Anda di halaman 1dari 15

KOAS NEUROLOGI

PERIODE 1 AGUSTUS 3 SEPTEMBER 2016

Kartika
Septyaningrum
Heidi Angelica A
Ayu Andini Putri
Anastasia Widha S
Kara Citra Kalandra
Lalu Viska Suhendra
Angeline

030.08.136

030.09.109

030.10.045

030.11.022

030.11.153

030.11.162

030.12.021

HOMOSISTEIN:
FAKTOR RISIKO
YANG PERLU
DIOBATI

HOMOSISTEIN
Homosistein ialah asam amino mengandung sulfur
dan merupakan zat perantara pada metabolisme
Metionin. Apabila terbentuk homosistein berlebih
yang belum siap diubah menjadi metionin atau
sistein, homosistein berlebih tersebut akan
diekskresikan ke dalam darah. Setelah itu, hepar
dan ginjal berperan dalam membuang homosistein
berlebih dari darah.

METABOLISME
HOMOSISTEIN

HIPERHOMOSISTEINEMIA SEBAGAI
FAKTOR RISIKO DARI:
Hipertensi

HIPERHOMOSISTEINEMIA SEBAGAI
FAKTOR RISIKO DARI:
Diabetes

HIPERHOMOSISTEINEMIA SEBAGAI
FAKTOR RISIKO DARI:
Gangguan ginjal

Homosistein dan risiko penyakit lain

MEKANISME KERUSAKAN VASKULAR AKIBAT PENINGKATAN


HOMOSISTEIN :

Kerusakan oksidatif
Sebagian besar disfungsi endotel yang
dikaitkan
dengan
homosistein
diperkirakan terjadi akibat stres oksidatif.
Hal ini merupakan bukti kuat bahwa
oksidasi
adalah
salah
satu
faktor
penyebab
hiperhomosisteinemia,
sehingga terdapat manfaat dari terapi
antioksidan untuk disfungsi vaskular.

Proliferasi sel otot polos pembuluh darah


Homosistein dapat memicu proliferasi sel otot
polos pembuluh darah, suatu efek yang dapat
dilemahkan oleh asam folat.
Dengan meningkatnya proliferasi sel otot
polos pembuluh darah, lumen arteri akan lebih
sempit dan dapat merugikan bagi CAD.
Mekanisme ini, bersama dengan sitotoksisitas
sel endotel diduga menjadi penyebab utama
lesi
vaskular
yang
dipicu
oleh
hiperhomosisteinemia.

FAKTOR
PENYEBAB
HIPERHOM
OSISTEINE
MIA

TERAPI UNTUK MENURUNKAN


HOMOSISTEIN PLASMA

Asam Folat
Asam folat berperan sebagai substrat pada
reaksi remetilasi.
Vitamin B12 dan B6
Vitamin B12 dan B6 masing-masing bersifat
sebagai kofaktor enzim yang bertanggung
jawab untuk remetilasi dan transulfurasi.
Sediaan vitamin B12 yang paling sering
digunakan
menurut
literatur
ialah
Cyanocobalamin (meskipun banyak yang lebih
memilih menggunakan Metilcobalamin).

KESIMPULAN

Homosistein ialah asam amino mengandung sulfur


dan merupakan zat perantara pada metabolisme
Metionin.
Hiperhomosisteinemia merupakan faktor risiko dari
berbagai penyakit melalui mekanisme reaksi
oksidatif dan proliferasi otot polos pembuluh darah.
Untuk menurunkan kadar homosistein plasma dapat
diberikan asam folat, vitamin B6, B12 dan
metilcobalamin.

TERIMAKASIH