Anda di halaman 1dari 47

PRESENTASI KASUS

PARKINSON
Disusun oleh:
Sylvia Joson 112014110
Fathia Utami 112014210
Jovi Ignasius 112015064
Dokter Pembimbing :
Dr. M. Rifai, SpS

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. M
Alamat
: Cipinang Melayu
RT012/001
Umur
: 33 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan
: Pegawai toko
Status perkawinan : Belum Menikah
Status pasien
: Pasien rawat jalan

Anamnesis

Diambil dari : Autoanamnesis tanggal


30 Oktober 2016 di Poliklinik Saraf
RSAU
Keluhan utama: Pasien datang
dengan keluhan tangan gemetar sejak
2 tahun yang lalu.
Keluhan Tambahan: Pasien
mengeluh kaku pada kedua tangan dan
kakinya.

Riwayat Penyakit
Sekarang

Pasien datang ke poliklinik RSAU dengan keluhan


gemetar pada kedua tangannya sejak 2 tahun
yang lalu. Gemetar yang dirasakan terjadi pada
kedua tangan pasien menjadi sulit untuk
beraktivitas. Lama-kelamaan, kaku pada kedua
tangan dan kakinya
Awalnya pasien hanya merasakan kaku saja pada
kakinya, tetapi seiring waktu pasien merasakan
kakinya sulit untuk memulai gerakan. Pasien juga
mengeluh sering kehilangan keseimbangan ketika
berjalan. Belakangan ini, pasien merasakan
kekakuan pada lehernya dan mengeluh adanya
kesulitan pada saat menelan sehingga terkadang
ia tersedak.

Pasien sudah menjalankan pengobatan


selama 1 tahun dengan diagnosis
Parkinson.
Pasien telah pengobatan
Leparson, Sifrol, Trihexipenidil, B1, B12,
Propanolol. Semua obat yang diberikan
masih pasien konsumsi sampai saat ini.
Apabila pasien lupa meminum obatnya,
maka keluhan kaku dan gemetarnya
akan semakin parah.

Riwayat Penyakit Dahulu

Hipertensi
:
Diabetes mellitus
Kolesterol
:
Trauma kepala :

(-)
: (-)
(-)
(-)

Riwayat Keluarga

Pasien menyangkal adanya riwayat


Parkinson dalam keluarga.

Riwayat Sosial, Ekonomi,


Pribadi

Kesan keadaan sosial ekonomi pasien


adalah cukup.

PEMERIKSAAN FISIK
Status umum
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
GCS : E4M6V5 = 15
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi
: 88x/menit
Suhu
: 37,0C
Frekuensi nafas : 20 x/menit

Kepala : Normocephali, simetris, ekspresi wajah kurang


Mata : CA(-/-), SI(-/-),
Pupil isokor 3mm/3mm, RCL +/+, RCTL +/+
Leher : Tidak terlihat benjolan, tidak ada pembesaran KGB
Jantung
: BJ I dan BJ II regular, gallop (-), murmur (-)
Paru : Simetris, suara nafas vesikular +/+, rhonki -/- whz -/Abdomen : BU (+) normoperistaltik. Tidak teraba pembesaran
hepar dan lien.
Ekstremitas: akral hangat , edeme (-)

Status Psikis
Cara berpikir : Wajar, sesuai umur
Perasaan hati : Baik
Tingkah laku
: Wajar, pasien sadar
Ingatan
: Baik, amnesia (-)
Kecerdasan : baik

Status Neurologis
Kesadaran : E4M6V5 15
Cara berjalan : Pasien dapat berjalan namun lambat
Refleks Khusus : Glabella Myersons Sign (-)
Tonus : Rigiditas sendi siku dextra dan sinistra, Cogwheel
phenomen (+)
Kepala
Bentuk
: Normocephali
Nyeri tekan
: tidak ada
Simetris : wajah simetris
Pulsasi
: normal

Leher
Sikap : Simetris
Pergerakan : Normal
Kaku Kuduk
: (-)

Tanda Rangsang Meningeal


Kaku Kuduk
: tidak dilakukan
Brudzinski I
: tidak dilakukan
Brudzinski II : tidak dilakukan
Laseque : tidak dilakukan
Kernig
: tidak dilakukan

Badan dan Anggota Gerak


Badan
Motorik

Respirasi : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis


Duduk : normal
Bentuk columna verterbralis : normal
Pergerakan columna vertebralis : bebas

Sensibilitas

Kanan Kiri
Taktil + +
Nyeri
Tidak dilakukan
Thermi
Tidak dilakukan
Diskriminasi
Tidak dilakukan
Refleks

Refleks kulit perut atas : Tidak dilakukan


Refleks kulit perut bawah : Tidak dilakukan
Refleks kulit perut tengah : Tidak dilakukan
Refleks kremaster : Tidak dilakukan

Koordinasi, Gait dan Keseimbangan


Cara berjalan
: tidak ada kelainan
Test Romberg
: positif
Disdiadokokinesia
: tidak dilakukan
Ataksia
: tidak dilakukan
Rebound phenomenon : tidak dilakukan
Dismetria
: tidak dilakukan
Nistagmus test
: tidak dilakukan

Gerakan-gerakan Abnormal
Tremor
: (+)
Miokloni
: (-)
Khorea
: (-)
Alat Vegetatif
Miksi
: normal
Defekasi
: normal


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan

RESUME
Subjektif
Seorang laki-laki berusia 33 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan utama tangan yang
sering gemetar sejak 2 tahun terakhir. Gemetar
yang dirasakan timbul pada waktu pasien tidak
melakukan aktivitas. Gemetar yang dirasakan
terjadi pada kedua tangan pasien. Pasien juga
mengeluh kaku pada kedua tangan dan kakinya.
Keluhan yang dirasakan terjadi perlahan-lahan.
Pasien sering kehilangan keseimbangan ketika
berjalan. Belakangan ini, merasakan kekakuan pada
lehernya dan adanya kesulitan pada saat menelan.

Objektif
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran
: Compos mentis
GCS
: E4M6V5 = 15
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi
: 88 x/menit
Suhu
: 37,0C
Frekuensi nafas : 20 x/menit

Cara Berjalan : Pasien dapat berjalan


tetapi lambat
Tonus
: Rigiditas sendi siku
dextra dan sinistra,
Cogwheel phenomen (+)
Gerakan Abnormal : Tremor (+)

DIAGNOSA KERJA

Diagnosis klinik
: Parkinsonisme
Diagnosis tOpik
: Ganglia basalis
substansia nigra
Diagnosis etiologik : Idiopatik
Diagnosis patologik : Gangguan
dopaminergik

PEMERIKSAAN ANJURAN

PENATALAKSANAAN

Laperson (Levadopa 100 mg &


Benserazide HCl 28,5 mg) 3x1
Sifrol (Pramipexole) 1 x 0,75 mg
THP 3 x 2 mg
Propanolol 1 x 10 mg
Vitamin B1 2x1
Vitamin B12 2x1

PROGNOSIS

Ad Vitam
: dubia ad bonam
Ad Fungtionam : dubia ad bonam
Ad Sanationam : dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Penyakit
Parkinson

Bagian
dari
parkinsonism yang
secara
patologi
ditandai
oleh
degenerasi
ganglia
basalis
terutama
di
substansia
nigra
pars
kompakta
(SNC)
yang
disertai
adanya
inklusi sitoplasmik
eosinofilik
(Lewy
bodies).

Parkinsoni
sm

Suatu
sindroma
yang ditandai oleh
tremor
waktu
istirahat, rigiditas,
bradykinesia dan
hilangnya
reflex
postural
akibat
penurunan kadar
dopamine dengan
berbagai macam
sebab

Etiologi
Usia

Genetik

Infeksi

Ras

Toksin
Stess
Emosiona
l

Epidemiologi
Jarang

pada usia dibawah 30 tahun.

Timbul

pada usia 40-70 tahun dan mencapai puncak

pada dekade ke-enam.


Pria

: Wanita = 3:2.

Penyakit

parkinsonism.

Parkinson meliputi lebih dari 80 %

Patofisiologi

Kematian neuron di pars kompakta


substansia nigra kadar
dopamine inklusi sitoplasmik
eosinofilik (Lewy bodies)

Ganglia basalis mempertahankan


tonus otot untuk menstabilkan
posisi sendi kerusakan struktur
ganglia basalis gerakan yang
tidak terkontrol tremor

Gejala Klinis

Tremor

Rest tremor
Bertambah
pada
keadaan
emosi.

Rigiditas

Cogwheel
phenomena

Bradikinesi
a

Kedipan mata
berkurang
Mikrografia
Masking face
Hipofonia
Langkah kecilkecil
Akathisia/takhiki
nesia (gerakan
cepat tidak
terkontrol)

Hilangnya
refleks
postural

Distonia
Hemidistonia
Rasa kaku
Sulit mulai
gerak
Rasa kaku saat
berjalan dan
berputar

Kriteria Diagnosis (Hughes)


Possible

Probable

Terdapat salah
satu dari gejala

2 gejala utama
Bila terdapat
(termasuk
kombinasi tiga
kegagalan refleks
dari empat gejala
postural) / satu
atau dua gejala
dari tiga gejala
dengan satu
pertama yang
gejala lain yang
tidak simetris
tidak simetris
(dua dari empat
(tiga tanda
tanda motorik).
kardinal).

utama :
Tremor istirahat
Rigiditas
Bradikinesia
Kegagalan refleks
postural

Definite

Perjalanan Penyakit (Hoehn


dan Yahr)
Stadium
I

Gejala dan tanda pada satu sisi


Terdapat gejala yang ringan
Terdapat gejala yang mengganggu tetapi tidak
menimbulkan kecacatan
Biasanya terdapat tremor pada satu anggota
gerak
Gejala yang timbul dapat dikenali orang terdekat

Stadium
II

Terdapat gejala bilateral


Terdapat kecacatan minimal
Sikap/cara berjalan terganggu

Perjalanan Penyakit (Hoehn


dan Yahr)
Stadium
III

Gerak tubuh nyata melambat


Keseimbangan mulai terganggu saat
berjalan/berdiri
Disfungsi umum yang sedang

Stadium
IV

Terdapat gejala yang lebih berat


Masih dapat berjalan hanya untuk jarak
tertentu
Rigiditas dan bradikinesia
Tidak mampu berdiri sendiri
Tremor dapat berkurang dibanding
stadium sebelumnya

Stadium
V

Stadium kakhetik
Kecacatan total
Tidak mampu berdiri dan berjalan
Memerlukan perwatakan tetap

Klasifikasi

Parkinsonism idiopatik (primer)

Penyakit Parkinson
Juvenil Parkinsonism

Parkinsonism sekunder infeksi, pasca infeksi, toksin,


obat, dll

Sindroma Parkinson Plus

25/250 mg per hari


Benserazide + Levodopa
50/100 mg per hari

Penatalaksanaan (1)

Antagonis NMDA:
Amantadin 100-300 mg
per hari
Antikolinergik

Benzotropine mesylate 1-8 mg

per hari
Biperiden 3-6 mg per hari
Chlorphenoksamine 150-400
mg per hari
Cycrimine 5-20 mg per hari
Orphenadrine 150-400 mg per
hari
Procyclidine 7,5-30 mg per
hari
Trihexyphenidyl 3-15 mg per
hari

Dopamin agonis
Bromocriptine mesylate 5

40 mg per hari
Cabergoline 0,5-5 mg per
hari
Pramipexole 1,5-4,5 mg per
hari
Ropinirole 0,75-2,4 mg per
hari
Apomorphine 10-80 mg per
hari

Penatalaksanaan (2)

COMT (catechol-O-Methyl Transferase) inhibitors


Entacapone 200 mg per hari bersamaan dengan
setiap dosis levodopa, maksimal 1600 mg
entacapone per hari.
MAO-B (Mono Amine Oxidase n B) inhibitor
Selegiline 10 mg per hari (pagi dan siang) 5 mg bid
per hari
Antioksidan
Asam askornat (Vit.C) 500-1000 mg per hari,
betacaroten (pro Vit. A) 4000 IU per hari.
Betabloker
Propanolol 10-30 mg per hari

Rehabilitasi Medik
Tujuan : meningkatkan kualitas hidup,
menghambat bertambah beratnya gejala
penyakit serta mengatasi masalah-masalah
sebagai berikut:2
Abnormalitas gerakan
Kecenderungan postur tubuh yang salah
Gejala otonom
Gangguan perawatan diri (Activity of Daily
Living)
Perubahan psikologik

Prognosis

Sangat tergantung dari etiologi dan adanya


Parkinson sekunder, gejala akan berkurang
apabila penyakit primer dapat diatasi.
Sebaliknya pada Parkinson primer /idiopatik
keadaan bersifat progresif, sesuai dengan
tingkat
hilangnya
sel-sel
pembentuk
dopamin.
Tugas
kita
adalah
untuk
mempertahankan agar perjalanan penyakit
Parkinson tidak terlalu progresif dan fungsi
motorik lainnya dipelihara secara optimal.

TERIMA KASIH