Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

DIABETES MELLITUS
dr. DESI MUTIARATI
Puskemas Susukan I

IDENTITAS

Nama
: Ny. S
No. Rekam medik : 94043
Usia
: 49 tahun
Pekerjaan
: IRT
Pendidikan terakhir : SLTA
Alamat
: Pakikiran
Tanggal masuk : 14 Januari 2012

AUTOANAMNESIS
Keluhan utama : sering lemas dan cepat lelah
Keluhan tambahan : gemetaran dan sering kencing
Riwayat penyakit sekarang :Pasien datang dengan
keluhan sering lemas/mudah lelah bila jalan sebentar
saja, keluhan ini dirasakan sudah sejak 1 tahun lalu,
tetapi 1 minggu terkhir ini lebih dirasakannya. Dan
pasien juga sering mengalami gemeteran 3 bulan ini,
gemeteran biasanya timbul 2-3 hari sekali. Riwayat
sering kencing dirasakan pasien semenjak 1 tahun lalu.
Kencing biasanya 30 menit sampai 1 jam sekali, dan ini
dirasakan sampai sekarang. Begitu juga dengan rasa
haus yang berlebihan dirasakan sejak 1 tahun lalu. Dan
nafsu makan pasien merasakan seperti meningkat.

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat penyakit jantung disangkal
Riwayat obesitas disangkal
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat DM pada masa kehamilan disangkal
Riwayat keluarga
Di keluarga tidak ada yang memiliki keluhan
sama seperti yang diderita pasien.
Riwayat penyakit DM dikeluarga disangkal.
Riwayat hipertensi disangkal.

Riwayat psikososial
Pasien 3x makan/hari.
Riwayat konsumsi rokok dan
minuman beralkohol disangkal.
Riwayat alergi
Riwayat alergi makanan dan obatobatan disangkal.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : pasien tampak sakit
ringan
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda vital
Nadi : 80x/m, pulsasi (kuat angkat), regular.
Suhu: 36 C
Nafas : 18 x/menit
Tekanan darah : 120/80 mmHg

TB : 160 m
BB : 53 kg (IMT : 20.7 normal)

Kepala
Mata
Hidung
Mulut
Telinga
Leher

: DBN
: DBN
: DBN
: DBN
: DBN
: DBN

Thorax :
Paru: Ins : simetris, retraksi (-/-)
Pal : fokal fremitus (-/-)
Per: DBN
Aus : ronki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung : DBN
Abdomen : DBN
Akral : DBN

Diagnosis Kerja
Diabetes Mellitus tipe 2

Pemeriksaan Penunjang
GDS 295 mg/dl

Penatalaksanaan
Metformin 500 mg tab No.X
3 dd 1 sebelum makan

Definisi
Menurut American Diabetes
Association (ADA) 2002, diabetes
melitus merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang
terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau keduaduanya.

Etiologi
Insufisiensi dan resistensi insulin.
Determinan genetik

Patogenesis

Klasifikasi
Diabetes Melitus Tipe 1
Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke
defisiensi insulin absolut, baik melalui
proses imunologik atau idiopatik.
Diabetes Melitus Tipe 2
Berfariasi mulai yang predominan
resistensi insulin disertai defisiensi insulin
relatif sampai yang predominan gangguan
sekresi insulin bersama resistensi insulin.

Diabetes Melitus Tipe Lain


Defek genetik fungsi sel beta, Defek
genetik kerja insulin, Penyakit
Eksokrin Pankreas, Endokrinopati,
Karena Obat/Zat kimia, Infeksi,
Imunologi (jarang), Sindroma genetik
lain.
Diabetes Melitus Gestasional
(Kehamilan).

Gambaran Klinis
Keluhan Klasik
Penurunan berat badan (BB) dan
rasa lemah tanpa sebab yang jelas
Banyak kencing (poliuria)
Banyak minum (polidipsia)
Banyak makan (polifagia)

Keluhan Lain
Gangguan saraf tepi / kesemutan
Gangguan penglihatan (kabur)
Gatal / bisul yang hilang timbul
Gangguan Ereksi
Keputihan
Gatal daerah genital
Infeksi sulit sembuh
Cepat Lelah
Mudah mengantuk

Diagnosis
Kriteria Diagnosis:
Gejala klasik DM + gula darah sewaktu 200 mg/dl.
Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan
sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu
makan terakhir.
Kadar gula darah puasa 126 mg/dl. Puasa diartikan
pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8
jam.
Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200 mg/dl. TTGO
dilakukan dengan Standard WHO, menggunakan
beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa
anhidrus yang dilarutkan dalam air.

Komplikasi
Komplikasi metabolik akut :
ketoasidosis dan hipoglikemia.
Komplikasi- komplikasi vaskular jangka
panjang :

Mikroangiopati

retinopati, nefropati, neuropati.


Makroangiopati

klaudikasio intermitten, gangren, infark


miokardium dan angina.

Pengobatan
Tujuan pengobatan adalah
mengurangi resiko untuk komplikasi
penyakit mikrovaskuler dan
makrovaskuler, untuk memperbaiki
gejala, mengurangi kematian dan
meningkatkan kualitas hidup

Terapi Non Farmakologi


Diet
Terapi pengobatan nutrisi adalah
direkomendasikan untuk semua pasien
diabetes mellitus, terpenting dari
keseluruhan terapi nutrisi adalah hasil yang
dicapai untuk hasil metabolik optimal dan
pemecahan serta terapi dalam komplikasi.
Diabetes membutuhkan porsi makan dengan
karbohidrat yang sedang dan rendah lemak,
dengan fokus pada keseimbangan makanan.

Aktivitas
Latihan aerobik meningkatkan
resistensi insulin dan kontrol gula
pada mayoritas individu dan
mengurangi resiko kardiovaskuler
kontribusi untuk turunnya berat
badan atau pemeliharaan

Terapi Farmakologi
Terapi farmakologi ditambahkan jika sasaran glukosa darah belum tercapai
dengan terapi non farmakologi.
Sulfonilurea
Obat hipoglikemik oral golongan sulfonilurea merupakan obat pilihan
(drug of choice) untuk penderita diabetes dewasa baru dengan berat
badan normal dan kurang serta tidak pernah mengalami ketoasidosis
sebelumnya. Senyawa-senyawa sulfonilurea sebaiknya tidak diberikan
pada penderita gangguan hati, ginjal dan tiroid.
Biguanid
Satu-satunya senyawa biguanid yang masih dipakai sebagai obat
hipoglikemik oral saat ini adalah metformin. Obat ini mempunyai efek
utama mengurangi produksi glukosa hati (glukoneogenesis), disamping
juga memperbaiki ambilan glukosa perifer. Terutama dipakai pada
penderita diabetes gemuk. Metformin dikontraindikasikan pada pasien
dengan gangguan fungsi ginjal (kreatinin serum > 1,5) dan hati, serta
pasien-pasien dengan kecenderungan hipoksemia (penyakit
serebrovaskular, sepsis, syok, gagal jantung).

Glinid
Golongan ini terdiri dari 2 macam obat yaitu: repaglinid
dan nateglinid. Umumnya dipakai dalam bentuk
kombinasi dengan obat-obat antidiabetik lainnya.
Tiazolidindion
Golongan ini mempunyai efek menurunkan resistensi
insulin dengan meningkatkan jumlah protein pengangkut
glukosa, sehingga meningkatkan ambilan glukosa di
perifer. Tiazolidindion dikontraindikasikan pada pasien
dengan gagal jantung klas l-lV karena dapat
memperberat edema/retensi cairan dan juga pada
gangguan faal hati.
Penghambat Alfa Glukosidase (Acarbose)
Obat ini bekerja dengan mengurangi absorbsi glukosa di
usus halus, sehingga mempunyai efek menurunkan
kadar glukosa darah sesudah makan. Acarbose tidak
menimbulkan efek samping hipoglikemia.

Indikasi pemakaian Obat Hipoglikemik


Oral :
Diabetes sesudah umur 40 tahun.
Diabetes kurang dari 5 tahun.
Memerlukan insulin dengan dosis
kurang dari 40 unit sehari.
Diabetes mellitus tipe 2, berat
normal atau lebih

Terapi Insulin
Terapi insulin merupakan satu keharusan bagi penderita
diabetes mellitus tipe1. Insulin diperlukan pada keadaan :
Penurunan berat badan yang cepat
Hiperglikemia berat yang disertai ketosis
Ketoasidosis diabetic
Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
Hiperglikemia dengan asidosis laktat
Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
Stres berat (infeksi sistemik, operasi besar, IMA, Stroke)
Kehamilan dengan DM/diabetes mellitus gestasional yang
tidak terkendali dengan terapi gizi medis
Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat
Kontraindikasi dan atau alergi terhadap OHO