Anda di halaman 1dari 41

RADIOLOGI INTERVENSI

UNTUK DIAGNOSTIK DAN


TERAPI
Dr. Bagus Denny Indra, spRad

PENDAHULUAN
Radiologi intervensi (IVR) adalah suatu
prosedur yang awalnya berakar dari
radiologi diagnostik dan telah digunakan
secara luas untuk keperluan klinis dan
bedah .

Dr. Charles Dotter adalah bapak IVR , beliau


melakukan angioplasty di Portland Medical
University. Prosedur intervensi unik yang
merupakan integrasi dari teknik , radiologi
dan ketrampilan

Di Indonesia khususnya RSCM, Radiologi


Intervensi mulai berkembang tahun 1992.
Transfer teknologi /ilmu dari Jepang ,
Norwegia, Australia ,Singapura , Italia ,
Belanda ,Inggris, USA.

RADIOLOGI INTERVENSI
Secara umum dibagi 2 yaitu vascular dan nonvascular.

A.Vaskular intervensi
1. Percutaneous transluminal angioplasty (PTA)
penyakit oklusif vascular perifer, supra aorta dan
serebral
2. Embolisasi AVM , perdarahan, tumor, anurysma
dan ablasi organ.
3. Transjugular Intrahepatik Portosistemik Stent
Shunt (TIPSS), pada hipertensi porta dengan
perdarahan berulang
4. Implantasi filter vena kava
5. Terapi tumor lokoregional
6. Vaskular thrombolisis /Brain wash

B. Non vascular intervensi :


1. Intervensi biliari pada obstruksi jaundice /PTC-PTBD
2. Intervensi urologi pada drainase urin , dilatasi ureter dan pemasangan
stent .
3. Intervensi bronkopulmoner : TTB /Trans Thoracal Biopsy, drainase
perkutan pada efusi pleura , biopsy paru maupun massa mediastinum
, reakanalisasi bronkus dengan laser , balloon dan stent .
4. Intervensi gastrointestinal : Trans esophageal stent pada stenosis
karena keganasan/ jinak, balloon dilatasi pada stenosis
esophagus/pylorus,gastrostomi percutaneus,balloon dilatasi
transrektal pada stenosis colon.
5. Intervensi muskuloskeletal: Biopsy tulang percutaneus , drainase
abses , reseksi perkutan pada keadaan patologis .
6. Terapi nyeri dengan penuntun fluoroscopy / CT percutaneus
simpatoklisis pada servikal , lumbal dan neurolisis ganglion
trigeminus .

Trans Thoracal Biopsy

Drainase abses hepar

T-Tube Chol/PTC/PTBD

Tindakan yang paling sering dilakukan di bidang


Radiologi intervensi
Trans Arterial Infusion (TAI)
Trans Arterial Embolisasi maupun Chemo
Embolisasi (TAE/ TACE) pada karsinoma
hepatoseluler
Embolisasi untuk perdarahan gastrointestinal
Percutaneus biliary drainage (PTBD).
Trans Thorakal Biopsy (TTB )pada tumor
mediastinum maupun paru
Guidance punctie Ultrasonografi untuk efusi
pleura dan abses hepar.

Di RSPAD Gatot Subroto dan beberapa


Rumah sakit lain di Jakarta , saat ini
dikembangkan teknik trombolisis yang
dikenal dengan nama Brain wash.
Sebenarnya teknik lama dengan komposisi
dan dosis yang baru.
Teknik ini untuk membantu sejawat
Spesialis Syaraf dan Spesialis Rehabilitasi
Medik untuk membantu memulihkan stroke
infark dalam proses kesembuhannya.

Beberapa tindakan tersebut termasuk


Brain wash saat ini sudah bisa dikerjakan
di Rumah sakit Awal Bros Batam

Bahkan Non Vaskular intervensi sepeti


TTB dan guidance punctie sudah
dilakukan sejak 8 tahun terakhir
kerjasama Spesialis radiologi dan
sejawat Spesialis Paru, Spesialis Bedah
dan Penyakit Dalam.

Angiografi adalah suatu pemeriksaan sinar


X pada pembuluh darah dengan
menggunakan bahan kontras radioopak
sehingga gambaran pembuluh darah
dapat dilihat dengan jelas .

Arteriografi adalah pemeriksaan


angiografi pada arteri .

Arteriografi dilakukan beberapa minggu


setelah ditemukan sinar X oleh Roentgen
pada Desember 1895.

Hatcheck dan Lindethal melakukan


arteriografi pada tangan yang telah
diamputasi pada Januari 1896.
Tahun 1923 Sicard dan Forestier ,
Berberich dan Hirsch melakukan in vivo
arteriogram.
Tahun 1928 Moniz melakukan cerebral
angiografi .
Tahun 1929 Dos Santos melakukan
lumbar arteriografi .

INDIKASI

Diagnosis penyakit vaskuler primer ( Penyakit oklusi


vascular, vasospastic disorders, aneurysma , malvormasi
arteriovenous , fistula arteriovenous )

Diagnosis dan lokalisasi tumor vascular ( Insulinoma


pancreas, adenoma paratiroid)

Preoperatif untuk anatomi vascular ( reseksi tumor lokal,


transplantasi )

Diagnosis dan terapi komplikasi vascular

Perkutaneus prosedur endovascular (trombolisis , ballon


angioplasty , stent embolisasi ).

KONTRAINDIKASI
Mutlak :
pasien tidak stabil dengan disfungsi multisystem .
Relatif :
Infark miokard baru
Koagulopati
Sulit berbaring karena gagal jantung dan
pernafasan
Pasca pemeriksaan barium
Kehamilan .

PERSIAPAN UMUM

Anamnesa , pemeriksaan fisik , pemeriksaan


imejing sebelumnya
Surat ijin tindakan medis
Laboratorium : Darah rutin, ureum creatinin,
masa perdarahan , masa pembekuan,
protrombin time (PT), partial tromboplastin
time (PTT).
Puasa 8 jam sebelum tindakan.
Infus untuk hidrasi dengan NaCl atau D5%
150 ml/jam.
Premedikasi

Pada pasien pasien kondisi tertentu :


Dalam terapi obat obatan yang mempengaruhi
pembekuan darah seperti heparin, warfarin, aspirin.
Heparin stop 4 jam sebelumnya , dalam keadaan
mendesak dapat diberikan protamin sulfat 1 mg
untuk 100 unit heparin.
Warfarin stop beberapa hari sebelumnya . Jika masih
tetap tinggi terapi dengan FFP atau vitamin K 20 50
mg IM 4 jam sebelumnya .
Pasien trombositopneia . Untuk transfemoral /
axillaris puncture , trombosit > 75000/ml
Pasien diabetes dengan ketergantungan insulin, dosis
insulin diturunkan separuhnya atau konsultasikan
dengan dokter yang merawat . Infus lambat dengan
dekstrose 5 % . Hidrasi adekuat untuk menurunkan
resiko nekrosis tubular akut.

PROSEDUR UMUM
1.Persiapan
Pasien terlentang di meja tindakan
Sterilisasi daerah tindakan ,
Pemberian sedasi dengan monitor EKG
dan tanda vital
Lokasi anastesi dengan lidokain 2 %
Insisi kulit 3 mm dengan scalpel no 11
dan bebaskan jaringan dengan klem
mosquito.

2. Punctie arteri femoralis

Teknik Seldinger . Lokasi penyuntikan di bawah ligamentum


inguinal untuk mengurangi resiko perdarahan retroperitoneal /
pelvis.
Pada pasien obesitas lokasi penyuntikan ditentukan dengan
fluoroscopy pada daerah inferior caput femoral
Penusukan dengan jarum 18 G dengan sudut 40 derajat terhadap
kulit, single wall / double wall .
Single wall dilakukan jika tusukan pada graft , pada pasien
hipertensi untuk mengurangi perdarahan , koagulopati.
Penusukan dilakukan sampai teraba denyut arteri / ada pancaran
arteri , setelah itu angkat stylet lalu masukkan guidewire ke A.
Femoralis melewati A.Iliaka ke aorta dengan tuntunan fluoroscopy.

3. Kateterisasi
Saat wire sampai aorta masukkan dilator
dan introduser sheat
Angkat dilator dan masukkan kateter .
Diagnosa daerah yang menjadi target
Tindakan intervensi sesuai protocol.

4. Pasca tindakan :
Tirah baring 24 jam
Antibiotik dan obat obat simptomatis
Monitor komplikasi
5. Akses lain sesuai kebutuhan :

A. Axilaris

A. Brachialis

V. Femoralis

V. Jugularis .

ALAT DAN BAHAN

1.
2.
3.
4.
5.

6.

Kateter
Guidewires
Vascular dilators
Vaskular introducer sheaths
three way stopcock. Untuk flushing dan
pengukuran tekanan dipakai injeksi
kontras .
Bahan embolan

7. Trombolitik materi
8. PTA bollon kateter
9. Stents
10. Filter
11. Kontras media

Contoh - contoh aplikasi angiograf


TACE HCC

Perdarahan intraabdomen trauma maupun non trauma

Neurointervensi Radiologi

CCF

KEUNTUNGAN RADIOLOGI INTERVENSI

Mengurangi rasa sakit , karena minimal invansif .


Mengurangi waktu rawat inap.
Sebagai terapi alternatif.
Menekan biaya operasi dan anestesi
Pada abad 20-21 dimana terapi penyakit
berdasarkan kontrol genetic, maka imejing dapat
berperan sebagai penuntun terapi gen, sebagai
contoh di Stanford University dilakukan
kateterisasi transarteri untuk terapi gen pada
pasien Ca colon dengan metastasis ke liver , juga
transarteri hepatic terapi gen untuk hemophilia
dan penelitian awal untuk terapi hepatitis C.

KERUGIAN DAN KOMPLIKASI


Berakibat cacat / fatal jika dilakukan oleh
dokter yang tidak terlatih/ terdidik dengan baik
Terbatas hanya di Rumah Sakit besar dan di
Kota besar ( untuk Indonesia ) .
KESIMPULAN
Radiologi intervensi dapat sebagai terapi
alternative maupun definitive dengan
mengurangi waktu perawatan di Rumah sakit
Untuk perkembangannya membutuhkan
inovasi, penelitian laboratorium dan investigasi
klinis

TERIMA KASIH