Anda di halaman 1dari 20

POLA TANAM

DAN SISTEM
GOLONGAN

Mata Kuliah Irigasi


By: Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T.

Musim Tanam
Di dalam dunia pertanian, ada kalender
tersendiri mengenai siklus 1 tahunan.
Dalam bahasa pertaniannya
disebutMusim Tanam (MT).
MT ini biasa sampai 3 kali sehingga 1 MT
biasanya adalah 4 bulan. Makanya sering
disebut MT1 ( musim hujan ), MT2
( Musim Gadu) dan MT3 ( musim kering ).
MT ini akan sangat berkaitan dengan Pola
Tanam.

Musim Tanam
Kapan Musim Tanam dimulai?
Secara umum biasanya MT1 di awali pada
Bulan November. Boleh dibilang MT1 identik
dengan musim penghujan. Biasanya akan
berakhir dengan panen di pertengahan atau
akhir Februari.
Untuk MT2 di mulai awal atau pertengahan
Maret akhir Juni. Dan untuk MT3 diawali
Bulan Juli Akhir Oktober. Dan begitu
seterusnya.

Pola Tanam
Untuk memenuhi kebutuhan air
tanaman, penentuan pola tanam
merupakan hal yang harus
dipertimbangkan.
Tabel Pola Tanam:
Ketersediaan Air

Pola Tanam dalam 1


tahun

Tersedianya air yang cukup banyak

padi padi - palawija

Tersedia air dalam jumlah yang


cukup

Padi padi bera


Padi palawija - palawija

Daerah yang cenderung kurang air

Padi palwija bera


Palawija padi - bera

Neraca air
1.

Adalah: perimbangan antara kebutuhan air


dengan ketersediaan air di daerah studi.

2.

Debit kebutuhan, adalah: debit yang di


dapat dari perhitungan kebutuhan air irigasi
berdasarkan pola tanan yang dipilih.

3.

Debit ketersediaan air, adalah: debit yang


di dapat dari perhitungan debit andalan
sungai/tempat pengambilan air

Neraca air
Jika Debit air melimpah, maka
kebutuhan air dipenuhi sesuai dengan
luas sawah maksimum.
Jika debit air kurang, maka dilakukan
dengan 3 alternatif:
1. luas daerah irigasi di kurangi
2. melakukan modifikasi dalam pola
tanam
3. sistem rotasi teknis golongan

Sistem Pemberian
air
Memperoleh tanaman dengan pertumbuhan
optimal, maka:
1.Pembagian

air pada tanaman harus dibagi


merata ke semua petak tersier dalam jaringan
irigasi
2.Karena sumber air tidak selaluu menyediakan air
irigasi, maka harus dibuat rencana pembagian air
yang baik
3.Jika air tidak cukup dengan pengaliran yang terus
menerus, maka kebutuhan air dengan secara
bergilir

Sistem Pemberian
Air
Sistem Pemberian air dilakukan secara :

ROTASI dan GOLONGAN


Kenapa harus menggunakan sitem keduanya..?
1. distribusi airnya kurang merata--- >> akibat luas
lahan yang bervariasi
2. Menghindari konflik sosial antar petani----->>
akibat penyadapan air
3. Ketersediaan air yang terbatas ------ >>akibat
berkurangnya air yang tersedia (khusus pada musim
kemarau), sheingga produksi pangan (padi, palawija
dll) berkurang

Sistem Golongan

Sumber air tidak selalu mampu menyediakan air


irigasi yang dibutuhkan, sehingga: harus dibuat
rencana pembagian air yang baik.

Kebutuhan air tertinggi dalam petak tersier,


disebut: Qmaks

Jika air tidak mampu memenuhi kebutuhan air


tanaman secara pengaliran terus menerus,
maka: pemberian air tanaman dilakukan secara
bergilir/secara rotasi

Perhitungan Jam Rotasi:

Sistem Rotasi

Sistem pemberian air yang dilakukan jika


persediaan air tidak mencukupi , dimana
Pemberian air diatur secara bergilir.
- permulaan air tidak serentak
- jadwal bergiliran ditentukan, dengan maksud
penggunaan air lebih effisien

Kebutuhan air yang tinggi pada petak tersier: Qmaks


Besar debit (Q): bergantung pada sumber dan luas
tanaman yang harus di airi (Q>65% Qmaks =
secara terus menerus)

Contoh Soal:
Petak tersier seluas 135,65 ha terdiri dari 3
petak sub tersier, luasnya:
Sub tersier A = 53,10 ha, kebutuhan air 2,84
lt/det/ha
Sub tersier B = 47,55 ha, kebutuhan air 2,95
lt/det/ha
Sub tersier C = 35,00 ha, kebutuhan air 3,26
lt/det/ha

Penyelesaian:
Cat: pemberian air terus menerus dilakukan selama:
Q>65% Qmaks. Jika Q<65% Qmaks maka
pemberian air dilakukan secara bergilir.

Hitung Pemberian air jika: Q= 100%


Qmaks, maka:

Petak a, luas 53,10 ha--- > di dapat air 53,10x2,84 =


150,80 lt/det
Petak b, luas 47,55 ha--- > di dapat air 47,55x2,95 =
140,27 lt/det
Petak c, luas 35,00 ha--- > di dapat air 35,00x3,26 =
114,10 lt/det

Penyelesaian:
Di dapat, Jumlah Qmaks = 150,80 + 140,27 + 114,10 lt/det
= 405,17 lt/det

Hitung Pemberian air : Q= 65% Qmaks,


maka:
Q = 65/100 x 405,17 = 263,36 lt/det

Periode 1:
Sub tersier a dan b diari
Luas a+b = 100,65 ha
Sub tersier a = 53,10/100,65x263,36 lt/det = 138,94 lt/det
Sub tersier b = 47,55/100,65x263,36 lt/det = 125,23 lt/det

Penyelesaian:
Periode 2:
Sub tersier a dan c diari
Luas a+c = 88,10 ha
Sub tersier a = 53,10/88,10x263,36 lt/det = 158,73 lt/det
Sub tersier c = 35,00/88,10x263,36 lt/det = 104,63 lt/det
Periode 3:
Sub tersier b dan c diari
Luas b+c = 82,55 ha
Sub tersier b = 47,55/82,55x263,36 lt/det = 151,70 lt/det
Sub tersier c = 35,00/82,55x263,36 lt/det = 111,66 lt/det

Penyelesaian:

Hitung Pemberian air : Q= 35% Qmaks,


maka:

Q = 35/100 x 405,17 = 121,55 lt/det (karena tidak


dapat dibagi secara bersamaa, maka diberikaan
secara bergiliran di semua sub petak tersier, laa dan
waktu pemberian air dilakukan sesuai porsi luas
masing2) Luas (ha)
Petak sub
Q (lt/det)
Q

tersier
rencana
Masukkan semua hasil
hitungan
dalam tabel:
100%
65% ke 35%
A

53,10

150,80

158,73

121,55

158,73

47,55

140,27

151,70

121,55

151,70

35,00

114,10

111,66

121,55

121,55

jumlah

135,65

405,17

263,36

121,55

Perhitungan Jam Rotasi:


1. Q>65%, semua petak mendapatkan giliran
pemberian air secara terus menerus.
2. 65%>Qmaks>35%, maka: 2 golongan dibuka
dan 1 golongan di tutup
(53,10 47,55)
336
ab
x
124 jam 5hari 5 jam
(53,10 47,55 35) 2
(53,10 35,00)
336
ac
x
109 jam 4hari 13 jam
(53,10 47,55 35) 2
(47,55 35,00)
336
bc
x
102 jam 4hari 6 jam
(53,10 47,55 35) 2

Perhitungan Jam Rotasi:


3. Qmaks<35%, maka: 1 golongan dibuka dan 2
golongan di tutup

(53,10)
168
x
65 jam 2hari 18 jam
(53,10 47,55 35) 1
(47,55)
168
b
x
58 jam 2hari 11 jam
(53,10 47,55 35) 1
(35,00)
168
c
x
43 jam 1hari 19 jam
(53,10 47,55 35) 1
a

Perhitungan Jam Rotasi:

Terimakasih