Anda di halaman 1dari 46

REHABILITASI MEDIK PADA

SPONDILOLISTESIS

Pembimbing:
Dr. Ingrid Melia Kartika, Sp. KFR
Oleh:
Tia Rahmi Priyanto
LABORATORIUM REHABILITASI MEDIK
RSUD BLAMBANGAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2016

LATAR BELAKANG
Spondilolistesis merupakan pergeseran kedepan korpus
vertebra dalam hubungannya dengan sacrum atau
kadang hubungan dengan vertebra lainnya.
Kelainan terjadi akibat hilangnya kontinuitas pars
intervertebralis sehingga menjadi kuran kuat untuk
menahan pergeseran tulang belakang

IDENTITAS
Nama : Ny. S
Jenis kelamin

: Perempuan

Umur : 48 tahun
Alamat : Alas Bulu
Pendidikan terakhir : SD
Agama : Islam
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Status: Menikah
Suku : Madura
Tanggal pemeriksaan : 29 Agustus 2016

ANAMNESA
Keluhan Utama

Nyeri pinggang menjalar hingga kaki kanan

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri dirasakan
seperti terbakar dan cenut-cenut. Keluhan ini diawali dengan nyeri pinggang yang menjalar
hingga ke belakang kaki dan ke telapak kaki sebelah kanan, nyeri semakin memberat sejak
1 bulan terakhir. Nyeri dirasakan semakin memberat terutama saat berdiri dan berjalan.
Nyeri berkurang saat pasien membungkuk atau menundukkan badan. Pasien juga
mengeluh terdapat kesemutan yang dirasakan pada tungkai kaki hingga telapak kaki
sebelah kanan. Pasien tidak merasakan nyeri saat batuk ataupun bersin dan juga tidak
merasakan nyeri saat mengejan. Pasien menyangkal pernah jatuh sebelumnya.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat penyakit serupa : pasien pernah mengalami sakit
serupa pada 1 tahun yang lalu dan pernah masuk rumah sakit
selama satu minggu karena nyeri pinggang bawah hingga tidak
bisa berjalan.
Riwayat sakit gula
: disangkal
Riwayat kolesterol tinggi : pasien mengatakan kadar
kolesterolnya tinggi, tetapi pasien tidak rutin berobat, minum
obat jika badan terasa sakit saja.
Riwayat sakit darah tinggi : disangkal
Riwayat asam urat tinggi : pasien mengatakan memiliki riwayat
asam urat tinggi, namun tidak pernah kontrol dan tidak rutin
minum obat.

Riwayat stroke
: disangkal
Riwayat trauma
: disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal
Riwayat penyakit paru
: disangkal
Riwayat alergi
: pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap
obat maupun makanan

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat penyakit serupa
: disangkal
Riwayat sakit gula
: disangkal
Riwayat sakit darah tinggi: disangkal
Riwayat stroke
: disangkal
Riwayat penyakit paru
: disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal

Riwayat Pengobatan
Pasien pernah berobat dan pernah masuk rumah sakit 1 tahun yang lalu
karena keluhan sama, tetapi pasien tidak mengetahui nama obat yang
diminumnya. Pasien tidak pernah kontrol lagi setelah keluar rumah sakit.
Pasien pernah berobat ke dukun pijat.

Riwayat Kebiasaan
Merokok

: disangkal

Minum alkohol : disangkal


Olah raga

: pasien tidak pernah olah raga

Riwayat Gizi
Pasien makan sehari-hari biasanya 2-3 kali sehari dengan
nasi yang cukup serta sayur dan lauk pauk berupa tahu,
tempe kadang ikan, telur atau daging. Pasien memiliki
nafsu makan yang baik

ANAMNESIS SISTEM
Kulit : Tidak ada keluhan
Sistem saraf pusat : Tidak ada keluhan
Sistem indra (mata, telinga, hidung): Tidak ada keluhan
Mulut, gigi : Tidak ada keluhan
Tenggorokan : Tidak ada keluhan
Respirasi : Tidak ada keluhan
Kardiovaskuler : Tidak ada keluhan
Gastrointestinal : Tidak ada keluhan
Genitourinaria : Tidak ada keluhan
Muskuloskeletal : Tidak ada keluhan
Ekstremitas atas : Tidak ada keluhan
Ekstremitas bawah : nyeri menjalar paha belakang hingga telapak kaki (+/-),
kesemutan (+/-)
Neuropskiatri

: Tidak ada keluhan

PEMERIKSAAN FISIK
Status Present
Kesan pasien tampak sakit sedang, kontak mata dengan
tenaga kesehatan baik, kesadaran compos mentis, GCS
456.
Tanda Vital
Nadi

: 92 x/menit, reguler, isi cukup, ekual

Pernapasan : 22 x/menit, reguler


Suhu

: 360C

TD

: 140/90 mmHg

STATUS GENERALIS
Kulit
Kepala

: Dalam batas normal

Mata
Hidung

: Dalam batas normal

: dalam batas normal


: Dalam batas normal

Mulut
: Dalam batas normal
Tenggorokan : Dalam batas normal
Leher
: Dalam batas normal
Thoraks : Dalam batas normal
Abdomen : Dalam batas normal
Ekstremitas atas : Dalam batas normal
Ekstremitas bawah : Dalam batas normal

Status lokalis
Inspeksi : deformitas (-), skoliosis (-), kiposis (-), lordosis
(-), gibus (-)
Palpasi : nyeri tekan (+) pada punggung bawah,
massa (-), krepitasi (-)
Pemeriksaannervus kranialis : Tidak dilakukan

PEMERIKSAAN REFLEKS
REFLEKS FISIOLOGI
Reflex Biceps : Reflex Patella : +2/+2
+2/+2
Reflex Trisep

Reflex Achilles: +2/+2


:

+2/+2
Refleks

Dextra

Sinistra

Babinski

Chaddocck

Oppenheim

Gordon

Patologik

TES PROVOKASI NYERI


Bragard (-/-)
Sicard (-/-)
Patrick (-/-)
Kontrapatrick (-/-)
Lasseque (+/-)
Kontralasseque (-/-)
Naffziger (-)
Valsava (-)

PEMERIKSAAN
MOTORIK DAN
SENSIBILITAS

Motorik

Ekstremitas

Superior
C5 (Elbow Flexor)

C6 (Wrist extensor)

C7 (Elbow extensor)

C8 (Finger flexor)

T1 (Finger abductor)

Ekstremitas inferior

Sensorik

L2 (Hip flexor)

L3 (Knee extensor)

L4 (Ankle

dorsoflexor)
L5 (Long toe

extensor)
S1 (Ankle plantar

flexor)

Pemeriksaan Otonom Dan Fungsi Vegetatif


Miksi
Inkontinesiaurin

: Negatif

Retensiourin

: Negatif

Defekasi
Inkontinensia alvi

: Negatif

Retensio alvi

: Negatif

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

X-Ray
Thorakolumbal

DIAGNOSIS
Klinis

: Low back pain + Ischialgia dextra

Topis

: Vertebrae L5 dan S1

Etiologis

: Spondilolistesis grade 1

Fungsional

: Disabilitas ringan

PENATALAKSANAAN
Rehabilitasi medik
- Problem rehabilitasi medis
Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke tungkai
kanan dengan VAS skala 5
Luas gerak sendi tulang belakang terganggu (ekstensi)
Gangguan mobilisasi dari posisi tidur ke berdiri pasien
mengeluh nyeri
Gangguan ambulasi saat berjalan pasien mengeluh nyeri
Gangguan aktivitas sehari-hari misalnya saat pasien
melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci
piring, mencuci baju, dll.

Rencana Penatalaksanaan Rehabilitasi


Medik
Fisioterapi
Evaluasi :
Mengurangi nyeri radikuler dan nyeri tekan pada punggung bawah
dengan VAS skala 5
Meningkatkan skeletal alignment yakni tidak hanya meliputi kolumna
vertebralis saja tetapi juga semua komponen muskuloskeletal yang
berhubungan dengan kolumna vertebralis
Mengurangi nyeri punggung bawah saat mobilisasi

FISIOTERAPI
Program :
Microwave diathermy
Proper back positioning dengan tujuan memperbaiki postur tubuh
dan membiasakan diri untuk melakukan gerakan-gerakan yang
sesuai dengan mekanik tulang belakang.
Latihan fisik (back excercise) digunakan untuk Memperkuat otototot fleksor lumbosacral terutama otot dinding abdomen dan otot
gluteus, mengurangi ketegangan otot, meregangkan otot-otot yang
memendek terutama otot-otot ekstensor punggung, otot hamstring
dan quadratus lumborum, mengurangi gaya yang bekerja pada
tulang punggung dengan cara mengurangi beban badan dan
koreksi postur, latihan yang digunakan adalah William flexion
exercise.

TERAPI OKUPASIONAL

Evaluasi :
Gangguan aktivitas sehari-hari misalnya saat pasien
melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci
piring, mencuci baju, dll.
Program:
Peningkatan ADL dengan aktivitas dan keterampilan.

ORTHOTIK PROSTETIK
Evaluasi
Gangguan ambulasi (nyeri saat berjalan).
Program
Menggunakan lumbosacral brace

PSIKOLOGIS
Evaluasi :
Evaluasi kontak, pengertian dan komunikasi yang baik
Semangat pasien untuk menjalani pengobatan dan fisioterapi serta semangat
untuk sembuh
Keluarga pasien menerima pasien dengan baik dan sabar dengan keadaan pasien
saat ini
Program :
Memberikan dukungan mental yang baik dari anggota keluarga dan pasien serta
kesugguhan pasien berusaha untuk sembuh.
Memberikan pengertian kepada pasien untuk tidak takut dalam menjalankan
latihan fisioterapi.

SOSIAL MEDIS
Sosial Medis Kontak, komunikasi, dan pengertian baik
Gangguan dalam melaksanaan pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah
tangga seperti menyapu, mencuci piring, dan mencuci pakaian
Biaya pengobatan ditanggung secara mandiri/umum.
Program
Kunjugan rumah untuk melakukan evaluasi kondisi rumah pasien dan
menyesuaikannya dengan keadaan pasien saat ini.
Menyarankan untuk mencuci piring dan pakaian sambil duduk untuk
mengurangi tumpuan badan dan mengurangi nyeri.
Menyarankan untuk mengurus asuransi kesehatan.

KOMUNIKASI, INFORMASI,
EDUKASI
Edukasi pasien mengenai sakit yang diderita.
Edukasi pasien untuk mengurangi berat badan,
mencegah rokok, nasehat tentang cara duduk, berdiri,
berjalan, atau mengangkat beban untuk mencegah
kambuh.
Edukasi pasien untuk mengontrol kolesterol dan asam
uratnya yang tinggi.
Edukasi pasien dan keluarga untuk selalu rutin dalam
menjalankan fisioterapi.

PROGNOSIS
Ad vitam
: bonam
Ad functionam : bonam
Ad sanationam : bonam

FOLLOW UP 01-09-2016
I.

Keluhan

Nyeri punggung bawah (+) berkurang, nyeri dirasakan menjalar pada kaki kanan masih
tetap sama dengan sebelumnya. Nyeri semakin memberat saat berdiri, berjalan dan
aktivitas. Nyeri berkurang saat pasien istirahat, terutama membungkuk. Kesemutan (+)
tetapi berkurang dibandingkan sebelumnya.
II.

Problem Rehabilitasi Medik

-. Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke tungkai kanan dengan VAS skala 4
-. Luas gerak sendi tulang belakang terganggu (ekstensi)
-. Gangguan mobilisasi dari posisi tidur ke berdiri pasien mengeluh nyeri
-. Gangguan ambulasi saat berjalan pasien mengeluh nyeri
III. Program Rehabilitasi Medik
-. Fisioterapi
1.

Modalitas Fisik: Infra red

2.

Proper back positioning

3.

Back Exercise: William

FOLLOW UP 05-09-2016
I.

Keluhan

Nyeri punggung bawah (+) berkurang, nyeri dirasakan menjalar pada kaki kanan masih tetap sama
dengan sebelumnya. Nyeri semakin memberat saat berdiri, berjalan dan aktivitas. Nyeri berkurang
saat pasien istirahat, terutama membungkuk. Kesemutan (+) tetapi berkurang dibandingkan
sebelumnya. Keluhan masih sama seperti sebelumnya.
II. Problem Rehabilitasi Medik
-. Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke tungkai kanan dengan VAS skala 4
-. Luas gerak sendi tulang belakang terganggu (ekstensi)
-. Gangguan mobilisasi dari posisi tidur ke berdiri pasien mengeluh nyeri
-. Gangguan ambulasi saat berjalan pasien mengeluh nyeri
III.

Program Rehabilitasi Medik

-. Fisioterapi
1. Modalitas Fisik: Infra red, traksi lumbal
2. Proper back positioning
3. Back Exercise: William
- Orthotic Prostetic: lumbosacrall brace Elastic

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
Kata spondylolisthesis berasal dari bahsa Yunani yang
terdiri atas kata spondylo yang berarti tulang belakang
(vertebra) dan listhesis yang berarti bergeser.
Spondilolistesis
adalah
suatu
pergeseran
korpus
vertebrae (biasanya kedepan) terhadap korpus vertebra
yang terletak dibawahnya.
Umumnya
terjadi
pada
pertemuan
lumbosacral
(lumbosacral joints) dimana L5 bergeser (slip) diatas S1.

GEJALA DAN TANDA


SPONDILOLISTESIS
Gambaran klinis Spondilolistesis berupa nyeri tulang belakang (back pain), radikulopati,
klaudikasio neurogenic atau gabungan beberapa gejala tersebut
Nyeri berkurang ketika pasien memfleksikan tulang belakang dengan duduk
Pemeriksaan fisik pada spondilolistetis,
1. postur pasien biasanya normal, bilamana subluksasio yang terjadi bersifat ringan.
2. Pergerakan tulang belakang berkurang karena nyeri dan terdapatnya spasme otot
3. Nyeri tekan pada palpasi tampak pada beberapa segmen distal dari level/tingkat
dimana lesi mulai timbul
4. Pemeriksaan neurologis terhadap pasien dengan spondilolistesis biasanya negative
5. Fungsi berkemih dan defekasi biasanya normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
X-ray AP/lateral/oblique
CT-Scan
Bone scan
MRI

Pada
pasien
dilakukan
pemeriksaan
X-ray
yang
menunjukkan
adanya
subluksasi ke depan <25 %.

DERAJAT SPONDILOLISTESIS

Pada kasus ini pasien memiliki gangguan impairment berupa


(1)nyeri tekan pada punggung bawah dan nyeri radikuler dari punggung
bawah hingga tungkai kaki sebelah kanan,
(2)adanya keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) punggung (ekstensi).
()Functional Limitation yang dialami seperti, berdiri dan berjalan
sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
()disability ringan berupa gangguan aktivitas sehari-hari terutama
dalam bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Rehabilitasi Medik

REHABILITASI MEDIK
Tujuan
1. mengurangi nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke
tungkai kanan dengan VAS skala 5,
2. memperluas gerak sendi tulang belakang (ekstensi),
3. mengatasi gangguan mobilisasi dari posisi tidur ke berdiri pasien,
4. mengatasi gangguan ambulasi saat berjalan,
5. meningkatkan aktivitas sehari-hari misalnya saat pasien
melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring,
mencuci baju, dll.

Adapun teknologi fisioterapi pada kasus ini yaitu: (1) microwave


diathermy, (2) TENS (3) proper back positioning, (4) terapi
latihan fisik berupa latihan William flexion exercise

MODALITAS FISIK
Microwave diathermy adalah suatu modalitas fisioterapi yang dapat yang
menghasilkan gelombang elektromagnetik yang mempunyai efek teurapik dan
fisiologis. Memiliki frekuensi 2450 MHz dengan panjang gelombang 12,25 cm.
Meningkatkan vasomotion sphincter timbul homeostatik lokal dan akhirnya
terjadi vasodilatasi lokal
Meningkatkan elastisitas jaringan ikat seperti jaringan collagen kulit, otot,
tendon, ligamen dan kapsul sendi akibat menurunnya viscositas matriks
jaringan tanpa menambah panjang serabut collagen, tetapi terbatas pada
jaringan ikat yang letak kedalamannya 3 cm
Meningkatkan elastisitas jaringan otot dan menurunkan tonus
normalisasi nocicencorik dan penurunan iritasi sisa metabolisme otot
Meningkatkan
elastisitas
pembungkus
jaringan
konduktivitas serta ambang rangsang saraf.

saraf,

melalui

meningkatkan

BACK EXCERCISE
Proper back positioning, memiliki
tujuan:
1. Memperbaiki postur tubuh.
2. Membiasakan diri untuk
melakukan gerakan-gerakan
yang sesuai dengan mekanik
tulang belakang.

WILLIAM FLEXION EXCERCISE


Tujuan:
1. Memperkuat otot-otot fleksor lumbosacral terutama otot dinding
abdomen dan otot gluteus.
2. Mengurangi ketegangan otot
3. Meregangkan otot-otot yang memendek terutama otot-otot ekstensor
punggung, otot hamstring dan quadratus lumborum.
4. Mengurangi gaya yang bekerja pada tulang punggung dengan cara
mengurangi beban badan dan koreksi postur.

ORTOTIK PROSTETIK
Pada
pasien
diberikan
thorakolumbal
brace

memberikan tekanan pada abdominal mengurangi


tekanan intra diskal sampai 30% saat pergerakan otot
para lumbal akan lebih rileks spasme berkurang
stabilitas otot akan tercapai kurangi nyeri saat
pergerakan meningkatkan mobilisasi dan ambulasi
Pada pasien bisa diberikan elastic lumbosacral brace

PROGNOSIS
Pasien dengan perubahan vertebra yang progresif dan degenerative
kemungkinan akan mengalami gejala yang sifatnya intermiten. Resiko
untuk terjadinya spondilolistesis degenerative meningkat seiring dengan
bertambahnya usia, dan pergeseran vertebra yang progresif terjadi pada
30% pasien.

TERIMA KASIH