Anda di halaman 1dari 14

KONJUGAT

Nur Oktavia., M.Farm Klin, Apt

Konjugat adalah
antigen atau antibodi
yang terikat dengan
enzim

KONJUGA
T

ANTIBOD
I/ANTIGE
N

ENZIM

Konjugat yang baik :


Stabil
Tidak
hanya
berfungsi
sebagai katalisator mampu
menunjukkan respon imun
dari antibodi

ILMU YANG MEMPELAJARI


TENTANG REAKSI ANTIGENANTIBODI

Enzim berdasarkan komponen


penyusunnya

Enzim kompleks =
enzim konjugasi
(Holoenzim), terdiri
atas

Komponen
Protein
(Apoenzim)

Komponen
Non Protein
(Gugus
Prostetik)

Termolabil sehingga
mudah
terdenaturasi

Termostabil, Karena
berupa koenzim
atau kofaktor

Enzim sederhana :
HANYA terdiri atas
protein

Vitamin,
NADH
KOENZIM : senyawa
organik
Zn2+; Fe
KOFAKTOR : senyawa an
orgnik

2+

Enzim berfungsi sebagai


biokatalisator artinya
mempercepat jalannya
reaksi dengan menurunkan
energi aktivasi

Beberapa sifat enzim :


1.Dipengaruhi oleh pH
2.Bekerja secara spesifik dan
selektif
3.Reversible
4.Jumlah yang dibutuhkan sedikit
5.Bereaksi dengan substrat asambasa
6.Koloid
7.Dapat digunakan berulang kali
8.Tidak ikut bereaksi

Energi aktivasi adalah : energi


yang diperlukan untuk
mengaktifkan suatu reaktan
sehingga dapat bereaksi
untuk membentuk senyawa
lain

PEMURNIAN ENZIM

Perlu
diperhatikan :
1.Kualitas
2.Kuantitas
3.Ekonomis

TUJUAN
Mengisolasi enzim spesifik

Pemurnian enzim lebih banyak dilakukan pada enzim


ekstraseluler Karena mudah didapat dan lebih stabil.
Enzim dapat dimurnikan dengan cara : sentrifugasi, filtrasi,
flokulasi dan koagulasi, pengendapan, ultrafiltrasi dan osmosa
balik dan kromatografi

PEMANFAATAN ENZIM SECARA KLINIS


1. Sebagai alat diagnostik suatu penyakit (abnormalitas)
2. Untuk mengetahui perjalanan suatu penyakit
3. Untuk mengetahui respon terhadap terapi

Meisenberg et al, 2006

PRINSIP PEMERIKSAAN
Umumnya berdasarkan pada interaksi antigen (Ag) dan
IMUNOLOGIS
antibody (Ab)
Tingkat primer

Interaksi
antigen
-antibodi

INDIKATOR :

Radioisotop
Enzim
Zat warna flouresen

Tingkat
sekunder
Tingkat tertier

Indikator dilengketkan pada


Ag atau Ab

IMMUNOLOGIC ASSAY
1. Test aglutinasi
2. Reaksi presipitasi
3. Complement complex
4. Flourescent antibody
5. The western blot technique

1.
2.
3.
4.
5.

Immunoelektroforesis
Radioimmunoassay (RIA)
Radioimmunosorbent (RIST)
Radioallergosorbent (RAST)
Enzyme-Linked
Immunosorbent
Assay (ELISA)

SYARAT ENZIM YANG IDEAL SEBAGAI


LABEL
Memiliki aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah
Stabil pada kondisi reaksi (biasanya pH netral)
Mudah dikonjugasi ke molekul lainnya untuk reaksi lanjutan atau
dalam penyimpanan

Tersedia dalam keadaan murni


Harganya murah
Tidak terdapat didalam cairan sampel biologi yang akan diuji

ELISA
Merupakan uji serologis yang umum digunakan di LAB
Imunologi

Keunggulan :
1. tekhnik pengerjaan yang sederhana
2. ekonomis
3. sensitivitas yang cukup tinggi
ELISA pertama kali diperkenalkan untuk menganalisis adanya interaksi
ANTIGEN ANTIBODI di dalam suatu sampel dengan menggunakan enzim
sebagai report label

TEKNIK ELISA
Untuk menentukan kadar Ag atau Ab
Indikator yang digunakan ENZIM yang dilengketkan pada Ag atau
Ab

3 Metode yang digunakan dalam ELISA


- KOMPETITIF
- NON KOMPETITIF
- INDIREK atau SANDWICH

PRINSIP METODE ELISA


Untuk mendeteksi antigen (Ag) :
Ag (serum) + AbE Ag-AbE
komplek cuci

Inkubasi dengan substrat kromogenik


(semula tidak berwarna) berwarna,
bila dihidrolisis oleh enzim
intensitas warna yang terjadi diukur
dengan fotometer/spektrofotometer
kadar antigen

CATATAN :
Hidrolisis oleh enzim berlangsung
dalam waktu tertentu
Rx berhenti bila di (+)kan
asam/basa kuat
Rx harus dalam keadaan optimal
(kadar reaktan; temperatur) masa
inkubasi tergantung prosedur

TERIMA KASIH