Anda di halaman 1dari 32

Gagal Jantung Kongestif

Maria Alberta
112015423
Herkuliana Puspita Sari
112015340

Anatomi
Aliran darah melalui jantung

Congestive Heart Failure


Gagal Jantung:
Kondisi abnormal yang melibatkan
kerusakan pemompaan jantung
Keadaan Patofisiologis ketika jantung
sebagai pompa tidak mampu memenuhi
kebutuhan tubuh
Sindroma klinis kompleks yang di
manifestasikan oleh nafas pendek,
kelemahan dan fungsi jantung abnormal

CHF: Terjadinya
bendungan sirkulasi
akibat gagal jantung

Epidemiology
Di Eropa kejadian gagal jantung berkisar
0,4-2 % dan meningkat pada usia yang
lebih lanjut, dengan rata-rata 74 tahun.

Etiology

Peningkatan
Preload
Regurgitasi
Aorta
VSD

Peningkatan
Afterload
Hipertensi
Stenosis
Aorta

Penurunan
Kontraktilitas
Infark
Miokard
Kardiomiopati

Lain-lain
Stenosis
Katup AV
Tamponade
Jantung

Klasifikasi
New York Heart Association
Kelas I sampai IV
ACC / AHA Tahapan HF (baru)
Tahapan A ke D

Faktor risiko utama


penyakit arteri koroner (CAD)
usia lanjut
Kontribusi faktor risiko
Hipertensi
Diabetes
penggunaan tembakau
Kegemukan
Kolesterol tinggi
keturunan Afrika Amerika
penyakit katup jantung
hypervolemia

Gejala Klinis

What is present in this extremity, common to right sided HF?

Patofisiologi

Anamnesis
Keluhan: Sesak nafas, Ortopnea, Dipnea paroksismal,
elelahan, Edema perifer khususnya pada kaki, asites.
Riwayat penyakit dahulu: Riwayat nyeri dada/penyakit
jantung (MI, Angina, Penyakit katup jantung,
kardiomiopati) diabetes, hipertensi.
Riwayat sosial: Gaya hidup (makan, rokok, alkohol)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang

Cardiomegaly/ventricular remodeling occurs as heart overworked> changes in size, shape, and function
of heart after injury to left ventricle. Injury due to acute myocardial infarction or due to causes that inc.
pressure or volume overload as in Heart failure

Penatalaksanaan Gagal Jantung


Menurunkan volume
intravaskular
Menurunkan venous return
Menurunkan afterload
Meningkatkan pertukaran gas &
oksigenasi
Meningkatkan fungsi jantung
Mengurangi kecemasan

19

Tatalaksana Non-Farmakologis
Manajemen perwatan mandiri
Bertujuan menjaga stabilitas fisik
Menghindari prilaku yang memperburuk
Ketaan pasien berobat
Pemantauan berat badan mandiri
Asupan cairan
1,5-2 lt / hari terutama pasien gelaja berat yang disertai
hiponatremia
Pengurangan berat badan
Latihan fisik gagal jantung kronik yang stabil

Tatalaksana Farmakologis

Indikasi pemberian H-ISDN

Pengganti ACEI dan ARB


Sebagai terapi tambahan
ACEI jika ARB tidak
dapat ditoleransi
Jika gejalapmenetap
meski sudah diberi ACEI,
penyekat B, dan ARB
atau antagonis aldosteron

Kontra indikasi
Hipotensi simtomatik
Sindroma lupus
Gagal ginjal berat

Komplikasi Gagal jantung

Terima kasih