU BEKERJA KERAS
PENUH SEMANGAT

ETOS 4

KERJA ADALAH

AKTUALISASI
Kerja keras, keyakinan, dan fokus adalah tiga serangkai
kunci menuju keberhasilan.

Mengutuki masa lalu adalah kesia-siaan, karena yang lalu


tak mungkin kembali, dan yang mendatang tak mungkin
ditentang.

Mengeluh kurang waktu tidak pernah membukakan jalanjalan yang buntu, karena masalah sebenarnya adalah
rendahnya semangat, lemahnya tekad, dan kurangnya niat
untuk bekerja keras.

Bekerja keras mendaki gunung keberhasilan akan


memperluas cakrawala pandang dan memperkaya
pengalaman.

Orang-orang luar biasa memiliki satu persamaan : memiliki


misi yang jelas, komitmen yang kuat untuk mewujudkannya
sehingga kerja keras merupakan kenikmatan.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 5
KERJA ADALAH
IBADAH
Aku Bekerja serius
Penuh Kecintaan

ETOS 5

KERJA ADALAH IBADAH


kerja itu Ibadah, yang intinya adalah tindakan
memberi atau membaktikan harta, waktu, hati, dan
pikiran kepada dia yang kita abdi. Melalui pekerjaan,
kita bertumbuh menjadi manusia yang kualitas
kepribadian, karakter, dan mentanya berkembang
kearah yang ilahi.
Beribadah berarti berbakti dengan segenap hati,
mengabdi tuntas penuh totalitas, dan berserah pasra
dengan segenap cinta.
Ibadah yang benar harus dilakukan dengan khusuk,
serius, dan sungguh-sungguh. Bengitu pula bekerja
yang benar.
Ibadah memerlukan pengorbanan, namun
pengorbanan untuk suatu idealisme adalah
kebahagiaan, dan pengorbanan yang didorong oleh
rasa cinta adalah suka cita.
Makna ibadah adalah persembahan diri, pemasrahan
diri, penyerahan diri.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 6
KERJA ADALAH SENI
AKU BEKERJA CERDAS
PENUH KREATIVITAS

ETOS 6

KERJA ADALAH SENI


Etos seni adalah penjabaran pengalaman artistic
kita, yaitu ekspresi budi-akhlak-iman kita dalam
ungkapan ungkapan estetik yang berwujud karyakarya, yang pada gilirannya akan mempertinggi
kompetensi budi-aklak-iman kita, dan dengan
demikian menjadikan manusia insane kamil di
bumi Tuhan.
Kerja yang dilakoni dengan paradingma seni
memuaskan dahaga jiwa kita sekaligus
mengembangkan talenta seni itu sendiri; membuat
kita dipenuhi oleh daya cipta asli, kreasi-kreasi
baru, dan gagasan-gagasan inovatif. Hasilnya,
buah pekerjaan kita akan disukai orang lain,
pelanggan, atau pengguna.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 7
KERJA ADALAH
KEHORMATAN
AKU BEKERJA TEKUN
PENUH KEUNGGULAN

ETOS 7

KERJA ADALAH
KEHORMATAN
Kerja adalah kehormatan karena berkarya dengan

kemampuan sendiri adalah kebajikan suatu


kebajikan sosial di mana kita diakui sebagai
manusia produktif dan kontributif.
Mencari kehormatan merupakan salah satu
motivasi terkuat dalam struktur hati manusia
yang adalah ekspresi langsung spiritualitas
terbaik kita.
Perilaku kerja yang etis adalah satunya kata dan
perbuatan, janji dan kenyataan,visi dan aksi.
Kehormatan yang sejati bersumberpada
kepribadian yang otentik,akhlak yang mulia,
pekerti yang terpuji, hati yang bersih, nurani yang
bening, budi yang luhur, karya yang unggul,
kinerja yang hebat, dan kualitas yang luarbiasa.

Delapan
Aspek
Etos

ETOS 8
KERJA ADALAH
PELAYANAN
AKU BEKERJA
SEMPURNA PENUH
KERENDAHAN HATI

ETOS 8

KERJA ADALAH
PELAYANAN
Apa pun pekerjaan kita sesungguhnya kerja
adalah untuk melayani. Secara sosial pelayanan
adalah yang mulia, karena itu hakikat pekerjaan
kita pun mulia dan sebagai makluk pekerja kita
semua adalah insan yang mulia.

Bagaimana
pendapat kalian
etos kerja para
anggota dewan
ini?

National Sleep Foundationyang berkantor di


Amerika Serikat mengatakan waktu tidur orang
Jepang pada malam selain akhir pekan,
termasuk yang paling sedikit di dunia.
Kini banyak manajer kantor di Jepang yang
membolehkan karyawan tidur siang hingga 30
menit, karena meyakini tidur ini akan
meningkatkan produktivitas.
"Jika saya menggunakan kalkulator dalam
keadaan mengantuk, saya harus mengeceknya
berulang kali. Jadi saya perlu waktu lebih lama
untuk mengerjakan tugas," kata Ikuko Yamada,
seorang karyawan bagian keuangan kepada
koran Jepang, The Yomiuri Shimbun."Saya kira
kinerja saya meningkat sejak saya memutuskan
untuk tidur sebentar (di kantor)," katanya.
Skema tidur di kantor pada jam kerja juga makin
populer menyusul keputusan pemerintah
mengeluarkan panduan tentang pentingnya
tidur. Kementerian Kesehatan sudah
mengeluarkan rekomendasi kepada semua
orang yang tergolong usia kerja untuk tidur
hingga setengah jam di siang atau sore hari.
Sumber:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/08/14
0818_majalahlain_tidur_di_kantor

Bagaiman
a kira-kira
etos kerja
orang
Jepang
pada
umumnya
?
Kasus I vs
Kasus II
apa
bedanya?

Kasus I vs
Kasus II
pelanggar
an etika
atau
etiket?

Faktor yang
mempengaruhi etos kerja
Agama,
Budaya,
Sosial politik,
Kondisi lingkungan/geografis,
Pendidikan,
Struktur ekonomi, dan
Motivasi intrinsik individu.

Ciri-ciri etos kerja yang


tinggi

Dalam tulisannya, Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman


bahwa etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua
alternatif, positif dan negatif. Suatu individu atau kelompok
masyarakat dapat dikatakan memiliki etos kerja yang tinggi
apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja
manusia,
Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal
yang amat luhur bagi eksistensi manusia,
Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi
kehidupan manusia,
Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan
ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam
mewujudkan cita-cita,
Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah.

Ciri-ciri etos kerja


rendah
Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki
etos kerja yang rendah, maka akan ditunjukkan ciri-ciri
yang sebaliknya (Kusnan, 2004), yaitu :
Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri,
Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja
manusia,
Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam
memperoleh kesenangan,
Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan,
Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.

dapat disimpulkan
bahwa seseorang
yang memiliki etos
kerja tinggi akan
terus berusaha
untuk memperbaiki
dirinya, sehingga
nilai pekerjaannya
bukan hanya bersifat
produktif
materialistik tapi
juga melibatkan
kepuasaan
spiritualitas dan
emosional.

Etika Kerja vs Etika


Profesi
Etika profesi berfungsi sebagai panduan
bagi para professional dalam menjalani
kewajiban mereka memberikan dan
mempertahankan jasa kepada
masyarakat yang berstandar tinggi.
Sedangkan etika kerja mengatur
praktik, hak dan kewajiban bagi mereka
yang bekerja di bidang yang tidak
disebut profesi (non-profesional).
Nonprofesional adalah pegawai atau
pekerja biasa dan dianggap kurang
memiliki otonom dan kekuasaan atau

Etika Kerja vs Etika


Profesi (2)
Tuntutan akan standar profesionalisme dan
etika terhadap profesional adalah jauh lebih
tinggi dibandingkan terhadap nonprofesional.
Namun demikian tetap perlu diingat,
meskipun etika profesi dibedakan dari
etika kerja, kerangka dan prinsip-prinsip
yang dicakup etika profesi tetap dapat
diberlakukan sebagai etika kerja. Ini
terutama karena etika profesi mencakup
prinsip-prinsip umum etika yang,
sebagaimana prinsip-prinsip itu
diberlakukan pada kehidupan profesi,

Contoh soal UTS tahun


2012
1. Jelaskan perbedaan etika dengan etiket serta berikan
contoh minimal 3 (tiga) buah perbedaan etika dan etiket
2. Beberapa nilai dasar yang harus dijunjung PNS adalah
profesionalisme, netralitas dan bermoral tinggi. Uraikan
apa yang dimaksud dengan nilai-nilai dasar tersebut!
3. Apa perbedaan moral dengan hukum? Bagaimana sikap
anda jika hukum memperbolehkan tetapi etika tidak
memperbolehkan?
4. Mengapa kita perlu memahami dan mengamalkan etika?
Bukankah cukup dengan memahami dan mengamalkan
agama saja? Bagaimana pendapat anda terhadap hal ini?

TERIMA KASIH