Anda di halaman 1dari 87

Pemeriksaan Fisik

Orthopedi
Pembimbing:
dr. Sigit Wedhanto, Sp.OT

Dipresentasikan Oleh:
Maltari
Azelia S.

1102011152
1102012039

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi


RS BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO

Orthopedi

Sistem muskuloskeletal terdiri dari: tulang, sendi,


otot, tendon, ligamen, saraf, pembuluh darah.

Kondisi yang dapat mengganggu struktur-struktur


diatas:
Congenital
dan
abnormalitas
dari
masa
perkembangan
Infeksi dan inflamasi
Arthritis dan rheumatik
Kelainan metabolik dan endokrin
Tumor dan lesi yang menyerupai
Gangguan sensori dan kelemahan otot
Cedera dan gangguan mekanis

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pemeriksaan Fisik General


(Look-Feel-Move)
pergerakan aktif:
pasien melakukan
pergerakan sendiri
Pergerakan pasif:
pemeriksa yang
menggerakkan
sendi-sendi

MOVE

Kulit : hangat/dingin,
lembab/kering
Jaringan lunak:
benjolan,
karakteristik
Tulang dan sendi:
outline, synovium
menebal, cairan
sendi meningkat
Nyeri tekan:
melihat ekspresi
wajah pasien saat
melakukan
pemeriksaan

FEEL

LOOK

Kulit: skar,
perubahan warna
Bentuk: bengkak,
atrofi, bengkok,
benjolan
Posisi: gangguan
pada saraf bisa
mempengaruhi
posisi

TERMINOLOGI PERGERAKAN

Setiap sendi mempunyai nilai batas gerakan normal yangmerupakan


patokan untuk gerakan abnormal dari sendi. Beberapa macam gerakan
pada sendi:
abduksi
adduksi
ekstensi
fleksi
rotasi eksterna
rotasi interna
pronasi
supinasi
fleksi lateral
dorso fleksi
plantar fleksi
inversi
eversi

Neurological
Examination

Jika gejala disertai


kelemahan, inkoordinasi
atau perubahan
sensibilitas, gangguan di
leher dan punggung
pemeriksaan neurologis
Pemeriksaan umum
kekuatan motorik
pemeriksaan sensoris
Refleks tendon

Kekuatan motor
0 tidak ada
pergerakan
1 hanya kontraksi
otot
2 tidak dapat
melawan gravitasi,
bergeser
3 dapat melawan
gravitasi
4 dapat melawan
tahanan minimal
5 dapat melawan
kekuatan pemeriksa

Pemeriksaan
Regional

Pemeriksaan tulang belakang


Sendi bahu
Lengan atas dan sendi siku
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari-jari tangan
Pemeriksaan sendi panggul
Pemeriksaan lutut
Tungkai bawah, pergelangan kaki dan jari-jari kaki

1.Bahu

Gejala :
Nyeri berasal dari sendi, tendon, nyeri alih
Cuf muskulotendinosa terasa secara anterolateral di
semua otot deltoid
Daerah akromio-kalvikular nyeri diatas bahu
Cervical nyeri di daerah supraklavikular
Postur (nyeri pada fleksi, abduksi, rotasi internal) kelainan
rotator cuf
Ketidakstabilan bahu nyeri saat abduksi penuh dan rotasi
eksternal
Kekakuan
Deformitas penonjolan sendi akromioklavikular, posisi
skapula
Hilangnya fungsi

Inspeksi

Depan - belakang
Bahu dan skapula
Asimetris
Deformitas
Ekimosis
Atrofi otot
Supraspinatus
Infraspinatus
Deltoid

Palpasi
Anterior

Posterior
AC joint

biceps

SC joint

Gerakan : Range of Motion


Forward flexion:
160 - 180
Extension: 40 - 60
Abduction: 180
Adduction: 45
Internal rotation:
60 - 90
External rotation:
80 - 90

Gerakan : Range of Motion


Scapular dyskinesis
(Scapulothoracic
dysfuntion)
Compare scapular
motion through ROM on
both sides
Wall push-ups
Symmetrical
Smooth
No or minimal winging

PF BAHU:
Tes khusus
Winged Scapula
Pasien diminta mendorong
melawan dinding dengan kedua
tangan, pemeriksa mengamati
dari belakang.
Medial winging menandakan
injury pada N. thoracicus
longus.
Lateral winging menandakan
kelemahan M. trapezius (N.
accessorius spinal)

PF BAHU:
Tes khusus

Apprehension
(crank)
instabilitas anterior:

test

untuk

Lengan diabduksi hingga 90 dan dirotasikan ke


arah lateral. Tes (+) bila pasien merasa bahunya
akan
mengalami
dislokasi
sehingga
ia
memberikan tahanan terhadap gerakan yang
dilakukan.
Mendetek dislokasi bahu anterior (glenohumoral
ligament inferior)

PF BAHU:
Apprehension Test


PF BAHU:
Anterior and Posterior
Drawer

2. Siku

Inspeksi
Fleksikan siku pasien 70o
Identifikasi epikondilus lateral & medial
Prosessus olekranon
Lihat kontur siku
- Deformitas
- Bengkak
- Deformitas

Siku

Palpasi
Kalor
Nodul
Penebalan
Letak tulang
Saraf ulnaris

Gerak
Fleksi
M.biceps brachii, M.brachioradialis
Ekstensi
M.triceps brachii, anconeus
Supinasi
M.biceps brachii, M.supinator
Pronasi
M.pronator teres, M.pronator quadratus

PF Siku:
Tes Khusus

Cozens test: (Lateral Epicondylitis / Tennis elbow test)

Pasien mengekstensikan lengan, mengepalkan


tangan dan melakukan pronasi lengan bawah,
pergelangan tangan dibawa menjauhi radial
Tes (+) jika terdapat nyeri pada area epikondilus
lateralis
Golfers elbow test:

Sambil melakukan palpasi epikondilus medial,


lengan bawah disupinasikan dan siku serta
pergelangan tangan diekstensikan. Positif bila
nyeri dirasakan di sepanjang epikondilus medial.
Tinels of the elbow:

Perkusi dilakukan pada N.ulnaris pada lipatan. Tes


(+) bila sensasi menjalar menuruni lengan bawah
hingga mencapai tangan.

Tangan Dan
Pergelangan Tangan

Inspeksi:
Inspeksi:
Merah
Bengkak
Memar
Atrofi
Deformitas
termasuk
- tendon : Penebalan ada/
tidak
- Kuku
: Spoon shape,
pucat, clubbing

Ganglion
Struktur kistik
yang timbul dari
selubung synovial
massa diskret
Rasa sakit tumpul

Palpasi

Kulit: hangat/ dingin


Ada tidaknya bengkak atau nyeri
tekan atau deformitas pada:
Persendian distal radius dan ulna
tuberkulum skafoid (volar)
TFCC (dorsal ulnaris
pergelangan tangan)
ligamen kolateral ulnar
Sendi metacarpal, PIP / DIP

RANGE OF MOTION

Aktif /pasif ? bandingkan kiri dan kanan


Pergelangan tangan
Jari-jari tangan

ROM Pergelangan
Tangan

Gerakan

Otot yang terlibat

Fleksi

Flexor carpi radialis,


flexor carpi ulnaris

Ekstensi

Ekstensor carpi
ulnaris, ekstensor
carpi radialis longus,
ekstensor carpi
radialis brevis

Wrist radial
deviation

Fleksor carpi ulnaris

Wrist ulnar deviation Fleksor carpi radialis

Instruksi pasien

ROM Jari-Jari

Pergerak
an

Otot yang bekerja

Fleksi

Lumbricales fleksor
digitorum

Ekstensi

Extensor digitorum

Abduksi

Dorsal interossei

Adduksi

Palmar interossei

Cara pemeriksaan

Pemeriksaan
Neurologis

Sensorik bandingkan kiri & kanan

Pemeriksaan tangan
CARPAL TUNNEL

TES Tinnels Sign

TES PHALEN

TES ABDUKSI IBU JARI

5. LEHER DAN VERTEBRA


SERVIKALIS

Kelainan yang sering ditemukan pada leher


adalah degenerasi vertebra servikalis dan
osteoartritis
sekunder
pada
diskus
intervertebra servikalis
Dapat mengakibatkan prolapsus dari diskus
dan spondilosis servikal.
Sering disertai dengan kelainan pada pangkal
pleksus brakialis yang menyebabkan nyeri,
kelemahan otot dan sensibilitas pada anggota
gerak yang bersangkutan.


Nyeri pada anggota gerak atas harus diketahui
sumbernya.
Tekanan saraf pada daerah servikal dapat
memberikan gambaran klinis sesuai dengan
distribusi saraf. Nyeri dapat menjalar ke lengan atas
dan bawah .
Gejala saraf bisa berupa parestesia, rasa kram atau
rasa seperti tertusuk jarum di tangan.


Pemeriksaan
Baju harus dibuka.
Dapat dilakukan dalam keadaan penderita berdiri ataupun
duduk.

Deformitas
Kolumna vertebra servikalis biasanya sedikit lordosis ke
depan.
Perubahan kurva menjadi lurus atau melengkung ke
belakang (kifosis) merupakan tanda adanya kelainan. Juga
diperhatikan deformitas vertebra ke lateral atau rotasi.


Pergerakan
Meliputi rotasi, fleksi lateral ke kanan/ ke kiri,
fleksi ekstensi. Gerakan fleksi dan ekstensi
maksimal terjadi pada sendi oksipito-atlantoid.


1. Pemeriksaan lokal leher
Inspeksi

Kontur tulang apakah terjadi deformitas


Kontur jaringan lunak
Warna dan tekstur kulit
Ada jaringan parut atau sinus

Palpasi

Suhu kulit
Kontur tulang
Kontur jaringan lunak


Fleksi-ekstensi 130

Pergerakan

Rotasi 80

Apakah ada rasa nyeri pada saat digerakkan


Apakah ada krepitasi bila digerakkan


Fleksi lateral 45

Pemeriksaan vaskuler anggota gerak atas

Kadang-kadang kelainan pada leher terjadi


akibat gangguan pada arteri subklavia.
Sistem sirkulasi tiap anggota gerak atas
diperhatikan, bandingkan warna dan rasa
hangat pada kedua sisi lengan, tangan dan
jari, denyut radialis kiri dan kanan.

PEMERIKSAAN VERTEBRA
TORAKAL DAN LUMBAL

Nyeri pada punggung terutama punggung


bawah merupakan kelainan yang sering
ditemukan
Nyeri punggung bawah sering disertai
penjalaran nyeri (skiatika) ke bokong, tungkai
atas dan tungkai bawah, baik unilateral
maupun bilateral.

PEMERIKSAAN
PUNGGGUNG BAWAH (LOWER BACK)

Tulang :
- 5 ruas vertebra lumbal
- 5 ruas sakrum
- 3 4 ruas koksigeal
Sendi :
- Sendi faset intervertebral
- Diskus intervertebralis
- Sakroiliaka kanan dan kiri
Otot :
- Otot paraspinal

PEMERIKSAAN
PUNGGGUNG BAWAH (LOWER BACK)
INSPEKSI/LOOK:

Perhatikan postur pasien, gaya berjalan saat


berjalan masuk.
Pasien berdiri dengan bagian belakang dari
pinggang ke atas terpapar seluruhnya.
Dari belakang :
- perhatikan kesegarisan kepala, leher, pungung,
sakrum
- adakah kurvatura/melengkung ?
- bahu kanan kiri, pelvis harus rata & seimbang


Look:
o
o
o
o

Kulit: Sikatrik, fistulae, laceration, abnormal hair, dll.


Loss of lordosis, hyper kyphosis.
Gibus(benjolan atau patahan tulang belakang)
Rib hump (scoliosis), dll.

PEMERIKSAAN
PUNGGGUNG BAWAH (LOWER BACK)

Palpasi/Feel:
o
o
o
o

Kulit: Temperatur.
Muscle spasm, nyeri tekan.
Step deformity (spondylolysthesis).
Nyeri ketok.

PEMERIKSAAN
PUNGGGUNG BAWAH (LOWER BACK)

PALPASI/FEEL
Prosesus spinosus dengan ibu jari : nyeri tekan?
Sendi sakroiliaka.
Gentle percussion sepanjang tulang belakang :
nyeri?
Otot paraspinal : nyeri tekan, ketegangan
(spasme)
Berbaring ke samping dengan fleksi panggul &
lutut : raba N. Ischiadicus

PEMERIKSAAN
PUNGGGUNG BAWAH (LOWER
BACK)

MOVE/RANGE OF MOTION
Fleksi / Forward bending
Ekstensi
Rotasi kanan & kiri
Fleksi lateral kaan & kiri (lateral
bending)

PF PUNGGUNG
Keadaan Pronasi

Look : deformitas, spasme otot, atau wasting


Feel : struktur tulang, nyeri tekan, pulsasi A. poplitea dan
A. tibialis posterior, fungsi sensorik punggung dan bagian
belakang
tungkai.
Move: tes N. femoralis (sendi lutut pasien difleksikan atau
sendi
pinggul diekstensikan. Pasien dapat merasa nyeri pada bagian
depan paha.)

PF PUNGGUNG
Keadaan Pronasi

PF PUNGGUNG
Keadaan Supinasi

Pasien diminta berubah posisi dari pronasi ke supinasi.


Apakah ada rasa nyeri atau kekakuan?
Pemeriksa dianjurkan memperhatikan tubuh bagian depan
pasien. (leher, dada, perut)
Mobilitas sendi pinggul dan lutut diperiksa sebelum
memeriksa apakah ada kelainan pada medula spinalis atau
radiks saraf.

PF PUNGGUNG
Keadaan Supinasi

Straight leg-raising test:

Pemeriksa mengangkat tungkai pasien


keadaan sendi lutut lurus.
Angkat hingga pasien merasa nyeri.

dengan

Nyeri dapat dirasakan pada punggung bawah, bokong,


paha, dan betis.
Normalnya nyeri baru dirasakan pada posisi 80-90
derajat.

Tes dilakukan dengan pasien mengangkat tungkainya


sendiri secara aktif dan berhenti apabila terasa nyeri.
Pada posisi dimana pasien mulai merasa nyeri,
dorsofleksi pasif kaki dapat menambah rasa nyeri.

7. HIP

Hip Flexors
Hip flexors include:

Psoas (assisted by iliacus)

Also:

Tensor fasciae latae


Sartorius muscle
Pectineus muscle
Adductor longus muscle
Adductor brevis muscle
Rectus femoris muscle

Hip Extensors/Abductors/Adductors
Hip Extensors:
Gluteus Maximus
Hamstrings

Hip Abductors:
Gluteus Medius and minimus

Hip Adductors:
Adductor Brevis, longus and
magnus

1. LOOK
Periksa
Gaya
berjalan
kulit,
bentuk,
posisi,
panjang

2. FEEL
The Anterior
Superior Iliac
Spines (A.S.I.S)
Ischial Spines
Greater Trochanter
Palpasi:
Temperatur
Nyeri tekan
Pulse

3. Move (Range of
Movement)
Active/Passive:
Flexion (110-120)
Extension (5-20)
Abduction (30-50)
Adduction (30)
Internal Rotation (45)
sup/prone
External Rotation (45)
sup/prone

4. Neurological

Sensation

L4, L5, S1

Motorik
Deep Tendon Reflex
Patellar: L3-4
Achilles: S1-2
No reflex for L5

5. Special Test
Trendelenburg Test
+ hip abductors are
not functioning.

THOMAS TEST
+ hip flexion
contracture

Rectus Femoris Test

Craigs Test

Elys Test

test for rectus femoris


tightness
+ if hip on same side
flexes

Obers Test
+ if the thigh remains
abducted when the
leg is released

Patricks test
(Faber)
stresses the hip and
sacroiliac joints

test produces
back, buttocks, or
groin pain.

Ortolanis Test
+ pada dislokasi kongenital

8. LUTUT

1. LOOK
Swelling or Effusion
Redness, Ecchymosis, Scars, Abrasions
Patellar position
Symmetry of Quad muscles
Leg alignment (straight, bowed, knockknee)
Leg length

Varus / Bow leg

valgus

2. FEEL

Warmth
Effusion
Tenderness (systematic palpation)

Tendons:
patellar & quadriceps
Bursa:
prepatellar & pes anserine
Joint lines: meniscus
Bones:
tubercles & patella
Soft tissues: plica & patellar retinaculum

EFFUSION
Pattelar tap
jerk

click
15 cm

Slight/tense effusionnegativ

EFFUSION
Fluid displacement test

L
M

feel
stroke

Evacuate suprapatellar pouch

TENDERNESS

Collateral Ligaments
Acute injury:
Bruising
Tibial Tubercle
Edema

Osgood

Schaltters
Acute avulsion
patellar ligament

Femoral
Condyles
Osteo-chondritis
dissecan
medial

3. Move (Range of
Movement)
Flexion (0-150)
Extension (0)
Abduction
Adduction
Internal Rotation sup/prone
External Rotation

a.
b.
c.

0-135
5 hyperextension140 flexion
10-60

Hamstring/ Quadriceps
Strength

Medial/Lateral Ligament
Abduction / valgus stress test

Adduction / varus stress test

Anterior Cruciate Ligament /ACL


RUPTURE
deceleration and rotation
hyperextension
isolated : rare
with collateral lig/meniscus

ACL exam

ANTERIOR DRAWER TEST


excessive movement of the tibia
Forward in relation to the femur , indicates injury to medial
Collateral ligament and/or ACL

Posterior Cruciate Ligament /PCL


RUPTURE

landing on hyperflexed knee

dash board injury

PCL Exam

Sagging sign:
It is important to compare both knees in flexion.
In the injured knee the upper end tibia is displaced
backwards in compare to the other Side.

PCL Exam

Posterior drawer test

excessive backward movement


of the tibia in relation to the femur.

Meniscus tear

Cedera Olahraga:
memutar regangan untuk
melenturkan kaki bantalan berat
badan
meniskus degeneratif

Menilai sobekan meniscal


mungkin biasanya dilakukan
dengan menempatkan rasa sakit
dan krepitasi sepanjang garis
sendi. palpasi untuk gejalagejala ini harus dilakukan
sekaligus menerapkan valgus
atau varus stres pada lutut

Meniscus exam.

Injury to the medial meniscus;


Tenderness can occur over the
Medial synovial cavity.

Injury to the lateral meniscus


Pain can occur if the knee
Is over extended.

Rotation Test

McMurray

Medial Meniscus

Lateral Meniscus

9. Kaki dan
pergelangan
kaki

Inspeksi
Lihat semua bagian
dari ankle dan kaki
Adakah
nyeri spontan
perubahan warna
deformitas
benjolan
bengkak
kapalan

Palpasi

A. Dorsalis pedis

A. Tibialis
posterior

Palpasi
Tibiotalar joint

Ibu jari pada tibiotalar joint


Lunak atau bengkak
Raba sepanjang tendon achilles
Raba posterior dan inferior calcaneus serta
plantar fascia

Palpasi

Palpasi metatarsophalangeal joints


Raba ujung proksimal dari metatarsal jari 1st dan
5th

Palpasi

Raba seluruh ujung distal metatarsal dan celah


diantaranya
Ibu jari pada dorsum pedis
Telunjuk pada plantar pedis

Range of motion

Fleksi dan ekstensi dari tibiotalar joint


Dapat menentukan kemungkinan lokasi artritis

Range of motion

Inversi dan eversi dari subtalar dan


transversetalar joint