Anda di halaman 1dari 27

Diklat Profesi DKIKP

Mekanisme Deklarasi
Kondisi Pembangkit
PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT

RUANG LINGKUP
Full Outage
SO - Scheduled Outage, meliputi:
PO - Planned Outage
MO - Maintenance Outage
SE - Scheduled Outage Extension, meliputi:
PE - Planned Outage Extension
ME - Maintenance Outage Extension

FO - Forced Outage, meliputi:


FO1 (U1) - Forced Outage Immediate
FO2 (U2) - Forced Outage Delayed
FO3 (U3) - Forced Outage Postponed
SF -

Startup Failure

RS - Reserve Shutdown
NC - Noncurtailing Event

Partial Outage

SD - Scheduled Derating, meliputi:


PD - Planned Derating
MD (D4) - Maintenance Derating

DE (Scheduled) Derating Extension,


meliputi:
PDE (DP) Planned Derating Extension
MDE (DM) - Maintenance Derating Extension

FD - Forced Derating, meliputi:

FD1 (D1) - Forced Derating Immediate

FD2 (D2) - Forced Derating Delayed

FD3 (D3) - Forced Derating Postponed

Kondisi yang tidak dapat digolongkan


sebagai derating :

Daya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari


atau sama dengan 98% (sembilan puluh delapan
persen) dari DMN pembangkit dalam selang waktu
setengah jam secara terus-menerus.

Apabila diminta oleh Dispatcher BOPS atau REGION


P3B untuk mencapai tingkat pembebanan tertentu,
dan pembebanan Pembangkit aktual mencapai tingkat
pembebanan tersebut dengan rentang -2% (minus dua
persen) dari DMN dalam selang waktu setengah jam
secara terus-menerus.

Derating saat Unit Startup


Tiap unit mempunyai waktu "standar" atau "normal"
untuk mencapai beban penuh setelah/dari keadaan
outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari
kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat
beban yang ditentukan sesuai periode yang normal,
maka tidak ada derating pada unit. Jika unit
memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu
start up normal menuju beban penuh atau menuju
beban yang ditentukan dispatcher, maka unit dianggap
mengalami derating. .

Beberapa hal yang perlu diperhatikan


dalam penentuan kondisi
Pembangkit
Apabila selisih waktu aktual sinkronisasi Pembangkit
ke sistem sesuai perintah sinkron dispatcher lebih
besar dari 5 (lima) menit (sesuai Grid Code SDC
7.4.3.a) dari target waktu yang disampaikan oleh
Pengendali Sistem berdasarkan infromasi dari Pihak
Pembangkit, maka hal ini diperhitungkan sebagai
kondisi Startup Failure Pembangkit.

Apabila tidak terdapat target waktu spesifik yang


diminta oleh Dispatcher BOPS atau REGION P3B
dan tingkat pembebanan Pembangkit dicapai
melebihi 2 (dua) menit dari prakiraan waktu
berdasarkan deklarasi ramping ratenya (sesuai Grid
Code 7.4.3.b), maka Pembangkit dianggap
mengalami derating

Apabila terdapat target waktu spesifik yang diminta oleh


Dispatcher BOPS dan REGION P3B, dan bila tingkat
pembebanan tersebut dicapai melebihi 2 (dua) menit dari
target waktu tersebut (sesuai Grid Code SDC 7.4.3.c),
maka Pembangkit dianggap mengalami derating.

PELAKSANA DEKLARASI DAN


KONFIRMASI
Petugas pelaksana pencatatan real time

Operator Sistem (P3B):


Dispatcher BOPS dan dispatcher REGION P3B
Anak Perusahaan (AP):
Supervisor Operasi/Produksi atau Operator Pembangkit
Unit Pembangkitan PLN (UP PLN):
Operator pembangkit
Pembangkitan Swasta (IPP):
Operator pembangkit IPP

Pelaksana proses acknowledgement


P3B:
Supervisor Operasi Real Time BOPS atau yang
mewakilinya
AP:
Supervisor/Operator Operasi Real Time
Pembangkit atau yang mewakilinya
UP PLN:
Supervisor/Shift Leader/Operator pembangkit atau
yang mewakilinya
IPP:
Supervisor/Shift Leader/Operator pembangkit atau
yang mewakilinya

Pelaksana proses konfirmasi harian


P3B:
Supervisor Operasi Real Time BOPS atau Pejabat yang
ditugaskan
AP:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan
UP PLN:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan
IPP:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan

TATA-CARA DEKLARASI DAN


KONFIRMASI
Unit Pembangkit harus mendeklarasikan kepada
Pengendali Sistem (dispatcher BOPS atau dispatcher
REGION P3B atau dispatcher Sub-Region) sesuai
kewenangannya mengenai setiap kondisi Pembangkit
aktual baik yang parsial (derating), tidak siap
sepenuhnya (DMN = 0) akibat PO, MO, atau FO, kondisi
Unit yang siap , maupun kondisi non event curtailing
(NC) untuk periode Mingguan (RDM) berikut Cause
Code nya. Data unit Pembangkit yang siap akan di
Dispatch dalam ROH (Rencana Operasi Harian).

Jika terjadi perubahan kondisi pembangkit dari


RDM/ROH, maka pihak Pembangkit atau
Pengendali Sistem akan mendeklarasikan
perubahan kondisi Pembangkit tersebut dengan
menyebutkan nama dan nomor unit Pembangkit,
daya mampu Pembangkit maksimum, waktu
mulai dan berakhirnya kondisi tersebut, alasan
kejadian, cause code komponen/kelompok dan
nama operator/supervisor yang melaporkan
dalam Deklarasi Kondisi Pembangkit (DKP).

Jika tidak terdapat deklarasi perubahan kondisi


Pembangkit maka daya mampu aktual
Pembangkit yang digunakan untuk keperluan
perhitungan kondisi Pembangkit adalah daya
mampu mutakhir sesuai RDM yang disampaikan
ke BOPS.

Setiap Operator atau Supervisor Operasi yang


berkomunikasi secara elektronik, tertulis
maupun suara dengan Dispatcher adalah sah
sebagai juru bicara unit Pembangkit.

Apabila telah menggunakan Aplikasi Dispatch,


Supervisor Operasi atau Operator Pembangkit yang
mewakili Supervisor Operasi Pembangkit atau yang
mewakili harus mengakui telah menerima
(acknowledgement) perintah dispatch atau daya
mampu maksimum atau informasi lainnya yang diklaim oleh Dispatcher BOPS melalui Aplikasi
Dispatch dan memberikan
komentar/informasi/persetujuan kondisi pembangkit
atas perintah dispatcher.

Apabila Aplikasi Dispatch tidak dapat berfungsi atau


belum diimplementasikan, maka Dispatcher BOPS,
REGION dan Sub Region Bali harus mencatat
semua data dari deklarasi yang dilakukan operator
Pembangkit dan informasi operasi pembangkit
lainnya pada logbook operasi sistem/logsheet.

Supervisor Operasi Real Time BOPS akan mengirim


rekap Data Awal kondisi Pembangkit harian seperti
daya mampu maksimum, penyebab kejadian dan cause
codenya untuk data yang sudah terkumpul pada periode
tugas/shiftnya kepada Supervisor Pembangkit atau yang
mewakili melalui Web Aplikasi DKP

Supervisor Pembangkit atau yang mewakili akan


melakukan acknowledgement atas Data Awal kondisi
Pembangkit meliputi daya mampu maksimum, penyebab
kejadian dan cause codenya melalui Aplikasi Web DK P.

Form DKP-P3B yang berisi Rekap Final data


kondisi Pembangkit periode operasi mulai pukul
00:00 WIB hingga 24:00 WIB satu hari
sebelumnya akan dikirim selambat-lambatnya
pukul 10.00 WIB setiap harinya oleh Supervisor
Operasi Real Time BOPS melalui Web Aplikasi
HDKP untuk selanjutnya dikonfirmasi oleh
Supervisor Pembangkit atau yang mewakili

Supervisor Operasi Real Time atau

Pejabat yang ditugaskan harus melakukan


konfirmasi mengenai data kondisi
Pembangkit periode operasi satu hari
sebelumnya mulai pukul 00:00 WIB
hingga 24:00 WIB satu hari sebelumnya
melalui Web Aplikasi HDKP Form DKPPembangkit

Mengisi ruang "Konfirmasi" dengan huruf S jika data


kondisi Pembangkit disepakati atau mengisinya dengan
huruf "TS" jika data kondisi Pembangkit belum disepakati

Pihak Pembangkit yang berwenang apabila diperlukan,


memberikan penjelasan pada kolom "Keterangan"
terhadap data kondisi Pembangkit yang belum disepakati

Mengisi, memperbaiki atau melengkapi data Cause Code


penyebab kejadian pada ruang yang terdapat di Aplikasi
DKP.

Selanjutnya, BOPS P3B akan memfasilitasi


penyelesaian mengenai data kondisi yang belum
disepakati (berstatus TS) oleh Pihak
Pembangkit yang berwenang berdasarkan data
pendukung yang ada.

Data kondisi yang telah disepakati akan


digunakan oleh BOPS P3B sebagai dasar
perhitungan Indeks Kinerja Pembangkit, melalui
aplikasi GAIS atau manual.

Jika masih terdapat data kondisi yang belum


disepakati, maka harus diselesaikan secara
kesepakatan bersama antara BOPS dan Pembangkit
atau dilanjutkan kepada komisi Grid Code.

BOPS harus menyampaikan hasil akhir


penyelesaian data kondisi yang berstatus TS. Data
tersebut dapat dikoreksi dengan alasan yang
disepakati oleh BOPS dan perusahaan Pembangkit.

Apabila terdapat kendala pada saluran

komunikasi untuk penggunaan Web


Aplikasi DKP, maka proses konfirmasi
dilakukan melalui email, facsimile atau ftp.
Alamat email BOPS dan Pengelola
Pembangkit serta server ftp. Selanjutnya
BOPS akan mengisikan data tersebut ke
database DKP.

Untuk memperjelas proses pelaksanaan

deklarasi kondisi pembangkit dapat dilihat


pada Diagram Alir
..\BAHAN AJAR\DIAGRAM ALIR.doc
Penunjukan waktu di ruang kontrol P3B

(berdasarkan GPS) digunakan sebagai


Waktu Standar untuk semua pencatatan
dan pelaporan kejadian Pembangkit.