Anda di halaman 1dari 27

Pencegahan dan Penanggulangan

Penyakit Tidak Menular

HIPERTENSIVE HEART DISEASE


(PENYAKIT JANTUNG HIPETENSI)

Oleh :
dr. Pramika Putri Yulanti

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. R
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur
: 86 tahun
Alamat
: Derik 1/2
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam
Tanggal masuk : 31 Desember 2011

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Riwayat Penyakit Sekarang

: sakit kepala
:

Sakit kepala sejak 1 hari yang lalu. Kepala terasa berat


disertai tengkuk terasa tegang yang dirasakan sepanjang
hari. Bertambah berat jika beraktifitas dan berkurang setelah
istirahat. Kambuh-kambuhan sejak 10 tahun yang lalu.
Dada berdebar-debar memberat jika beraktifitas dan
berkurang jika beristirahat sejak 2 tahun yang lalu.
Cepat lelah dan lemas, tangan dan kaki terasa dingin,
keringat berlebihan dan BAK lebih sedikit dari biasanya
sejak 1 tahun yang lalu.
Sesak nafas dan nyeri dada disangkal oleh pasien. Bengkak
di tungkai dan perut juga disangkal. Pasien juga tidak
mengeluhkan kelemahan pada anggota tubuh.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat penyakit

Pasien serta keluarga pasien menyatakan bahwa pasien


mempunyai riwayat hipertensi namun jarang kontrol.
Pasien tidak mengeluh mata berkunang-kunang, pucat, pusing
dari jongkong/duduk ke berdiri
Pasien tidak mengeluh nafsu makan meningkat, namun berat
badan tetap atau bahkan turun dan tidak menyukai udara
dingin
Riwayat penyakit kencing manis tidak diketahui
Riwayat kelemahan pada anggota tubuh disangkal

Riwayat mondok
Riwayat pengobatan

: disangkal
: obat-obatan
antihipertensi
Riwayat alergi obat/makanan : disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga (adik kandung pasien) memiliki keluhan yang


serupa dengan pasien yaitu tengkuk kaku dan sakit kepala
terutama saat stress, kelelahan dan emosi
Keluarga tidak ada yang mati mendadak ataupun lumpuh
setengah anggota badan

Kebiasaan dan Lingkungan

Riwayat sering mengkonsumsi makanan asin


Riwayat sering mengkonsumsi makanan berlemak
Riwayat sering minum kopi
Riwayat sering mengkonsumsi makanan bersantan
Riwayat merokok dan minum alkohol
Riwayat olah raga
sekali

: diakui
: diakui
: diakui
: disangkal
: disangkal
: jarang

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis.

Tanda Vital

TD
N
RR
Suhu

: 210/100 mmHg
: 88 x /menit, regular, isi dan tegangan cukup
: 20 kali/menit
: 36,8O C

Status gizi
IMT

: 19,16 (Kesan status gizi baik)

Mulut

Jantung
Inspeksi

: bibir sianosis (+), tanda radang (-), lidah


sianosis (+)

: Dinding dada asimetris kiri>kanan


Ictus cordis terlihat di SIC VI 2 jari lateral
LMCS
Terlihat pulsasi di SIC VI 2 jari lateral LMCS
Palpasi
: Teraba ictus cordis kuat angkat SIC VI 2 jari
lateral LMCS
Perkusi
: Batas kanan atas SIC II LPSD
Batas kiri atas SIC II LPSS
Batas kanan bawah SIC IV LPSD
Batas kiri bawah SIC VI 2 jari lateral LMCS
Auskultasi : S2>S1 reguler, murmur pansistolik di SIC VI 2
jari lateral LMCS, menjalar ke axilla, tidak
dipengaruhi oleh inspirasi, derajat III/VI

Ekstremitas (superior-inferior)
akral dingin (+/+)
sianosis (+/+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
31 Desember 2011
Cholesterol : 239 mg/dl
Glukosa darah sewaktu : 97 mg/dl
Usulan pemeriksaan :

Pemeriksaan fungsi ginjal


Pemeriksaan fungsi hati
Pemeriksaan fungsi jantung
Foto thoraks
EKG

DAFTAR MASALAH
- Hipertensi grade II
- Hipertrofi Ventrikel Kiri
- Hiperkolesterolemia

DIAGNOSIS
Diagnosis
Diagnosis

Klinis

Anatomis
Diagnosis Etiologis

: Hipertensive
Hearth Disease
: HVK
: Hipertensi

RENCANA TINDAKAN
1.

Medikamentosa

IVFD RL 20 tetes per menit


Hydrochlorotiazide 1x 25 mg p.o (pagi)
Nifedipine 3 x 10 mg p.o
Kalium 1 x 300 mg p.o
Simvastatin 1 x 10 mg p.o (sore/malam)

Non Medikamentosa

Modifikasi gaya hidup dengan latihan fisik secara


teratur
Menurunkan asupan garam
Hindari makanan tinggi kolesterol
Meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta
menurunkan asupan lemak
Hindari stressor pikiran
Istirahat cukup
Kontrol secara teratur tekanan darah

PROGNOSIS :
Dubia ad bonam

HIPERTENSIVE HEART DISEASE


Definisi
ditandai adanya hipertrofi ventrikel kiri
(HVK) sebagai akibat langsung dari
tingginya tekanan darah
Etiologi
Sebab utama penyakit jantung hipertensi
adalah tekanan darah yang meningkat
dan berlangsung kronik

Penyebab hipertensi
Hipertensi primer/esensial/idiopatik
Hipertensi sekunder

1.
2.
3.

Penyakit ginjal
Kelainan endokrin
Sebab lain:

Koarktasi aorta
Tekanan intrakranial yang meningkat
Sleep apnea
Hipertensi sistolik terisolasi

Patogenesis

Anamnesis
Rasa berdebar, melayang, impotensi
Rasa cepat lelah,
Terdapat gangguan vaskular
Terdapat penyakit dasar seperti pada
hipertensi sekunder

Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Palpasi : apeks jantung melebar ke kaudolateral, pulsasi


apeks kuat angkat.
S2 meningkat akibat kerasnya penutupan katup aorta
Bunyi S4 (gallop atrial atau presistolik) dapat ditemukan
akibat peninggian tekanan atrium kiri
Bunyi S3 (gallop ventrikel atau protodiastolik) ditemukan
bila tekanan akhir diastolik ventrikel kiri meningkat akibat
dilatasi ventrikel kiri
Namun pada LVH yang ringan hanya sedikit yang dapat
diperoleh dari pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium awal
1. Hemoglobin/hematokrit
2. Elektrolit darah/kalium
3. Ureum/kreatinin
4. Gula darah puasa
5. Kolesterol total, trigliserida, HDL dan
LDL kolesterol
Foto thorax
Elektrokardiografi

Penatalaksanaan
Non Farmakologis
a. Modifikasi pola makan
Diet rendah sodium
Rekomendasi intake sodium per hari : 50-100 mmol, ~ 3-6
g garam (mengurangi tekanan darah 2-8 mmHg)
Bukan hanya membatasi konsumsi garam dapur tetapi
mengkonsumsi makanan rendah sodium atau natrium
(Na)
Sumber sodium : soda kue, baking powder, pengawet
makanan atau natrium benzoat, makanan yang dibuat dari
mentega serta obat yang mengandung natrium

Asupan rendah kolesterol


profilaksis untuk pasien dengan penyakit jantung koroner

Diet tinggi serat


serat kasar mampu mengikat kolesterol maupun asam empedu

Diet rendah kalori

Asupan kalori dikurangi sekitar 25% dari kebutuhan energi


atau 500 kalori untuk penurunan 500 gram atau 0.5 kg berat
badan per minggu.
Menu makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan
zat gizi.
Perlu dilakukan aktifitas olah raga ringan.

Konsumsi alkohol
merangsang adrenalin & hormon-hormon lain yang membuat
pembuluh darah menyempit atau menyebabkan penumpukan
natrium dan air.

Merokok

Memicu hormon adrenalin yang menyebabkan tekanan darah


meningkat
Vasokonstriksi
Obat yang dikonsumsi tidak akan bekerja secara optimal dan
dengan berhenti merokok efektifitas obat akan meningkat

Aerobic exercise secara teratur

30 menit sehari, 3-4 kali seminggu

olah raga isotonik seperti jalan kaki, jogging, berenang dan


bersepeda

olah raga Isometrik seperti angkat beban, karena justru


dapat menaikkan tekanan darah
c.
Pengurangan berat badan
Penurunan berat badan secara bertahap (1 kg/minggu) sangat
dianjurkan
d.
Pengendalian Stress
Stres tidak menyebabkan hipertensi yang menetap, tetapi
stress berat dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah yang
bersifat sementara yang sangat tinggi
e.
Istirahat
untuk mengembalikan stamina tubuh dan mengembalikan
b.

keseimbangan hormon dan dalam tubuh

Farmakologis

Pedoman NICE untuk penanganan


hipertensi

Prognosis
Sesuai

dengan durasi, tingkat


keparahan, dan tipe penyakit yang
terjadi.
Mengobati penyakit dasar yaitu
hipertensi akan sangat berpengaruh
terhadap progresivitas yang terjadi
Penyakit jantung hipertensi adalah
penyakit yang serius yang memiliki
resiko kematian mendadak