Anda di halaman 1dari 30

INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Izzi Fekrat
Iqi Siti Rizkiah
Perseptor :
Inne Arline Diana, dr., SpKK (K)

DEFINISI
infeksi yang penularannya terutama
melalui hubungan seksual yang
mencakup infeksi yang disertai gejalagejala klinis maupun asimptomatis.

Kontak
Kontak langsung
langsung
(pada saat
(pada
saat melakukan
melakukan
hubungan
hubungan seksual
seksual ))

ibu kepada bayi


pada saat hamil,
saat melahirkan
dan saat
menyusui.

Transfusi darah
dengan darah
yang sudah
terinfeksi HIV

Cara
penularan

Penggunaan alat
pisau cukur secara
bersama-sama
(khususnya jika
terluka dan
menyisakan darah
pada alat).

Saling bertukar
jarum suntik pada
pemakaian
narkoba

Menindik telinga
atau tato dengan
jarum yang tidak
steril,

Tertusuk jarum
suntik yang tidak
steril secara
sengaja/tidak
sengaja

virus (diantaranya
HSV, HPV, HIV,
Molluscum
contagiosum
virus),

bakteri
( diantaranya
N.gonorrhoeae,
C.trachomatis,
T.pallidum)

protozoa
(diantaranya
Trichomonas
vaginalis)

ETIOLOGI

jamur
(diantaranya
Candida
albicans)

parasit
(S.Scabiae)

MANAJEMEN
Pendekatan
etiologi:
Biaya
Pemeriksaan
laboratorium
kompleks
Petugas
berpengalaman
Quality
insurrance
Infrastruktur

Pendekatan
klinis:
Cepat, murah,
infrastruktur
Kurang akurat,
Infeksi multipel
tidak
terdeteksi,
Under/over
treatment

Pendekatan
Sindrom:
Tidak mahal,
terstandar, mudah
Overtreatment
Tidak spesifik
Pemborosan
antibiotik
Penurunan
kemampuan
petugas kesehatan
Surveilance

DUH TUBUH

Duh Tubuh Wanita

Duh Tubuh Pria

DUH TUBUH WANITA

DEFINISI
Duh tubuh vagina (fluor albus, vaginal discharge,
leukorrhea) atau keputihan adalah cairan (bukan
darah) yang keluar berlebihan dari vagina .

Duh tubuh vagina dibagi menjadi dua, yaitu :


Duh Tubuh Fisiologis
Duh Tubuh Patologis

DUH TUBUH VAGINA FISIOLOGIS


sekret dari vagina normal yang berwama jernih atau
putih, tidak berbau dan tidak mengiritasi.
Karakteristik
Mikroskopik : sel-sel epitel vagina yang terdeskuamasi, cairan
transudasi dari dinding vagina, sekresi mukus endoserviks,
sekresi dari saluran yang lebih atas dalam jumlah bervariasi
serta mengandung berbagai mikroorganisme terutama
Lactobacillus sp.
Memiliki ph < 4,5 produksi asam laktat oleh lactobaciilus
dari metabolisme glikogen pada sel epitel vagina.

DUH TUBUH FISIOLOGIS


Duh tubuh vagina fisiologis terdapat pada keadaan
sebagai berikut :
Premenarche, mulai timbul pengaruh estrogen
Saat sebelum dan sesudah haid
Saat atau sekitar ovulasi
Adanya rangsangan seksual pada wanita dewasa
karena pengeluaran transudasi dinding vagina
Pada kehamilan, (pengaruh peningkatan
vaskularisasi dan bendungan di vagina dan di daerah
pelvis)

DUH TUBUH VAGINA PATOLOGI


Leukorrhea dikatakan tidak normal jika terjadi
peningkatan volume (khususnya membasahi pakaian), bau
yang khas dan perubahan konsistensi atau warna.

ETIOLOGI NON INFEKSI


1. Kelainan alat kelamin didapat atau bawaan
fistel uterovagina, fistel rektovagina yang disebabkan
kelainan kongenital, cedera persalinan, radiasi pada
kanker alat kandungan atau akibat kanker itu sendiri.
2. Benda asing
3. Hormonal
4. Kanker/Lesi pra kanker

ETIOLOGI INFEKSI
Vaginitis paling sering disebabkan oleh Candida
spp., Trichomonas vaginalis, Gardenela vaginalis.
Servisitis paling sering disebabkan oleh Chlamidia
trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.
Selain itu penyebab infeksi yang lain adalah infeksi
sekunder pada luka, abrasi (termasuk yang
disebabkan oleh benda asing), ataupun terbakar.

DIAGNOSIS
ANAMNESIS

Menggali faktor resiko.


Pasien dianggap berperilaku
beresiko tinggi bila terdapat 1
atau lebih dari :
1. Pasangan seksual >1 dalam 1
bulan terakhir
2. Berhubungan seks dengan
penjaja seks dalam 1 bulan
terakhir
3. Mengalami 1/lebih episode
IMS dalam 1 bulan terakhir
4. Perilaku pasangan seksual
beresiko tinggi

PEMERIKSAAN FISIK

Mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan


Minta pasien buang air kecil
Posisi : litotomi
Inspeksi dan palpasi inguinal pembesaran kel getah bening
Inspeksi dan palpasi mons pubis, labia dan perineum
kemerahan, pembengkakan, luka/lecet, massa, duh tubuh
Inspeksi dan palpasi genitalia, perineum, anus, dan sekitarnya

PENGAMBILAN SPESIMEN

STATUS SUDAH MENIKAH


Informed consent
Bersihkan daerah vulva dengan kasa NaCl
Masukkan spekulum steril

Pengambilan Spesimen :

Lepaskan spekulum
Cuci tangan

PENDEKATAN DIAGNOSIS

PENDEKATAN
SINDROM

PEMERIKSAAN
INSPEKULO &
LABORATORIUM

SERVISITIS
SERVISITIS GONORE

SERVISITIS NON GONORE

Etiologi

Neisseria gonorrhoeae

Chlamydia trachomatis (tersering), Mycoplasma sp., Ureaplasma


urealyticum, dll

Gejala

Inkubasi variasi 10 hari, 50% asimtomatik

Inkubasi 7-21 hari, mayoritas asimtomatik

Duh tubuh purulen mukopurulen dari kanal servikalis, disertai disuria, disparenia
Penunjang

-Pewarnaan gram : PMN dengan diplokokus


gram negatif intra/ekstrasel
-Kultur : koloni abu-abu kuning
-Tes definitif : oksidase (koloni + fenilendiamin
1% ungu kehitaman), fermentasi (fermentasi
glukosa saja)

Gram:
PMN >30 per lapang pandang besar
Diplokokus Gram negatif (KOH: pseudohifa dan blastospora (-), NaCl: Trichomonas
vaginalis (-)

SERVISITIS GONORE

SERVISITIS NON GONORE

VAGINITIS
TRICHOMONIASIS

BACTERIAL VAGINOSIS

CANDIDIASIS

Etiologi

Trichomonas vaginalis

Gardnella vaginalis, Mobiluncus sp.,


dll

Candida albicans, dll

Gejala dan
Tanda

Duh tubuh putih kehijauan yang


gatal, berbusa, inflamasi dinding
vagina, strawberry-like cervix,
disparenia

Duh tubuh vagina amis, putih


keabuan, tidak bergumpal, homogen
Jarang disertai gatal dan disuria

Duh tubuh putih seperti krim keju,


vulva gatal dan edema, nyeri vagina,
rasa terbakar vulva dan dyspareunia

Penunjang

pH >4.5 , preparat NaCL 0,9%


pergerakan T.vaginalis

pH >4.5, Whiff test + , clue cell >20% pH 4-4.5, KOH 10% tampak pseudohifa
pada lapang padang
dan blastospora, agar saboraud untuk
kultur

TRIKOMONIASIS

KANDIDIASIS

VAGINOSIS BAKTERIALIS

PENATALAKSANAAN UMUM
Periksa dan lakukan pengobatan pada pasangan
Anjurkan abstinensia sampai infeksi dinyatakan
sembuh secara laboratorium, bila tidak
memungkinkan, anjurkan penggunaan kondom
Kunjungan ulang untuk tindak lanjut di hari ke-3 dan
ke-7
Lakukan konseling mengenai infeksi, konplikasi yang
dapat terjadi, dan pentingnya keteraturan berobat
Lakukan tes terhadap HIV dan kemugkinan penyakit
infeksi menular seksual lainnya

Pemilihan obat-obatan untuk IMS harus


memenuhi kriteria:
Angka kesembuhan/kemanjuran tinggi (sekurangkurangnya 90-95%)
Harga murah
Toksisitas & toleransi yang masih dapat diterima
Dalam dosis tunggal
Per oral
Tidak
merupakan
kontraindikasi
pada
bumil/buteki

MANAJEMEN SERVISITIS
Pengobatan untuk gonore tanpa komplikasi
DITAMBAH
Pengobatan untuk klamidiosis

MANAJEMEN VAGINITIS
Pengobatan untuk trikomoniasis
DITAMBAH
Pengobatan untuk vaginosis bakterial
BILA ADA INDIKASI,
Pengobatan untuk kandidiasis vaginalis